
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 123
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Keesokan paginya, Radian kembali menjemput Oni di depan rumah. Kali ini Radian sengaja mengenakan jaket ojeknya untuk memberitahu pada Oni kalau ia sudah mendapat pekerjaan, walaupun ia agak ragu dan khawatir Oni akan kecewa karena tahu kalau Radian hanya bekerja sebagai ojek, biar gimanapun gaji ojek tidak seberapa dan ia takut Oni akan kesal.
Radian keluar dari mobilnya lalu berjalan menuju ke depan pintu rumah Oni, ia mengetuk pintu sembari memanggil nama gadisnya berharap Oni bisa segera keluar menemuinya. Ya Radian juga sudah tidak sabar ingin memperlihatkan pekerjaan barunya itu kepada Oni, ia penasaran apa kiranya reaksi Oni nanti kalau tahu Radian adalah seorang driver ojek online.
TOK TOK TOK...
"Oni, sayang ini aku!" teriak Radian memanggil Oni.
Tak lama kemudian, Oni keluar dari dalam rumahnya membuka pintu lalu menghampiri Radian sambil tersenyum. Oni sudah tampak rapih dan bersiap untuk segera berangkat ke kampus.
Ceklek...
"Eh kamu udah datang, aku pikir kamu gak mau jemput aku lagi loh!" ucap Oni.
__ADS_1
"Hahaha, ya gak mungkin lah!" ujar Radian.
Radian sengaja melakukan gerakan seperti menunjukkan jaket yang ia kenakan pada Oni, hal itu tentunya agar Oni bisa menyadari kalau ia saat ini sudah memiliki pekerjaan.
"Sayang, ada yang beda gak dari aku?" tanya Radian.
"Hah?" Oni terkejut kemudian memperhatikan Radian dari atas sampai bawah.
"Kamu kok pake jaket go-bek sih?" ujar Oni heran.
"Hahaha, iya itu dia sayang. Mulai sekarang aku udah jadi driver go-bek, aku keterima sayang! Sebenarnya sih dari kemarin aku juga udah mulai narik, malah dapat lumayan banyak penumpang! Gimana sayang, kamu suka apa enggak?" ucap Radian.
"Umm, kamu keren banget sih! Baru kali ini aku lihat driver ojek online seganteng kamu!" puji Oni.
"Waduh, bisa aja nih kamu bikin aku terbang! Yaudah, yuk abang ojek anterin sampai ke depan kampus! Khusus gadis cantik kayak kamu mah gratis gak pake bayar!" ujar Radian mencolek dagu Oni.
"Ohh, berarti cewek-cewek cantik di luaran sana juga kamu gratisin gitu? Bener-bener ya kamu Radian, cari masalah aja sama aku!" ujar Oni salah paham.
"Eh eh, gak gitu sayang! Maksudnya aku khusus kamu aja yang aku gratisin, jangan salah sangka gitu dong cantik! Yakali aku mau gratisin semua gadis cantik, bisa rugi aku dong sayang! Nanti aku gak bisa kasih makan kamu sama anak kita!" ucap Radian tersenyum sambil mengusap perut Oni.
"Eee iya iya maaf, abisnya kamu itu cantik banget sih! Aku kan jadi pengen ngusap perut kamu terus, aku juga udah gak sabar nunggu dia lahir ke dunia! Pasti bakalan seru banget deh!" ucap Radian.
Pria itu malah semakin menjadi-jadi mendekati Oni dan mengusap perut gadis itu, membuat Oni agak khawatir kalau nantinya ada yang melihat kelakuan mereka disana. Apalagi kedua orang tua Oni masih ada dan tinggal bersamanya di dalam sana, bukan tidak mungkin kalau mereka bisa tahu apa yang sedang dilakukan Radian dan Oni.
"Radian, udah jangan begini terus! Kamu mau bikin aku ketahuan sama papa mama?" ucap Oni.
Cupp!
