Angkasa

Angkasa
Malas debat


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 168


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Revi dan mamanya kini telah selesai berbincang dengan Yani serta Charlie putranya itu, ya mereka pun sudah berada lagi di dalam mobil menuju ke rumah untuk pulang karena hari sudah terik.


Terlihat Juliana cukup senang karena putrinya tadi mengobrol lumayan lama dengan Charlie, walau ia tidak tahu apa saja yang dibahas oleh Revi dan juga Charlie disana.


"Sayang, kamu tadi bicara apa saja sama Charlie? Kelihatannya seru banget, ceritain dong sama mama sayang!" tanya Juliana penasaran.


"Eee mama beneran mau tau?" ucap Revi.


"Ya iyalah sayang, mama penasaran banget nih! Kamu cerita dong sama mama," ujar Juliana.


"Iya deh mah, tadi aku sama Charlie gak terlalu banyak bahas hal-hal penting sih. Aku cuma tanya ke dia soal kepribadian dia, kayak sekolahnya terus pekerjaannya gitu-gitu aja sih. Dia juga sama, cuma tanyain yang kayak gitu ke aku!" ucap Revi.


"Wah itu bagus dong sayang! Kamu kan jadi tau tentang kepribadian Charlie, begitu juga sebaliknya! Terus gimana, apa kamu tertarik sama Charlie sayang?" ucap Juliana antusias.


"Umm, entahlah mah aku kurang tahu. Tapi, dia itu pengangguran loh mah dan udah mau setahun dia belum dapat pekerjaan. Gimana caranya aku bisa tertarik coba sama cowok kayak gitu? Masih mending kak Zaki dong, kan sekarang kak Zaki udah punya kerjaan walau gak seberapa!" ucap Revi.


"Haduh sayang, kamu jangan bandingin Charlie sama Zaki dong! Jelas-jelas mereka beda kelas, Charlie itu lahir di keluarga kaya yang berada. Sedangkan Zaki? Dia itu gak punya apa-apa sayang, boro-boro dapet warisan!" cibir Juliana.

__ADS_1


"Mah, mama kenapa yakin banget sih sama si Charlie itu? Aku aja gak yakin kalau dia cowok bener, aku lihatnya dia itu pemalas mah!" ucap Revi.


"Kamu tahu darimana sayang? Charlie itu bukan pemalas, mungkin dia cuma pengen istirahat!" ucap Juliana membela Charlie.


"Ya ampun mama, kenapa mama selalu berpikiran positif sama Charlie? Tapi, kalau sama kak Zaki kok mama negatif terus sih? Apa mama gak bisa bersikap adil sama mereka?" ujar Revi kesal.


"Jelas gak bisa lah sayang, mereka itu beda banget! Udah mending kamu sama Charlie aja!" ucap Juliana.


"Huft mama ini, terserah mama aja deh aku males berdebat sama mama cuma karena hal sepele kayak gini!" ucap Revi.


"Loh sayang kok gitu sih?" tanya Juliana bingung.


"Ya iya kan mah? Aku gak mau debat sama mamaku sendiri, nanti yang ada aku dosa! Jadi, aku ngikut aja apa yang mama bilang dan apa yang mama mau! Karena aku yakin, mama gak mungkin menjerumuskan anaknya ke lubang yang salah!" ucap Revi menjelaskan.


"Nah itu dia sayang, akhirnya kamu ngerti juga maksud mama! Charlie itu emang yang paling terbaik buat kamu saat ini sayang, gak ada yang lain apalagi si Muzaki itu!" ucap Juliana tersenyum.


"Huft, iya mama terserah mama aja mau bilang apa aku gak akan ngelawan lagi!" ucap Revi pasrah.


Gadis itu sudah cukup lelah berdebat dengan sang mama berkali-kali, ia rasa semua itu sudah jelas sekarang ini kalau mamanya memang masih tetap kekeuh memaksa ia untuk mau dijodohkan dengan Charlie si pengganguran itu.


