Angkasa

Angkasa
Aku suami kamu


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 203


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


"Hey, ditanya kok malah senyum-senyum aja sih! Aku serius tau, apa yang bikin kamu sama Syahra jadi bisa akur gitu dan malah ke kantin bareng?" ucap Muzaki sembari mencolek hidung gadisnya.


"Ahaha, iya maaf kak! Jadi, aku juga gak tahu sih kak alasannya apa. Tapi, tadi tuh pas aku sama Latifah lagi jalan berdua mau ke kantin, tiba-tiba aja kak Syahra cegat kita dan katanya dia mau ikut sama kita ke kantin. Yaudah deh aku kasih izin aja, toh dia gak bikin masalah!" jelas Revi.


"Oh begitu, aneh juga ya! Kamu harus tetap waspada ya cantik, jangan lengah! Bisa aja ini cuma permainan dia!" ucap Muzaki.


"Iya kak, tenang aja aku pasti waspada kok! Eh ya, aku harus samperin kak Syahra sekarang, kalau enggak nanti dia salah beli!" ucap Revi.


"Oh yaudah, biar aku aja yang bilangin ke Syahra. Kamu tunggu di kursi gih sana!" ucap Muzaki.


"Bener kak?" tanya Revi.


"Ya masa bohong?" Muzaki tersenyum renyah.


"Iya deh, aku tunggu disana ya sama Latifah?" ucap Revi menunjuk ke kursi tempatnya menunggu nanti.


"Oke!" Muzaki tersenyum lalu berjalan menghampiri Syahra yang sedang memesan makanan disana, ia sengaja meminta Revi menunggu di kursi karena ada yang ingin ia bicarakan dengan Syahra nanti.


Sementara Revi juga berbalik dan kembali ke kursi menemui Latifah, ia duduk dengan tenang masih sambil menatap ke arah Muzaki berada, entah mengapa ia merasa bingung ketika Muzaki berkata ingin menemui Syahra, ya gadis itu khawatir Muzaki akan berbicara yang tidak-tidak.


"Rev, udah bilangin ke kak Syahra nya kalo dimsum lu gak pedes?" tanya Latifah.


"Belum, tapi kak Zaki tadi yang katanya mau temuin kak Syahra sekalian bicara. Aku juga gak tahu sih apa yang mau dibicarain kak Zaki sama kak Syahra, aku takutnya kak Zaki permasalahin kak Syahra yang deketin kita!" jawab Revi.


"Ya biarin aja lah, Rev! Supaya tuh kak Syahra gak seenaknya lagi sama lu, siapa tahu kalo udah dikasih tahu sama kak Zaki dia bisa berubah kan?" ujar Latifah.


"Iya sih, cuma kan aku takut aja kalau terjadi keributan dan kak Syahra malah ngiranya aku yang suruh kak Zaki buat begitu ke dia! Ya semoga aja deh kak Zaki gak bicara macam-macam!" ucap Revi cemas.


"Iya udah tenang aja! Kalaupun kak Syahra marah sama lu, gue akan selalu ada buat lindungin lu dan gue yakin kak Zaki juga begitu!" ucap Latifah.


"Oke deh! Eh ya, tadi aku lihat kamu otak-atik tas punya kak Syahra itu ngapain sih?" tanya Revi.


Deg!


Latifah terkejut mendengar pertanyaan Revi barusan, ia tak mengira jika sohibnya itu tahu kalau tadi ia membuka tas Syahra karena ingin mengerjai wanita itu sebagai balasan atas perlakuannya.


"Eee gu-gue gak ngapa-ngapain kok, tadi tuh gue lihat tasnya kak Syahra kebuka. Makanya gue betulin deh daripada nanti ada yang hilang atau apa terus gue disalahin, ya kan?" jawab Latifah terpaksa berbohong pada Revi.


"Oh gitu, wah ternyata kamu udah mulai baik nih ya sama kak Syahra! Bagus deh Fah, jangan pernah kamu galak galak gitu sama dia ya!" ucap Revi.


