
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 127
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Revi dan Latifah masih jalan berduaan di kampus sebelum mereka pulang, ya keduanya ingin menikmati lebih dulu suasana di kampus yang adem dan penuh angin sepoi-sepoi itu. Mereka berdua jalan layaknya rombongan model terkenal di atas panggung, namun kali ini versi lite alias yang lebih rendah dibanding model-model itu.
Disaat mereka tengah asyik menghayal menjadi seorang model, tiba-tiba Syahra justru muncul di depan mereka bersama Alin dan juga Ami yang sudah lama tak terlihat sejak kejadian video viral dari Oni yang sengaja mereka sebarkan. Ya kali ini ketiga gadis itu berani memunculkan wajah mereka di hadapan Revi lagi setelah sekian lama sembunyi.
"Wah wah wah, lihat deh Rev siapa yang berani munculin dirinya lagi di kampus?! Parah banget ya mereka ini, masih berani aja datang lagi ke kampus setelah kejadian itu!" cibir Latifah.
"Heh! Lu jaga mulut lu ya!" bentak Syahra.
"Tau, jadi junior gak ada sopan santunnya banget sama senior!" sahut Ami.
"Hadeh, maaf maaf nih ya kak! Ngapain juga kita harus sopan sama senior kayak kalian? Toh kalian juga gak pernah ngehargai kita sebagai junior, malah kalian itu selalu cari masalah sama Revi sampai bikin Revi menderita karena ulah kalian!" ujar Latifah.
"Wah udah makin berani ya lu sama kita! Baru ditinggal beberapa hari aja udah begini, emang dasar gak punya adab ya lu!" ucap Syahra.
"Gausah ngomongin gue punya adab atau enggak deh, kak! Mending kalian ngaca aja dulu, emang kalian udah pada punya adab? Buktinya aja kalian sampai tega fitnah teman kalian sendiri, kasihan loh kak Oni jadi dihujat satu kampus gara-gara berita bohong yang kalian sebarkan!" ucap Latifah.
__ADS_1
"Eh eh, kok lu bahas itu lagi sih? Yang berlalu biarlah berlalu dong, kita kan juga udah bikin video klarifikasi kalau berita tentang Oni itu gak benar! Emang lu itu sengaja ya cari ribut sama kita!" ucap Syahra.
"Kalau emang iya, kenapa?" ujar Latifah.
"Wah wah nantangin nih anak, oke jangan salahin gue kalo lu bakal habis di tangan gue!" ucap Syahra bersiap-siap menghajar Latifah.
"Siapa takut? Ayo sini maju!" tantang Latifah.
"Kurang ajar nih anak!" bentak Syahra.
Syahra hendak maju menghampiri Latifah, namun berhenti secara mendadak dan menoleh ke belakang menatap dua gadis temannya itu. Sedangkan Latifah sama sekali tidak gentar dengan gertakan Syahra dan justru menantang wanita itu.
"Guys, kalian tahan gue dong! Kan gak mungkin gue ribut beneran sama dia!" ucap Syahra pelan.
"Eee iya iya," ucap Alin dan Ami bersamaan.
Dua gadis itu pun maju mendekat ke arah Syahra dan memegangi Syahra bermaksud agar tidak ribut dengan Latifah disana, ya Syahra sebenarnya memang takut kalau ia harus ribut dengan Latifah.
"Syah, tahan Syah! Lu jangan ribut gitu, dia itu junior kita! Lagian ini di kampus, emang lu mau kena masalah Syah?" ucap Ami.
"Lepasin gue! Gue harus kasih pelajaran ke dia, supaya dia gak seenaknya aja ngomong tentang gue kayak tadi! Cepat lepasin, jangan halangin gue buat hajar tuh orang!" ujar Syahra berpura-pura.
"Yakin lu mau dilepasin?" tanya Ami.
"Ish, ini pura-pura doang Ami!" ujar Syahra.
"Ohh, iya iya gue paham!" ucap Ami.
