Angkasa

Angkasa
Rencana kegiatan alam


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 87


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Radian dan Revi kini berada di parkiran kampus setelah tadi mereka harus terjebak dalam perbincangan aneh dengan Muzaki, ya untungnya Radian bisa segera menghindar dari Muzaki sebelum terjadi keributan diantara mereka. Revi juga cukup lega karena ia dapat membawa Radian pergi dari hadapan Muzaki tadi, ya walau ia malas sekali harus berduaan sama Radian seperti sekarang ini disana.


"Kak, kita mau kemana lagi sekarang? Terus kenapa kak Radian ajak aku ke tempat parkir kampus?" tanya Revi penasaran.


"Tenang Rev! Aku cuma mau ajak kamu pergi dari kampus ini aja kok, terus nanti kita cari tempat rame dekat-dekat sini yang mana ada kemungkinan kalau Syahra ada disana!" ucap Radian.


"Ohh, yaudah aku ikut aja deh!" ucap Revi.


Radian tersenyum kemudian menggerakkan tangan lalu mulai membelai rambut Revi, ia terus menatap wajah Revi begitupun dengan Revi yang mulai terbuai dengan tatapan Radian. Entah mengapa Revi justru tersenyum saat Radian menatapnya dari jarak dekat seperti itu, ya padahal saat ini perasaannya dengan Radian masih sama yakni kesal dan kecewa.

__ADS_1


"Yuk kita masuk ke mobil aku! Supaya nyarinya lebih gampang dan efisien, jadi pake satu mobil aja yaitu mobil aku! Lagian kamu kan pasti lama kalo harus hubungin supir kamu dulu," ucap Radian.


"Iya kak, aku juga emang maunya begitu kok!" ucap Revi tersenyum renyah.


"Bagus deh!" ucap Radian lalu membuka pintu mobil agar Revi bisa masuk lebih mudah. "Yuk masuk sekalian kamu ngadem!" sambungnya.


Revi tersenyum lalu masuk ke dalam mobil Radian bersama Radian, mereka berdua duduk berdampingan di kursi bagian depan dengan saling menatap satu sama lain, namun Revi masih terus saja menunduk dengan dua tangan yang menyatu akibat rasa grogi yang tengah ia rasakan sekarang.


Saat di dalam mobil, Radian dengan ketulusan hatinya langsung memakaikan seat belt pada Revi sambil tersenyum manis menatap ke arah gadis itu yang tampak grogi. Ya tentu saja Revi merasa seperti itu, karena ia tak pernah sedekat itu dipandang oleh seorang laki-laki, apalagi lelaki itu ialah Radian yang sedang dibenci olehnya karena pernah melakukan tindakan keji padanya ketika di malam pesta.


"Rev, kamu kok makin hari makin cantik aja sih? Aku jadi sulit buat menjauh dari kamu Rev, maafin aku ya karena aku udah pernah bikin kamu kecewa dan emosi saat kejadian malam itu!" ucap Radian pelan.


"Kak, kita sebaiknya jangan bahas soal itu deh! Kan tujuan awal kita tuh mau cari kak Syahra, nanti kita gak bisa temuin kak Syahra kalau kak Radian malah bahas soal yang lain! Lagian itu kan kejadian udah lama, mending dilupain aja kak!" ucap Revi.


"Ya iya sih, tapi aku kan masih ngerasa bersalah dan gak enak aja sama kamu! Apalagi aku tahu kalau kamu itu masih kecewa sama aku sampai sekarang, makanya aku belum bisa lupain itu!" ucap Radian.


"Hah? Tempat kumpul Syahra ya? Umm, kayaknya aku tahu deh dimana! Yaudah, yuk kita langsung meluncur kesana sekarang!" ucap Radian.


"Iya kak, lebih cepat lebih baik! Supaya kita bisa kasih pelajaran ke kak Syahra juga!" ucap Revi.


Tanpa berlama-lama lagi, Radian langsung menancap gas dengan kecepatan sedang menuju cafe tempat biasa Syahra kumpul.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Muzaki tampak murung seorang diri di sebuah angkringan sembari menopang wajahnya dengan satu tangan miring ke kanan dan tangan yang lain memainkan sedotan di gelas minuman. Ya Muzaki sebenarnya sedang menunggu teman satu tim dari anggota pecinta alam, karena mereka sudah janjian untuk ketemuan disana hari ini jam ini.


Tak lama kemudian, Laras serta Wisnu datang kesana untuk menemui Muzaki yang sudah menunggu sedari tadi. Namun, keduanya sangat terkejut lantaran Muzaki tengah melamun seorang diri disana dengan tatapan kosong seperti orang yang tak bergairah, mereka pun langsung saja menghampiri Muzaki untuk menyadarkan pria itu.


"Kak Zaki, kok ngelamun aja sih? Lagi mikirin apa hayo?" ucap Laras sembari menepuk pundak Muzaki.

__ADS_1


"Eh kamu Ras, aku pikir siapa tadi. Syukur deh kalo kamu sama Wisnu udah dateng, yuk langsung aja pada duduk sini!" ucap Muzaki tersenyum.


"Hahaha, lanjutin aja ngelamun nya bro! Kita bahas soal pecinta alam nanti aja!" ujar Wisnu tertawa.


"Ya jangan lah! Udah, ayo pada duduk sini! Pesen aja apa yang kalian mau dan gausah sungkan, biar aku yang traktir kalian nanti! Kita kan kesini mau bahas soal perjalanan kita ke pelosok negeri, jadi ya harus bahas itu lah bukan yang lain!" ucap Muzaki.


"Iya iya bro, tapi gue bingung deh. Kok bisa seorang Muzaki tuh galau dan ngelamun kayak tadi? Emang lu ngelamunin apa sih bro? Apa ini soal Revi lagi, iya?" tanya Wisnu sambil terkekeh kecil.


"Hah? Apaan sih? Udah lah jangan dibahas lagi! Itu semua gak penting!" ucap Muzaki kesal.


"Hahaha, oke siap!" ujar Wisnu.


Wisnu dan Laras pun duduk di tempat duduk dekat Muzaki lalu memesan minum serta makan, barulah mereka akan memulai perbincangan hari ini untuk membahas rencana tim pecinta alam. Ya sebentar lagi memang mereka akan segera pergi ke pelosok negeri bersama-sama, tentunya mereka harus bisa membahas semuanya dengan cepat dan segera.


Setelah pesanan mereka datang, kini ketiga orang itu akan kembali membahas mengenai rencana yang sebentar lagi mereka lakukan. Muzaki juga telah mengeluarkan laptopnya dan menunjukkan proposal buatannya itu kepada Laras serta Wisnu disana, ya walau Muzaki saat ini masih kepikiran dengan Revi yang sedang pergi berdua dengan Radian.


"Wah ini udah disetujui sama pihak kampus, kak?" tanya Laras sambil menatap wajah Muzaki.


"Alhamdulillah! Aku sama Raden kemarin udah temui dekan di kampus, katanya pihak kampus bersedia membantu memenuhi anggaran kita untuk melakukan kegiatan peduli alam serta lingkungan sekitar ini!" jawab Muzaki tersenyum.


"Wah bagus deh! Berarti semuanya udah aman dong kak tentang rencana kita? Terus kita bisa lakuin perjalanan kesana?" ucap Laras.


"Ya begitulah, kita tinggal siapin keperluan buat disana aja! Seperti pakaian, persediaan makanan dan minuman selama disana dan lain-lain yang sekiranya perlu buat dibawa!" ucap Muzaki.


"Oke kak!" ucap Laras tersenyum.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2