Angkasa

Angkasa
Tiba-tiba baik


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 202


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Revi dan Latifah pergi bersama seusai menyelesaikan kuliah mereka hari ini, rencananya mereka akan ke kantin untuk makan siang lebih dulu sebelum nantinya lanjut pergi menuju toko baju karena Latifah ingin membeli pakaian baru.


Namun, saat di jalan mereka malah bertemu dengan Syahra. Tentunya pertemuan ini adalah sebuah musibah bagi kedua gadis itu, karena Syahra memang sangat menyebalkan dan selalu memancing emosi Revi ataupun Latifah.


"Wah wah wah, dua gadis cantik ini pada mau kemana? Kayaknya asyik banget deh, ikutan dong!" ucap Syahra dengan nada mengejek.


"Hadeh, kak Syahra ini sebenarnya mau apa sih? Gak bosen apa gangguin kita terus?" ujar Latifah.


"Siapa juga yang mau gangguin kalian? Gue ini cuma nanya sama kalian, mau pada kemana sih berdua-duaan kayak gitu? Gue ikut dong sama kalian, boleh ya?" ucap Syahra tersenyum.


"Hah? Ini gue gak salah denger kan? Masa seorang Syahra mohon-mohon gitu ke kita buat ikut? Hahaha, udah gak punya teman lagi ya? Kasihan deh, makanya jangan ngeselin!" ujar Latifah.


"Fah, kamu gak boleh gitu!" tegur Revi.


"Cih dasar belagu! Dengar ya bocah songong, gue bukannya udah gak punya teman atau gak ada yang mau dekat sama gue, tapi gue ini mau coba cari suasana baru aja! Seperti apa sih rasanya kalo jalan bareng sama bocah-bocah cupu kayak kalian ini? Nah makanya gue pengen gitu ikut sama kalian, gimana boleh gak?" ucap Syahra.


"Jangan harap ya kak! Gue gak akan biarin lu sakiti Revi lagi, sekarang dia udah bahagia sama kehidupan barunya, jadi kak Syahra jangan pernah berpikir buat ganggu dia lagi! Atau kak Syahra bakal tau akibatnya!" ucap Latifah kesal.


"Hahaha lu ini kenapa sih, sensian banget kayaknya sama gue?! Lagian emang lu siapa? Lu gak bisa ancam gue kayak gitu!" ujar Syahra.


"Kenapa gak bisa? Gue gak takut ya biarpun kak Syahra senior disini! Kalau kak Syahra berani macam-macam sama Revi, jangan salahin gue kalo gue bakal balas itu!" ujar Latifah.


"Fah, udah lah jangan kebawa emosi gitu! Sabar aja!" ucap Revi menenangkan sohibnya.


"Gak bisa Rev! Yang kayak gini tuh harus dikerasin, dia gak boleh menindas kita mentang-mentang kita junior disini!" ujar Latifah.


"Iya aku tahu, tapi kan kak Syahra gak mau cari gara-gara lagi sama kita! Dia cuma pengen ikut kita ke kantin, ya biarin aja lah!" ucap Revi.


"Hah? Biarin? Lu serius Rev, mau kasih izin dia buat ikut sama kita ke kantin? Emang lu gak denger tadi kalo dia punya rencana buat jelekin kita? Lu gak capek gitu ditindas mulu sama nih cewek? Ayolah Rev, tegas dikit!" ujar Latifah.


"Gausah dengerin temen lu, Rev! Gue gak mungkin kayak gitu kok, buat apa juga kan gue tindas kalian lagi? Orang gue cuma mau makan bareng kalian berdua kok!" ucap Syahra.


"Heh, jangan akting deh lu!" bentak Latifah.


"Fah, sabar ah jangan emosi gitu! Udah kak, kalau kak Syahra mau ikut sama kita silahkan aja kita gak larang kok! Yuk Fah kita duluan!" ucap Revi.