Sementara Latifah hanya tersenyum tipis melihat kelakuan tiga gadis itu, ia semakin eneg dengan tingkah mereka disana.
"Emang tukang drama tuh orang!" cibir Latifah.
"Fah, kamu gak boleh gitu! Biar gimanapun kak Syahra itu senior kita, jadi kita harus sopan sama dia!" ucap Revi mengingatkan.
"Haish, iya iya..."
__ADS_1
...β’β’β’...
Disisi lain, Laras yang mencoba kabur menjauh dari Zian terus-menerus gagal untuk melakukan itu karena Zian yang tak kenal lelah mendekati dirinya. Bahkan pria itu rela mengejar Laras kemanapun gadis itu pergi, sehingga Laras memang tak bisa menjauh atau menghindar dari Zian untuk saat ini dan harus pasrah dengan keadaannya.
Ya Zian memang tak mau membiarkan Laras pergi begitu saja darinya, ia tidak perduli mau seberapa keras pun usaha Laras untuk menghindar darinya dan memintanya pergi. Hal itu sengaja ia lakukan semata-mata karena ia memang menyukai Laras dan ingin Laras menjadi miliknya, ya walau gadis itu sudah terang-terangan mengatakan jika ia tak cinta dengan Zian dan tidak mau menjadi kekasihnya.
"Ras, udah lah kamu tuh mau pergi kemana lagi sih ha?! Mending kamu diem aja disini, kita ngobrol berdua sambil curhat-curhatan gitu! Kan asyik tuh, jadi aku bisa semakin dekat dan tahu tentang kepribadian kamu sayang!" bujuk Zian.
"Haish, kak Zian itu maunya apa sih? Kenapa kak Zian selalu ngikutin aku begini?" tanya Laras kesal.
"Loh kamu kok nanya gitu lagi sih? Emang kamu masih belum tahu, atau lupa? Aku ini kan menanti jawaban dari kamu, sayangku!" ucap Zian.
"Yaudah, aku jawab sekarang. Aku gak mau jadi pacar kak Zian, udah kan?! Tolong dong kak, jangan ikutin aku terus kayak gini! Lagian kak Zian emang gak punya aktivitas lain apa, selain ngikutin aku kesana-kemari? Aku ngerasa risih kak kalau kayak gini, aku pengen bebas!" ucap Laras.
"Kamu tolak aku? Oh tidak bisa, aku cuma menerima jawaban ya dan gak ada selain itu! Kamu baru bisa bebas, setelah kamu menyatakan cinta ke aku dan bersedia menjadi kekasih aku sayang!" ucap Zian.
"Kak Zian ini apaan sih? Cinta itu gak bisa dipaksain kak dan harusnya kak Zian tau soal itu!" ujar Laras.
"Ya aku tau kok," ucap Zian tersenyum.
"Terus kenapa kak Zian masih maksa-maksa aku buat terima kak Zian jadi pacar?" tanya Laras.
"Ya karena aku pengennya begitu," jawab Zian.
Laras pun membuang muka sembari mengusap wajahnya kasar, ia tak mengerti lagi dengan sikap Zian yang seperti itu. Padahal sudah berulang kali ia mengatakan hal itu pada Zian, namun pria itu tetap saja kekeuh ingin mendekati Laras dan hanya mau berhenti kalau Laras bersedia menjadi pacarnya.
"Jadi gimana sayang? Kamu udah ngerti kan sekarang sama kemauan aku?" tanya Zian.
"Iya kak, tapi maaf aku masih tetap sama keputusan awal aku buat gak bisa terima kak Zian jadi pacar aku! Sekarang terserah kak Zian deh, aku udah capek ngomong sama kamu!" ucap Laras jengkel.
Gadis itu pergi dengan perasaan kesal meninggalkan Zian disana, tak ada sedikitpun rasa iba atau apalah itu dari Zian pada Laras. Justru pria itu kembali mengejar Laras dan berusaha mendekatinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1