"Ya tergantung sih Rev, kalau misal dia balik nyebelin ya gue juga gak bisa diem aja dong! Kan sebagai seorang sahabat sejati, gue harus bela lu Revi biar gak ditindas terus!" ucap Latifah.


"Ahaha, iya deh iya aku makasih banyak ya sama kamu karena kamu udah baik banget!" ujar Revi.


"Sama-sama Rev," Latifah tersenyum lebar.


β€’


β€’


"Syahra!" Muzaki mendekati wanita itu, memanggilnya dan tersenyum menatap ke arah Syahra yang tengah memesan dimsum untuk Revi.

__ADS_1


"Eh Zaki, kenapa?" Syahra langsung memutar tubuhnya menghadap Muzaki.


"Gapapa, cuma mau sampein pesan dari Revi kalau dimsum buat dia gak pedas. Belum jadi kan pesanannya?" ucap Muzaki.


"Oh eee iya ini baru gue mau bilang sih ke abangnya, untuk belum dibuat. Yaudah gue pesan dulu ya dimsumnya yang gak pedes buat Revi!" ucap Syahra tersenyum tipis.


"Ya silahkan! Abis itu gue mau bicara sebentar deh sama lu disana, bisa kan?" ucap Muzaki.


"Ah bisa kok, sebentar ya!" ucap Syahra.


Muzaki mengangguk lalu duduk di kursi yang tersedia dekat warung dimsum itu, ia menunggu Syahra disana karena ada yang ingin dibicarakan olehnya pada wanita itu.


Tak lama Syahra kembali menemui Muzaki sesudah memesan dimsum untuk Revi dan juga pesanan Latifah tadi, ia menarik kursi duduk di dekat Muzaki menatap heran ke arah wajah pria itu karena tak biasanya Muzaki ingin bicara padanya.


"Eee ada apa ya, Zaki? Lu mau bicara apa sama gue?" tanya Syahra penasaran.


"Apa yang lagi lu rencanakan sekarang? Kenapa lu deketin Revi secara tiba-tiba kayak gini? Karena yang gue tau, lu itu gak suka sama Revi dan selalu cari gara-gara sama dia!" ujar Muzaki kesal.


"Oh jadi itu yang lu permasalahin, ya ampun gue heran deh sama lu Zaki! Emangnya salah kalo gue deketin Revi? Gue cuma mau temenan sama dia kok, gak ada niat lain! Lu kalo curiga yang beralasan sedikit dong, Zaki!" ujar Syahra.


"Loh justru menurut gue tuduhan gue itu jelas loh, kan semua orang di kampus juga tau kalo lu gak suka sama Revi!" ucap Muzaki.


"Ya itu kan masa lalu, udah lama juga terjadinya. Sekarang gue gak kayak gitu lagi, emang setiap orang gak bisa berubah ya? Udah deh, gue males bahas ini!" ucap Syahra kesal.


Gadis itu beranjak dari kursi dan hendak pergi, namun Muzaki mencekal lengannya cukup kuat.


"Tunggu!"


Akhirnya Syahra mengurungkan niatnya, kembali menoleh ke arah Muzaki dengan tatapan sinis tanda tak suka.


"Apa lagi sih?!" geram Syahra.


"Gue cuma mau ingetin sama lu, jangan pernah punya rencana buat sakitin Revi! Atau lu bakal berurusan sama gue, camkan itu Syahra!" ucap Muzaki mengancam Syahra dengan tegas.


Gadis itu hanya terdiam mengabaikan ucapan Muzaki, ia membuang muka dan berlalu pergi.


Sementara Muzaki tetap disana, mengusap wajahnya kasar sambil garuk-garuk kepala coba berpikir apa yang sedang direncakan Syahra untuk kekasihnya, yakni Revi. Karena Muzaki tak yakin jika Syahra hanya ingin berteman dengan Revi.


