Angkasa

Angkasa
Beda sikap


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 152


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


"Assalamualaikum, tante!" ucapnya.


Ya itu adalah Muzaki yang baru datang ke rumah Revi, tentu saja Juliana serta Arsyan terkejut melihat kehadiran Muzaki disana. Terlebih Arsyan yang memang sangat kesal dengan Muzaki.


Tak hanya sang mama, Revi pun amat syok ketika melihat Muzaki turut hadir di rumahnya.


"Kak Zaki...??"


Revi bergerak turun dari mobilnya dan menghampiri Muzaki di depan sana, ia tak ingin terjadi keributan antara Muzaki dengan Arsyan.


Sementara Juliana sendiri merasa senang karena hadirnya Muzaki, yang ia tahu memang Muzaki adalah kekasih dari putrinya dan kehadiran Muzaki saat ini bisa membantunya mengusir Arsyan.


"Waalaikumsallam, eh syukurlah kamu datang nak Zaki! Nih ada cowok nyebelin yang mau ganggu Revi terus, padahal Revi kan udah punya kamu!" ucap Juliana sambil tersenyum.


"Eee..." Muzaki tampak gugup dan hanya melirik sekilas ke arah Arsyan.


"Ya ampun, jadi tante sendiri udah tau kalau cowok ini pacarnya Revi? Asal tante tau ya, dia ini bukan benar-benar pacarnya Revi. Mereka cuma pura-pura aja tante, kalau tante gak percaya silahkan aja tanya sama anak tante sendiri!" ujar Arsyan.


"Kamu itu bilang apa sih? Mereka beneran pacaran kok, udah deh jangan cari gara-gara dan lebih baik kamu pergi dari sini!" ucap Juliana emosi.


"Sabar tante! Biar aku yang urus cowok ini, dia itu emang susah dibilangin tante!" ucap Muzaki.

__ADS_1


"Hahaha, heh cowok aneh! Lu gak akan bisa jadi pacarnya Revi, selagi masih ada gue! Lu ingat itu baik-baik dan simpan di otak lu! Selamanya gue gak bakal ikhlas!" ujar Arsyan.


"Gue gak butuh keihklasan dari lu, selagi tante Juli udah kasih izin buat gue berhubungan sama Revi. Lagian emang lu siapanya Revi, saudara bukan keluarga juga bukan?! Bahkan nih ya, Revi aja gak anggap lu lagi di hidupnya!" ucap Muzaki santai.


Arsyan tampak geram mendengar perkataan Muzaki, tangan-tangannya sampai terkepal dan gemetar akibat itu semua.


Tak lama kemudian, Revi muncul menemui mereka dengan tatapan tajam yang mengarah ke Arsyan karena ia sangat emosi.


"Udah udah, cukup! Kalian gak seharusnya ribut disini, lagian kamu itu kenapa sih Arsyan? Kenapa kamu gak bisa terima kalau aku udah pacaran sama kak Zaki?" ujar Revi kesal.


"Tuh kan, Revi aja mengakui kok!" ucap Muzaki.


"Rev, kamu tolong dong berhenti pura-pura di depan aku dan mama kamu kayak gini! Kamu mending ngaku aja deh sama kita, kalau kamu dan cowok ini bukan pacaran beneran!" ujar Arsyan.


"Hah? Kamu bilang apa sih Arsyan? Aku sama kak Zaki beneran pacaran kok, kamu aja yang masih belum bisa terima kenyataan!" ujar Revi.


"Arsyan, kalau kamu gak pergi juga dari sini, tante bakal suruh satpam buat usir kamu secara paksa! Tolong jangan bikin tante marah ya, cepat kamu pergi sana!" bentak Juliana.


"Mah, sabar jangan emosi!" ucap Revi menenangkan mamanya.


Juliana menghela nafas menahan emosinya, ia tak terima karena Arsyan selalu saja mengganggu ketenangan hidup putrinya selama ini.


Akhirnya Arsyan mau pergi dari sana karena tak ada seorangpun yang mau membelanya, ia pamit pada mereka semua lalu berbalik badan.


