
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 210
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Revi yang baru menyelesaikan kelasnya, justru bertemu dengan Syahra saat hendak pergi mencari Muzaki sang kekasih dan pulang bersamanya. Ya Revi pun terpaksa meladeni sejenak Syahra biarpun ia sangat malas untuk berbicara dengan Syahra dan ingin segera pergi dari sana.
"Hai Rev!" gadis itu menyapanya, tampak Revi pun membalasnya dengan senyum melingkar di bibir sembari menghadap ke arah Syahra.
"Iya kak, hai juga! Ada apa ya kak?" ucap Revi membalas sapaan Syahra sekaligus menanyakan apa maksud Syahra muncul di hadapannya kini.
"Gak ada kok Rev, gue cuma mau ajak lu pulang bareng sama gue! Ya itung-itung gue pengen memulai semuanya dari awal, supaya kita bisa jadi sahabat!" ucap Syahra tersenyum.
"Eee pulang bareng? Duh, emangnya itu gak bakal ketahuan sama teman-teman kamu?" tanya Revi.
"Udah, lu tenang aja Rev! Mereka gak bakalan tahu kok karena mereka udah pada pulang duluan, ayolah Rev kali ini aja ya gue pengen kita lebih dekat dan jadi sahabat! Lu pasti belum ada jemputan kan?" ucap Syahra membujuk Revi.
"Ya emang belum sih, tapi aku kan udah biasa pulang bareng kak Zaki. Ini aku juga lagi mau cari kak Zaki dan pulang sama dia, kayaknya kak Syahra gak perlu repot-repot deh anterin aku karena aku bisa bareng kak Zaki!" ucap Revi.
"Yah gitu ya? Emangnya kenapa sih Rev, lu gak percaya ya kalau gue udah berubah? Atau lu masih takut kalo gue bakal jahatin lu lagi?" ujar Syahra.
"Gak gitu kak, aku cuma gak mau ngerepotin kak Syahra aja! Selain itu, aku juga gak enak lah kalo aku diantar sama senior aku sendiri! Nanti orang-orang ngiranya aku gak sopan!" ucap Revi.
"Gapapa Rev, gak mungkin ada yang mikir begitu! Cuma kali ini doang kok, besok-besok gue gak maksa lu lagi deh buat pulang bareng sama gue! Ayolah Rev, please! Gue tuh pengen buktiin ke lu, kalau gue emang udah beneran berubah dan gue pengen memperbaiki semua kesalahan yang gue lakuin ke lu dulu!" ucap Syahra.
"Eee yaudah deh kak, tapi sebelumnya kita cari kak Zaki dulu ya! Soalnya aku harus izin sama dia sebelum pergi sama kak Syahra, takutnya nanti kak Zaki malah nyariin aku lagi!" pinta Revi pada Syahra dengan wajah memelas.
"Oke, yuk gue anterin lu cari Zaki!" ucap Syahra.
"Iya kak," ucap Revi mengangguk pelan.
Syahra merangkul pundak Revi sambil tersenyum renyah seakan-akan ia memang benar sudah berubah menjadi baik, mereka pun melangkah mencari Muzaki di sekitar kampus.
Sementara dari arah yang tak jauh, rupanya ada Ami dan juga Alin tengah mengamati Syahra serta Revi di depan sana, mereka hendak mengetahui apakah rencana Syahra untuk mendekati Revi berhasil atau tidak.
Tampak senyum kepuasan terpampang di wajah keduanya, Ami dan Alin yakin sekali bahwa Syahra akan berhasil mendekati Revi lalu mereka bertiga bisa kembali ke tim dance angkasa.
"Lin, kayaknya si Revi udah mulai percaya deh sama Syahra. Tuh lihat aja, dia mau pulang bareng sama Syahra dan mereka saling merangkul kayak gitu! Gue jadi gak sabar deh pengen buru-buru balik ke tim dance, karena otot-otot gue ini butuh digerakkan supaya gak sakit!" ujar Ami.
"Benar Mi! Ya kita berdoa aja supaya rencana Syahra berhasil, terus dia bisa bujuk Revi buat balikin kita ke tim dance!" ucap Alin tersenyum.
