
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 212
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Revi sudah rapih bersiap untuk makan malam bersama Muzaki dan juga mamanya, ya tentunya Revi tidak ingin membuat Muzaki malu di depan mamanya nanti, itu sebabnya Revi berdandan cukup lama agar dirinya tampak cantik.
Gadis itu pun keluar dari kamar sesudah selesai berdandan, ia menuruni tangga menghampiri mama serta papanya untuk pamitan sekaligus meminta izin pada mereka kalau ia ingin pergi ke luar bersama Muzaki.
Terlihat kedua orangtuanya itu tengah berada di sofa ruang keluarga menonton acara tv kesukaan mereka, Revi pun mendekati mama papanya itu dan berdiri di samping mereka.
"Mah, pah, aku mau bicara sama mama papa!" ucap Revi sambil tersenyum manis.
"Eh sayang, kamu kok rapih banget sih? Mau kemana kamu malam-malam begini? Gak biasanya loh kamu dandan cantik gini!" ujar Marcel heran.
"Iya pah, ini aku ada janji buat dinner sama kak Zaki dan mamanya. Makanya sekarang aku mau minta izin sama papa dan mama, boleh kan?" ucap Revi menjelaskan pada orangtuanya itu.
"Hah? Dinner? Sama Muzaki dan mamanya?" Juliana langsung dibuat terkejut olehnya.
"Kenapa sih mah? Kok mama kaget gitu? Apa aku salah kalau aku pengen dinner sama pacar aku dan mamanya? Toh aku kan juga mau kenal dekat dengan orang tua dari pacar aku itu, harusnya mama senang dong bukan malah kaget terus kayak gak suka gitu!" ujar Revi heran.
"Revi, bukannya mama gak suka kalau kamu mau makan malam sama Muzaki dan mamanya. Tapi, mama cuma gak mau kalau hubungan kalian itu makin dekat, apalagi kamu mau dikenalin segala sama mamanya si Muzaki itu!" ucap Juliana.
"Mah, mama gak boleh gitu dong! Revi dan Zaki itu kan sepasang kekasih, masa iya mama gak bolehin Revi ketemu mamanya Zaki?" ujar Marcel.
"Papa diam aja deh! Mama ini lagi pengen usahain yang terbaik buat putri kita, papa mana tau tentang Revi! Mama tuh gak mau nantinya anak kita salah pilih suami!" ucap Juliana.
"Kata siapa papa gak tahu tentang Revi? Justru sebaliknya, mama yang gak tahu menahu tentang anak kita ini! Sampai-sampai mama selalu paksakan kehendak mama ke Revi, padahal Revi gak pernah mau sama apa yang dipilih mama! Harusnya mama sadar dong, Revi sudah besar dan dia tahu mana yang terbaik buat dia!" ujar Marcel.
"Aduh mah, pah, udah dong jangan berantem kayak gitu! Aku kan jadi sedih ngeliatnya, aku cuma mau minta izin sama papa dan mama bukan pengen bikin papa mama berantem. Kalau emang mama gak kasih izin buat aku, yaudah gapapa aku gak jadi pergi sama kak Zaki!" ucap Revi.
"Nah bagus itu, mama setuju!" ucap Juliana.
"Mama cukup! Revi, udah kamu jangan dengerin apa kata mama kamu barusan! Kamu pergi aja ya sayang, papa yang kasih izin kamu buat makan malam sama Muzaki dan mamanya! Jangan sampai kamu bikin calon mertua kamu kecewa, itu gak baik buat hubungan kamu ke depannya!" ucap Marcel meminta Revi tetap berangkat.
"Pah, papa ini apa-apaan sih? Selalu aja papa ikut campur urusan mama! Papa itu cukup diam aja dan perhatikan, gausah ikut campur kayak gitu! Biar mama yang didik Revi, supaya Revi bisa memilih pasangan yang baik!" ucap Juliana.
"Baik menurut mama, belum tentu baik menurut Revi juga mah!" ujar Marcel.