Revi langsung menarik tubuh sahabatnya, membawa gadis itu menuju kantin agar tak terjadi keributan diantara Latifah dengan Syahra karena memang gadis itu terbawa emosi.


Sementara Syahra hanya tersenyum licik, lalu ikut menyusul Revi dan Latifah ke kantin.


"Gue harus bisa deketin Revi, karena cuma itu satu-satunya cara gue bisa balik lagi ke tim dance angkasa! Ya biarpun gue malas banget dekat sama cewek itu, tapi gak ada cara lain karena gue harus kembali ke tim dance!" batin Syahra.


β€’


β€’


Muzaki datang ke kampus, ia memarkir motornya lalu turun dan memasuki area kampus dengan sedikit tergesa-gesa. Muzaki memang ingin menemui Revi disana, setelah ia tahu bahwa Revi berangkat ke kampus namun tidak bilang apapun padanya atau minta diantar olehnya.


Saat pria itu sedang berjalan sambil menoleh kesana-kemari mencari Revi, tiba-tiba saja Laras muncul dan menghadangnya dari depan sehingga Muzaki terpaksa meladeni sejenak gadis itu, walau sejujurnya ia sudah tak ingin dekat dengan Laras khawatir jika Revi cemburu padanya nanti.

__ADS_1


"Kak Zaki, tunggu dong!" ucap Laras tersenyum.


"Iya Laras, ada apa?" tanya Muzaki dingin.


"Kak Zaki kok datang sendirian sih? Revi mana?" Laras sengaja bertanya seperti itu bermaksud memancing Muzaki.


"Eee Revi tadi berangkat duluan, dia ada kelas pagi! Emang kamu gak ketemu sama Revi disini?" ucap Muzaki menjelaskan.


"Enggak tuh, mungkin aja Revi sibuk banget kali ya? Eh tapi, kenapa kak Zaki tadi gak anterin Revi? Soalnya yang aku tahu, tadi Revi tuh ke kampus bareng kak Radian loh!" ucap Laras.


"Oh ya? Revi diantar Radian ke kampus? Kamu tahu darimana?" tanya Muzaki kaget.


"Iya, tadi kebetulan aku gak sengaja ketemu sama Revi begitu dia sampai di kampus, dan aku lihat dia turun dari motornya kak Radian! Mereka kelihatan dekat banget deh, sampe aku juga bingung padahal kan Revi pacarnya kamu!" ucap Laras.


Muzaki menyadari bahwa Laras sangat ingin membuatnya salah paham pada Revi, itu sebabnya ia tak terlalu ambil pusing perkataan Laras tadi.


"Yaudah ya Ras, aku mau ke dalam dulu cari Revi! Kamu masih ada yang mau diomongin gak sama aku? Kalau gak ada, aku permisi dulu ya?" ucap Muzaki.


"Oh iya, silahkan aja kak!" ucap Laras.


Gadis itu menyingkir memberi jalan bagi Muzaki untuk melewatinya.


"Thanks ya!" ucap Muzaki singkat.


Tanpa berlama-lama lagi, Muzaki pun langsung pergi melewati Laras dan masuk ke dalam kampus untuk mencari dimana Revi sang kekasihnya.


"Huft, kok kak Zaki reaksinya biasa aja sih? Gak ada kesan marah atau kesal gitu, padahal gue berharap dia bakal marah!" batin Laras.


Laras memilih pergi dari kampus, mengambil ponsel dan memesan ojek online. Namun, tanpa diduga ponselnya diambil dari belakang oleh seseorang yang membuat Laras terkejut dan reflek berteriak panik.


"Eh eh pencuri, balikin hp gue!" teriak Laras histeris sembari memukul-mukul lengan pria itu.


"Aduh duh duh... jangan pukul dong Ras, ini aku Zian pacar kamu!" pria itu bersuara membuat Laras tercengang saat mengetahui bahwa dia adalah Zian si pria yang selalu mendekatinya.


"Kak Zian?" Laras menganga tipis.


