Angkasa

Angkasa
Traktiran


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...×××...


#ANGKASA EPS. 188


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


Oni duduk di bangku kantin dengan wajah cemberut, ia mengepalkan kedua tangannya sambil membuang muka dan menaruh dua tangannya di atas meja.


Radian sang suami berhasil menyusulnya, ia ikut duduk di samping Oni untuk berusaha menenangkan istrinya itu agar tidak terbawa emosi, ya Radian pun langsung mengusap rambut belakang Oni dengan lembut sambil tersenyum dan membelai wajahnya.


Pria itu meraih satu tangan Oni, kemudian menggenggamnya erat. Oni pun menoleh ke arah Radian masih dengan mata berkaca-kaca menahan kesedihan sekaligus emosi di dalam dirinya.


"Sayang, kamu jangan emosi ya! Omongan si Syahra tadi mah gausah ditanggapi! Dia kan emang begitu, suka cari gara-gara sama kita! Justru kalau kamu kepancing emosi kayak gini, aku yakin Syahra malah semakin senang dan terus-terusan tekan kita kayak tadi!" ucap Radian menenangkan istrinya.


"Iya mas, aku tahu emang aku gak boleh kebawa emosi karena ulah Syahra! Tapi, dia itu ngeselin banget mas! Mana bisa aku tahan emosi aku, setelah dia maki-maki aku kayak gitu di depan banyak orang? Gimana kalau mereka pada curiga ke kita? Emang Syahra itu kurang ajar banget, dia udah kelewatan mas!" geram Oni emosi.


"Iya iya, udah sabar ya sayang jangan emosi terus! Kamu harus bisa tenangin diri kamu!" ujar Radian.


Radian menarik tengkuk Oni dan membawanya ke dalam pelukannya, ia mengecup puncak kepala sang istri sembari mengelus lembut perut Oni yang sudah mulai mengembang itu.


Cupp!


"Udah ya, kamu harus bisa tahan diri! Ini semua demi calon anak kita yang lagi kamu kandung, kalau kamu terus emosi bisa bahaya buat dia!" ucap Radian.


"Iya mas, kamu emang benar!" ucap Oni.


"Jangan nangis atau emosi lagi ya! Ada aku disini, aku bakal jaga dan lindungin kamu dari siapapun yang berniat menyakiti kamu! Sekarang kamu harus tenang, kan mau ada kelas! Gimana nanti kalau kamu dimarahin dosen karena telat?" ucap Radian.


Oni langsung mengangkat kepalanya dari bahu sang suami dan menunjukkan wajah panik, ia baru teringat kalau ada kelas yang sebentar lagi harus diikuti.


"Oh iya ya, terus kenapa aku malah kesini ya mas? Harusnya kan aku ke kelas!" ujar Oni panik.


"Nah kan, itu karena kamu lagi emosi sayang! Yaudah gausah panik, aku bakal anterin kamu sampe ke kelas kok! Biar cepat, gimana kalau kamu, aku gendong aja?" ucap Radian memberi saran.


"Hah? Enggak ah mas, aku—"


Ucapan Oni belum sempat terselesaikan, karena Radian langsung menggendong tubuh Oni ala bridal style dan tersenyum memandang wajahnya.


"Ish mas, aku kan belum setuju sama usul kamu! Kenapa kamu main gendong aku aja?" protes Oni.


"Udah gausah protes sayang! Kamu mau biar cepet sampe ke kelasnya kan? Dengan begini, kamu bakal tiba disana dua kali lipat lebih cepat daripada kamu jalan kaki sayangku!" ucap Radian tersenyum.


"Aduh mas, kamu ini paling bisa deh!" ujar Oni.


"Hahaha nah gitu dong senyum sayang! Aku kan jadi makin suka ngeliatnya, jangan pernah sedih lagi ya sayang!" ucap Radian mencolek hidung Oni.


Oni mengangguk tanpa menghilangkan senyum di wajahnya, sedangkan Radian mulai melangkah secara perlahan meninggalkan kantin dan menuju kelas Oni yang akan segera dimulai.




Sementara itu, Revi baru menyelesaikan kelasnya dan tengah mencari-cari dimana keberadaan Muzaki alias sang kekasih karena mereka sudah berjanji akan bertemu kembali disana.


