
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 141
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Setelah selesai berunding dengan para anggota tim pecinta alam, Muzaki kini berniat pulang ke rumah karena memang sudah tak ada lagi yang harus ia lakukan di luar sana. Muzaki pun pamit pada seluruh teman-teman pecinta alamnya itu, lalu berjalan ke luar menuju tempat parkir untuk mengambil motor yang ia tempatkan disana selagi rapat tadi.
Ya saat ini Muzaki memang sedang berada di sebuah taman kece yang asri dan sesuai untuk rapat, itulah sebabnya mereka cukup nyaman melakukan rapat disana karena suasananya yang indah. Muzaki dan yang lainnya juga bisa memiliki ide-ide yang luar biasa karena tempat yang mendukung, sehingga acara rapat pun bisa berjalan dengan lancar.
"Guys, gue pamit duluan ya? Thanks banget nih atas waktunya hari ini, makasih banyak buat kalian karena udah mau datang kesini! Kalo kalian mau pulang juga gapapa kok, udah bebas sekarang!" ujar Muzaki.
"Wah mantap nih! Oke deh bor, kalo gitu gue juga mau balik ya? Soalnya ada janji nih sama cewek gue buat buka bersama, kasihan kalo gak diturutin nanti dia ngambek bor! Kan lu tahu sendiri pada yang namanya cewek tuh ambekan!" ucap Rudi.
"Alah banyak gaya lu Rud! Yaudah sana balik, kita juga bentar lagi pada balik kok!" ucap Wisnu.
"Hahaha, oke bor goodbye!" ujar Rudi nyengir.
Mereka melakukan tos satu sama lain, sebelum Muzaki serta Rudi pergi dari sana meninggalkan teman-teman mereka yang masih disana.
"Sekarang gue mau kemana, ya? Bosen juga sih kalo cuma di rumah, apa gue main aja ke rumah Revi? Sekalian gue tanyain jawaban dia, karena gue udah gak sabar banget pengen tahu!" batin Muzaki.
__ADS_1
Melihat Muzaki senyum-senyum sendiri, membuat Rudi yang ada di samping merasa heran.
"Eh bor, lu kenapa?" tegur Rudi bertanya pada Muzaki karena penasaran.
"Eee gu-gue gapapa, cuma lagi seneng aja. Kan lu tahu sebentar lagi lebaran tiba, gue jadi bisa kumpul deh sama orang-orang yang gue sayang!" jawab Muzaki sambil tersenyum.
"Ohh, iya juga sih. Tapi, gue juga sedih bor! Soalnya bulan Ramadhan udah mau berakhir, belum tentu kan tahun depan kita masih bisa dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan! Nyesel gue bor, kayaknya tahun ini gue terlalu nyantai!" ucap Rudi.
"Nah maka dari itu, mari kita manfaatkan waktu yang tersisa ini untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya! Mumpung belum abis!" ucap Muzaki memberi usul.
"Iya bor, pasti itu mah!" ucap Rudi nyengir.
"Yaudah, gue duluan ya? Hati-hati lu di jalan!" ucap Muzaki naik ke motor lu.
"Oke bor, siap!" ucap Rudi mengacungkan jempol.
Setelah memakai helm, Muzaki hendak melajukan motornya pergi dari sana. Akan tetapi, seorang wanita cantik tiba-tiba muncul dan menghentikan laju motornya dari arah depan.
"Stop!" teriak wanita itu.
Sontak Muzaki dan Rudi pun dibuat terkejut oleh kemunculan wanita cantik tersebut disana, mereka kompak memandangi wajah si wanita dan langsung terbelalak saat menyadari bahwa wanita itu adalah salah satu orang yang disayangi Muzaki.
Rudi yang tak mengerti, mendekati Muzaki dan berbisik di telinga pria itu untuk bertanya. Ya Rudi memang tak mengenali siapa wanita itu, makanya ia heran mengapa wanita itu bisa kenal dengan Muzaki.
"Muz, itu cewek siapa?" bisik Rudi.
