
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 194
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Revi dan Muzaki yang masih asyik berjalan-jalan di kebun binatang, tak mengira bahwa mereka akan berjumpa dengan Radian serta Oni disana. Ya suatu kebetulan yang tentunya tidak diinginkan oleh Radian, mengingat hingga kini ia masih belum bisa melupakan sosok Revi dari hidupnya.
Mereka bertemu saat sedang melihat-lihat hewan di kebun binatang tersebut, tepatnya pada sebuah kandang harimau putih yang menggemaskan, tapi bukan shelen karena ini harimau nya sudah besar dan berada di kebun binatang.
"Loh Revi, Zaki? Kalian kesini juga?" ujar Radian terkejut dan membuka mulutnya tipis.
"Eh kak Radian? Kak Oni? Ya ampun, gak nyangka ya kita bakal ketemu lagi disini! Kak Oni apa kabar? Kandungannya sehat-sehat aja kan?" ucap Revi.
"Iya Rev, baik-baik aja kok!" jawab Oni tersenyum.
"Kalian berdua kesini lagi liburan, ya?" tanya Radian lagi pada sepasang kekasih itu.
"Eee iya benar, An! Kita mau menikmati Minggu pagi, kan jarang-jarang kita ada momen luang kayak gini!" ucap Muzaki menjawabnya.
"Wah kalo gitu sama dong, gue sama Oni juga pengen nikmatin waktu berdua! Gimana kalo kita barengan aja keliling disini? Biar seru gitu lihat binatang sambil ngobrol-ngobrol berempat, anggap aja double date!" ucap Radian memberi usul.
"Hahaha boleh tuh, gue setuju! Ya kalau Revi gak keberatan sih!" ucap Muzaki tersenyum.
"Eee enggak lah, kak! Aku malah senang bisa barengan sama kak Oni, udah lama juga aku gak ketemu kak Oni sejak terakhir waktu aku main ke rumah bareng Latifah!" ucap Revi.
"Iya, aku juga kangen sama kamu Rev! Biasanya kan setiap hari kita ketemu, tapi sekarang udah jarang!" ucap Oni tersenyum.
"Nah yaudah, kalo gitu kita keliling-keliling bareng di kebun binatang ini! Kita lihat semua yang ada disini, pertama dari kandang harimau terus nanti sampe kandang banteng yang ada di ujung sana! Kamu kuat gak sayang?" ucap Radian merangkul istrinya sambil tersenyum.
"Kuat dong, kan udah ada Revi juga yang bikin aku tambah semangat!" jawab Oni.
Lalu, mereka berempat pun pergi bersama-sama mengelilingi kebun binatang yang luas itu. Radian sesekali melirik ke arah Revi, entah mengapa ia sulit sekali melepaskan pandangan dari Revi wanita yang masih ia cintai itu.
"Rev, makin hari kamu makin cantik aja sih! Aku jadi susah buat lupain kamu Rev, tapi aku selalu berusaha untuk itu!" batin Radian.
Oni yang berada di dalam dekapan suaminya, menyadari perbedaan sikap dari Radian setelah bertemu dengan Oni, ia mendongak menatap wajah suaminya itu dan tersenyum.
"Mas, kamu kenapa bengong?" tanya Oni.
"Eh sayang, siapa yang bengong sih? Aku cuma lagi fokus lihatin binatang disini, tuh kamu lihat deh harimau nya lucu kan?!" ucap Radian mengelak.
"Iya benar, tapi tetap aja kalo dia lepas dari kandang gak lucu lagi!" ucap Oni terkekeh.
"Ahaha ada-ada aja kamu, ya jelas lah gak lucu kalo harimau nya lepas dari kandang! Yang ada kita semua bisa diterkam sama dia, tapi jangan sampai lah dia bisa lepas!" ucap Radian.
"Yaudah, lanjut lagi yuk! Tuh si Revi sama Zaki udah duluan aja mereka ke depan, kayaknya mereka emang gak sabar banget pengen lihat singa yang keren deh!" ujar Oni.