Akhirnya Revi memutuskan untuk menghubungi Muzaki dan menanyakan keberadaannya, ia mengirim pesan singkat ke nomor Muzaki karena takut mengganggu pria itu jika ia menelponnya.


^^^💌Revi : Kak, kamu udah selesai kelas apa belum? Aku barusan aja kelar nih!^^^


Setelahnya, Revi pun melangkah mencari tempat duduk terdekat agar ia tidak pegal berdiri terus disana. Namun, tiba-tiba salah seorang teman kelasnya yang bernama Fajar datang menghampiri dan ikut duduk di sampingnya.


"Hai Rev! Kita kan sekelompok nih, kira-kira kapan ya kita mau kerja kelompok bikin presentasi yang disuruh sama pak Joko itu?" ujarnya.


"Eh kamu Jar, nanti biar aku pikirin dulu ya? Lagian kan di kelompok kita masih ada Shani sama Leon, mereka harus dikabarin juga bisanya kapan buat kerja kelompok!" jawab Revi.


"Oh iya sih, yaudah nanti lu chat gue aja ya kalo misal udah ketemu harinya!" ucap Fajar.


"Oke!"


Fajar pun beranjak dari tempat duduknya, kemudian melangkah pergi meninggalkan Revi setelah urusannya selesai.

__ADS_1


Sementara gadis itu masih tetap disana menunggu balasan dari Muzaki yang tak kunjung sampai, padahal sudah hampir lima menit ia mengirim pesan tadi, tetapi hingga sekarang hanya ceklis dua.


"Ish kak Zaki kemana sih? Kok pesanku gak dibales juga? Apa dia masih di kelas?" gumam Revi.


Karena bosan menunggu sendirian, Revi memilih berdiri dan hendak pergi dari sana. Akan tetapi, justru kali ini ponselnya berdering dan membuatnya mengurungkan niat untuk pergi, lalu membuka ponselnya dengan penuh harap.


Tliingg...


Benar saja itu adalah pesan balasan dari Muzaki.


💌Kak Zaki : Iya Rev, maaf ya baru balas! Soalnya aku juga baru selesai kelas nih, kamu lagi dimana sekarang sayang?


Revi senyum-senyum sendiri membacanya, lalu langsung mengetik balasan untuk Muzaki.


^^^💌Revi : Aku masih di depan kelas, kak. Kamu kesini aja kalau mau temuin aku!^^^


Tliingg...


💌Kak Zaki : Oke, aku otw kesana!


Revi akhirnya kembali duduk disana dan menghela nafasnya sambil tersenyum, ia sudah tidak sabar ingin segera bertemu kembali dengan Muzaki walau mereka baru saja ketemu pagi tadi.


"Aku kenapa jadi gini ya? Rasanya susah banget jauh dari kak Zaki!" gumam Revi kebingungan.


Tak lama kemudian, pria yang ditunggu-tunggu oleh Revi akhirnya datang. Ya Muzaki kini sudah berada di sebelah Revi, ia berdiri menatap wajah gadis itu sambil tersenyum tipis, tampak Revi masih belum menyadari kehadiran Muzaki karena ia asyik melihat ke arah lain.


"Ehem ehem..." Muzaki berdehem pelan.


Sontak Revi terkejut dan reflek menoleh ke arah samping, ia tersenyum begitu melihat sosok Muzaki ada disana dan tentu saja langsung berdiri menghampiri kekasihnya tersebut.


"Kak Zaki? Ya ampun, aku kira siapa ternyata pacar aku!" ucap Revi tersenyum.


"Hah? Ohh sekarang kamu udah berani ya goda aku begitu? Tapi bagus deh, aku senang karena kamu beneran anggap aku sebagai pacar kamu!" ujar Muzaki membalas senyuman dari Revi.


"Iya dong kak, masa aku gak anggap kamu jadi pacar aku sih?" ujar Revi.


"Umm, mau peluk?" tanya Muzaki.


"Sambil jalan aja deh kak, aku yakin Ifah pasti udah nungguin di kantin!" jawab Revi.


"Oh iya, yaudah sini aku rangkul biar cepet!" ujar Muzaki.


