Angkasa

Angkasa
Masalah


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 56


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Setelah kebingungan kesana-kemari mencari Oni untuk meminta maaf pada gadis itu, akhirnya Radian berhasil menemukan Oni di depan matanya dan tengah berjalan bersama dua orang wanita. Akan tetapi, Radian mengurungkan niatnya untuk menghampiri Oni saat ini karena gadis itu tengah bersama Revi dan juga Latifah disana.


Tentu tak mungkin jika Radian berbicara pada Oni mengenai kejadian semalam saat ini, karena ia tak mau jika Revi ataupun sahabatnya itu tahu tentang masalah yang terjadi padanya. Apalagi Radian masih mencintai Revi sampai detik ini, ia tak mau membuat Revi semakin benci padanya jika tahu kalau ia sudah memperkosa Oni dalam keadaan mabuk malam tadi.


Akhirnya Radian memutuskan untuk berbalik badan dan pergi saja dari sana, ia memilih menunda saja waktu untuk meminta maaf kepada Oni karena tak mungkin ia berbicara saat ini ketika ada Revi. Pastinya Oni juga akan marah jika ia tetap nekat menghampiri gadis itu disana sekarang, karena masalah itu adalah sebuah aib baginya.


Namun, tiba-tiba saja Radian malah dipanggil dan ditahan oleh Latifah dari belakang yang sepertinya melihat kehadiran Radian disana dan tanpa berpikir panjang langsung memanggil pria tersebut.


"Kak Radian...!!"

__ADS_1


Sontak Revi dan Oni pun menoleh ke arah Latifah dengan tatapan mata yang menyala, mereka berdua tidak senang jika Latifah malah memanggil Radian yang sudah ingin pergi itu. Apalagi Oni saat ini juga sangat membenci Radian dan tidak ingin bertemu atau hanya sekedar melihat pria tersebut, begitupun dengan Revi yang masih belum bisa melupakan kejadian malam pesta topeng yang meresahkan.


"Kamu kenapa manggil kak Radian sih, Ifah?" tanya Revi dengan suara pelan dan kesal.


"Iya Fah, harusnya kamu biarin aja!" timpal Oni.


"Eee ya abisnya kak Radian tuh ngeliat ke arah kita terus daritadi, makanya aku panggil aja dia. Emang salah ya?" ucap Latifah.


Revi dan Oni kompak menepuk jidat mereka mendengar perkataan dari Latifah, kedua gadis itu akhirnya terpaksa meladeni Radian yang seharusnya mereka tak ingin melakukan itu.


Radian sendiri saat ini menoleh ke arah tiga gadis tersebut terlebih Latifah yang memanggilnya, ia pun menghampiri mereka disana karena Latifah tadi memanggil namanya. Ya walau Radian tau kalau Revi dan Oni pastinya tidak akan senang dengan kehadiran dirinya disana, apalagi ia telah berbuat salah pada kedua gadis cantik tersebut.


"Iya, kenapa Ifah?" tanya Radian terheran-heran.


Latifah pun tampak kebingungan sendiri begitu Radian datang dan berdiri di depannya, ia menyenggol lengan Revi meminta bantuan namun gadis itu hanya cuek dan membuang muka. Sedangkan Radian hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Revi itu, matanya juga mengarah pada Oni yang sepertinya masih sangat marah padanya.


"Eee gak ada apa-apa kok, kak. Tadi cuma iseng aja mau nyapa gitu, kan kalo kita ketemu sama orang yang dikenal tuh baiknya saling sapa." jawab Latifah sambil nyengir.


"Eee iya kak, gak ada. Maaf banget ya udah ganggu waktu kak Radian, hehe!" jawab Latifah nyengir.


"Gapapa. Harusnya aku makasih sama kamu, karena aku jadi bisa ngeliat wanita cantik yang ada di sebelah kamu ini!" ucap Radian sambil mengarah menuju wajah Revi.


Sontak Revi jadi salah tingkah akibat perkataan Radian dan hanya garuk-garuk leher sembari terus membuang muka.


"Ohh, bagus deh kak!" ucap Latifah.


"Iya, yaudah aku pergi ya? Permisi semua..." ucap Radian pamit.


Setelahnya, Radian pun pergi dari sana.

__ADS_1


β€’


β€’


Singkat cerita, kini Oni serta Revi dan Latifah pergi ke perpustakaan bersama-sama disana untuk sekedar mencari hiburan dengan membaca buku sambil numpang ngadem karena disana dingin. Oni pun tampak mengikuti saja apa yang diminta oleh Revi karena ia sedang ingin melupakan semua masalah yang menimpa dirinya, biarpun itu sulit.


Ketiga gadis itu kini sudah duduk di bangku masing-masing membawa buku yang mereka ambil dari rak perpustakaan tadi, Oni memilih membaca buku cerita untuk bisa menghibur dirinya dari ingatan akan kejahatan Radian semalam yang selalu saja terbayang dalam pikirannya, Oni juga masih tak menyangka jika saat ini ia sudah tak suci lagi.


"Gimana kalau papa mama tau tentang ini nanti? Pasti aku akan dicap sebagai perempuan gak bener sama mereka, aku harus bisa tutupin ini rapat-rapat dari siapapun itu!" batin Oni merasa cemas.


Revi yang melihat Oni kembali melamun dengan wajah sedihnya, langsung mendekati gadis tersebut lalu bertanya padanya ada apa sembari memegang tangan Oni untuk menenangkannya. Revi memang paling mengerti apa yang harus ia lakukan untuk bisa membuat seorang wanita terhibur, karena ia juga sering merasa sedih seperti Oni sekarang ini.


"Kak Oni, ada apa?" tanya Revi dengan suara lembut.


"Eh Rev, gak kok. Aku cuma masih kepikiran sama masalah aku sekarang ini, maaf ya!" jawab Oni.


"Ohh, kak Oni yang sabar ya! Insyaallah semua masalah pasti ada jalan keluarnya, tinggal kak Oni aja yang pilih mau lewat jalan mana? Sekarang kak Oni tenang dulu ya?" ucap Revi.


"Iya Rev, kamu benar! Makasih ya, kamu udah bikin perasaan aku jadi tenang!" ucap Oni.


"Alhamdulillah deh! Kalo gitu sekarang kak Oni baca aja dulu bukunya, siapa tahu bisa lebih tenang ya kan?!" ucap Revi tersenyum.


Oni mengangguk saja setuju dengan yang dikatakan oleh Revi barusan, ia pun mulai membuka buku cerita yang ia ambil sebelumnya dari rak perpustakaan disana. Sedangkan Revi juga tampak tersenyum karena Oni sudah bisa lebih tenang dan tidak bersedih kembali saat ini, ia akhirnya bisa membaca buku yang sudah ia ambil sebelumnya.


"Seandainya kamu tau Rev, aku gak akan bisa tenang karena yang aku alami saat ini sangat-sangat berat untuk seorang wanita! Aku telah kehilangan mahkota yang selama ini aku jaga, karena laki-laki yang aku kira adalah orang baik!" batin Oni sedih.


Revi juga merasa kalau masalah yang dialami Oni bukan masalah kecil, ia yakin sekali ada sesuatu yang disembunyikan oleh Oni darinya saat ini dan gadis itu tak mau menceritakan padanya. Namun, Revi memaklumi itu karena ia juga bukan siapa-siapa Oni dan mereka tidak terlalu akrab sehingga pasti Oni akan ragu bercerita padanya.


"Semoga masalah kak Oni bisa cepat selesai deh!" gumam Revi di dalam hati sambil senyum-senyum.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2