
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 86
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Revi masih bersama kedua pria yang tak lain ialah Radian dan juga Muzaki di depan kampus, ia sungguh malas sekali harus berdebat dengan kedua pria tersebut saat ini. Jika saja bukan karena ingin menolong Oni yang sedang kesusahan, tak mungkin Revi mau berlama-lama berduaan dengan Radian disana untuk mencari Syahra yang tak tahu dimana.
Terlebih sekarang Muzaki juga muncul dan merusak suasana yang ada, hal itu membuat kepala Revi semakin pusing dan tak karuan lagi karena ia harus menjelaskan pada Muzaki. Ya pria itu salah paham dan menganggap kalau Revi tidak adil karena ia mau berduaan dengan Radian, tapi tak mau jika Muzaki terus berusaha mendekatinya dan malah diusir.
"Kak, udah deh jangan ribut! Sekali lagi aku jelasin ke kak Zaki, aku sama kak Radian ini gak ada hubungan apa-apa! Kita cuma mau cari kak Syahra aja, karena dia udah bikin nama baik kak Oni tercemar! Jadi, kak Zaki jangan ambil kesimpulan berdasarkan apa yang kak Zaki lihat aja dong!" ucap Revi tegas.
"Biarin aja Rev, cowok wibu kayak dia emang begitu! Gak pernah bisa mikir lurus, gimana mau lurus orang dia sukanya aja sama yang dua dimensi?!" ujar Radian sambil tersenyum meledek Muzaki.
__ADS_1
"Heh! Lu jaga omongan lu ya! Siapa bilang gue ini wibu, ha? Cuma karena gue pendiem dan gue pakai kacamata ini, terus lu bisa simpulin kalo gue wibu? Dasar otak kosong lu, pantes aja Revi kecewa banget sama cowok kayak lu!" bentak Muzaki.
Radian terkejut dengan kata-kata yang dilontarkan Muzaki barusan, ia tak menyangka kalau Muzaki bisa berbicara seperti itu padanya. Padahal sebelumnya pria itu selalu diam dan tak berani melawannya, bahkan ketika ia pernah memukuli Muzaki di kantin tempo hari, entah apa yang terjadi saat ini pada Muzaki sehingga dia bisa seberani itu pada Radian.
"Wah wah, sekarang lu udah berani sama gue? Atau cuma pura-pura berani aja, karena di depan Revi?" ujar Radian bergerak maju mendekati Muzaki.
Melihat ketegangan diantara kedua pria itu, Revi langsung merasa cemas dan tak ingin terjadi keributan disana. Ia pun langsung bergerak untuk menengahi mereka agar tidak ada keributan atau hal-hal yang mengerikan lainnya, ya tentu tak mau jika ia terlibat dalam masalah antara pria-pria yang sedang berselisih paham itu.
"Udah udah, jangan berantem disini dong! Sana kalo mau berantem tuh di ring, kayak abang Jepri Nichol kemarin! Itu baru namanya lelaki jantan, paham gak sih kalian?!" ucap Revi geram.
"Huft, iya Rev aku paham kok! Tapi, mana mungkin cowok lemah ini berani duel sama aku di atas ring? Yang ada dia bakal langsung ko terus babak belur, orangnya aja letoy kayak gitu! Hahaha, sekali tonjok juga jatuh palingan!" ujar Radian sombong.
"Cukup kak Radian! Jangan bikin suasana semakin panas dong kak!" ucap Revi mengingatkan Radian.
"Iya Rev, aku nurut aja deh sama kamu! Yaudah, sekarang kita pergi yuk! Aku juga males lama-lama ada disini sama dia, mending kita lanjut aja cari Syahra sampe ketemu!" ucap Radian.
"I-i-iya Rev," ucap Muzaki gugup.
Revi bersama Radian pun pergi dari sana meninggalkan Muzaki sendirian.
...β’β’β’...
Disisi lain, Oni masih tampak bingung harus berbuat apa setelah Syahra mengajukan syarat yang sulit untuk dikabulkan olehnya. Ya tak mungkin Oni bisa menyingkirkan Revi dari tim dancenya karena Revi adalah anak yang paling ahli dalam melakukan dance seperti yang sudah dikatakan oleh sang pelatih, sedangkan Syahra hanya bisa mengacau dan tak sebaik Revi performanya belakangan ini.
Sementara Syahra dan kedua temannya itu saling menatap sambil tersenyum licik, mereka memang berharap kalau Oni mau menuruti syarat dari mereka dan mendepak Revi dari tim dance. Dengan begitu, mereka akan menjadi bagian dari tim dance angkasa lagi seperti dahulu, tak seperti sekarang yang sudah harus disingkirkan oleh Oni karena performa Revi yang sangat baik dan terus meningkat tiap harinya.
"Gimana Oni? Lu mau apa enggak nih turutin syarat dari gue tadi? Kalau lu mau, ya tentu lu bakal aman dan gue gak akan sebar rekaman ini! Tapi, kalo lu main-main sama gue, jangan salahin gue kalo rekaman ini bakal gue sebar!" ucap Syahra.
__ADS_1
Oni sangat terkejut, ia terbelalak lebar mendengar ancaman dari Syahra padanya barusan.
"Kurang ajar! Kayaknya Syahra emang sengaja mau bikin gue bimbang begini, supaya gue mau balikin mereka ke tim dance lagi!" batin Oni.
Tak lama kemudian, mbok Irma justru muncul dari arah dapur dan menemui mereka di ruang tamu.
"Misi non, maaf ganggu pembicaraan nya! Tapi, itu makan siangnya udah si mbok siapin buat non berempat! Yuk pada makan siang dulu, nanti bisa dilanjut lagi ngobrolnya setelah makan!" ucap mbok Irma mengajak keempat gadis itu makan siang.
"Eh mbok, iya mbok makasih ya! Nanti aku sama Syahra dan yang lain nyusul kok ke meja makan, kita mau bicara sebentar lagi nih!" ucap Oni tersenyum.
"Oh gitu, siap non! Kalo gitu si mbok mau lanjut urus kerjaan dulu di dapur, permisi!" ucap mbok Irma.
"Iya mbok, makasih ya!" ucap Oni.
Mbok Irma pun pergi dari sana dan kembali ke dapur untuk lanjut bekerja, sedangkan Oni masih tetap disana bersama tiga gadis yang terus saja tersenyum licik ke arahnya. Ya ketiganya memang terus berharap kalau Oni mau menuruti syarat dari mereka, namun tentu tak ada ruginya juga untuk mereka jika Oni tidak mau menurut, karena Syahra bisa saja langsung menyebarkan rekaman itu.
"Heh! Kalian bertiga jangan bahas soal itu lagi pas kita makan nanti! Gue bakal pikir-pikir dulu soal syarat dari kalian tadi, sekarang ayo kita makan siang bareng di meja makan supaya mbok Irma gak curiga!" ucap Oni mengingatkan Syahra.
"Oke, kita ngikut aja apa kata lu! Tapi, semoga bener ya kalo lu mau pikir-pikir soal itu!" ucap Syahra.
"Iya bawel ah!" ujar Oni kesal.
Akhirnya keempat gadis itu beranjak dari sofa lalu pergi menuju meja makan untuk makan siang bersama.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1