"Hooh bener, kamu juga pasti mau lihat kan? Secara singa sama aku itu sebelas dua belas, sama-sama keren!" ucap Radian.
"Apaan sih mas?" ujar Oni.
Radian mengacak-acak rambut Oni sambil tertawa kecil, seketika wanita itu cemberut dan membuat Radian semakin gemas dengan ekspresi dari istrinya tersebut.
Barulah mereka kembali berjalan menyusul Revi dan Muzaki di depan sana.
•
•
Mereka berempat kini menaiki perahu naga yang terdapat di dalam kebun binatang tersebut, ya Oni yang meminta pada suaminya karena ia ingin sekali menaiki perahu tersebut.
Mereka tampak senang sekali berada disana, banyak foto yang diambil oleh Oni dan yang lainnya termasuk Revi, mungkin memori ponsel Radian setelah ini akan membludak akibat banyaknya foto yang diambil sang istri disana.
__ADS_1
Sesudah puas dengan perahu, kini Oni dan Radian beralih menaiki wahan bebek yang juga ada di dekat danau tersebut. Setelah membayar, tentu keduanya langsung naik bersamaan mengendarai perahu bebek tersebut.
Radian dan Oni berada dalam satu kapal, sedangkan Muzaki serta Revi juga menyewa kapal bebek sendiri karena memang kapasitas nya hanya cukup untuk dua orang saja.
"Sayang, kamu senang gak kita udah naik bebek ini dan muterin danau sambil dilihatin monyet disana?" tanya Radian tersenyum.
"Senang banget! Kayaknya anak kita juga ngerasa hal yang sama deh, dia pasti senang karena papanya baik banget mau turutin semua kemauan dia!" jawab Oni sambil tersenyum dan mengusap perutnya.
Tentu Radian juga langsung mengusap perut sang istri dengan kedua kaki yang masih menggenjot bebek tersebut.
"Bagus deh sayang! Aku jadi makin gak sabar nunggu di lahir, pasti kalo cowok dia gantengnya mirip sama aku! Terus kalau cantik, sama kayak kamu sayangku!" ucap Radian sambil mencolek pipi Oni.
"Hadeh terserah kamu aja deh mas!" ujar Oni.
Cupp!
Radian mengecup bibir mungil istrinya dengan lembut dan kemudian ia usap menggunakan jari telunjuknya, membuat Oni memejamkan mata seperti meminta lebih.
Tentu Radian mengerti, ia memegang dua tangan Oni dan kemudian perlahan memajukan wajahnya mendekati bibir Oni, ya Radian melahap bibir yang menjadi candu baginya itu dengan lembut dan penuh kenikmatan.
Berawal dari ciuman yang lembut, namun semakin lama Radian meningkatkan tempo dan merubah ciuman itu menjadi penuh gairah.
Tangan-tangan Radian juga mulai beraksi merabaa dada milik Oni dan meremassnya lembut, membuat empunya melenguh pelan serta berusaha menghentikan aksi suaminya itu.
"Mmhhh mas, udah cukuphh!" pinta Oni.
"Hey, kenapa sih? Tadi kamu yang minta dicium lagi? Kok malah nolak?" tanya Radian kesal.
"Iya mas, tapi kamu itu kalo cium tangannya gak bisa diam! Jangan sampai kita kelewatan mas, malu tau dilihat orang nanti!" jelas Oni.
"Iya iya maaf sayang, abis kamu menggoda banget sih! Bikin aku selalu pengen makan kamu dimanapun kita berada!" ujar Radian.
"Ish dasar mesum!" cibir Oni.
"Hahaha, ya gapapa dong mesum asal sama istri sendiri mah!" ucap Radian tertawa lepas.
"Yaudah mas, buruan lanjut jalanin bebek nya! Aku masih mau lihat yang lain lagi tau, anak kita kayaknya mau lihat beruang deh mas! Kita kesana yuk!" ucap Oni.
"Boleh, ini juga sebentar lagi sampai! Tapi, kalau kamu capek nanti bilang aja ya biar aku gendong kamu!" ucap Radian.
"Awhh mas, romantis banget sih!" ujar Oni.
