
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 133
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Seminggu kemudian....
Radian turun dari mobil yang ia naiki di sebuah apartemen mewah, ia bersama Oni yang kini telah resmi jadi istrinya pun berjalan bersamaan masuk ke dalam apartemen yang akan jadi tempat tinggal mereka untuk sementara itu. Ya disana lah mereka akan menikmati masa-masa pengantin sebelum nantinya akan kembali tinggal di rumah mereka.
Merasa terlalu lambat dan Radian juga sudah tidak sabar lagi, pria itu pun langsung saja menggendong tubuh istrinya ala bridal style dan membawanya masuk ke dalam dengan cepat. Oni yang tak sadar cukup terkejut saat tubuhnya tiba-tiba melayang di udara, namun ia hanya diam dan bahkan tersenyum menatap wajah tampan suaminya dari jarak dekat.
"Radian, kamu itu gak sabaran banget sih! Aku ini kan susah jalannya pake gaun kayak gini, harusnya kamu pahami aku dong sayang!" ucap Oni dengan nada lembut sembari mengusap wajah Radian.
"Iya sayang, aku paham kok! Ini buktinya aku gendong kamu kan supaya lebih cepat? Aku cuma gak mau aja kita terlalu lama disini, karena aku pengen cepat-cepat sampai di kamar terus mandi dan istirahat deh!" ucap Radian tersenyum.
"Ohh, yakin cuma mau itu aja gak ada yang lain nih?" tanya Oni sengaja menggoda suaminya.
__ADS_1
"Haish, kamu sukanya mancing-mancing aja ya! Udah soal itu nanti kita bahas di kamar aja, gak enak lah kalo dibahas sekarang!" ujar Radian.
"Ahaha, dasar kamu!" ujar Oni tertawa kecil.
Mereka terdiam tak lagi berbicara, Radian fokus berjalan ke depan sembari menggendong tubuh Oni yang lumayan berat itu. Sampai akhirnya mereka tiba di depan kamar yang sudah disewakan oleh papa Radian sebagai hadiah untuk pernikahan mereka berdua itu, ya tanpa berlama-lama Radian pun membawa istrinya masuk ke dalam sana.
Radian mengunci pintu, kemudian meletakkan tubuh Oni di atas ranjang yang ternyata sudah dihiasi oleh bunga-bunga cantik yang menambah kesan romantis di kamar tersebut.
Sementara Radian sendiri langsung saja menindih tubuh Oni dan menatapnya sambil tersenyum dari jarak dekat, ia juga mengusap wajah mulus Oni dan mengecup keningnya.
"Sayang, ternyata kamar ini sudah didesain khusus sama papa untuk kita. Kamu suka gak sama dekorasi disini sayang? Kayaknya nikmat deh kalo kita bercinta sekarang di kamar ini, pasti bakalan best banget sayang!" ucap Radian.
"Eee iya aku suka sih, tapi kalau soal bercinta aku no komen deh!" ucap Oni singkat.
"Loh kenapa?" tanya Radian tak mengerti.
"Ya karena aku gak bisa kasih komen apa-apa, semua kan tergantung kamu. Kalau kamu mau ajak aku begituan sekarang, ya aku sih nurut aja!" ujar Oni.
Cupp!
Radian langsung saja mengecup bibir Oni serta kedua pipi gadis itu dan berakhir di kening, Oni terpejam dibuatnya serta tak mampu berkata-kata. Bibirnya hanya mengatup seperti menanti kecupan selanjutnya dari sang suami, tentu saja Radian memberikan itu untuk istri tercintanya.
Tanpa basa-basi lagi, Radian melumatt bibir Oni dengan lembut namun perlahan mulai memanas dan kasar membuat Oni kesulitan bernafas. Tangan Radian juga terus menyusuri seluruh bagian tubuh Oni yang masih tertutupi gaun itu, terutama pada bagian dada sang istri yang menjadi candunya.
Radian melepas pagutan sejenak, lalu membalikkan tubuh Oni dan membuka resleting gaun Ini itu serta melepaskan gaun putih bersih itu dari tubuh sang istri, sehingga kini Oni hanya mengenakan pakaian dalam yang membuat Radian makin bergairah dan ingin segera menikmatinya.
...β’β’β’...
Disisi lain, Revi juga baru pulang dari acara pernikahan Oni karena ia memang dilibatkan sebagai seorang bridesmaid alias pendamping pengantin wanita dalam hal ini yakni Oni. Ia terlihat sangat letih dan tubuhnya pun dipenuhi peluh akibat kegiatan yang ia lakukan tadi, namun Revi sangat senang lantaran ia bisa terlibat dalam acara tersebut.
Revi pun disambut oleh bik Munaroh yang baru muncul dari dapur, bik Munaroh pun juga membawa minuman dingin untuk Revi sebagai penyegar dan tentunya penghilang rasa haus. Revi tersenyum lalu mengambil gelas berisi minuman itu dari nampan dan meminumnya, dalam sekejap minuman itu hilang karena masuk ke dalam perut Revi.
__ADS_1
"Makasih ya bik! Pas banget lagi capek begini minum yang dingin-dingin, rasa haus di tenggorokan jadi hilang deh! Emang dah bibik tuh paling top!" ucap Revi memuji bibiknya.
"Ah non Revi bisa aja bikin saya seneng! Kan memang sudah tugas saya non buat menyediakan minuman, supaya non Revi gak kehausan! Soalnya saya kan tahu pasti non Revi capek nih habis jadi bridesmaid di pernikahan," ujar bik Munaroh.
"Iya bik, tapi Alhamdulillah aku senang karena bisa bantu-bantu teman!" ucap Revi tersenyum.
"Ya Alhamdulillah deh non!" ucap bik Munaroh.
"Oh iya, mama sama papa belum pulang ya bik? Tadi aku lihat di depan mobilnya belum pada ada, padahal aku pengen ketemu mereka!" tanya Revi.
"Eee iya non, tuan sama nyonya itu belum pulang. Emang ada urusan apa non, kok non kepengen banget ketemu tuan sama nyonya alias papa mama non Revi?" ujar bik Munaroh penasaran.
"Gak ada bik, aku cuma kangen aja pengen kumpul sama mama dan papa!" ucap Revi.
"Oalah, yaudah non Revi tunggu aja dulu! Mungkin tuan sama nyonya itu masih di jalan, nah sambil nunggu gimana kalau non Revi makan malam dulu? Bibik juga udah siapin di meja makan buat non Revi, setuju non?" ucap bik Munaroh.
"Eee boleh sih bik, kebetulan aku lapar. Tadi emang udah makan disana, tapi gak tahu kenapa sekarang malah lapar lagi. Kalo gitu aku mau mandi dulu ya bik, baru nanti turun lagi ke bawah buat makan sama bibik di meja makan! Soalnya aku udah gerah banget, gak tahan bik!" ucap Revi.
"Iya iya non, mau bibik sediain air panas gak buat mandi non? Ini kan sudah malam, siapa tahu non Revi takut kedinginan!" ujar bik Munaroh.
"Umm, gausah deh bik! Aku pengen mandi pake air dingin aja biar seger," ucap Revi menolak.
"Oh gitu non, yasudah gapapa. Bibik mau balik ke dapur dulu ya non? Mau cuci piring sama kerjain yang lainnya, nanti non Revi tinggal datang ke meja makan aja ya!" ucap bik Munaroh.
"Iya bik, makasih!" ucap Revi tersenyum.
"Sama-sama non," ucap bik Munaroh.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1