Angkasa

Angkasa
Hampir tabrakan


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...×××...


#ANGKASA EPS. 189


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


Saat sedang di bengkel membenarkan ban motornya yang kempes, Muzaki bersama kekasihnya alias Revi duduk menunggu sambil menikmati es jeruk segar yang dipesan oleh Muzaki di warung karena tak tega melihat Revi kehausan.


Keduanya pun minum sambil berbincang-bincang juga menanti motor Muzaki selesai dibetulkan.


"Kak, cuaca hari ini kok panas banget ya? Apa karena ini udah masuk musim kemarau? Belakangan juga udah jarang hujan kan?" tanya Revi sambil memandang langit yang cerah.


"Iya sayang, mungkin sistemnya memang begitu! Tapi, sekarang kan cuaca sulit diprediksi! Kadang kalau lagi panas ya panas banget kayak gini, terus girang hujan ya hujan terus sampai banjir dan bikin netizen nyalahin pemerintah!" jawab Muzaki.


"Ahaha, kak Zaki lucu ih!" ujar Revi tertawa.


"Kamu lebih lucu sayang!" ucap Muzaki sambil mencolek pipi Revi dengan gemas.


"Ish kak Zaki! Malu tau!" ujar Revi merona.


"Ngapain malu sayang? Toh gak ada yang lihatin kita juga disini, kamu gak perlu malu! Aku ini cuma mau mengekspresikan rasa sayang aku ke kamu, gapapa kan?" ucap Muzaki tersenyum.


"Iya gapapa kak, tapi aku masih penasaran deh kira-kira siapa ya yang udah kempesin ban motor kak Zaki?" ujar Revi bertanya-tanya.


"Aku juga kurang tahu, udah lah biarin aja gausah terlalu dipikirin! Aku udah ikhlas kok, semoga dia bisa dapat hidayah dan gak mengulangi perbuatan ini lagi ke siapapun!" ucap Muzaki.


"Kak Zaki emang baik banget sih! Aku salut sama kak Zaki ih!" ucap Revi tersenyum.


"Biasa aja, gausah terlalu berlebihan gitu muji aku! Setiap manusia kan emang harus begitu, gak boleh marah apalagi dendam dan punya niat buat balas perbuatan jahat itu! Aku kan banyak belajar dari papa, makanya aku pengen pakai ilmu yang aku dapat itu dan aku sebarin ke kamu!" ucap Muzaki.


Muzaki dengan iseng mencolek hidung Revi sambil tersenyum renyah, gadis itu pun menaruh wajahnya di lengan sang kekasih lalu memejamkan mata.


"Kamu itu cantik banget sih, gemesin juga lagi!" ucap Muzaki terus mencubit pipi gadisnya.


"Ah kak Zaki, aku kan jadi terbang deh! Rasanya hawa panas disini berubah jadi adem, apalagi kalau di dekat kamu kak! Aku pengen terus-terusan kayak gini kak!" ucap Revi.


"Waduh, nyaman banget ya?" goda Muzaki.


Revi hanya mengangguk tersenyum, membuat lesung pipi miliknya terlihat dan Muzaki pun semakin gemas padanya.


Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di dekat mereka. Si pengemudi yang ternyata Charlie itu membuka kaca mobil, lalu melepas kacamata yang ia kenakan dan tersenyum ke arah Revi.


"Hai Rev! Kamu lagi ngapain disini?" ucap Charlie menegur gadis itu.


Sontak Revi dan Muzaki menoleh ke arah samping, mereka terkejut melihat Charlie ada disana dengan mobil yang berbeda dari tadi pagi, Muzaki pun berdiri diikuti oleh Revi yang terus memegangi lengannya agar pria itu tak terbawa emosi.


"Revi lagi temenin saya disini benerin ban motor saya yang kempes, emangnya kenapa? Oh ya, darimana anda tahu Revi ada disini?" ucap Muzaki dingin.


"Hahaha, tuh kan bener kata gue! Motor lu yang butut itu emang gak bener! Udah deh Rev, mending kamu bareng aku aja pake mobil! Kamu gak bakal kepanasan, terus mobil aku juga gak akan rusak kayak motor butut itu!" ucap Charlie.