"Iya sayang, ini aku. Kamu jahat banget sih main pukul gitu aja gak lihat-lihat dulu! Gimana kalau aku terluka hayo?" rengek Zian manja.


"Yeh enak aja, gak gitu lah sayang! Aku cuma gak pengen kamu pesan ojek online!" ucap Zian.


"Loh kenapa? Kan aku mau pulang!" tanya Laras.


"Kamu pulangnya sama aku, udah yuk!" ucap Zian tersenyum lalu merangkul pundak Laras.


Akhirnya Zian mengajak Laras pergi dari sana menuju tempat parkir, gadis itu terpaksa menurut karena tak memiliki pilihan lain.


β€’


β€’


Revi dan Latifah kini telah tiba di kantin, mereka duduk di tempat yang kosong bersama Syahra yang ikut juga disana, namun tentunya wanita itu agak berjauhan dengan kedua juniornya.


Syahra terus berupaya mendekati Revi, agar ia bisa mendapat tempat kembali di tim dance. Karena saat ini memang Revi lah yang memimpin tim dance angkasa, setelah Oni memilih mundur.


"Eee Rev, lu mau pesan apa nih? Biar sekalian gue pesenin disana, lu juga Fah bilang aja gausah malu-malu!" ucap Syahra bertanya pada dua gadis itu.


Mereka kompak saling bertatapan, ya Revi dan Latifah bingung apa yang membuat Syahra tiba-tiba berubah baik seperti itu, namun tentunya Latifah yakin ada sesuatu yang tidak beres dan sedang direncanakan oleh Syahra pada mereka.


"Gak perlu kak, nanti kita pesan sendiri aja!" ucap Revi menolak sambil tersenyum.


"Eh gapapa, udah Rev biarin si Syahra ini yang pesenin makanan kita! Kak, gue mau kentang goreng ya sama es jeruk!" ucap Latifah.


"Oh oke! Kalo lu apa Rev?" ucap Syahra.


"Umm, aku mau dimsum kak. Sama es cappucino deh!" jawab Revi.


"Siap! Tunggu sebentar ya!" ucap Syahra.


"Iya kak," ucap Revi dan Latifah bersamaan.

__ADS_1


Syahra pun berdiri dari tempat duduknya, ia pergi memesan makanan serta minuman dan meninggalkan tas miliknya di atas meja bersama Revi serta Latifah yang juga tetap disana.


"Eh Rev, lu heran gak sih sama sikap kak Syahra? Kenapa dia tiba-tiba jadi baik gitu ya?" bisik Latifah.


"Entahlah, aku juga bingung. Mungkin aja emang kak Syahra udah berubah, kamu gak boleh mikir negatif gitu Fah!" ucap Revi.


"Ya ampun! Lu kok bisa sih berpikir positif terus kayak gitu? Kalo gue sih gak yakin, karena orang kayak kak Syahra tuh gak mungkin berubah secepat ini! Pasti dia punya rencana yang kita gak tahu, mending lu hati-hati aja deh Rev!" ucap Latifah mengingatkan sohibnya.


"Iya Fah, pasti aku hati-hati kok! Tapi, tetap aja aku selalu berusaha positif sama orang siapapun itu! Karena kita gak boleh berpikiran negatif, nanti jadinya malah suudzon!" ucap Revi.


"Terserah lu aja deh! Yang penting gue bakal selalu ada buat lu, dan gue juga akan bantu lu buat selidiki si Syahra itu!" ucap Latifah.


"Mau selidiki kayak gimana coba?" tanya Revi.


"Ya gimana kek, pokoknya gue mau cari tahu apa alasan dia tiba-tiba baik sama lu!" jawab Latifah.


"Yaudah iya, tapi awas loh jangan sampai kak Syahra nanti malah marah gara-gara ngira kamu itu gak percaya sama dia!" ucap Revi.


"Iya santai, dia gak bakal tahu kok!" ucap Latifah.