Revi manggut-manggut, lalu dengan cekatan Muzaki pun merangkul gadisnya dan melangkah secara bersama menuju kantin sambil bercanda tawa.




Tampak mereka sudah tidak sabar untuk segera makan dan minum, bahkan Latifah sampai terus celingak-celinguk mencari dimana keberadaan Revi dan juga Muzaki.


"Duh, ini Revi sama kak Zaki mana sih?" ujar Latifah.


"Ahaha, sabar lah Fah! Lu kayaknya gak sabar banget pengen ditraktir sama kak Zaki!" ujar Laras.


"Ya iyalah Ras, gue kan laper!" ucap Latifah.


"Sabar aja! Mungkin mereka baru selesai kelas, kita tunggu aja sebentar lagi!" ucap Laras.


"Iya deh, tapi mereka lama banget loh!" ujar Latifah.


Laras tersenyum sambil menggelengkan kepala, tingkah Latifah yang seperti itu memang selalu bisa mengundang gelak tawa orang-orang di sekitarnya karena tak mampu menahannya.


"Heh Fah! Lu kalo laper, pesen dulu aja makanannya! Nanti biar pas si Zaki sama Revi datang, lu tinggal minta bayarin sama mereka!" usul Wisnu.


"Yeh gak gitu lah, gak enak gue sama kak Zaki atau Revi! Nanti disangkanya gue cewek apaan, mereka pasti ilfeel juga sama gue dan malah gak jadi traktir kita! Terus nih ya, yang bayar makanan gue nanti siapa kalo bukan mereka?" ucap Latifah.


"Hahaha, yaudah sabar makanya Fah! Mau ditraktir kok gak sabaran banget!" ujar Wisnu tertawa.


"Hehe bukan gue yang gak sabar, kak. Tapi, perut gue nih daritadi udah keroncongan terus nungguin kak Zaki sama Revi yang lama banget! Mungkin cacing di perut gue udah pada lapar kali," ujar Latifah nyengir.


"Aduh Fah, lu itu ada aja alasannya!" ujar Laras.


"Hahaha...."


Semua tim pecinta alam disana kompak tertawa karena ulah Latifah, sedangkan gadis itu sendiri hanya garuk-garuk kepala dan sedikit menunduk.


Tak lama kemudian, yang ditunggu oleh mereka akhirnya tiba. Ya sosok Muzaki serta Revi sang kekasih muncul disana dengan bergandengan tangan.


Tentu saja momen itu sangat membuat Latifah dan yang lainnya merasa senang, mereka kompak mengucap hore sambil teriak-teriak tidak waras hingga membuat Muzaki dan Revi bingung.


"Yeay akhirnya kalian datang juga!" ujar Latifah.


"Eh eh eh, ini ada apaan sih? Kenapa kalian girang banget gitu ngeliat kita dateng kesini?" tanya Muzaki.

__ADS_1


"Iya, udah berasa artis kita!" sahut Revi.


"Yeh lu gimana sih bro? Lu kan udah janji sama kita kita katanya mau traktir, makanya kita girang pas lu dateng Muzaki!" jawab Wisnu.


"Nah betul itu!" ucap Rudi.


"Ya ampun, sampe segitunya ya kalian pengen ditraktir sama gue!" ujar Muzaki terkekeh.


"Iya dong, kita udah gak sabar nih! Apalagi si Ifah, daritadi berisik banget!" ucap Wisnu.


"Ish kok gue?" protes Latifah tak terima.


"Ya emang lu!" ujar Wisnu terkekeh.


"Hahaha, udah udah jangan ribut! Kan kalian semua disini bakal gue traktir, silahkan pesan apapun yang kalian mau! Gue bakal bayarin, asal jangan lebih dari lima ratus perak!" ucap Muzaki tersenyum.


"Hah? Buset deh lima ratus perak bisa dapet apaan Jak? Lu mah ngada-ngada aja!" protes Rudi.


"Ahaha, tau lu Muz yang bener dikit lah! Kalo gak mau traktir kita ya gausah gitu lah Muz, bikin kita nunggu nunggu aja!" ujar Wisnu kesal.


"Iya ih, kak Zaki tuh gimana sih?!" sahut Latifah.