"Maaf ya kak Charlie! Motor kak Zaki bukan rusak, tapi ada seseorang yang iseng bocorin ban motornya sampe kempes! Jadi, kak Charlie jangan sok tahu deh!" ucap Revi membela kekasihnya.


"Hah? Ya itu sama aja motor si Zaki tuh emang udah butut dan gampang rusak!" cibir Charlie.


Revi terbawa emosi, ia hendak maju dan memarahi pria tersebut. Namun, lengannya langsung dicekal oleh Muzaki yang tak ingin gadisnya melakukan itu.


"Tahan sayang!" cegah Muzaki.


"Kak, tapi dia—"


"Udah ya sayang, kita balik duduk aja dan jangan ladenin dia!" potong Muzaki.


"Iya kak Zaki," ucap Revi menurut.


Muzaki tersenyum, lalu membawa Revi kembali ke tempat duduk di dekat bengkel menghiraukan Charlie yang masih terus berusaha untuk mengajak Revi pergi bersamanya.

__ADS_1


Sampai akhirnya Charlie turun dari mobilnya, ia menghampiri Revi dan Muzaki lalu kembali memaksa gadis itu ikut dengannya, Charlie memang tidak kenal lelah sebelum tujuannya tercapai walau ia tahu itu semua sangat sulit terjadi.


"Rev, ngapain sih kamu masih mau sama dia? Kamu tuh cuma sengsara kalau terus sama dia, mending juga bareng aku!" ujar Charlie.


"Kata siapa aku sengsara? Aku bahagia walau kak Zaki gak punya mobil kayak kamu dan aku kepanasan, tapi aku senang banget bisa ada di samping kak Zaki dan aku pengen seterusnya aku bisa bareng sama kak Zaki tanpa gangguan apapun!" ucap Revi tegas.


"Apa sih yang bikin kamu bahagia dari si Muzaki ini? Dia itu miskin, cuma punya motor butut, beda jauh sama aku Rev! Lebih jauh baik aku kemana-mana dibanding Muzaki ini!" ujar Charlie.


"Kata siapa? Menurut aku, justru kak Zaki jauh lebih baik daripada kamu!" ucap Revi.


Charlie semakin dibuat jengkel dengan ucapan Revi, namun ia tetap berusaha sabar untuk menghadapi Revi walau gadis itu terus saja menghindarinya.


"Kamu itu salah Rev! Lagian apa sih menariknya Muzaki ini? Oh atau jangan-jangan kamu udah dipelet sama dia? Kayaknya kamu harus segera diruqyah deh Rev, supaya pelet yang dikirim Muzaki bisa hilang!" ucap Charlie.


"Ih apaan sih? Dasar gak waras!" cibir Revi.


Gadis itu langsung membuang muka dan mengendalikan nafasnya, sedangkan Muzaki juga berusaha menenangkan gadisnya dengan cara menepuk-nepuk pundak sang kekasih.


Tak lama, sang montir muncul menghampiri Muzaki serta Revi.


"Mas, mbak, motornya udah selesai tuh!" ujar si montir.


"Oh gitu, makasih ya bang!" ucap Muzaki tersenyum.


Muzaki dan Revi pun berdiri, pria itu mengambil uang dari dompetnya lalu membayar biaya bengkel kepada si montir.


"Ini uangnya, bang!" ucap Muzaki.


"Siap, makasih mas!" ucap si montir tersenyum.


Setelahnya, Muzaki pun merangkul Revi membawa gadis itu ke dekat motornya dan meninggalkan Charlie.


"Sayang, yuk kita pulang!" ucap Muzaki.


"Yuk! Aku juga udah males banget disini, hawanya makin panas!" ucap Revi menyindir Charlie.


"Ahaha benar kamu!" ucap Muzaki terkekeh.


Revi memakai helm di kepalanya, ia mengaitkan tali helm dengan bantuan Muzaki lalu naik ke atas jok motor bersama kekasihnya tersebut, Revi sengaja melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang kekasih sembari menaruh wajahnya pada punggung Muzaki untuk memancing Charlie.