Syahra mengambil pesanan untuk dirinya dari kedai kantin tersebut, sedangkan pesanan Revi serta Latifah diantar oleh pelayan disana.


"Rev, aku ke kelas dulu ya?" ucap Muzaki.


"Eh iya kak, nanti aku sama Latifah juga mau ke toko baju. Jadi, kak Zaki kalau mau pulang ya pulang aja ya!" ucap Revi.


"Oke! Hati-hati terus ya Rev, jangan lengah!" ucap Muzaki tersenyum.


"Iya kak," Revi mengangguk paham.


Setelahnya, Muzaki berbalik dan pergi ke kelasnya meninggalkan Revi bersama Latifah disana. Sesungguhnya ia masih belum tenang membiarkan Revi dekat dengan Syahra, namun apa boleh buat ia harus mengikuti kelas hari ini dan lagipun ada Latifah yang juga bisa menjaga Revi.


β€’


β€’


Sementara itu, Zian menghentikan motornya di sebuah tempat sepi dekat pohon palem dan meminta Laras yang sedang dibonceng nya itu untuk turun sejenak.


"Turun kamu!" ucap Zian dingin.


Laras tak menjawab apapun, ia hanya menuruti kemauan Zian dan turun dari motor pria itu tanpa melepas helmnya, namun Zian dengan segera ikut turun dan melepas helm dari kepala Laras.


Gadis itu amat bingung, ia tak mengerti apa yang hendak dilakukan Zian dengan membawanya ke tempat sepi seperti ini. Sedangkan Zian tampak diam menatap Laras dengan serius seperti orang yang sedang dilanda amarah.


"Kak, maaf nih! Tapi, ada apa ya kak Zian ajak aku kesini? Kak Zian mau ngapain?" tanya Laras cemas nampak ketakutan.


"Kamu gak perlu takut gitu!" ucap Zian sembari menaruh telapak tangannya di wajah gadis itu. "Aku ini cuma mau tanya sesuatu sama kamu, tolong kamu jawab jujur ya!" sambungnya.


"Eee iya, tapi kak Zian mau tanya soal apa?" Laras semakin penasaran.


"Kemarin aku lihat kamu boncengan lagi sama Radian pas pulang dari kampus, itu sebenarnya kamu punya rasa atau apa sih sama Radian? Kok bisanya gitu kamu minta dia buat anterin kamu pulang? Padahal ada aku, kamu bisa hubungi aku dan aku dengan senang hati mau anterin kamu sampai ke depan rumah!" ujar Zian tegas.


"Oh jadi ceritanya kak Zian cemburu? Buat apa sih kak Zian kayak gitu segala? Aku minta antar kak Radian pulang, itu sebagai penumpang dan tukang ojek. Kak Zian gak bisa cemburu gitu sama kak Radian, toh kak Radian juga udah punya istri! Mana mungkin aku mau jadi pelakor, kak?" ujar Laras.

__ADS_1


"Ya justru itu sayang! Kamu kan tahu sendiri Radian udah punya istri dan sebentar lagi mau jadi ayah, harusnya kamu jangan dekat-dekat dong sama dia sayangku! Kamu kan punya aku, telpon aja aku kalau mau pulang ya!" ucap Zian yang kini lebih serius dan memegang dua lengan gadisnya.


"I-i-iya kak, aku gak minta kak Radian buat antar aku pulang lagi deh. Selain itu, aku juga gak mau kak Zian maksa aku buat bareng kamu!" ujar Laras.


"Lah kok gitu? Kenapa sayang?" tanya Zian.


"Kan aku udah pernah bilang sama kak Zian, aku ini gak suka sama kak Zian! Mau sampai kapan sih kak Zian deketin aku terus begini? Emang kak Zian gak bosan apa?" jawab Laras kesal.


"Gak ada kata bosan buat aku sayang! Aku kan udah bilang, sampai kapanpun itu aku bakal terus deketin kamu karena aku pengen tunjukin ke kamu betapa cintanya aku sama kamu! Dengar ya sayang, aku ini serius cinta dan sayang sama kamu!" ucap Zian kini menangkup wajah Laras.


