
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 176
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Radian pulang ke rumah di malam hari yang sudah cukup larut ini, ia mendorong motornya agar tak membuat orang rumah terbangun karena ia tahu pasti kebanyakan dari mereka sudah tertidur.
Perlahan Radian membuka pintu pagar, dan memasukkan motornya ke dalam. Memang mbok Irma sengaja tak mengunci pagar itu, agar Radian bisa masuk dan tidak perlu berteriak-teriak.
Setelahnya, Radian pun berjalan ke arah pintu depan dan mulai membuka gagang pintu dengan sangat berhati-hati. Ia tak mau menimbulkan suara berisik yang dapat membangunkan orang rumah, termasuk istrinya bila sudah tidur.
Ceklek...
Saat hendak melangkah menuju tangga, Radian terkejut karena ternyata Rihana alias mama mertuanya itu belum tidur dan berjalan ke arahnya sambil tersenyum.
"Radian!" tegur Rihana.
"Eh mama? Mama belum tidur?" ucap Radian.
"Udah tadi, tapi sekarang kebangun gara-gara haus pengen minum! Kamu sendiri baru pulang, kok malam banget begini sih?" ucap Rihana.
"Eee iya mah, ini soalnya aku dapet banyak orderan tadi!" jawab Radian tersenyum.
"Ohh syukur deh kalo gitu! Yaudah, kamu langsung ke atas aja istirahat sana! Pasti kamu capek kan? Kalau mau makan, tinggal ke meja makan aja udah disiapin makan malamnya buat kamu Radian!" ucap Rihana.
"Iya mah, eee Oni udah tidur belum ya mah?" tanya Radian.
"Duh mama kurang tahu deh, kayaknya sih udah! Soalnya dia ke kamar daritadi sekitar sejam-an, kamu cek aja coba kesana!" ucap Rihana.
"Oke tante! Tapi, dia udah makan kan?" ujar Radian.
"Udah kok, kamu gak perlu cemas Radian! Oni pasti gak mungkin telat makan kalau ada disini, kan ada mama yang selalu ingetin dia buat makan supaya kandungannya sehat terus!" ucap Rihana.
"Iya mah, makasih ya mah! Eee kalo gitu aku mau ke kamar dulu ya, mah? Permisi!" ucap Radian pamit.
"Iya Radian, silahkan!" ucap Rihana tersenyum.
Radian pun melangkah pergi meninggalkan Rihana disana, ia berjalan menuju tangga dan menaikinya dengan perlahan karena ia lumayan letih setelah seharian ngojek di jalan, namun ia senang karena mendapat cukup banyak uang hari ini.
Sementara Rihana tampak bangga dengan menantunya itu yang sangat bertanggung jawab untuk menghidupi Oni, ia juga senang karena Oni tak salah pilih suami dan berharap Radian akan terus seperti itu tanpa ada sedikitpun perubahan pada dirinya nanti.
"Terimakasih ya Tuhan! Engkau telah pertemukan putri hamba dengan lelaki yang baik seperti Radian, semoga rumah tangga mereka selalu berjalan lancar dan tak terjadi masalah!" batin Rihana.
Setelahnya, Rihana pun berbalik badan lalu kembali lanjut melangkah menuju dapur untuk mengambil minuman seperti yang ia niatkan sebelumnya.
❤️
Radian kini sudah sampai di depan kamarnya, ia membuka pintu dengan perlahan karena takut mengganggu istrinya yang sedang beristirahat di dalam sana.
Ceklek...
Radian mengintip ke dalam, memang suasana kamar sudah gelap dan terlihat Oni tengah terbaring di atas ranjang menghadap ke samping membelakangi pintu sehingga Radian memilih masuk pelan-pelan, tak lupa ia juga menutup serta mengunci pintu agar tidak ada yang masuk begitu saja ke dalam sana.
Pria itu tersenyum memandangi tubuh istrinya dari jarak dekat, ia berdiri di samping ranjang dan terus mengarahkan pandangan ke tubuh sang istri yang sedang tertidur dengan selimut menutupi setengah bagian tubuhnya.