Charlie sendiri semakin geram melihat itu, ia mengepalkan dua telapak tangannya dan membuang muka, ingin sekali rasanya ia berteriak sambil memukul apapun yang ada disana.


"Aaarrgghh!! Sialan si Zaki! Gue gak boleh kalah dari cowok kayak gitu!" gumam Charlie dalam hati.




Sepanjang perjalanan Muzaki terus saja melamun membayangkan kejadian tadi yang ia alami bersama dengan kekasihnya, Muzaki bahkan sampai tak sadar kalau ia senyum-senyum sendiri saat mengingat momen dirinya bersama Revi di kampus dan bengkel motor tadi.


"Hahaha, Revi itu gemesin banget sih! Rasanya aku gak bisa jauh-jauh dari dia, dan pengen terus bareng sama Revi!" gumam Muzaki dalam hati.


Sangking asyiknya melamun, Muzaki hampir saja mengalami kecelakaan dengan sebuah mobil yang mengarah dari arah berlawanan, untungnya ia dapat sadar dan cekatan mengerem motornya.


Ciiitttt....


Muzaki berhenti ke pinggir dengan nafas terengah-engah, ia melepas helmnya dan melihat ke arah mobil yang tadi hampir menabraknya, ia panik karena mobil tersebut menabrak trotoar jalan akibat menghindari motornya.


"Waduh! Saya harus tolongin pengendara mobil itu, dia pasti butuh bantuan saya!" ucap Muzaki cemas.


Tanpa basa-basi lagi, Muzaki turun dari motornya dan bergegas menuju sebrang jalan menghampiri mobil yang berhenti itu. Muzaki langsung mengetuk kaca mobil dan berteriak-teriak memanggil si pengemudi dari luar, ia sangat cemas khawatir kalau pengendara mobil itu kenapa-napa.


"Pak, Bu, permisi apa bapak atau ibu baik-baik aja?" ujar Muzaki panik.


Kaca mobil itu terbuka setengah, memperlihatkan wajah cantik yang menatap ke arah Muzaki. Ya Muzaki syok melihatnya, itu adalah Suci sang mantan yang dahulu pernah ia cintai.


"Suci?" ujar Muzaki.


"Muz, kamu gak kenapa-napa kan? Tadi kenapa kamu oleng begitu sih bawa motornya? Hampir aja loh kita tabrakan!" ucap Suci ngos-ngosan.


"Maaf ya Suci! Aku tadi kurang fokus bawa motornya, tapi aku baik-baik aja kok! Kamu sendiri gimana? Ada yang luka atau sakit gak?" ujar Muzaki mencemaskan kondisi Suci.


"Gapapa kok, cuma aku masih kaget aja nih hampir nabrak tadi!" ucap Suci.


"Sekali lagi maafin aku ya Suci! Kamu mending jangan nyetir deh, kayaknya kamu masih syok berat! Biar aku aja yang setirin kamu, ya?" ucap Muzaki.


"Eee gausah Muz, aku bisa sendiri!" ucap Suci.


"Hey, jangan maksa ya! Udah sekarang kamu turun dulu tukeran tempat sama aku!" ucap Muzaki.

__ADS_1


"Beneran gapapa?" tanya Suci.


"Ya dong, aku takut aja kamu kenapa-napa nanti! Soalnya kamu masih syok gitu, nanti tangan kamu tremor lagi pas nyetir! Udah ya gak perlu gak enak gitu sama aku mah, kayak baru kenal beberapa hari aja!" jawab Muzaki tersenyum.


Suci mengangguk pelan, lalu membuka pintu mobil dan turun dengan bantuan Muzaki karena melihat gadis itu tampak lemas.


"Awhh!!" Suci memekik kesakitan, ia nampak memegangi otot pahanya dengan wajah meringis.


"Kenapa Suci? Kaki kamu sakit?" tanya Muzaki.


"Sshhh iya nih, aku gak tahu kenapa rasanya nyeri banget!" jawab Suci meringis.


"Duh, mungkin ini gara-gara kamu nabrak trotoar tadi! Yaudah, aku gendong aja ya?" ucap Muzaki.