"Harus dengan cara apa lagi aku bilang ke mama kalau Charlie itu bukan cowok yang baik buat aku?" gumam Revi dalam hati kebingungan.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Muzaki yang sedang bersiap pergi menuju pelosok negeri pamitan pada sang ibu karena sebentar lagi ia akan berangkat.


Terlihat Stevi pun tampak bersedih karena ia akan ditinggal oleh putranya selama beberapa hari ke depan untuk menjalankan tugasnya, jujur ia tak ingin Muzaki pergi tapi mau bagaimana lagi?


"Mah, Zaki pamit pergi dulu ya? Mama jaga diri disini baik-baik, jangan telat makan!" ucap Muzaki.


"Iya nak, kamu hati-hati ya di jalan! Ingat loh sayang, jangan bikin kegaduhan di desa orang! Kamu harus bisa menjaga sikap kamu disana, kita gak ada yang tau apa-apa saja aturan di tempat itu dan oleh karena itu kamu harus bersikap sopan santun!" ucap Stevi.


"Iya mah, insyaallah aku bakal jaga sikap! Aku juga gak mungkin bertindak seperti itu, kan disana niat aku itu ingin membantu para warga yang kesulitan! Mama gak perlu khawatir, aku bisa jaga diri kok!" ucap Muzaki tersenyum.


"Syukurlah nak!" ucap Stevi.


Muzaki mencium punggung tangan mamanya, Stevi pun mengusap puncak kepala putranya sambil berusaha menahan air mata yang hendak tumpah.

__ADS_1


"Yasudah, kamu boleh pergi!" ucap Stevi.


"Eee iya mah, kalo gitu aku pamit dulu ya? Insyaallah dua Minggu lagi aku bakal pulang kalau urusan sudah selesai, mama gak perlu khawatir! Aku udah minta sama tante Farah buat temenin mama disini selagi aku pergi!" ucap Muzaki.


"Makasih ya Zaki! Jangan lupa loh kabarin mama kalo kamu udah sampe disana!" ucap Stevi.


"Siap mah, pasti!" ucap Muzaki tersenyum.


Setelahnya, Muzaki berdiri kembali dan menenteng barang bawaannya. Ia diantar oleh sang mama pergi ke luar untuk segera menuju tempat pertemuan dengan para temannya itu.


"Nak, kamu kesana naik apa?" tanya Stevi.


"Eee kalo ke desanya, aku dan teman-teman sih naik pesawat mah. Karena disana kan daerah terpencil, baru deh dari bandara kita naik bus!" jawab Muzaki.


"Oalah terus ini kamu mau kemana dulu? Kok teman kamu belum kelihatan sama sekali?" tanya Stevi.


"Iya mah, kita udah janjian di pom bensin depan kok. Kita berangkat ke bandaranya barengan, mama gak perlu cemas kan ini semua udah aku atur insyaallah aman kok!" ucap Muzaki.


"Iya deh sayang, mama cuma bingung aja karena teman-teman kamu belum datang. Ya syukurlah kalo mereka memang sudah janjian juga dengan kamu, tadinya mama pikir kamu pergi sendirian doang!" ucap Stevi tersenyum.


"Hahaha ya enggak dong, mah!" ujar Muzaki.


"Hooh mama salah kira!" ucap Stevi.


Tak lama kemudian, seorang tukang ojek online datang di depan gerbang rumahnya dan berteriak memanggil Muzaki.


"Misi go-bek!" teriaknya.


"Eee yaudah mah, Zaki pergi ya? Itu abang ojeknya udah sampe, assalamualaikum!" ucap Muzaki.


"Waalaikumsallam, hati-hati nak!" ucap Stevi.


Stevi pun melepas kepergian putranya dengan ikhlas, walau di dalam hatinya ia sangat bersedih.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2