"Aamiin!" ucap mereka serempak sembari mengusap wajah dengan kedua tangan.
"Oh jadi itu rencana kalian...."
Deg!
tiba-tiba saja muncul suara berat dari belakang mereka, membuat kedua gadis itu terkejut bukan main seraya memegang dada mereka.
"Muzaki?" ucap Ami serta Alin bersamaan, mereka syok saat berbalik badan melihat sosok Muzaki tengah menatap ke arah mereka dengan sorot mata tajam penuh emosi.
β’
__ADS_1
β’
Sementara itu, Laras masih terbayang akan ketampanan wajah Zaenal selaku dosen di kampusnya itu. Ia terus mengkhayal dapat menjadi kekasih dari seorang Zaenal, bahkan dirinya juga berharap agar kelak nanti mereka akan berkeluarga dan memiliki cukup banyak anak.
Wanita itu duduk sendirian di dekat pohon besar, ia terus menatap langit sambil tersenyum dan membayangkan wajah dosen tampan itu, memang Laras sudah mulai tertarik pada Zaenal sejak saat mereka bertemu untuk pertama kalinya yakni ketika dosen itu mengembalikan dompet miliknya.
"Uhh kalau diingat-ingat, wajah pak Zaenal itu makin bikin gue pengen milikin dia deh! Jarang banget ada cowok yang mukanya kayak dia, bukan cuma ganteng tapi manis juga! Terus dia keren banget lagi, paket komplit deh!" batin Laras.
Tanpa disadari olehnya, Zian muncul dari arah timur menatap wanitanya tengah terduduk dengan kaki selonjor dan tas berada di atasnya membuat Zian menggelengkan kepala, ia heran apa yang sedang dilakukan Laras disana karena gadis itu terus saja mendongak dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Ehem ehem..." Zian berdehem pelan, kemudian duduk di samping Laras tanpa ada jarak.
"Kak Zian?" Laras langsung tersadar dari lamunannya dan menatap ke arah pria itu, ia kaget karena Zian sudah ada di sampingnya.
"Kapan kak Zian kesini?" tanya Laras bingung.
"Baru kok, kamu gak sadar karena kamu lagi ngelamun. Siapa sih yang kamu pikirin sayang? Oh aku tahu deh, pasti pak Zaenal kan? Buat apa sih sayang kamu mikirin dia terus?" ujar Zian.
"Apaan sih? Sok tahu banget deh, aku gak mikirin siapa-siapa kok!" ucap Laras mengelak.
"Aku tahu sayang, jelas banget kamu lagi mikirin pak Zaenal yang ganteng itu! Kan kebiasaan cewek-cewek ya begitu!" ujar Zian tersenyum.
"Enggak, aku cuma lagi ngadem aja disini. Sekalian aku nunggu kamu selesai kuliah, supaya kita bisa pulang bareng dan kamu gak perlu ngambek lagi kayak gitu!" ucap Laras coba membujuk Zian agar tidak mencurigai dirinya.
"Kamu yakin? Ngaku aja kali, aku gak bakal marah kok kalau emang kamu lagi mikirin pak Zaenal! Toh aku sadar, selera kamu emang bukan aku yang cuma remahan rengginang ini!" ucap Zian.
"Kamu bicara apa sih, kak? Emang iya aku tertarik sama pak Zaenal, tapi cuma sebatas tertarik aja gak lebih! Lagian mana mungkin juga pak Zaenal mau sama aku? Dia sekelas dosen loh, udah gitu ganteng lagi pasti banyak yang ngincer dia dan gak mungkin dia maunya sama aku!" ucap Laras.
"Kenapa dia harus gak mau sama kamu sayang? Kamu ini udah paket lengkap kok, selain cantik kamu juga imut plus manis banget!" ujar Zian.
Laras tersipu saat Zian mencolek pipinya, seketika gadis itu merona dan menundukkan kepalanya menghindari tatapan langsung dengan Zian karena rasa malunya.