Revi mengangguk sambil tersenyum renyah, lalu menoleh mencari keberadaan Syahra yang tengah memesan makan dan minum di kedai kantin, entah mengapa ia berdiri hendak menyusul wanita itu.


"Eh Rev, lu mau kemana?" tanya Latifah bingung sembari mendongak menatap sohibnya.


"Ini aku mau susul kak Syahra, bilang kalau dimsum buatku gak pedas!" jawab Revi.


"Ohh yaudah, gue disini aja ya?" ucap Latifah.


"Iya Fah," Revi tersenyum lalu bergegas menyusul Syahra di depan sana untuk mengatakan pesanannya.


Sementara Latifah tetap disana menunggu tas milik Revi dan juga Syahra, namun terlintas ide usil di kepalanya begitu melihat handphone Syahra yang ada di meja itu.


"Nah gue punya ide nih! Hahaha rasain lu Syahra!" gumam Latifah dalam hati.


β€’


β€’


"Revi!" Muzaki memanggil kekasihnya yang sedang berjalan menghampiri Syahra di kantin, ia tersenyum menatap gadisnya dan berhenti.


Revi menoleh kemudian tersenyum saat menyadari adanya Muzaki disana, akhirnya ia mengurungkan niatnya dan memilih berbicara bersama Muzaki sejenak agar tak membuat pria itu kecewa.


"Kak Zaki? Kamu kesini juga?" tanya Revi.


"Iya dong, tadi aku ke rumah kamu tapi kata satpam kamu tuh kamu lagi ke kampus. Makanya aku susulin kamu kesini, sayang kenapa sih kamu gak kabarin aku kalau ada kelas pagi? Terus kenapa juga kamu gak minta antar aku seperti biasa?" ucap Muzaki.


"Maaf kak! Bukannya aku gak mau kasih kabar ke kak Zaki, tapi tadi aku pengen berangkat sendiri gitu dan gak mau repotin kak Zaki terus! Lagian kan hari ini aku tahu kalau kak Zaki gak ada jadwal kuliah pagi, makanya aku takut ganggu kak Zaki kalau aku minta jemput sama kak Zaki!" ucap Revi menjelaskan pada kekasihnya itu.


"Oh gitu, ya ampun sayang kamu gak perlu lah mikir sampe kesana! Mana mungkin aku ngerasa direpotin sama kamu sayang? Aku ini kan pacar kamu, justru aku ngerasa cemas kalau kamu pergi gak bilang-bilang aku dulu!" ucap Muzaki.


"Iya kak iya, aku minta maaf ya udah bikin kak Zaki cemas!" ucap Revi.


"Gapapa, kali ini aku maafin kamu! Asalkan kamu juga mau janji sama aku, kalau kamu bakal terus kabarin aku setiap kali mau ke kampus atau kemanapun itu!" ucap Muzaki.


"Oke kak! Insyaallah aku akan kabarin kak Zaki tiap kali aku mau pergi, tapi beneran nih gak ganggu kak Zaki?" ucap Revi bertanya memastikan.


"Ya bener dong! Eh ya, kamu kesini lagi mau makan? Sama siapa aja sayang?" ucap Muzaki.


"Eee iya nih kak, rencananya aku sama Latifah mau makan siang dulu sebelum nanti ke toko baju. Ada kak Syahra juga disini, dan ini aku mau susul dia bilang kalo dimsum buatku gak pedas! Aku kesana dulu ya, kak?" ucap Revi.


"Eh eh eh, tunggu tunggu sebentar! Apa tadi kamu bilang? Syahra? Ngapain dia ada disini juga?" tanya Muzaki terheran-heran.


"Iya kak, kak Syahra emang ikut sama aku dan Latifah! Emangnya kenapa sih, kak?" jawab Revi.


"Ya gapapa sih, aku cuma heran aja. Bukannya selama ini kalian gak akur ya? Kok bisa sekarang kalian ke kantin bareng?" ucap Muzaki.


Revi hanya senyum-senyum menatap wajah Muzaki, membuat pria itu kesemsem.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2