"Mah, pah, udah ya jangan berantem terus kayak gitu! Aku gak suka lihatnya kalau papa sama mama berantem gitu, gapapa kok mungkin malam ini bukan waktunya aku ketemu sama mamanya kak Zaki. Tapi, lain kali pasti aku bakalan temuin mereka buat silaturahmi!" ucap Revi.
"Enggak sayang, kamu pergi aja dinner sama pacar kamu itu ya! Papa gak mau citra kamu jadi buruk di mata orang tua Muzaki, soal mama biar papa yang urus ya sayang!" bujuk Marcel.
"Beneran pah?" tanya Revi gugup.
"Iya sayang, udah kamu telpon Muzaki suruh dia jemput kamu sekarang! Gak mungkin lah kalau kamu batalin janji kamu itu!" jawab Marcel.
"Terus mama gimana, pah?" tanya Revi sambil melirik ke arah mamanya yang nampak jengkel itu.
Marcel pun turut menatap ke arah istrinya, namun Juliana langsung membuang muka dan menunjukkan ekspresi kesalnya, bahkan wanita itu juga bergeser menjauh tanda bahwa dia sangat emosi dan jengkel saat ini.
"Udah biarin aja, nanti mama kamu papa yang urus! Sekarang kamu siap-siap gih, Muzaki mau kesini kan jemput kamu?" ucap Marcel.
"Iya pah, nanti kak Zaki juga mau minta izin langsung sama papa dan mama!" jawab Revi.
"Ohh yasudah, kamu tunggu dia di depan gih! Siapa tau dia udah ada disana, terus kamu ajak dia masuk kesini!" ujar Marcel.
__ADS_1
"Iya pah," ucap Revi menurut.
Revi pun menurut lalu berjalan keluar menunggu kedatangan kekasihnya, sedangkan papanya tetap disana berusaha membujuk Juliana yang sedang ngambek itu.
"Mah, udah dong ngambeknya! Jangan kayak anak kecil gitu deh, besok papa beliin mama skincare yang banyak sekalian sama barang-barang kebutuhan mama lainnya deh! Papa janji, apapun yang mama mau bakal papa turutin!" ucap Marcel.
"Beneran?" tanya Juliana langsung menoleh ke arah suaminya.
"Yeh giliran ditraktir aja cepet banget!" cibir Marcel.
•
•
Muzaki baru sampai di depan gerbang rumah Revi, ia langsung disambut oleh pak Fadlul selaku satpam disana yang bertugas menjaga pintu gerbang jika ada yang datang.
"Misi pak, saya mau ketemu Revi udah ada janji. Revi nya kira-kira udah siap belum, ya?" ucap Muzaki menghampiri satpam itu.
"Oh saya kurang tahu mas, tapi silahkan mas masuk aja sendiri!" ucap pak Fadlul membukakan kunci gembok di gerbang tersebut.
"Ah iya pak, makasih!" ucap Muzaki tersenyum.
Muzaki pun masuk ke halaman rumah gadisnya itu, lalu berjalan menuju teras untuk menemui Revi.
"Revi mana ya?" gumam Muzaki.
Pria itu terus celingak-celinguk mencari dimana keberadaan Revi, untunglah tak lama Revi muncul dari dalam rumah dan berdiri di hadapan Muzaki, mereka pun sama-sama tersenyum dengan kedua mata saling bertatapan.
"Cantik!" bibir Muzaki secara spontan mengucapkan itu, ya memang Muzaki tak bisa bohong kalau Revi sangat cantik malam ini.
"Eee apa kak?" ujar Revi pura-pura tidak mendengar, padahal ia hanya ingin Muzaki mengulangi perkataannya tadi.
"Kamu cantik sayang!" ucap Muzaki tersenyum.
"Ohh makasih kak! Yaudah yuk, kita masuk dulu ke dalam! Kebetulan mama sama papa aku udah nungguin di dalam, mereka pengen ketemu sama kamu katanya!" ucap Revi.
"Ka-kamu udah bilang ke mereka kalau kita mau dinner malam ini?" tanya Muzaki.