Cupp!
Pria itu kembali mengecup bibir Oni, dan ya sekali lagi kejadian lumatann itu terjadi karena Radian selalu tidak bisa menahan diri ketika melihat bibir mungil nan menggemaskan milik Oni.
Sementara Muzaki dan Revi yang ada di belakang kapal mereka, hanya diam seakan-akan tak melihat kejadian tersebut walau aslinya mereka sangat dapat melihat dengan jelas momen itu.
"Tutup mata kamu Rev!" ucap Muzaki tersenyum.
"Hah? Kenapa?" tanya Revi bingung.
"Iya, di depan kan ada adegan dewasa tuh! Kamu masih belum cukup umur, tutup aja mata kamu!" jawab Muzaki.
"Ish, aku udah dewasa kali kak!" protes Revi.
"Hahaha masa sih?" ledek Muzaki.
"Iyalah, aku udah kuliah kan!" ucap Revi.
"Iya deh iya si paling dewasa!" sarkas Muzaki.
•
•
Singkat cerita, kini keempatnya telah berada di sebuah tanah lapang yang dipenuhi oleh orang-orang untuk beristirahat makan siang, cukup banyak orang yang menggelar tikar disana layaknya sedang piknik.
Kebetulan Radian dan Oni juga telah menyiapkan semua itu, sehingga mereka bisa ikut lesehan disana bersama Muzaki serta Revi dan menikmati makan siang yang mereka bawa dari rumah.
"Wah itu masakan kak Oni ya? Pasti enak banget deh rasanya!" ujar Revi.
"Ah kamu bisa aja Rev! Iya ini masakan aku, tadi mas Radian yang minta supaya kita bisa makan bareng disini! Kamu mau coba?" ucap Oni.
"Emang boleh kak?" tanya Revi.
"Ya boleh dong, kita makan sama-sama aja yuk! Kan kita daritadi udah barengan terus, masa makan aja harus pisah pisah sih?" jawab Oni. "Mas, gapapa kan aku bagi makanannya ke Revi juga?" sambung Oni sembari melirik ke arah suaminya.
__ADS_1
"Iya sayang, boleh kok! Ayo Rev, Zaki ambil aja gausah malu-malu!" ucap Radian.
"Makasih kak Oni, makasih juga kak Radian!" ucap Revi tersenyum.
"Thanks Oni, Radian!" ucap Muzaki.
Mereka pun sama-sama menikmati hidangan makan siang itu, suasana yang sejak karena banyak pepohonan menambah keseruan libur mereka kali ini. Apalagi dari kejauhan juga nampak cukup banyak rusa yang tengah makan sama seperti keempatnya.
"Eh ya, omong-omong kalian ini pacaran udah berapa lama sih?" tanya Radian pada sepasang kekasih itu.
"Eee baru seminggu jalan, An. Tapi, kita punya komitmen buat terus saling percaya dan setia untuk selamanya! Karena saya juga mau jadikan Revi sebagai pasangan pertama, sekaligus yang terakhir bagi saya!" jawab Muzaki.
"Wih keren kamu Zak! Semoga keinginan kamu yang mulia itu terwujud ya!" ucap Oni.
"Aamiin! Emang sih kedengarannya omongan aku tadi terlalu lebay, tapi itulah keinginan di dalam hati yang aku tanamkan supaya aku dan Revi bisa terus bersama selamanya!" ucap Muzaki.
"Iya kak, aku juga sama!" sahut Revi tersenyum.
"Bagus bagus, kita suka dengar ucapan yang seperti itu! Tapi ingat, kalian harus bisa jaga terus komitmen itu dan jangan sampai lupa!" ujar Oni.
"Iya tuh, nanti tau-tau malah gonta-ganti cewek atau cowok lagi!" ujar Radian ketus.
"Mas, doain yang baik-baik dong! Kamu ini gimana sih? Sama temen sendiri kok malah bilang begitu?" ucap Oni menegur suaminya.
"Lah apa sih sayang? Aku cuma ingetin mereka kayak kamu tadi, emang salah?" ujar Radian membela diri.
