
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 89
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Saat di dalam kamar mandi, Oni pun melakukan sesuai dengan apa yang ada di petunjuk alat tersebut agar semuanya bisa berjalan lancar. Walau Oni harus terus bersusah payah dan menutup matanya berulang kali sembari berharap semoga ia tidak hamil seperti yang dikatakan Syahra, ia amat sangat takut dan khawatir pada hasil dari testpack itu.
Singkat cerita, kini Oni telah selesai melakukan itu dan siap untuk melihat hasilnya melalui testpack yang sudah berada di tangannya itu. Oni dengan perlahan membuka mata dan melihat apa yang ada di testpack tersebut, ia langsung menganga lebar begitu melihat hasilnya yang terpampang disana.
"Haaahhh....??"
Oni terkejut sekali dan reflek menutupi mulutnya dengan telapak tangan saat melihat testpack itu, ya karena yang muncul pada alat tersebut adalah garis dua yang menandakan kalau ia benar hamil. Oni masih tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini kepada dirinya, ya seketika itu juga Oni menangis karena ia sedang mengandung anak dari Radian.
"Gue hamil? I-ini gak salah kan alatnya? Apa jangan-jangan testpack ini eror? Masa iya sih gue hamil? Gue gak percaya, pasti emang nih alat udah eror dan gak bener!" batin Oni bersedih.
__ADS_1
Tak lama kemudian, ponselnya kembali berdering menandakan ada yang menghubungi nomornya. Oni pun terkejut dan reflek menoleh ke arah ponsel yang tergeletak di atas meja itu, ia langsung mengambil ponsel tersebut dan mengangkat telpon yang ternyata dari sang mama, ya walau Oni masih agak sedih setelah mengetahui hasil dari testpack itu.
π"Ha-halo mah!" ucap Oni dengan suara gugup plus ketakutan dan tubuhnya gemetar.
π"Halo Oni sayang! Kamu kenapa gugup gitu pas angkat telpon dari mama? Emang kamu gak senang kalau mama telpon kamu?" tanya Ria (sang mama).
π"Bukan gitu, mah! Aku tuh lagi kecapekan aja abis latihan dance tadi, bukannya gugup! Masa aku gak seneng ditelpon mama sendiri?" jawab Oni ngeles.
π"Ya baguslah! Kamu lagi apa sayang?" ucap Ria bertanya pada putrinya.
π"Umm, kan tadi aku dah bilang mah. Aku abis latihan dance di rumah, kan kemarin aku dan tim baru juara lomba dance mah! Jadi, aku mau tingkatin kemampuan dance aku gitu!" ucap Oni.
π"Wah selamat ya sayang! Kamu itu emang anaknya yang berbakat, mama bangga sama kamu sayang!" ucap Ria tersenyum bangga.
π"Ahaha, makasih mama! Oh ya, mama ada apa nih telpon aku begini? Gak biasanya loh mama telpon aku duluan, kan selalu aku yang telpon mama kalau aku lagi kangen sama mama! Eh ini tumben banget mama mau telpon aku lebih dulu, apa mama salah sambung nih?" ucap Oni.
π"Ya ampun Oni! Kamu kok bicaranya begitu sih sama mama? Emang salah ya kalau seorang mama telpon anaknya kayak gini? Mama ini kangen loh sama kamu sayang!" ucap Ria.
π"Mama telpon kamu itu karena mama kangen sama kamu sayang! Gak ada urusan lain kok, dan kebetulan juga mama lagi free sekarang ini! Jadi, mama bisa telpon kamu sayang!" ucap Ria.
π"Syukur deh! Aku seneng jadinya," ucap Oni.
π"Iya sayang, kamu disana sehat-sehat aja kan? Kamu jangan sampai telat makan loh sayang, terus minta juga masakin makanan yang bergizi dan baik buat kesehatan kamu sama mbok Irma! Nanti biar mama yang sampaikan deh, soalnya mama gak mau kamu sakit sayang!" ucap Ria cemas.
Oni tersenyum saja mendengarkan ucapan mamanya yang tampak mencemaskan dirinya itu.
"Ternyata mama peduli juga sama gue!" batinnya.
...β’β’β’...
__ADS_1
Disisi lain, Syahra dan kedua temannya masih terjebak di dalam mobil setelah mobil milik Radian itu berhenti tepat di depan mereka menghalangi jalan ketiga gadis tersebut. Ya Syahra juga terus saja panik tak karuan sembari meminta bantuan Ami serta Alin disana untuk menghadapi Radian, namun kedua gadis itu tak ada yang mau dan berani melakukan itu.
Sementara di luar, Radian terus saja mengetuk kaca mobil Syahra dan meminta pada gadis itu untuk segera keluar menemui dirinya atau ia terpaksa akan memecahkan kaca tersebut. Ya Radian sengaja mengancam Syahra untuk membuat gadis itu mau keluar menemuinya, walaupun ia juga tak mungkin melakukan itu pada mobil milik Syahra.
"Duh, gimana ini?" batin Syahra cemas.
Suara ketukan terus-menerus dari arah luar membuat Syahra tak bisa tenang, kedua temannya juga meminta ia untuk segera keluar menemui Radian saat ini. Karena tentunya mereka tak mau jika ikut terbawa-bawa dalam masalah itu hanya karena Syahra tak mau keluar, Ami dan Alin berusaha meyakinkan Syahra untuk mau segera pergi ke luar.
"Syahra, lu mending keluar aja deh temuin Radian sama Revi! Kalau lu disini terus, gue yakin banget mereka pasti tambah marah dan urusan ini bakal panjang banget!" ucap Ami.
"Iya Syahra, lu nanti bisa-bisa bukan cuma dibawa ke depan dekan doang! Tapi, lu juga bisa dibawa ke kantor polisi sama si Radian dan Revi itu! Apalagi ini kan menyangkut masalah hukum juga, pencemaran nama baik ada di pasal loh!" ucap Alin.
"Haish, tapi gue takut banget! Kalau cuma si Revi doang sih gue berani, lah ini ada Radian juga di sampingnya itu! Gue gak mau dikeluarin dari kampus, gue tuh masih mau kuliah!" ucap Syahra.
"Tenang aja! Siapa tahu kalau lu keluar sekarang, si Radian tuh bakal ampuni lu! Apalagi disana kan ada Revi juga tuh, nah lu manfaatin aja kepolosan dia tuh buat bantu lu bujuk Radian!" saran Ami.
"Bener tuh kata Ami! Revi kan anaknya sok baik dan polos, dia pasti mau bantu lu buat bujukin Radian supaya gak memperpanjang masalah ini! Udah deh Syahra, turun aja ya temuin mereka! Daripada semua masalah ini jadi makin panjang!" sahut Alin.
"Huft, iya sih kalian benar! Tapi, gimana kalo saran kalian itu gagal?" tanya Syahra.
"Ya yaudah, lu terima nasib aja!" jawab Alin.
"Hah??" ujar Syahra terkejut.
Disaat mereka sedang asyik berbincang, tiba-tiba Radian semakin brutal meminta Syahra untuk segera turun dari mobilnya. Ya pria itu mengetuk kaca mobil Syahra dengan sangat keras dan kencang, lalu juga berusaha membuka pintu mobil tersebut dengan telapak tangannya, hal itu membuat Syahra semakin panik tak karuan dan bingung harus melakukan apa.
"Udah Syahra, cepet turun sebelum Radian berhasil buka pintu mobilnya!" ucap Alin.
Akhirnya Syahra memutuskan untuk turun ke luar dari mobilnya tersebut dan menemui Radian serta Revi yang ada disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...