"Selamat malam sayang! Kamu tidur yang nyenyak ya, aku gak akan ganggu kamu!" batin Radian.
Radian melepas pakaiannya, lalu mengambil handuk dari lemari dan masuk ke dalam toilet. Ia segera mandi membersihkan diri sebelum nantinya ia akan turun lagi ke bawah untuk makan malam.
Tak lama kemudian, Radian telah selesai mandi. Ia terkejut melihat pakaian gantinya sudah tersedia di atas sofa, padahal sebelumnya ia tak ingat jika sudah mengambil pakaian itu dari lemari saat hendak mandi.
Radian pun menoleh ke arah Oni, terlihat istrinya itu masih tertidur pulas dan membuat Radian makin heran sekaligus penasaran siapa yang sudah mengambilkan baju ganti untuknya.
"Ini kok bisa ada baju disini? Siapa yang ambil ya? Apa mungkin Oni tadi bangun?" gumam Radian.
__ADS_1
Untuk memastikan, Radian akhirnya menghampiri sang istri dan melihat lebih dekat apakah Oni memang masih tertidur atau tidak. Ia menatap wajah istrinya itu dari jarak dekat sambil berdiri, tampak memang Oni masih memejamkan mata.
Namun, ia tak yakin kalau Oni benar-benar tertidur pulas saat ini, ia sangat tahu bahwa istrinya lah yang sudah mengambilkan pakaian ganti itu karena di dalam sana tidak ada siapa-siapa lagi selain mereka berdua dan tak mungkin ada yang bisa masuk.
Perlahan Radian naik ke atas ranjang masih dengan handuk yang melilit di pinggangnya, ia mendekati Oni dan memegang lengan atas wanita itu lalu mengecupnya lembut.
Cupp!
"Eemmhh!"
Sontak Oni berbalik dan menatap suaminya dengan wajah ngantuknya, ia mengucek-ngucek mata lalu berbicara pada Radian disana.
"Mas, kamu udah pulang?" ucap Oni.
"Iya sayang, udah lah kamu gausah pura-pura begitu! Kamu udah tahu kan kalau aku ada disini dan lagi mandi? Buktinya kamu ambilin aku baju ganti tuh, pake pura-pura lagi!" ujar Radian.
"Hehe ketahuan deh, iya mas tadi aku emang udah bangun kok pas dengar suara air! Makanya aku langsung siapin baju ganti buat kamu, karena aku tahu yang lagi mandi pasti kamu dan bukan tuyul apalagi pocong!" ucap Oni nyengir.
"Hus! Udah tengah malam begini jangan ngomongin soal gituan ah, serem tau!" tegur Radian.
"Ampun deh mas! Kamu kok penakut banget sih? Sama begituan aja takut! Udah deh kamu mending pake bajunya, terus kamu udah makan malam apa belum mas?" ucap Oni.
"Belum sih, ini mau turun ke bawah lagi!" ujar Radian.
"Ohh yaudah aku siapin dulu ya makan buat kamu? Kamu pake baju aja dulu, nanti tinggal turun ke bawah buat makan!" ucap Oni.
"Hey, udah gausah repot-repot! Kamu tidur aja disini, istirahat sayangku! Kasihan dedek bayi di dalam perut kamu kalau kamu maksain buat bangun, lagian aku juga gak enak lah sama kamu!" ucap Radian.
"Gapapa mas, itu kan udah tugas seorang istri buat layanin suaminya!" ucap Oni.
"Ya iya sih, tapi kan—"
"Udah deh mas, kamu jangan gak enakan kayak gitu sama aku! Aku ini kan pengen jadi istri yang baik buat kamu, mas!" potong Oni kekeuh.
Radian tersenyum lalu mengecup bibir sang istri secara tiba-tiba.
Cupp!
"Oke deh, kamu boleh siapin makan malam buat aku! Tapi, jangan sampe kamu kecapekan ya sayangku!" ucap Radian.
"Iya mas, kalo gitu aku ke bawah dulu ya?" ucap Oni.
