
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 157
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
"Yuk sini Fah duduk!"
Revi dan Latifah kini sudah sampai di ruang tamu, Revi selaku tuan rumah pun mempersilahkan temannya untuk duduk di sofa.
"Iya Rev, gue pasti duduk kok!" ucap Latifah.
"Haha.."
Latifah duduk sesuai perintah Revi, lalu menaruh barang-barang bawaannya di lantai.
"Eh ya, gue ke dapur dulu ya?" tanya Revi.
"Mau ngapain sih Rev? Masa ada tamu di rumah lu malah lu tinggal?" ujar Latifah.
"Yeh lu gimana sih? Jadi, lu gak mau gue bikinin minuman nih? Tadi kan lu sendiri yang minta!" ujar Revi.
"Eh iya ya, yaudah deh lu pergi sana ke dapur! Bikin minuman yang paling enak dan seger!" ujar Latifah nyengir.
"Yeh si Malih!" cibir Revi.
Latifah hanya cengar-cengir disana sembari mengusap dua telapak tangannya, sedangkan Revi terlihat menggelengkan kepala.
Setelahnya, Revi pun berjalan ke arah dapur untuk meminta bik Munaroh membuatkan minuman.
Sesampainya di dapur, Revi melihat bibiknya itu tengah sibuk sekali mengurus cucian piring sambil bolak-balik mengurus yang lainnya. Revi pun merasa tidak enak jika harus meminta bantuan bik Munaroh lagi, akhirnya ia memilih membuat minuman sendiri.
Namun, bik Munaroh rupanya melihat Revi yang hendak membuat minuman di dapur. Ia menghentikan aktivitasnya dan menghampiri Revi.
__ADS_1
"Loh non, non Revi ngapain disini?" tegur Munaroh.
"Eee ini bik, aku mau bikin minuman. Di depan kan ada teman aku, makanya aku kesini!" jawab Revi.
"Ohh, kenapa non gak nyuruh bibik aja? Kan ada bibik disini non, masa non malah bikin minuman sendiri? Udah biar bibik aja, mending non temenin temannya di depan sana!" ujar bik Munaroh.
"Gapapa bik, aku bisa sendiri kok. Bibik kan lagi repot, aku gak enak lah ganggu bibik! Lagian kalo cuma bikin minuman mah gampang, bik!" ucap Revi.
"Jangan lah non, justru bibik yang gak enak sama non Revi kalo non Revi bikin minum sendiri! Biar bibik aja ya, non? Non Revi duduk yang manis aja di depan sana temannya, nanti bibik anterin minumnya ke depan deh!" ucap bik Munaroh.
"Yaudah deh, tapi aku tunggu disini aja. Jadi, biar aku yang antar ke depan sendiri!" ucap Revi.
"Ohh, yowes gapapa!" ucap bik Munaroh.
Akhirnya bik Munaroh mengambil alih kegiatan Revi untuk membuatkan minuman, ia mengambil gelas kosong serta minuman dingin dari kulkas dan menuangkannya ke dalam gelas tersebut.
Sementara Revi duduk menunggu sambil menatap ke arah bik Munaroh yang tengah membuat minuman disana.
"Bik Munaroh baik banget sih! Aku salut deh sama bibik, makasih ya bik!" ucap Revi.
"Aduh non, jangan berlebihan gitu ah muji saya! Bibik ini kan cuma menjalankan tugas, lagian non Revi itu kan majikan bibik. Masa non Revi bikin minuman sendiri sih?" ucap bik Munaroh tersenyum.
"Haha, iya deh bik!" ucap Revi tertawa.
❤️
Sementara Latifah sendiri belum tahu kalau ada Juliana alias mama temannya itu disana.
"Eh, kamu teman kampusnya Revi kan ya?" tegur Juliana sambil menunjuk ke arah Latifah.
Sontak Latifah terkejut dan menoleh menatap wajah Juliana, ia reflek berdiri kemudian mencium tangan mamanya Revi itu sambil tersenyum.
"Iya tante, aku Latifah. Maaf lahir batin ya tante!" ucap Latifah.
