
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 100
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Radian, Zian serta Azim hendak pergi ke suatu tempat di kampus itu untuk bisa menghibur Radian dan membuat pria tersebut dapat melupakan sosok Revi dari pikirannya. Ya memang teman-teman dari Radian itu sangat ingin jika Radian fokus saja dengan Oni dan pernikahan mereka, dibanding Radian terus memikirkan wanita lain seperti Revi di kepalanya.
Disaat mereka tengah berjalan, tanpa sengaja Radian justru melihat Oni yang sedang duduk sendirian di taman sembari membaca buku serta mendengarkan musik melalui earphone. Radian pun menatap gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu dari jarak jauh bersama temannya, ia ingin sekali mendekati Oni lalu kembali menciumnya saat ini jika tak ada kedua pria yang kini ada di sampingnya tersebut.
"Bro, itu kan si Oni! Lu mending samperin dia aja deh, siapa tahu dengan begitu lu bisa lupain Revi dan lebih fokus sama Oni!" ucap Zian.
"Iya bro, kasihan tuh calon istri lu duduk sendirian disana gak ada yang nemenin! Dia pasti galau banget karena dijauhin teman-temannya, gue juga heran deh sama orang-orang disini yang masih tetap pengen jauhin Oni, padahal kan si Syahra juga udah buat video klarifikasi tentang isu yang dia buat!" sahut Azim sambil geleng-geleng kepala.
"Benar juga kalian, gue gak tega ngeliat Oni kayak gitu disana! Dari yang dulunya idola di kampus, sekarang justru Oni jadi orang yang paling dibenci dan dihindari disini! Semua itu gara-gara gue bro, emang gue tuh jahat banget!" ucap Radian.
__ADS_1
"Enggak kok bro, lu gak jahat! Kan lu gak sengaja lakuin itu ke si Oni bro, lagian lu juga udah mau tanggung jawab kan buat nikahin dia! Udah lah, jangan salahin diri lu sendiri gitu!" ucap Zian.
"Yaudah, kalo gitu sekarang gue samperin Oni dulu deh! Gue harus hibur dia supaya gak sedih terus kayak gitu, kasihan juga calon istri gue! Nanti bisa-bisa bayi di kandungannya ikutan sedih lagi, kan gue jadi tambah gak enak!" ucap Radian.
"Hahaha, bener lu bro! Udah sana lu samperin dia, terus lu hibur dia supaya bisa ketawa lagi!" ujar Zian.
"Iya bro, yaudah kalian berdua pergi kemana gitu terserah! Yang penting jangan ganggu gue sama Oni, karena ini urusan sepasang kekasih!" ucap Radian.
"Siap bro!" ujar Zian dan Azim bersamaan.
Radian tersenyum, kemudian ia pun mulai melangkah mendekati Oni yang masih fokus membaca buku sambil mendengarkan musik itu. Sedangkan Azim serta Zian masih memperhatikan Radian dari tempat mereka berdiri saat ini, ya kedua pria itu ingin memastikan saja kalau Radian memang benar menghampiri Oni bukannya Revi.
Oni masih tak sadar dengan kehadiran Radian yang sudah semakin dekat dengannya, ya itu karena efek suara musik yang ia dengarkan melalui earphone serta fokusnya pada buku di tangan. Namun, Radian tak kecewa dan justru ia memiliki niat untuk memberi kejutan pada Oni, ia pun mengambil sebuah bunga dari taman tersebut untuk diberikan pada Oni.
Saat sudah berada di dekat Oni, Radian dengan usil menutup mata Oni dari belakang sembari meminta Oni untuk menerka siapa kiranya yang sedang menutup mata gadis itu.
"Hayo, tebak siapa!" ucap Radian nyengir.
"Radian ya?" ucap Oni menebak.
"Seratus!" ujar Radian melepas tangannya dari mata Oni lalu melangkah ke samping gadis itu dan duduk disana bersama Oni.
"Kamu hebat bisa nebak gitu! Oh atau jangan-jangan karena kamu cinta ya sama aku, jadinya kamu bisa tahu kalau aku yang udah tutup mata kamu?!" ucap Radian kepedean.
"Aku kan udah lumayan lama kenal sama kamu, jadi aku bisa ngenalin suara kamu!" ucap Oni.
"Oh iya juga ya, tapi tetep aja kamu hebat! Nah sayang, ini aku udah petik bunga buat kamu disana tadi! Aku mau pasang di telinga kamu, boleh kan sayang?" ucap Radian.
"Boleh aja, terserah kamu!" ucap Oni.
__ADS_1
Radian pun tersenyum lalu memasangkan bunga berwarna kuning itu di daun telinga Oni, ia terkesan melihat kecantikan Oni yang bertambah drastis.
...β’β’β’...
Disisi lain, Revi masih terdiam saat ini, ia tak tahu apakah harus mengikuti saran dari Muzaki atau tidak. Terlebih Revi juga bingung harus membawa siapa untuk ia jadikan sebagai pacar pura-pura, walau dari gerak-geriknya ia sudah yakin kalau Muzaki sangat ingin menjadi pacar pura-pura nya untuk sementara ini.
"Rev, kenapa lu diem aja sih? Udah ikutin aja saran dari kak Zaki, itu bagus kok!" tegur Latifah.
"Iya emang bagus Fah, tapi aku juga bingung gak tahu siapa yang mau aku bawa ke rumah buat ketemu mama sama papa?!" ucap Revi.
"Ah kalo soal itu gausah bingung, nih kan udah ada orangnya disini!" ujar Latifah melirik ke arah Muzaki.
Muzaki pun tersenyum sembari merapihkan rambut bagian depannya, ia memang sangat berharap bisa menolong Revi untuk menjadi pacar pura-pura gadis tersebut. Namun, Muzaki juga ingin kalau ia bisa benar-benar berpacaran dengan Revi bahkan jika bisa maka ia ingin menikah dengan gadis itu walau hal tersebut sangat sulit terealisasi.
"Hah? Ma-maksud kamu, aku harus bawa kak Zaki gitu buat jadi pacar pura-pura aku?" tanya Revi.
"Ya iyalah Rev, kalo bukan kak Zaki siapa lagi coba? Udah paling bener Rev, soalnya menurut gue kalian itu cocok kok! Pasti nyokap bokap lu bakal percaya kalo kalian emang pacaran, udah ajak aja kak Zaki ke rumah lu terus temuin sama ortu lu!" ujar Latifah.
Revi menoleh ke arah Muzaki dan menatap tubuh pria itu dari atas sampai bawah, Revi masih bingung apakah ia harus menuruti perkataan Latifah atau mencari lelaki lain untuk dijadikan pacar pura-pura.
"Rev, aku bersedia kok kalo emang kamu mau jadiin aku pacar pura-pura. Kamu jangan khawatir, kita kan udah pernah akting jadi pasangan kekasih waktu kamu dikejar-kejar sama mantan kamu itu! Aku yakin kita pasti bisa lakuin hal yang sama nanti, saat kita ketemu papa dan mama kamu!" ucap Muzaki.
"Nah kan Rev, udah gas aja gausah banyak pikir! Daripada lu dijodohin sama orang yang lu gak kenal, iya kan?" ucap Latifah mendukung Muzaki.
Revi terdiam sejenak untuk menentukan pilihan, setelah beberapa menit ia pun kembali menatap kedua manusia yang ada di dekatnya itu dan mengatakan apa keputusannya.
"Iya deh, aku mau kak Zaki jadi pacar pura-pura aku di hadapan papa sama mama!" ucap Revi.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...