Oni beranjak dari ranjangnya, kemudian berjalan keluar dari kamar itu untuk pergi ke bawah dan menyiapkan makan malam suaminya, sedangkan Radian tetap berada disana berganti pakaian terlebih dahulu sebelum turun menyantap makan malam.
•
•
Oni telah sampai di meja makan, ia pun mulai menghangatkan makanan disana agar Radian bisa memakannya dengan lebih enak dan nyaman.
Disaat ia tengah asyik menghangatkan makanan, tiba-tiba saja mbok Irma muncul dari arah belakang dan membuat Oni terkejut karena ia sebelumnya tak sadar dengan kehadiran mbok Irma disana.
"Non Oni!" ujar mbok Irma.
"Eh mbok Irma? Ya ampun, mobil tuh ngagetin aku aja deh!" ucap Oni mengelus dada.
"Eee maaf non! Non ngapain malam-malam begini nyalain kompor? Non Oni lapar lagi, mau makan?" tanya mbok Irma penasaran.
"Umm enggak mbok, ini tuh buat mas Radian! Dia kan belum makan kasihan!" jawab Oni.
"Oalah, memangnya den Radian sudah pulang toh non? Kok si mbok gak lihat ya pas den Radian masuk kesini?" tanya mbok Irma heran.
"Ahaha udah mbok, mungkin tadi pas mas Radian masuk, si mbok lagi mesra-mesraan sama pak Jamal di belakang kali!" ujar Oni tertawa kecil.
"Yeh si non mah suka bercanda aja! Udah sini non, biar si mbok yang angetin makanannya! Non Oni mending duduk aja disana, nanti kecapekan loh kan non Oni lagi hamil!" ucap mbok Irma.
"Gapapa mbok, aku kan udah istirahat lumayan lama tadi!" ucap Oni menolak.
"Aduh si non, udah non biar si mbok aja! Kalau terjadi sesuatu sama non Oni, nanti kan si mbok juga yang dimarahin non sama den Radian atau tuan nyonya! Udah ya non, nurut aja sama si mbok jangan ngebantah!" ucap mbok Irma cemas.
"Huft, iya deh mbok aku nurut! Yaudah, mbok lanjutin manasin ini ya! Biar aku ambilin nasi buat mas Radian!" ucap Oni mengalah.
"Nah iya gitu non, kalau cuma ambilin nasi mah gapapa deh non!" ujar mbok Irma.
Oni geleng-geleng kepala, lalu pergi menuju meja makan dan mengambil sebuah piring kosong untuk ia tuangkan nasi di atasnya agar Radian bisa makan dengan mudah nantinya.
Tak lama kemudian, Radian sudah selesai berganti pakaian dan kini turun ke bawah menemui istrinya yang sedang menyediakan nasi untuknya. Ia mendekati Oni, lalu memeluknya dari belakang sambil menaruh dagunya pada pundak sang istri.
"Hai sayang!" ucap Radian.
__ADS_1
"Ish mas, kamu itu ya kelakuannya nyebelin banget deh! Ini kedua kalinya loh aku dikagetin, tadi sama mbok Irma sekarang kamu!" ujar Oni kesal.
"Hehe maaf sayang! Abisnya kamu kelihatan serius banget sih tadi, padahal cuma tuang nasi!" ujar Radian nyengir sembari mengusap rambut istrinya yang masih cemberut itu.
"Iya maaf ya mas! Tadi sebenarnya aku yang mau angetin makanan buat kamu, eh tapi mbok Irma dateng dan larang aku!" ucap Oni.
"Ohh ya gapapa dong sayang, justru bagus! Jadi, kamu gak kecapekan nantinya!" ucap Radian.
"Nah kan non, yang tadi si mbok bilang itu benar!" sahut mbok Widya dari arah belakang.
Oni pun menaruh piring di tangannya ke atas meja, lalu menatap wajah Radian. Ia perlahan menyingkirkan tangan Radian dari tubuhnya dan tersenyum.
"Mas, kamu kan bisa peluk-peluk aku lagi pas di kamar nanti! Sekarang mending kamu duduk deh, tuh lauknya juga udah selesai!" ucap Oni.