"Ya bagus deh! Tapi, kira-kira mama kamu bakal gimana ya pas ketemu aku nanti?" ujar Muzaki.
"Kenapa kak? Kak Zaki takut ya kalau mama marah dan gak izinin kita buat makan malam sekarang?" tanya Revi menggoda kekasihnya.
"Bu-bukan gitu..."
"Udah lah kak, tenang aja! Tadi kata papaku kita boleh kok dinner malam ini, terus soal mama biar diurus sama papa nantinya! Sekarang kita masuk aja dulu ke dalam, kak Zaki ngomong langsung sama papa mamaku dan minta izin ke mereka!" ucap Revi memotong ucapan Muzaki.
"I-i-iya Rev..." Muzaki masih sangat gugup, ia takut jika Juliana masih tidak setuju dengan hubungan mereka dan tak mau memberi izin padanya untuk membawa Revi pergi malam ini.
Namun, gadis itu langsung saja menarik tangan Muzaki dan membawanya masuk ke dalam.
"Eh eh Rev tunggu..." Muzaki kaget saat tangannya tiba-tiba ditarik paksa oleh Revi.
"Udah, ayo masuk aja kak!" ucap Revi tersenyum.
Akhirnya Muzaki pasrah dan masuk ke rumah itu bersama kekasihnya, walau saat ini suasana jantungnya sedang tidak karuan.
•
•
"Mah... pah..."
Revi dan juga Muzaki tiba di ruang keluarga, menghampiri Marcel serta Juliana yang masih terduduk disana, namun kali ini kedua orang tua dari Revi itu sudah tampak berbaikan.
Melihat kehadiran sepasang kekasih itu, Marcel pun tersenyum dan reflek berdiri sembari merengkuh pinggang Juliana agar wanita itu ikut berdiri menyambut kedatangan Muzaki.
"Eh Muzaki, akhirnya datang juga kamu!" ucap Marcel disertai senyum lebarnya.
"Iya om, selamat malam!" ucap Muzaki tersenyum lalu mencium tangan Marcel, ia juga beralih menatap Juliana dan melakukan hal yang sama.
"Malam tante!" ucap Muzaki.
__ADS_1
Juliana hanya diam, sungguh dirinya sangat malas harus meladeni Muzaki jika bukan karena paksaan dari suaminya tadi. Muzaki pun sadar akan hal itu, namun ia mencoba sabar dan tidak mempermasalahkan sikap Juliana tersebut.
"Yasudah, silahkan duduk Zaki! Oh ya, kamu mau minum apa?" ucap Marcel.
"Ah tidak usah om, makasih! Saya kesini kan cuma mau minta izin sama om dan tante, biar nanti saya minumnya di restoran aja bareng sama Revi dan mama saya!" ucap Muzaki menolak.
"Oh iya iya, om lupa!" ujar Marcel tersenyum.
Mereka semua pun duduk di sofa, terlihat Muzaki tampak gugup dan tubuhnya mulai bergetar akibat kecemasan yang cukup mendalam.
"Eee om, tante.... sa-saya mau minta izin sama om dan tante buat bawa Revi makan malam dengan saya dan mama saya, sekalian saya juga mau mengenalkan Revi dengan mama saya!" ucap Muzaki berbicara pada kedua orang tua Revi.
"Iya Zaki, kebetulan tadi Revi juga udah cerita ke om dan tante. Om pribadi sih mengizinkan, om juga yakin pasti mamanya Revi ini mau kasih izin buat kalian pergi malam ini!" ucap Marcel.
Juliana tersentak kaget saat Marcel menatap ke arahnya disertai senyum mengancam.
"I-i-iya, tante kasih izin kok! Silahkan aja kalau kalian berdua mau dinner malam ini, yang terbaik aja buat kalian ya!" ucap Juliana terpaksa.
"Alhamdulillah! Akhirnya mama mau kasih izin juga, makasih ya mah!" ucap Revi tampak senang.