"Sssttt! Udah lu pulang aja, ini urusan gue!" ucap Muzaki meminta Rudi pulang.
"Yeh parah lu!" cibir Rudi.
Rudi pun pergi dari sana sesuai kemauan Muzaki, namun ia tidak benar-benar pergi dan malah sembunyi di balik pohon.
Muzaki turun dari motornya, kemudian menghampiri wanita cantik itu dengan langkah perlahan sambil terus menatap wajahnya. Sedangkan si wanita terus tersenyum seperti sangat bahagia.
"Ka-kamu...??" ucap Muzaki sedikit gemetar.
__ADS_1
Wanita itu manggut-manggut, ia amat senang saat melihat Muzaki melepas helmnya.
...β’β’β’...
Disisi lain, Arsyan dengan pedenya datang ke rumah Revi berharap kalau gadis itu mau menemuinya dan mereka bisa jalan berdua seperti dulu dengan motor Vespa kesayangannya itu. Arsyan turun dari motor lalu melepas helm dan berjalan menghampiri pos satpam di depan sana, ia menemui pak Fadlul selaku penjaga rumah Revi untuk bertanya langsung.
Pak Fadlul yang melihat kehadiran Arsyan disana langsung teringat pada pesan Revi, ya Revi memang sempat berpesan pada pak Fadlul agar tidak mengizinkan seorang laki-laki masuk ke dalam rumahnya dan laki-laki itu adalah Arsyan, Revi juga telah menunjukkan foto Arsyan pada pak Fadlul sehingga ia bisa hafal tentang laki-laki tersebut.
"Permisi pak, saya mau ketemu sama Revi. Eee Revi nya ada kan ya pak di dalam, kalau boleh juga sih saya mau masuk ke dalam buat bicara sama Revi?!" tanya Arsyan sambil tersenyum.
"Eee maaf mas! Tapi, non Revi sedang tidak ada di rumah. Lagipun, non Revi sudah berpesan sama saya buat gak izinin mas nya masuk ke dalam! Lebih baik sekarang mas pulang aja, daripada nanti jadi sia-sia mas!" jawab pak Fadlul santai.
"Loh loh, maksudnya apa tuh pak? Gak diizinin gimana sih?" tanya Arsyan heran.
"Iya mas, non Revi sendiri yang meminta sama saya buat larang mas masuk ke dalam! Katanya non Revi tidak ingin bertemu dengan mas," jawab Fadlul.
"Apa-apaan sih? Jangan bohong pak!" ujar Arsyan.
"Buat apa saya bohong mas? Kalau mas nya gak percaya, silahkan aja tanya sendiri sama non Revi melalui telpon! Itu juga kalau mas nya punya nomor telpon non Revi," ujar pak Fadlul nyengir.
"Dih, bapak ngeremehin saya? Dengar ya pak, gini-gini saya juga punya nomor Revi! Oke saya bakal hubungin Revi sekarang, oh ya omong-omong Revi itu beneran lagi pergi atau cuma alasan bapak aja nih supaya saya pergi dari sini?" ujar Arsyan.
"Ohh, kalau soal itu mah non Revi emang bener lagi pergi ke luar mas!" ucap pak Fadlul.
"Emang pergi kemana dia?" tanya Arsyan.
"Eee lagi jalan-jalan sama nyonya dan tuan, alias mama sama papanya non Revi sendiri, mas!" jawab pak Fadlul.
"Syukurlah! Saya kirain tadi Revi pergi sama laki-laki lain gitu, yaudah lah saya mau pergi aja dari sini. Gak guna juga ngobrol lama sama satpam kayak situ, yang ada saya makin pusing!" ujar Arsyan.
"Hah? Gak salah tuh mas?" ujar pak Fadlul.
Arsyan geleng-geleng kepala, kemudian kembali ke motornya dan pergi dari sana dengan perasaan jengkel karena gagal bertemu dengan Revi.
"Aaarrgghh sial!" gumam Arsyan kesal.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...