"Iya iya..."
Cupp!
Radian mencium pipi Oni, kemudian duduk di kursi sambil tersenyum. Sedangkan Oni hendak pergi dari sana, namun segera dicegah oleh Radian yang dengan cepat mencekal lengannya.
"Mau kemana sih? Sini aja udah temenin aku makan!" ucap Radian.
"I-i-iya mas, aku juga gak mau kemana-mana kok!" ucap Oni.
"Yaudah, ayo sini duduk!" ujar Radian.
Oni pun duduk di samping suaminya, mereka masih saling berpegangan tangan dan menatap wajah satu sama lain dari jarak dekat.
"Nah den Radian, ini dia lauknya! Silahkan dinikmati, dijamin enak deh den! Tadi ini yang masak non Oni sendiri dibantu sama si mbok, katanya spesial buat den Radian!" ucap mbok Irma.
"Wah yang bener? Kamu kok gak bilang sih sayang? Tau gitu aku pulang cepet tadi!" ujar Radian.
"Iya mas, kan tadinya mau kasih kejutan buat kamu! Ya tapi gapapa deh, aku paham kalau kamu sibuk cari uang!" ucap Oni.
"Maaf ya sayang!" ucap Radian merasa bersalah.
"Gapapa mas, justru aku makasih sama kamu! Karena kamu benar-benar perduli sama aku, kamu rela kerja keras sampai semalam ini buat hidupin aku dan calon anak kita!" ucap Oni.
"Sama-sama sayang, itu kan tugasnya seorang suami!" ucap Radian tersenyum.
"Aduh, ini mah kayaknya si mbok ganggu ya? Yaudah deh si mbok mau kamar dulu, permisi den, non!" ucap mbok Irma.
"Ahaha iya mbok," ujar Radian tertawa.
Setelah mbok Irma pergi, kini Radian hanya tinggal berduaan dengan Oni di meja makan. Tentu saja pria itu memiliki niat untuk bisa bermesraan bersama istrinya disana, ya Radian langsung saja memeluk Oni dari samping dan menciuminya berkali-kali.
...•••...
Keesokan harinya, Revi keluar dari kamarnya dengan pakaian rapih dan siap untuk pergi. Ia sudah memiliki janji dengan Latifah bahwa ia akan menemani sohibnya itu jalan-jalan pagi.
Namun, baru saja ia sampai di depan tangga, sang mama sudah menemuinya dan tampak sumringah tak menentu membuat Revi kebingungan saat melihatnya.
"Mah? Mama kenapa?" tanya Revi.
"Gapapa sayang, itu di bawah ada Charlie sama mamanya datang kesini! Yuk ah kamu temuin mereka, kebetulan banget ini kamu udah rapih dan cantik sayang! Oh atau jangan-jangan kamu punya feeling kuat ya kalau Charlie bakal main kesini?" ujar Juliana kesenangan sendiri.
"Hah? Charlie sama tante Yani kesini, mah?" ujar Revi terkejut.
"Iya sayang, udah ayo kamu turun temuin mereka! Mama yakin Charlie pasti seneng banget deh bisa ketemu dan ngobrol lagi sama kamu!" ucap Juliana.
"Duh mah, aku gak bisa!" ucap Revi menolak.
"Kenapa sih sayang?" tanya Juliana kesal.
"Iya mah, ini aku udah ada janji sama Latifah! Masa iya harus aku batalin cuma karena Charlie? Lagian kan disini ada mama yang bisa temenin mereka, aku harus pergi sekarang mah, maaf ya!" jelas Revi.
"Aduh sayang, itu gak penting! Yang penting itu sekarang kamu ke bawah temuin Charlie!" tegas Juliana.
"Mah, tapi—"
"Udah gak ada tapi tapi, kamu nurut aja sama mama! Ayo ikut mama ke bawah!" potong Juliana.
"Mah, mah tunggu mah!"
Juliana langsung saja menarik lengan Revi dan pergi menuruni tangga untuk menemui Charlie.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1