"Ya, udah sana pergi!" ujar Juliana kesal.


Arsyan pun melaju pergi dengan motornya, ia memacu motornya dengan kecepatan tinggi akibat emosi yang menguasai tubuhnya.


Sementara Revi masih tetap merangkul mamanya yang sedang emosi itu sembari juga menatap ke arah Muzaki, ia ingat betul mengenai ucapan Muzaki yang sempat menyatakan cinta padanya.


"Kak, kak Zaki kesini mau ketemu sama aku?" tanya Revi pelan.


"Eee iya Rev, aku gak tahu kalau ada Arsyan juga disini tadi. Soalnya aku kan pengen lebaran sama kamu dan keluarga kamu," jawab Muzaki.


"Ohh, minal aidzin ya kak!" ucap Revi.


"Iya Rev, maafin aku kalau ada salah sama kamu! Tante, aku juga minta maaf ya sama tante! Aku gak bisa bawa apa-apa kesini, karena tadinya aku cuma mau ngecek Revi udah pulang dari kampung atau belum!" ucap Muzaki.


"Gapapa Zaki, tante juga gak ngarep apa-apa kok dari kamu. Yaudah, sekarang tante sama Revi mau pergi ke luar. Terserah kamu mau tunggu disini atau pulang aja," ucap Juliana ketus.


"Iya tante, aku pulang aja deh!" ujar Muzaki.

__ADS_1


Revi merasa tidak enak pada Muzaki, ia juga heran mengapa sikap mamanya kembali cuek lagi seperti itu ke Muzaki. Padahal sebelumnya sang mama itu cukup ramah saat di depan Arsyan.


"Rev, aku pamit ya? Aku senang bisa lihat kamu lagi, assalamualaikum tante!" ucap Muzaki.


"Iya kak, waalaikumsallam!" ucap Revi.


Muzaki pun pergi dengan motornya, ia cukup sedih karena belum sempat bicara banyak pada Revi dan membahas perasaannya.


β€’


β€’


Setelah Muzaki pergi, kini Revi dan sang mama telah berada di dalam mobil menuju ke tempat pertemuan Juliana dengan temannya. Ya Revi masih terus melirik ke arah mamanya dengan tatapan heran.


Juliana yang merasa diperhatikan, pun coba melirik kembali wajah putrinya untuk bertanya langsung.


"Kenapa sayang? Kamu kok ngeliatin mama terus daritadi?" tanya Juliana sembari memegang wajah Revi dan tersenyum.


Revi pun terkejut karena tiba-tiba mamanya menoleh.


"Eh mama, aku cuma heran aja sama mama. Kok tadi sikap mama ke kak Zaki beda sih sama pas masih ada Arsyan? Apa mama cuma pengen supaya Arsyan pergi aja dari rumah? Makanya mama baik sama kak Zaki, iya?" ujar Revi.


"Nah, itu kamu tau! Mama ini kan belum setuju sama hubungan kamu dan Muzaki, menurut mama dia gak cocok sama kamu sayang!" ucap Juliana.


"Duh mah, mama emang menilai dari segi apa sampe bilang aku gak cocok sama kak Zaki? Menurut aku, kak Zaki itu udah menang segalanya loh dari Arsyan atau pria lainnya!" ujar Revi.


"Enggak sayang! Zaki itu gak selevel sama kamu, dia aja kemana-mana naik motor!" cibir Juliana.


"Hah? Kok mama mandang harta sih?" ujar Revi.


"Bukan gitu sayang, mama kan cuma gak mau kalau anak mama satu-satunya ini dapat suami yang gak bisa kasih nafkah!" ucap Juliana.


"Mah, kata siapa?" ujar Revi.


"Udah deh sayang, ini kan kita mau ketemu temen mama. Dia juga bawa anaknya, nanti sekalian kamu kenalan sama dia ya! Dia itu tampan loh, kamu pasti suka sayang!" ucap Juliana tersenyum.


"Hah? Jadi, anak teman mama itu cowok dan mama punya niat buat jodohin aku sama dia?" tanya Revi.


Juliana hanya tersenyum sambil memegang wajah putrinya dengan dua tangan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2