"Iya sayang, mana mungkin mama tega merusak kebahagiaan kamu?" ucap Juliana.
"Syukur deh!" ucap Revi tersenyum.
"Yasudah, kapan kalian mau berangkatnya nih?" tanya Marcel penasaran.
"Eee sekarang om, saya mau ajak Revi ke rumah saya dulu sekalian jemput mama saya. Baru nanti dari sana, kita langsung jalan ke restoran tempat kita makan malam!" jawab Muzaki.
"Ya bagus lah! Kamu sudah ada kendaraan belum buat pergi ke restorannya? Kalau belum, pakai mobil om aja!" ucap Marcel.
"Hah? Papa—"
Ucapan Juliana terhenti lantaran Marcel langsung memberikan sorot mata tajam ke arahnya.
"Eee gausah om, biar nanti saya pesan taksi online aja buat ke restorannya. Saya gak mau lah ngerepotin om dan tante, sudah dikasih izin buat bawa Revi pergi aja saya senang banget om!" ucap Muzaki menolak.
"Gapapa kok nak Zaki, pakai aja mobil om ya biar gampang dan gak keluar ongkos! Nanti sekalian juga kalian diantar sama pak Darwin, eh tapi kamu bisa nyetir mobil gak Zaki?" ucap Marcel.
"Sa-saya bisa sih om, tapi saya gak enak kalau pakai mobil om buat dinner sama Revi! Gausah aja ya om, biar saya naik taksi aja nanti!" ujar Muzaki.
"Kamu pakai mobil om, atau om gak kasih izin kamu buat ajak Revi pergi malam ini! Gimana, kamu pilih yang mana hayo?" ucap Marcel memberikan pilihan bagi Muzaki.
"Eee...." Muzaki tampak kebingungan.
"Udah kak, kamu terima aja tawaran papa! Emang kamu mau kita gak jadi dinner malam ini?" bisik Revi meyakinkan kekasihnya itu.
"Eee i-i-iya deh, saya mau pakai mobil om. Tapi, tidak usah sama supir om! Kebetulan saya masih ingat kok cara mengemudi mobil, jadi biar saya nyetir sendiri aja! Lagian juga gak enak kalau saya diantar sama supir om, jadi berasa bos besar nanti saya!" jawab Muzaki sambil tersenyum.
"Hilih sok-sokan gak mau, padahal mah seneng tuh bisa naik mobil papa!" sindir Juliana.
Mendengar itu membuat Marcel langsung mencubit pinggang sang istri dan menyenggol lengannya menggunakan siku.
"Awhh sshhh sakit pah!" rintih Juliana.
"Ahaha, yasudah gapapa kalau itu mau kamu. Nanti kamu minta saja kuncinya sama supir di depan, atau kamu yang minta Revi sayang kalau Muzaki malu!" ucap Marcel mengalihkan perhatian.
"Iya pah, makasih ya udah mau pinjemin mobil papa buat kita malam ini!" ucap Revi tersenyum.
"Sama-sama sayang, demi kebahagiaan anak papa satu-satunya ini apa sih yang enggak! Kalian hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut dan utamakan keselamatan! Gak perlu repot-repot bungkusin makanan buat papa dan mama, tapi kalau maksa sih gapapa!" ujar Marcel bergurau.
"Yeh dasar papa! Kita mah gak ada maksa papa tuh buat minta dibungkusin, tapi papa tenang aja pasti kita bawain kok buat papa sama mama!" ucap Revi tersenyum.
"Hahaha papa bercanda sayang!" ujar Marcel.
"Iya aku tahu pah, yaudah ya kalo gitu aku sama kak Zaki berangkat dulu? Sekali lagi makasih pah, mah, udah izinin kita!" ucap Revi berdiri.
"Sama-sama sayang," ucap Marcel & Juliana.
Sepasang kekasih itu berdiri, kemudian mencium tangan Marcel serta Juliana secara bergantian. Setelahnya, tentu saja mereka melangkah ke depan dan bergegas pergi menuju rumah Muzaki untuk menjemput Stevi disana.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...