Angkasa

Angkasa
Laras kemana?


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 137


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Revi serta Laras masih menunggu kehadiran Laras di tempat sebelumnya, mereka duduk cukup sabar disana sembari sesekali bermain ponsel dan ngobrol untuk mengusir rasa bosan. Sudah sekitar lima belas menit mereka menunggu disana, namun tak kunjung ada kabar dari Laras apakah gadis itu akan datang atau tidak, bahkan Laras juga tak membalas pesan dari Revi maupun Latifah sehingga mereka kesal.


Kedua gadis itu pun semakin jengkel dan bosan juga terus-terusan menunggu disana tanpa kepastian, apalagi ponsel Laras juga tak bisa dihubungi dan membuat keduanya geram. Mereka bangkit dari kursi lalu duduk lagi, begitu seterusnya sampai akhirnya Revi memilih untuk melakukan pemanasan saja daripada kelamaan menunggu Laras.


"Udah lah Fah, kita pemanasan aja yuk! Nungguin Laras lama banget loh, udah mau setengah jam dia gak nyampe-nyampe! Masa bisa sampai selama ini dia berangkatnya?" ujar Revi geram.


"Tau nih, mana gak bisa dihubungin lagi nomornya! Kayaknya dia sengaja deh mau main-main sama kita, supaya kita nungguin dia kelamaan kayak gini. Udah deh mending kita tinggal aja tuh dia, keburu panas tau!" ucap Latifah juga kesal.


"Oke, kita olahraga berdua aja dulu sekarang! Sambil nunggu si Laras kasih kabar," ucap Revi.


Latifah mengangguk pelan, mereka pun melakukan pemanasan disana dengan Revi sebagai pemimpin karena ia memang cukup pengalaman mengenai hal-hal seperti itu.


Disaat mereka tengah asyik melakukan pemanasan sambil mengobrol, tiba-tiba Muzaki muncul di dekat mereka dan langsung menghampiri Revi sambil membawa tas berisi barang miliknya tentu.


"Hai Rev, hai Fah!" ucap Muzaki menyapa mereka.

__ADS_1


"Eh kak Zaki, hai juga! Kak Zaki mau olahraga disini juga nih?" ujar Latifah.


"Iya, benar!" ucap Muzaki tersenyum.


"Wah bakal asyik dong! Berarti kita gak cuma berdua Rev, ada kak Zaki juga! Kalo kayak gini mah gapapa deh Laras gausah datang, yang penting ada kak Zaki yang nemenin kita olahraga!" ucap Latifah.


"Loh emang Laras kenapa gak datang?" tanya Muzaki penasaran.


"Eee itu kita juga gak tahu, kak. Laras gak bisa dihubungin, padahal tadinya dia bilang kalau dia mau ikut sama kita olahraga disini. Tapi, tiba-tiba aja dia malah gak ada kabar kayak gini dan bikin kita berdua heran sama dia!" jawab Revi.


"Iya kak, emang aneh tuh orang!" sahut Latifah.


Muzaki terdiam memalingkan wajahnya, ia bingung mengapa bisa Laras seperti itu. Padahal yang ia tahu, Laras bukanlah tipe wanita yang suka ingkar janji dan mempermainkan janji.


"Ini gak beres deh kayaknya, pasti terjadi sesuatu sama Laras! Soalnya aku pikir-pikir, gak mungkin Laras kayak gini, dia itu orang yang amanah kok dan semua ini gak akan terjadi! Dia pasti lagi ada masalah di luar sana!" ucap Muzaki.


"Wih kayaknya kak Zaki tahu banget nih tentang Laras, sampe segitunya khawatir sama Laras yang belum datang kesini!" ujar Latifah nyengir.


"Fah, yang dibilang kak Zaki itu benar! Laras kan emang gak pernah kayak gini sebelumnya, ini itu aneh dan kita harus cari tau apa sebenarnya yang terjadi sama Laras!" ucap Revi membela Muzaki.


"Iya kak," ucap Revi mengangguk.