"Jangan nunduk, aku suka lihat muka kamu yang lagi malu-malu begini!" ucap Zian.
"Ish kak Zian mah! Udah yuk, kita langsung pulang aja sebelum semakin panas!" ucap Laras mengalihkan pembicaraan.
Zian pun bangkit diikuti oleh Laras, lalu mereka bersama-sama pergi dari tempat itu menuju parkiran karena Laras memang sudah setuju untuk diantar pulang oleh Zian kali ini.
"Gandengan dong!" pinta Zian.
"Iya iya..." Laras menurut dan kemudian bergandengan tangan dengan Zian.
β’
β’
Sementara itu, Revi dan Syahra berhasil menemui sosok Muzaki setelah mencari kesana-kemari. Mereka pun langsung menghampiri pria tersebut karena Revi hendak berpamitan padanya.
Muzaki yang menyadari kehadiran Revi serta Syahra di dekatnya, langsung memasang wajah tak suka penuh emosi setelah ia mengetahui rencana busuk yang sedang dilakukan Syahra untuk mendekati kekasihnya.
"Kak Zaki, ternyata kamu ada disini. Daritadi aku cariin kemana-mana juga, tapi untung aja berhasil ketemu!" ucap Revi tersenyum.
"Iya sayang, ada apa kamu nyariin aku? Kangen ya pasti sama aku?" tanya Muzaki menggoda Revi.
"Eee iya sih aku kangen juga sama kak Zaki, tapi bukan itu tujuan utama aku cari kak Zaki. Aku cuma pengen pamit sama kak Zaki, soalnya aku mau pulang bareng kak Syahra!" jawab Revi.
"Apa? Kenapa harus bareng Syahra, kan bisa sama aku sayang!" ujar Muzaki terkejut.
"Kali ini aja kok kak, besok baru deh aku bareng sama kak Zaki lagi!" ucap Revi.
"Tapi Rev, kalau kamu kenapa-kenapa di jalan nanti gimana? Aku gak mau ya terjadi sesuatu yang menimpa kamu, lebih baik kamu bareng sama aku aja dan pulangnya sama aku! Supaya kamu aman, karena aku gak percaya sama dia!" ucap Muzaki menggandeng tangan gadisnya.
"Kamu gausah cemas gitu, kak! Aku bisa jaga diri kok, lagian gak mungkin lah kak Syahra tega ngapa-ngapain aku, dia kan udah janji mau berubah dan jadi teman baik aku!" ucap Revi.
"Benar Zaki, lu gausah khawatir ya!" sahut Syahra.
Muzaki beralih menatap Syahra dengan sorot mata tajam, ia sangat tidak percaya pada wanita yang sedang berpura-pura itu.
__ADS_1
"Gimana gue gak khawatir? Revi sekarang lagi dekat sama mantan penjahat, yang pernah sebar gosip miring soal Oni dan Radian. Terus lu juga pernah sakitin Revi, berkali-kali lu lakuin itu sampai Revi sedih! Apa gue harus tenang-tenang aja gitu biarin Revi pergi berdua sama lu? Ingat ya Syahra, sampe sekarang gue masih belum percaya kalau lu mau berubah!" ujar Muzaki.
"Lu tuh kenapa sih Zaki? Kok malah ungkit masa lalu kayak gitu? Ya emang iya gue udah ngelakuin itu semua, tapi kan itu dulu Zaki! Emang setiap orang gak bisa berubah jadi baik gitu? Kak gue udah bilang, gue mau perbaiki kesalahan gue dan sahabatan sama Revi!" ucap Syahra.
"Emang bener setiap orang bisa berubah, terkecuali lu!" geram Muzaki.
Melihat pacarnya amat marah, Revi pun bingung dan curiga kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh Muzaki darinya, apalagi sebelumnya ia tak pernah melihat kekasihnya itu semarah itu.
"Kak, udah ya jangan marah-marah gitu! Kak Syahra ini gak kayak dulu lagi, dia udah berubah jadi orang baik kok!" ucap Revi membujuk Muzaki.
