
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 62
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Sesampainya di pasar malam, Revi dan Latifah langsung dibuat terpukau oleh keindahan tempat tersebut dan ramainya orang-orang yang juga datang kesana untuk bersenang-senang. Terlebih wahana bermain disana juga sangat menyenangkan dan membuat mereka tak sabar ingin segera masuk ke dalam sana dan bermain sepuasnya disana.
Dua gadis itu sampai tak bisa berhenti menganga dan menikmati keindahan itu, mereka sampai tak sadar kalau tangan-tangan mereka saling menyatu alias menggandeng satu sama lain. Saat ini mereka memang masih berada di depan pasar malam tersebut, namun semua keindahan serta keramaian itu sudah berhasil membuat mereka terkesan.
"Rev, yuk kita langsung masuk aja ke dalam! Gue gak sabar banget mau ke dalam!" ujar Latifah.
"Hadeh, gak sabaran banget sih kamu! Yaudah yuk kita sama-sama masuk kesana, aku juga sih udah pengen main disana!" ucap Revi.
"Hahaha, dasar lu!" ujar Latifah tertawa kecil.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam pasar malam tersebut, tentunya setelah Revi mengatakan pada pak Darwin selaku supirnya itu untuk bisa pergi lebih dulu dari sana. Revi dan Latifah pun sama-sama sudah tak sabar untuk segera bermain mencicipi bermacam-macam permainan yang ada disana dan tentunya ingin mendapat hadiahnya.
"Rev, kita main susun lempengan itu dulu yuk! Gue masih penasaran banget pengen nyoba, soalnya sering masuk ke fyp toktok gue dan kayaknya tuh seru banget tau!" ujar Latifah.
__ADS_1
"Hah? Tapi itu rame banget loh Fah, kita bisa ngabisin waktu cuma buat ngantri main itu doang! Mending yang lain aja, gimana?" ucap Revi.
"Iya juga sih, tapi gue pengen banget main gituan Rev! Kalau misal kita main yang lain dulu, terus tempat itu makin rame gimana? Mending kita ngantri dari sekarang ya kan?" ucap Latifah.
"Umm, yaudah deh. Yuk kita antri sekarang!" ucap Revi setuju dengan perkataan Latifah.
Latifah tersenyum senang karena Revi setuju dengannya, ya mereka pun kini bergerak maju ke depan mendekati barisan antrian untuk membeli tiket permainan itu. Keduanya berdiri tepat di belakang orang terakhir sembari mengintip ke depan melihat cara orang-orang memainkan itu, ya tentu agar Revi dan Latifah bisa menconteknya.
Tiba-tiba saja, seorang lelaki menghampiri Revi dan juga Latifah disana sambil senyum-senyum menatap wajah dua gadis itu secara bergantian. Ya lelaki itu ialah Muzaki yang juga datang kesana bersama seorang wanita cantik di sebelahnya, wanita itu ialah Laras alias teman satu tim Revi di dalam dance angkasa dan juga satu angkatan dengannya.
"Hai Rev, hai Fah!" ucap Muzaki menyapa kedua gadis tersebut sambil tersenyum.
"Hai juga kak Zaki!" ucap Latifah menyapa balik.
"Revi, kamu main kesini juga?" ucap Laras.
"Eee iya nih, aku kesini diajak sama Latifah. Kamu sama kak Zaki kesini mau apa?" ucap Revi.
"Benar Rev, ini kan pasar malam yang jarang ada di tempat ini. Jadi kita berdua gak mau melewati kesempatan untuk main disini, apalagi banyak wahana yang bagus juga!" ucap Muzaki.
"Kalian daripada nungguin disini lama, mending ikut kita yuk main kora-kora disana!" ucap Laras.
"Kora-kora?" tanya Revi penasaran.
"Iya Rev, antriannya emang rame sih. Tapi, disana kan sekali masuk bisa dapet banyak orang jadi gak terlalu lama ngantrinya!" jelas Laras.
"Wah boleh tuh Rev, yuk kita naik kora-kora dulu!" ucap Latifah tersenyum senang.
"Umm, ya terserah kamu aja! Tadi kan aku udah ajakin kamu buat main yang lain, tapi kata kamu mending kita disini aja takut antriannya lebih panjang!" ucap Revi.
"Hehehe..." Latifah hanya nyengir.
Akhirnya Revi dan Latifah pun pergi bersama Muzaki serta Laras ke wahana kora-kora, mereka berempat akan menaiki wahan tersebut karena terlalu lama menunggu di tempat antrian mainan tadi. Ya walau Revi sebenarnya agak risih dan malas sekali untuk pergi bersama Muzaki, apalagi disana juga ada Laras yang tampak dekat dengan Muzaki.
__ADS_1
"Ada hubungan apa ya antara Laras sama kak Zaki? Apa mereka udah pacaran?" batin Revi.
β’
β’
Sesampainya di tempat pembelian tiket kora-kora, Revi mendadak ingin buang air dan tidak bisa menahannya lagi karena sudah diujung yang kalau ditahan bisa menyebabkan terjadinya kebocoran di celana bahkan dapat membuat seisi pasar malam kebauan dan tidak bisa menikmati wahana indah yang ada disana karena bau tersebut.
Revi pun minta izin kepada Latifah juga Muzaki dan Laras untuk pergi ke tandas sebentar, ia juga menitip satu buah tiket agar bisa sekalian kalau misal ketiga manusia tersebut sudah berhasil mendapat tiket. Ya karena ia sudah tidak tahan lagi dan akan terkena kanker kalau terus-terusan ditahan, ini edukasi ya teman-teman jangan suka tahan-tahan pipis.
"Guys, aku ke toilet sebentar ya? Udah gak kuat nih kebelet banget, nanti kalo misal dapet sekalian aja ya beliin tiketnya buat aku! Paling aku juga gak lama kok, cuma buang air kecil!" ucap Revi.
"Iya Rev, kamu tenang aja!" ucap Muzaki.
"Oke, makasih ya kak Zaki! Sekalian aku titip Latifah juga ya kak, tolong jagain dia!" ucap Revi.
"Siap siap!" ucap Muzaki tersenyum.
"Heh! Sembarangan aja lu kalo ngomong! Emangnya gue bocil epep apa yang kudu dititipin segala? Gue juga bisa jaga diri sendiri kali, dasar aneh lu Rev!" ujar Latifah tak terima dengan perkataan Revi.
"Hehehe, jangan marah-marah Ifah! Kan aku mah cuma nitip aja sama kak Zaki, kali aja gitu kamu keluyuran terus ilang!" ucap Revi.
"Huh dasar nyebelin lu Rev! Untung temen dan udah mau traktir gue kesini, coba kalo enggak? Beuh udah gue pites lu sama kayak kutu kutu di rambut gue, supaya lu jadi gepeng!" ujar Latifah.
"Hah? Lu kutuan?" Revi terkejut bukan main.
Perkataan Revi dan Latifah barusan membuat Muzaki serta Laras kompak menjauh dari Revi, mereka tidak mau tentunya tertular kutu dari rambut Latifah yang banyaknya bukan main. Apalagi kalau sudah terkena satu kutu, pasti akan tumbuh kutu kutu yang lainnya dan bisa menyebabkan rambut serta kulit kepala rusak karena digigitin kutu.
Sementara Latifah sendiri hanya nyengir sambil menutup mulutnya, ia merasa bodoh karena sudah mengatakan hal yang seharusnya tidak ia katakan sebelumnya. Sedangkan Revi tak perduli akan itu, karena ia sangat kebelet saat ini dan harus segera pergi ke tandas untuk buang air kecil.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1