Laras terdiam dan menelan saliva dengan susah payah, tak henti-hentinya menatap wajah Zian.


"Yaudah ya, itu aja kok yang mau aku bicarain sama kamu disini! Aku harap kamu ngerti, kalau aku gak suka lihat kamu dekat dengan laki-laki lain apalagi itu sohib aku sendiri! Dan aku yakin, Oni juga bakal kayak gitu kok!" ucap Zian.


Laras mengangguk pelan, Zian menurunkan tangannya dari wajah Laras dan mengecup kening gadis itu lembut.


Cupp!


"Kita mampir ke cafe dekat sini yuk! Aku masih mau deketan sama kamu, soalnya kamu tuh gemesin banget sayang!" ucap Zian mencubit kedua pipi Laras gemas.


"Gak ah kak, aku mau pulang aja! Takutnya nanti mama nyariin aku, gapapa kan?" ucap Laras.


"Oh gitu, yah yaudah deh gapapa. Yang penting aku bisa anterin kamu sekarang, jadi rasa sedih aku berkurang lah walau sedikit!" ucap Zian tersenyum.


"Maaf ya kak!" ucap Laras menunduk.


"Gapapa, udah yuk!" ucap Zian menggandeng tangan Laras membawanya ke dekat motor.


β€’


β€’


Ceklek...


Disisi lain, Oni yang baru hendak keluar kamar dikejutkan karena pintu kamarnya tiba-tiba terbuka dari luar dan ternyata Radian alias suaminya itu yang muncul.


Radian tersenyum menatap Oni sudah tampak cantik dan rapih, walau ia heran mengapa Oni berdandan seperti itu karena sebelumnya Oni tak mengatakan apapun padanya.


"Loh sayang, kamu mau kemana? Kok udah cantik aja begini sih?" tanya Radian heran.


"Eee iya nih mas, aku ada janji sama teman aku. Dia ajakin aku ketemuan di cafe, boleh kan mas?" jawab Oni.


"Ketemuan sama teman?" Radian menatap curiga.


"I-i-iya mas, beneran kok cuma teman! Dia juga cewek bukan cowok, kamu gausah curiga gitu! Lagian gak mungkin lah aku ketemuan sama cowok, kan aku udah punya kamu mas!" ucap Oni sambil tersenyum manis.


"Aku kan juga gak bilang kamu mau ketemu sama cowok, gausah takut gitu kali sayang!" ujar Radian.


"Ya abisnya kamu tatap aku kayak gitu, kan aku mikirnya kamu curiga mas!" ucap Oni.


"Hahaha, enggak kok. Aku percaya sama kamu!" ucap Radian tertawa sembari mengusap rambut Oni dengan perlahan.


"Mas, jadi gimana? Kamu izinin aku kan buat ketemu teman aku?" tanya Oni.


"Tergantung, teman kamu yang mana dulu nih? Kalau di kampus, pasti aku kenal! Jadi, kamu kasih tau ke aku!" ucap Radian.


"Ish, tadi katanya percaya, tapi kok malah tanya begitu segala!" cibir Oni dengan suara pelan.


Namun, rupanya Radian masih bisa mendengar ucapan Oni itu.


"Ya aku cuma mau mastiin aja, gak ada salahnya kan? Lagian kamu tinggal kasih tau siapa teman kamu itu dan ada urusan apa dia ajak kamu ketemu, ingat loh aku suami kamu!" ucap Radian.


"Iya mas iya, dia Mira teman dekat aku di kampus. Kamu kenal kan? Katanya dia kangen aja kumpul sama aku!" jawab Oni.


"Oh Mira, ya kalau itu mah kenal."


"Nah, berarti boleh kan?"


"Enggak! Kamu gak boleh kemana-mana!"


Oni menatap kaget ke wajah Radian, jawaban suaminya itu sangat-sangat di luar dugaannya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2