
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 132
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Radian sudah keluar narik menjemput penumpangnya. Walau hari ini hari Minggu dan biasanya orang-orang pada pergi berlibur atau santai-santai di rumah, namun lain dengan Radian yang memilih tetap bekerja demi memenuhi niatnya untuk dapat membuat Oni serta calon anaknya di dalam perut Oni merasa bangga.
Radian pun telah sampai di depan pagar rumah seorang gadis cantik yang merupakan penumpang pertamanya hari ini, ya memang sejak menjadi ojek online Radian selalu bertemu dengan banyak wanita cantik yang terkadang membuatnya khilaf ingin menggoda mereka seperti biasanya, namun bayangan wajah Oni selalu terlintas di pikirannya.
"Permisi, go-bek!" teriak Radian sembari melihat kesana-kemari mencari orang di rumah itu.
"Iya..." balasan dari dalam sana.
Tak lama kemudian, seorang gadis cantik muncul dari dalam rumah mengenakan kaos hitam yang dibalut outer tembus pandang serta celana training berwarna sejenis. Sepertinya gadis itu hendak berolahraga di Minggu pagi yang cerah ini.
"Mas Radian, ya?" tanya gadis itu.
"Eee iya benar, mbaknya ini mbak Angel kan?" ucap Radian tampak grogi dan gugup begitu melihat kecantikan penumpangnya itu.
"Iya, jangan panggil mbak dong! Saya ini masih muda tau dan baru kelas tiga SMA, malah mungkin lebih tua masnya dibanding saya!" ucap gadis itu protes karena dipanggil mbak.
"Eee i-i-iya maaf! Kalau gitu saya panggil cantik aja deh, ups!" ucap Radian keceplosan.
__ADS_1
"Hahaha, masnya bisa aja! Yaudah, buruan mas anterin saya ke cfd sekarang! Teman-teman saya juga udah pada berangkat tuh," ucap Angel.
"Iya, ini helmnya cantik! Eh maksud saya kak Angel," ucap Radian lagi-lagi dibuat gugup.
Gadis bernama Angel itu hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala menampani helm dari tangan Radian, tentu saja Angel tidak marah atau emosi saat digombalin begitu karena yang menggombal lelaki tampan walau hanya sekedar tukang ojek online.
"Yuk mas kita berangkat!" ujar Angel.
"Iya kak, eee tapi itu anu helmnya dikait dulu kak biar aman!" ucap Radian.
"Eee boleh minta tolong dikaitin gak?" ujar Angel.
"Hah? Bo-boleh kok, agak sinian kak maaf soalnya tangan saya gak nyampe!" ucap Radian gugup.
"Oke!"
Angel pun mendekat dan sedikit mencondongkan kepalanya ke arah Radian, ya tentu agar Radian bisa lebih mudah mengaitkan tali helm tersebut.
Setelahnya, gadis cantik itu tersenyum mengucap terimakasih lalu naik ke jok motor Radian. Entah mengapa hati Radian seperti bergetar saat melihat senyuman manis dari Angel.
"Eh eee iya iya, maaf kak! Tapi, kalo jalan mah lama dong kak! Lagian saya juga bawa motor ini, masa mau jalan sih kak?" sarkas Radian.
"Mas, apaan sih? Jangan becanda deh!" ujar Angel.
"Hehe maaf kak kalau garing! Iya iya ini saya langsung gas motornya kok," ujar Radian malu sendiri.
Angel hanya geleng-geleng kepala sembari membenarkan helmnya. Ia mengambil ponsel dari tas lalu terlihat mengutak-atik ponsel tersebut saat motor Radian sedang berjalan.
Radian yang menyadari itu pun berusaha menegur Angel karena sangat berbahaya.
"Eee kak, maaf nih sebelumnya! Tapi, kalau lagi di atas motor itu lebih baik jangan main hp dulu! Nanti kalau kakaknya jatuh kan bahaya, saya juga yang repot buat angkut tubuh kak Angel dan bawa ke rumah sakit!" ujar Radian.