Radian justru tersenyum dan mengecup pipi gadis itu sembari membelai rambutnya, ia juga kembali mendekat ke arah telinga Oni dan bernafas disana membuat Oni berdebar-debar.
"Ish, cukup dong Radian! Udah yuk kita berangkat aja ke kampus!" bentak Oni kesal.
"Iya iya sayang, ayo ikut ke mobil!" ucap Radian.
__ADS_1
Oni mengangguk tersenyum, kemudian mulai melangkah bersama Radian menuju mobilnya.
...β’β’β’...
Disisi lain, Revi lagi-lagi harus dibuat geram dengan kemunculan sosok Arsyan sang mantan di depan gerbang rumahnya. Ya pria berambut panjang itu sudah berdiri tepat di depan sana dengan motor Vespa khas miliknya yang sudah beberapa kali ia pakai sejak SMA, hal itu membuat Revi sangat kesal karena sulit sekali untuk menyadarkan Arsyan.
Akhirnya Revi terpaksa menemui Arsyan di depan gerbang walau ia sangat malas sekali meladeni Arsyan mantannya itu, apalagi setiap kali ia bertemu dengan pria itu pasti selalu terjadi sesuatu yang ia tidak inginkan seperti gombalan atau bujukan dari Arsyan untuk mengajaknya balikan, namun ia harus menemui Arsyan agar bisa mengusirnya dari sana.
"Arsyan, kamu ngapain lagi sih kesini? Aku heran deh sama kamu itu, harus berapa kali lagi aku kasih tau ke kamu kalau kita ini udah putus dan gak ada apa-apa lagi?!" ujar Revi sangat emosi.
"Hey Rev, good morning! Aku senang banget deh bisa ngeliat kamu pagi-pagi begini, apalagi kamu cantik banget Rev!" ucap Arsyan tersenyum.
"Haish, mending kamu pergi deh sana!" bentak Revi.
Arsyan masih tersenyum kemudian turun dari motornya dan menghampiri Revi, ia menggerakkan tangan berusaha untuk mengelus wajah Revi yang cantik itu. Akan tetapi, gadis itu dengan cepat menghindar sehingga Arsyan tidak bisa mengelus wajah mulusnya.
"Jangan macem-macem ya! Aku bisa teriak dan satpam aku nanti bakal pukulin kamu!" ancam Revi.
"Aduh Rev, kamu jangan galak-galak begitu dong manis! Eh tapi, kalau kamu lagi marah begini jadi tambah cantik tau! Aku semakin gak bisa jauh dari kamu apalagi ngelupain kamu, please Rev kita balikan ya sayang!" ucap Arsyan.
"Gak usah berharap deh, ya! Kita udah putus, dan kita gak mungkin bisa balik lagi! Mending kamu cari yang lain aja, terus sekarang pergi dari sini! Aku gak mau ketemu sama kamu, paham?!" ucap Revi kesal.
Arsyan menunduk terdiam.
"Maaf Rev! Tapi, aku gak bisa pergi dari sini tanpa kamu! Gimana kalau kita berangkat bareng ke kampus pakai Vespa ini? Mengenang masa lalu lah gitu, kayak waktu dulu kita pas masih pacaran!" ucap Arsyan tersenyum.
"Gak mau! Aku bisa berangkat ke kampus diantar supir aku, itu lebih baik dibanding bareng sama kamu!" ucap Revi menolak tawaran Arsyan.
"Aduh sayang, susah banget sih bujukin kamu buat ikut sama aku! Udah lah Revi cantik, ayo bareng aja sama aku ke kampusnya! Ini aku kan udah disini, masa kamu gak mau bareng aku?" ucap Arsyan.
"Iya, aku gak mau! Lebih baik kamu pergi sana, terus jangan pernah datang lagi!" ujar Revi.
Revi yang kesal langsung berbalik badan, kemudian ia pun pergi meninggalkan Arsyan disana dengan perasaan jengkelnya. Sedangkan Arsyan masih tetap berdiri di dekat motornya memandangi punggung Revi sambil tersenyum.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...