"Iya, tapi kan—"
"Eh eh eee udah ya kak, jangan ribut hehe! Insyaallah kita berdua bakal tetap pada prinsip untuk bersatu selamanya, ya walau nanti pada akhirnya kita diputuskan untuk berpisah karena takdir, berarti tandanya kita emang gak jodoh!" ucap Revi menengahi.
Radian tersenyum mendengarnya, entah mengapa ia justru berharap hubungan kedua manusia itu segera usai, karena ia memang tak suka melihat wanita yang dicintainya itu bersama pria lain.
"Hahaha, ya semoga aja hubungan kalian bisa segera berakhir! Biarpun gue gak bisa milikin Revi, tapi gue tetap gak rela Revi dekat dengan laki-laki lain, apalagi itu lu Zaki! Gue lebih rela dia hidup menjomblo selamanya, supaya gak ada yang bisa jadi pendamping hidupnya!" batin Radian.
•
•
Hari sudah semakin sore dan sebentar lagi langit akan mulai gelap, matahari pun terlihat bergerak menuju ke berat dan akan segera terbenam, dunia yang terang ini akan berubah menjadi gelap seperti kehidupan kamu yang selalu gelap.
Radian dan Oni sudah berada di jalan pulang, mereka berdua menaiki mobil menuju rumah Oni setelah puas berkeliling menikmati waktu libur mereka di kebun binatang, keduanya tampak cukup lelah karena seharian berjalan kaki.
Namun, di sela-sela lelahnya itu Oni masih menyempatkan diri untuk mengintrogasi suaminya karena ia sangat penasaran apa penyebab Radian selalu termenung setelah makan siang tadi, bahkan pria itu jarang sekali berbicara tak seperti saat pertama kali ia melihat Revi ada di kebun binatang itu juga.
"Mas?" ucap Oni memanggil suaminya.
"Hm?" Radian melirik sekilas ke arah Oni.
"Sebenarnya kamu tadi kenapa sih? Kok diem aja pas habis makan siang? Kamu lagi sariawan atau gimana?" tanya Oni penasaran.
"Hah? Enggak kok, aku cuma pengen hemat suara aja! Karena kan nanti malam mau aku habisin buat hubungan ranjang kita, biar makin hot sayang!" ucap Radian berkilah.
"Ish, kamu mah bahas soal begituan terus! Aku tanya serius tau sama kamu!" ujar Oni kesal.
"Hahaha ya iya itu serius sayang, aku gak kenapa-napa kok! Lagian juga gimana aku mau ngomong coba? Orang kamu sama Revi pada asyik sendiri, terus aku harus ngobrol sama Muzaki gitu? Males banget sayang!" ujar Radian.
"Loh emang kenapa kalau kamu ngobrol sama Muzaki? Apa salahnya sih mas?" tanya Oni keheranan.
"Kamu kayak gak tahu aja, dari dulu kan aku gak suka banget sama tuh cowok! Ketemu aja aku muak, apalagi kalo disuruh buat ngobrol berdua! Mending aku diem aja sayang, daripada harus ngobrol sama dia mah!" jawab Radian.
"Ish parah kamu mas! Gak boleh gitu tau, dia kan—"
Cupp!
Oni tak sempat menyelesaikan ucapannya, karena Radian langsung mendaratkan kecupan di bibirnya.
"Mas kamu ap—"
Cupp!
Lagi-lagi Radian kembali mengecup bibir Oni secara kilat dan membuat Oni tak mampu menghindarinya.
Pada akhirnya wanita itu pun memilih diam tak lagi berbicara, sedangkan Radian terkekeh melihat ekspresi Oni yang tengah cemberut itu, baginya Oni selalu menggemaskan saat seperti itu.
"Bicaranya lanjut di rumah lagi ya, kamu istirahat aja dulu!" ucap Radian tersenyum.
Oni hanya mengangguk pelan, Radian mengusap puncak kepala istrinya itu dan mengecup kening Oni dengan lembut.
__ADS_1
...~Bersambung~...
^^^JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!^^^