"Sebentar doang kok, mas. Nanti saya juga gak main hp lagi, ini tuh cuma mau kasih kabar ke teman saya kalau saya lagi di jalan!" ucap Angel.
"Ohh, baiklah kak!" ucap Radian tersenyum dan kemudian terdiam.
...β’β’β’...
__ADS_1
Disisi lain, Revi, Latifah serta Laras sudah kumpul di tempat biasa mereka olahraga yakni car free day. Ya sudah ramai orang juga yang datang kesana karena ini memang merupakan sebuah tempat tujuan yang banyak diinginkan orang-orang, ada yang melakukan olahraga seperti jalan ringan, lari, atau bahkan bersepeda bersama pasangan masing-masing.
Ketiga gadis jomblo itu memang sudah sering datang ke tempat itu setiap Minggu, walau hari ini mereka harus berpuasa. Namun, tak sedikitpun mengurangi semangat mereka untuk berolahraga agar badan mereka bisa semakin sehat di hari tua nanti, ketiganya juga hanya melakukan olahraga ringan saja seperti jalan-jalan kecil disana.
"Guys, kita kan udah kumpul nih. Gimana kalau kita langsung lari aja?" ujar Latifah memberi usul.
"Hus gila lu ya?! Puasa-puasa begini mau lari, yang ada kita bisa haus dan nanti pengen minum Ifah! Mending yang ringan aja deh, jalan biasa gitu misalnya. Kalau lari mah gue skip deh, mending gue duduk nunggu disini!" ucap Laras.
"Hahaha, ya ampun lemah banget sih lu Ras! Masa lari pagi aja gak kuat? Nih ya biarpun puasa kita itu harus tetap kuat, Laras! Gak boleh lemes apalagi mau lari aja gak kuat," ujar Latifah terkekeh.
"Udah lah jangan pada ribut! Laras benar, kita jalan santai aja supaya gak menguras tenaga! Tapi sebelumnya, kita pemanasan dulu disini biar nanti gak kenapa-napa pas kita olahraga. Udah yuk ambil posisi masing-masing buat pemanasan, jangan kebanyakan ribut gak baik!" ucap Revi.
"Iya iya, gue setuju!" ucap Latifah.
Setelahnya, Latifah dan Laras pun berdiri berderet di samping Revi untuk memulai pemanasan. Mereka meletakkan barang milik mereka sejenak di kursi untuk memudahkan, barulah mereka mulai melakukan gerakan pemanasan disan.
"Gue udah panas nih, langsung aja yuk! Kalau kelamaan malah gak seru nanti!" ucap Latifah.
"Iya Rev, kita olahraga sekarang aja! Mumpung udara juga masih belum terlalu terik, nanti kalau kelamaan kan keburu panas!" sahut Laras.
"Iya, ini emang udah selesai kok!" ucap Revi.
"Oke bagus, yaudah yuk gas! Gue mau lari nih udah lama kagak lari, badan gue pegel-pegel karena gak pernah lari lagi. Kalau kalian mau pada jalan aja, yaudah biar gue sendiri!" ucap Latifah.
"Dih, gaya amat lu Fah! Nanti kalau kecapekan terus haus jangan salahin kita ya!" ujar Laras.
"Yeh gak bakal lah! Gue mah kuat mental atlet, gak kayak lu yang gampang capek! Masa baru lari kecil aja udah capek? Haha lemah amat, nanti kalo ada barang yang dimaling gak bisa lari dong ngejar pelakunya!" ujar Latifah sambil tertawa kecil.
"Haish, kalian kok ribut terus sih? Udah lah jangan saling ngejek gitu! Kalau kamu emang kuat buat lari keliling disini, ya silahkan aja Fah! Nah kalau kamu gak kuat Ras, yaudah gapapa kita jalan santai atau sepedaan aja!" ucap Revi menengahi mereka.
"Eee iya Rev, kita minta maaf ya!" ucap Laras menunduk.
"Sama gue juga," sahut Latifah.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1