"Eh udah gausah, aku bisa sendiri kok!" tolak Suci.


Muzaki tak memperdulikan perkataan Suci, ia langsung menggendong tubuh Suci ala bridal style dan membawanya masuk ke dalam mobil tanpa berlama-lama.


"Muz, kamu apa-apaan sih?" berontak Suci.


"Diam aja Suci!" perintah Muzaki.


Muzaki memasukkan tubuh Suci ke mobil, ia mendudukkan Suci disana dan memasangkan seat belt di tubuh gadis itu. Lalu, Muzaki menutup pintu berjalan mengitari mobil dan masuk ke kursi kemudi untuk mengantar Suci pulang.


"Kamu pulang ya?" tanya Muzaki.


"Eee jangan Muz! Aku ada urusan dulu sebentar, kamu tolong anterin aku ke rumah sepupu ku aja!" jawab Suci.


"Urusannya penting banget emang? Kamu lagi sakit loh Suci, mending istirahat aja di rumah! Kalau nanti kamu kenapa-napa lagi gimana Suci? Udah aku antar kamu ke rumah aja ya!" paksa Muzaki.


"Tapi, aku udah janji mau jagain ponakan aku selagi sepupu ku pergi keluar!" ucap Suci.


"Eee yaudah gini deh, aku ikut juga temenin ponakan kamu di rumahnya! Supaya aku bisa jagain kamu, boleh kan?" usul Muzaki.


"Emangnya gak ngerepotin kamu?" tanya Suci.


"Enggak kok, kan cuma sebentar. Itung-itung aku minta maaf karena kaki kamu jadi sakit kan juga gara-gara aku! Sebagai permintaan maaf, ya aku bantuin kamu jagain ponakan kamu!" ucap Muzaki.


"Umm, yaudah deh terserah kamu aja! Oh ya, terus motor kamu gimana?" ujar Suci.


"Tenang! Aku udah minta temenku buat dateng kesini ambil motorku! Tunggu sebentar ya, dia lagi di jalan katanya!" ucap Muzaki.


"I-i-iya..."


Suci merasa bimbang, ia sungguh tak mengerti mengapa Muzaki sungguh baik padanya.


"Kamu kenapa sih Muz? Kamu udah jadian sama Revi, tapi sekarang kamu perhatian banget sama aku dan bikin aku jadi ngerasa nyaman ada di dekat kamu! Apa kamu mau mainin perasaan aku?" gumam Suci dalam hati.




Sementara itu, Revi yang sedang duduk santai di sofa rumahnya tiba-tiba saja merasa terkejut saat Latifah masuk ke dalam rumahnya dengan sangat heboh tak seperti biasanya.


"Revi i'm coming!!" teriak Latifah.


"Haish Ifah! Kamu ngagetin aku terus sih sukanya!" ujar Revi cemberut.


"Hehe ampun Rev, gue minta maaf!" ujar Latifah.


"Ish, yaudah sini duduk!" ucap Revi.


Latifah nyengir dan duduk di samping Revi, ia menaruh tasnya lalu bersandar pada sofa sembari menghela nafasnya.


"Eh Rev, lu kok sendirian sih? Nyokap lu kemana?" tanya Latifah penasaran.


"Lagi pergi shopping sama teman-temannya, emang kenapa kamu tanyain mamaku? Kangen ya sama mamaku? Atau kamu hobi ghibah bareng mama?" ujar Revi cengengesan.


"Yeh gak gitu lah! Gue cuma heran aja, kan kata lu nyokap lu itu udah berhenti kerja buat nemenin lu disini, eh kok lu masih sendirian aja?" ujar Latifah.


"Hahaha biarin lah, mungkin mama bosen di rumah dan pengen jalan-jalan sama temannya!" ucap Revi.


"Iya sih, gue aja gabut banget kalo di rumah mulu! Makanya abis selesai mandi, gue langsung dateng kesini buat main sama lu! Boleh kan Rev?" ucap Latifah tersenyum.


"Boleh kok, kebetulan aku juga bosan!" ujar Revi.


"Nah cakep! Oke, yuk kita ngegosip!" ujar Latifah.


"Ahaha boleh boleh..."

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2