"Kamu jangan asal percaya gitu aja sama kata-kata orang ya sayang! Terutama Syahra ini, kamu harus selalu hati-hati dan gak boleh lengah! Pokoknya aku gak izinin kamu buat pulang bareng Syahra, kamu sama aku aja!" tegas Muzaki.
Muzaki mencengkeram lengan Revi tak membiarkan gadisnya itu terpedaya lebih dalam dengan hasutan Syahra, karena ia sudah mengetahui semua rencana Syahra.
"Ayo kita pulang!" ucap Muzaki.
"Kak, tunggu dulu! Terus kak Syahra gimana? Dia mau pulang bareng aku kan!" tanya Revi.
"Udah gausah mikirin dia!" bentak Muzaki.
Revi tersentak saat Muzaki berbicara keras padanya, belum pernah sebelumnya ia melihat Muzaki semarah itu.
"Kak Zaki ini sebenarnya kenapa sih? Kok sampe semarah itu? Bukannya kak Zaki bilang kalau aku boleh temenan sama kak Syahra? Lagian dia juga udah berubah kok kak!" ucap Revi.
"Kata siapa dia berubah? Kamu itu udah dikadali sama dia sayang!" ujar Muzaki.
"Maksud kamu gimana sayang?" tanya Revi.
"Sssttt! Ayo sekarang kamu ikut aku, kita pergi dari sini dan aku bakal jelasin semuanya ke kamu!" ucap Muzaki.
"Ta-tapi kak...."
Muzaki tak memberi kesempatan bagi Revi untuk bicara, ia menarik paksa gadis itu membawanya pergi dari sana dengan cepat dan menuju parkiran karena ia tak ingin Revi berdekatan dengan Syahra.
Sementara Syahra tampak kebingungan, ia tak mengerti apa yang terjadi pada Muzaki sampai bisa semarah itu ketika tahu Revi hendak pulang bareng bersamanya.
"Muzaki kenapa ya? Kok dia sampe marah-marah gitu sih? Apa jangan-jangan dia udah tahu kalau gue cuma pura-pura doang?" gumam Syahra.
β’
β’
Sepasang kekasih itu kini telah tiba di area parkiran kampus, Muzaki melepas genggaman tangannya dan menatap Revi sejenak untuk menjelaskan pada gadis itu mengenai rencana busuk yang sedang dijalankan oleh Syahra.
"Kak, sebenarnya ada apa sih? Kenapa kak Zaki sampai marah-marah gitu tadi?" tanya Revi.
"Aku mau kasih tahu ke kamu, aku ini udah tahu rencana yang lagi dijalanin sama Syahra dan teman-temannya ke kamu!" jawab Muzaki.
"Hah? Maksudnya?" tanya Revi tak mengerti.
"Iya sayang, tadi aku gak sengaja dengar obrolan Ami dan Alin yang lagi pantau kamu sama Syahra di kejauhan. Mereka bilang kalau Syahra itu cuma mau manfaatin kamu, dengan dia deketin kamu maka dia berfikir kalau dia bisa masuk lagi ke tim dance, dan setelah itu mereka bakal campakkan kamu sayang!" jelas Muzaki.
"Ja-jadi maksud kamu, kak Syahra itu gak beneran mau berubah dan cuma pura-pura doang deketin aku demi bisa balik ke tim dance?" ucap Revi geleng-geleng kepala tak percaya.
"Benar! Makanya tadi aku gak kasih izin kamu buat pulang sama Syahra!" ucap Muzaki.
"Ya ampun! Pantas aja tiba-tiba kak Syahra jadi baik gitu, ternyata dia emang ada maunya. Makasih ya kak karena udah bantu aku!" ucap Revi.
"Sama-sama. Aku kan pacar kamu, udah seharusnya aku bantu kamu sayang! Sekarang kamu jangan lagi dekat-dekat sama Syahra, aku gak mau dia manfaatin kamu!" ucap Muzaki.
"Iya kak..." Revi mengangguk setuju.
"Yaudah yuk kita pulang!" ucap Muzaki.
Setelahnya, mereka pun pergi dari kampus dengan berboncengan motor.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...