Revi pun menuruti perintah Muzaki dan coba kembali menghubungi nomor Laras dengan ponselnya, namun lagi-lagi tidak berhasil karena nomor gadis tersebut tidak bisa dihubungi.


"Masih tetap gak bisa, kak. Apa mungkin ya Laras lagi ada urusan keluarga, jadinya dia gak bisa aktifin ponselnya?" ucap Revi cemas.


"Waduh, aku juga kurang tahu sih. Ya semoga aja emang begitu dan Laras itu gak kenapa-napa, kita doakan aja yang terbaik buat dia! Sekarang mending kita fokus olahraga aja dulu!" ucap Muzaki.


Revi dan Latifah manggut-manggut setuju lalu mereka bertiga akhirnya berolahraga bersama-sama disana walau dengan perasaan ragu karena memikirkan kondisi Laras.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Laras sedang bersama Zian pergi dengan berboncengan di atas motor pria tersebut. Gadis itu memang harus terpaksa menerima tawaran Zian karena sang ibu yang memintanya, padahal ia sudah bilang kalau ia ingin pergi ke cfd dengan ojek online dan tak mau pergi bersama Zian. Namun, pria itu justru senang karena bisa mengantar Laras.


Saat di dalam perjalanan, Zian juga dengan sengaja memperlambat laju motornya agar ia bisa lebih lama berduaan dengan Laras. Bahkan Zian meminta Laras mematikan ponsel dengan alasan keselamatan saat berada di atas motor, Laras pun manut saja karena ia juga tak memiliki pilihan lain selain menurut dengan apa yang dikatakan Zian saat ini agar ia selamat.

__ADS_1


"Kak Zian, ini kenapa kita pake muter-muter segala lewat sini sih? Kan tadi bisa lewat jalan ke kanan, gak mungkin dong kak Zian gak tahu arah jalan ke cfd?" tanya Laras penasaran plus kesal.


"Laras cantik, udah kamu diem aja ya sayang! Nikmati aja perjalanan kita ini, jarang-jarang kan kamu bisa boncengan kayak gini sama aku?! Lebih baik sekarang kamu pejamin mata kamu, terus bayangin kita lagi ciuman!" ucap Zian.


"Hah? Aku gak mau lah, ngapain juga aku bayangin yang kayak gitu? Dosa tau kak!" ujar Laras.


"Hahaha, gapapa loh sayang! Kita kan udah halal, buktinya ibu kamu tadi udah kasih restu ke kita buat jadi sepasang kekasih!" ucap Zian.


"Dih, halal darimana sih kak?" ujar Laras kesal.


Zian terdiam sambil cengar-cengir sendiri dan menggelengkan kepala, ia memiliki rencana licik untuk membuat Laras mengeratkan pelukan pada pinggang nya yakni dengan cara ngerem mendadak.


Ciiitttt...


"Awhh, kak Zian! Kok kak Zian tiba-tiba ngerem gitu sih? Kan aku jadi kepentok punggung kak Zian, sakit tau gigi aku!" ujar Laras kesal.


"Eee ma-maaf sayang! Aku gak sengaja, kamu baik-baik aja kan cantik?" tanya Zian panik.


"Iya, aku gapapa kok. Tapi, ini rada sakit aja gigi aku gara-gara kepentok punggung kak Zian tadi! Lain kali jangan begitu dong kak!" jawab Laras sembari memegangi rahangnya yang sakit.


"Iya iya, maaf ya cantik!" ucap Zian.


"Emang ada apaan sih, kak? Kenapa kak Zian ngerem mendadak kayak gitu?" tanya Laras penasaran.


"Eee anu itu, tadi ada kucing nyebrang!" jawab Zian.


"Ohh, yaudah ayo lanjut kak! Kebetulan ini udah dekat kak dari cfd, awas ya kak Zian jangan lewat jalan yang muter-muter lagi!" ucap Laras.


"Iya sayang," ucap Zian manut.


Zian pun kembali melajukan motornya, ia merasa menyesal karena telah membuat Laras kesakitan. Namun, Zian merasa senang juga karena berhasil mendapat pelukan hangat dari Laras.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2