
"Wahaaa cocok banget *****!"
Angkasa dan Raya saling tatap. Kini mereka ada disalah satu toko sewa pakaian kostum. Raya yang sedang memakai gaun ala Putri Salju pun mengerjap polos sedangkan Angkasa masih sibuk membenarkan lengan kemejanya yang masih nyangkut di ketek.
"Buat pangerannya tuh pake kaya tuxedo gitu kan? Tapi yang belakangnya panjang?" gumam Keyla si desiner kelas yang tadi ikut memilihkan baju.
"Iya. Kaya jas. Warna emas tuh pasti pas sama bajunya Raya," ucap Ryan memberi saran.
"Tapi kalo emas tuh mahal biasanya. Kita cuma punya berapa lho Yan lo mau biayain?" ucap Keyla teringat uang kas sekolah mereka sebagian besar digunakan untuk penyewaan panggung.
"Yee katanya internasional sekul. Nyewa ginian nggak bisa," cibir Ryan mendekati Angkasa membantu cowok itu menarik lengan kemeja agar segera terlepas dari himpitan keteknya.
"Yaelah. Sekul kita kan bikin event cari duit sendiri. Sekul nggak pernah turun tangan. Makanya cari yang murah aja."
"Ini kak ada jas emas yang harganya lumayan murah," ucap pegawai itu menyerahkan jas yang ada ditangannya.
Keyla menerimanya dan memperhatikan. "Bagus nih. Ini aja."
Ryan mengangguk setuju. Begitupula Raya dan Angkasa.
"Ya udah mbak bungkus ya. Kita mau sewa yang itu sama yang ini paket lengkap," putus Keyla menunjuk gaun yang Raya pakai dan mengulurkan kembali jas yang dibawa pegawai toko itu.
"Eh ada adegan kissnya dong," ucap Ryan berbisik.
Keyla langsung mengeplak kepala Ryan. "Guru nonton ****," ucap Keyla sambil mengumpat.
__ADS_1
Angkasa terkekeh. Tapi kekehannya terhenti ketika Raya mencengkeram pundaknya membuat Angkasa jadi memekik kecil.
"Kenapa Ray?" tanya Angkasa kini memegangi Raya yang hampir jatuh.
"Nggak. Kepala gue pusing," ucap Raya duduk disebelah Angkasa.
Angkasa mendesis. "Nggak tidur lo semalem? Ngedrakor? Kapan sih lo ngerti!"
"Ish gue pusing nih!"
Angkasa menghela napas pelan. Ia kemudian menatap Raya dan segera memajukan bibirnya hingga mengecup kening cewek itu.
"ANGKASA!!!"
"Lo tuh kalo mau cium nggak bilang!" omel Raya kesal.
"Biar sesurprise dong," jawab Angkasa santai.
"Surprise *****," ralat Raya masih kesal.
Angkasa terkekeh begitu pula Keyla dan Ryan yang sudah terbahak melihat keduanya ribut ala-ala k-drama.
Memang satu sekolah udah tau kalo Angkasa-Raya itu pacaran.
"Mesya pindah kan katanya?" ucap Keyla teringat tadi pagi guru memberi tahu bahwa Mesya tidak masuk karena orang tuanya pindah tugas ke Kalimantan dan Mesya harus ikut.
__ADS_1
"Iya. Gue denger dia usah di jodohin hii," ucap Ryan bergidik.
"Ngapa lo? Cuma di jodohin," ucap Angkasa enteng.
"Dijodohin nggak enak ****!" ucap Raya menonyor kepala Angkasa membuat Angkasa tertawa.
"Iya iya. Tapi ngasih taunya nggak usah gitu juga kali," ucap Angkasa jadi mengacak rambut Raya membuat Raya mengerucutkan bibirnya membuat Angkasa jadi gemas.
"Ini kak silakan. Bisa langsung dibawa," ucap pegawai yang keluar dari ruangan khusus pegawai memberikan satu paper bag berisi kostum untuk pentas besok.
"Yuk pulang!"
Raya dan Angkasa berjalan belakangan. Sedangkan Keyla dan Ryan sudah ngeluyur cari makanan karena deretan blok pinggir jalan itu adalah toko-toko penjual makanan.
"Ray."
"Hm?"
"Lo bilang pusing soalnya pengen gue cium ya?"
Raya mendelik. Pipinya memanas dan tangannya langsung mengepal dan memukuli Angkasa dengan garang.
Tapi tak bisa dipungkiri hatinya kini menghangat.
💗💗💗
__ADS_1