"Iya, maaf lahir batin juga! Kamu kok sendirian sih? Revi nya mana? Dia belum temuin kamu apa gimana?" tanya Juliana keheranan.
"Eee udah kok, tante. Tapi, sekarang Revi lagi ke dapur bikin minuman katanya!" jawab Latifah.
"Oh gitu, yaudah duduk lagi! Biar tante temenin kamu dulu selagi Revi bikin minuman, kasihan tadi tante lihat kamu ngelamun aja sendirian disini!" ujar Juliana terkekeh.
"Hahaha, iya tante makasih!" ucap Latifah.
Mereka pun duduk di sofa berdampingan, Juliana mulai bertanya-tanya tentang kepribadian Latifah.
"Oh ya, kamu ini kayaknya dekat sekali ya sama Revi!" ujar Juliana.
"Eee bisa dibilang begitu sih, tante. Emangnya ada apa ya?" tanya Latifah bingung.
__ADS_1
"Gak kok, tante cuma mau tanya aja sama kamu. Ini soal hubungan Revi sama Muzaki, pacarnya itu. Pasti sebagai teman, kamu tahu dong ya soal hubungan mereka?" ucap Juliana.
"Umm, ya tahu sih tante. Gak banyak tapi, emang kenapa sih tan?" Latifah makin keheranan.
"Gapapa, sebenarnya tante masih ragu sama mereka. Tante pikir mereka itu kayak gak serius pacaran, emang sebenarnya mereka itu beneran pacaran apa enggak sih? Kalau kamu tau sesuatu, cerita aja sama tante!" ucap Juliana.
Latifah pun terkejut mendengar itu, ia bingung harus menjawab bagaimana karena ia khawatir Revi akan marah jika ia jujur pada mamanya.
Sementara dari arah yang tak jauh, rupanya Revi juga tak sengaja mendengar pertanyaan mamanya saat ia hendak mengantar minuman untuk Latifah disana.
"Duh, mama kok tanya gitu sih ke Ifah?"
...•••...
Disisi lain, Muzaki tanpa sengaja melihat Laras tengah sendirian di halte sambil memegang ponselnya. Karena penasaran, pria itu memilih turun dari motor dan menghampiri Laras disana.
"Ehem, assalamualaikum Laras!" ucap Muzaki menyapa gadis itu perlahan.
"Eh, kak Zaki? Iya, waalaikumsallam!" ucap Laras mendongak sambil tersenyum.
"Kamu lagi ngapain disini?" tanya Muzaki.
"Eee ini kak, aku mau ke rumah temen aku. Terus kata dia biar cepet naik bus, makanya aku nunggu di halte. Tapi, malah gak nongol-nongol tuh bus nya padahal udah hampir setengah jam aku nunggu disini, kak!" jelas Laras.
"Ohh, emang jarang sih bus lewat sini. Udah, kamu bareng aku aja gimana? Supaya cepat juga kan sampe ke rumah temen kamu?" tawar Muzaki.
"Hah? Eee emangnya gak ngerepotin kak Zaki?" tanya Laras gugup.
"Ya ampun, enggak lah Ras! Aku kan udah anggap kamu seperti adik aku sendiri, masa ngerepotin sih? Udah yuk bareng aku aja!" jawab Muzaki tersenyum.
"Eee iya deh kak, makasih ya!" ucap Laras.
"Sama-sama, emang rumah teman kamu dimana?" tanya Muzaki.
"Di jalan Sudirman, kak!" jawab Laras.
Muzaki sedikit terkejut karena lokasinya cukup jauh dari tempat ia berada sekarang, namun ia tak perduli dan tetap mengantar Laras karena kasihan plus tidak enak juga pada gadis itu.
"Ohh, yaudah yuk!" ucap Muzaki.
"Iya kak,"
Laras memakai helm yang diberikan Muzaki, lalu naik ke atas motor pria itu sambil tersenyum.
Muzaki menancap gas pergi menuju lokasi tempat tujuan Laras yakni rumah temannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...