Muzaki geleng-geleng kepala dan terus tersenyum, lalu mengajak Revi duduk pada kursi yang masih kosong di dekat Latifah serta yang lainnya, barulah Muzaki berbicara pada mereka.


"Santai aja kali guys! Gue ini cuma bercanda, gausah pada ngamuk gitu lah!" ucap Muzaki terkekeh.


"Hahaha tau ih kamu Fah, malu-maluin aja sampe ngamuk kayak gitu! Lagian mana mungkin sih kak Zaki traktir makan kalian cuma lima ratus perak? Jajanan apa disini yang harganya dibawah segitu?" sahut Revi ikut tersenyum.


"Ya kirain aja kan kak Zaki beneran begitu, soalnya kita ini kan banyak banget! Jadi, gue mikirnya kak Zaki gak punya uang gitu!" ucap Latifah.


"Kalau saya gak ada uang, mana mungkin saya janji mau traktir kalian disini?" ujar Muzaki.


"Iya ya, hehe... berarti sekarang gue boleh pesen makan sama minum sepuasnya dong kak?" tanya Latifah nyengir.


"Iya boleh, yang lain juga silahkan aja!" jawab Muzaki.


"Asikk!!"




Singkat cerita, Revi hendak pulang ke rumah bersama kekasihnya setelah puas makan dan minum di kantin. Sepasang kekasih itu berjalan menuju tempat parkir untuk mengambil motor, keduanya tampak mesra dan saling bergandengan tangan.


Orang-orang disana memperhatikan kemesraan Revi dan Muzaki yang memang sangat membuat mereka iri ingin juga memiliki kekasih seperti Revi atau Muzaki.


"Kak, itu uangnya emang gak sayang tadi buat traktir mereka sebanyak itu?" tanya Revi cemberut.


"Hah? Ya enggak dong, kan aku pengen bikin teman aku bahagia juga sama kayak aku setelah berhasil dapetin kamu!" jawab Muzaki pede.


"Ah kak Zaki bisa aja! Aku jadi malu deh, makasih ya kak udah bikin hidupku berwarna!" ucap Revi.


"Hey, bukan cuma kamu, tapi hidup aku juga jadi berwarna sejak menjalin hubungan dengan kamu sayang! Makanya aku mau mengekspresikan kesenangan aku, melalui traktiran itu!" ucap Muzaki.


"Iya iya, kita sama-sama bahagia!" ucap Revi.


Sesampainya di parkiran, tak disangka ternyata motor milik Muzaki kempes dan tidak bisa dibawa pergi karena cukup parah.


"Yah sayang, ban motorku kempes lagi! Gimana dong ya? Mana aku harus anterin kamu, siapa sih orang iseng yang kempesin ban ku segala? Kurang kerjaan banget sih!" geram Muzaki.


"Sabar kak! Udah gapapa, biar aku bantu dorong ya motornya sampe ke bengkel?" ucap Revi.


"Eh jangan lah! Kamu pulang aja naik ojek atau minta jemput supir kamu, aku gak tega lah biarin kamu ikut dorong motor sama aku! Ini kan panas sayang, nanti kulit kamu rusak karena kena panas! Udah jangan maksa ya Rev!" ucap Muzaki.


"Gapapa kak, aku udah biasa kok panas-panasan! Justru aku malah gak tega juga kalo kamu dorong motor sendirian, boleh ya?" paksa Revi.


"Rev, jangan ah mending kamu pulang! Aku bisa kok dorong sendiri!" ucap Muzaki.


"Ish kak, aku bantu aja! Lagian deket kok bengkelnya, di depan kampus kan juga ada tuh!" ujar Revi.


"Iya sih, tapi—"


"Gak ada tapi tapi, pokoknya aku mau bantu kamu!" potong Revi tersenyum.


"Haduh, iya deh sayang kamu boleh bantu aku!" ucap Muzaki.


"Nah gitu dong!" ujar Revi senang.


Akhirnya Muzaki mengizinkan Revi untuk membantu dirinya mendorong motor, walau sebenarnya ia tak tega pada sang kekasih.


Dari arah yang tak jauh, seorang pria tampak geram melihat Revi justru membantu Muzaki mendorong motor bukannya pergi bersamanya.


"Aaarrgghh sial! Rencana gue gagal!" geramnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2