Angkasa

Angkasa
Mulai tidak canggung


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...×××...


#ANGKASA EPS. 162


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


TOK TOK TOK...


"Assalamualaikum..."


Suci mengikuti Muzaki mengucap salam, lalu perlahan masuk ke dalam rumah pria itu bersamaan dengan langkah Muzaki.


"Waalaikumsallam!"


Terdengar suara balasan dari ibu Muzaki, tentu saja Suci tersenyum senang karena ia bisa bertemu dengan calon mertuanya itu.


Ya Stevi pun muncul menghampiri Suci dan Muzaki, wanita itu tersenyum melihat sosok gadis manis yang berada di samping Muzaki, Stevi sangat mengenal siapa gadis tersebut.


"Eh nak Suci? Akhirnya kamu datang lagi kesini sayang, apa kabar?!" ujar Stevi gembira.


"Iya tante, Alhamdulillah aku baik! Tante sendiri gimana kabarnya?" ucap Suci tersenyum sambil mencium tangan Stevi.


Stevi langsung merangkul Suci dan memeluknya, mengelus rambut panjang gadis itu dengan lembut.


"Tante baik, udah lama banget ya kita gak ketemu sayang! Tante kangen loh ngobrol-ngobrol sama kamu kayak dulu lagi!" ucap Stevi.


"Iya tante, aku juga!" ucap Suci.


Melihat keakraban mamanya dengan Suci, entah mengapa Muzaki merasa tidak tega. Ia ingat betul momen dahulu ketika membawa Suci ke rumahnya, karena pasti mamanya itu akan sangat bahagia seperti sekarang ini.


"Yaudah, masuk yuk sayang! Kita lanjut ngobrol lagi kayak dulu, tante kangen banget loh!" ucap Stevi.


"Eee oke tante!" ucap Suci.

__ADS_1


Suci melirik sekilas ke arah Muzaki.


"Ohh, tenang aja! Muzaki juga ikut kok, yuk Zaki ikut sama mama dan Suci ngobrol di ruang tamu!" ucap Stevi.


"Tapi mah, aku mau mandi dulu. Aku kan baru dari luar masih keringetan juga, gak enak lah kalo ngobrol sama Suci tapi bau badan! Nanti abis mandi aku turun ke bawah lagi kok, mah!" ucap Muzaki.


"Iya juga sih, yaudah kamu mandi gih! Biar kayak Suci nih udah wangi, mama juga enak peluknya!" ucap Stevi tersenyum.


Suci hanya tersenyum saat Stevi mengeratkan pelukannya, ia merasa nyaman sekali berada dalam pelukan ibu dari mantan kekasihnya tersebut karena terasa seperti ibu kandungnya sendiri.


"Iya mah, kalo gitu aku ke kamar dulu ya? Suci, sebentar ya!" ucap Muzaki.


"Iya..."


"Oh ya, ini tadi ada makanan dari Suci mah. Aku taruh disini aja atau kasih ke bik Ussy?" ujar Muzaki.


"Eee kasih ke bik Ussy aja sayang!" jawab Stevi.


"Oke mah!" ucap Muzaki.


Muzaki pun melangkah ke dapur lebih dulu membawa tantang itu, sedangkan Stevi dan Suci melangkah menuju ruang tamu.


Stevi pun duduk di sofa bersama Suci, mereka masih saling berpegangan tangan dan tersenyum karena sudah lumayan lama tak saling bertemu sedekat ini setelah Muzaki serta Suci putus hubungan.


"Suci sayang, kamu itu darimana aja sih? Kok gak pernah datang kesini lagi temuin tante?" tanya Stevi.


"Emang kalian gak bisa apa rujuk terus balikan lagi? Jujur loh tante lebih senang waktu Zaki masih sama kamu, karena dia itu selalu ceria dan jarang banget murung gak kayak sekarang!" ucap Stevi.


"Eee kalau itu sih kayaknya susah deh tante, apalagi Muzaki kan udah gak cinta sama aku! Mungkin kita emang gak berjodoh," ucap Suci.


"Jangan bilang begitu sayang! Tante yakin masih ada kesempatan buat kalian saling bersatu kembali kok, karena tante itu ngerasa Muzaki masih belum bisa moveon dari kamu sayang!" ucap Stevi.


"Masa sih tante?" tanya Suci.


"Iya sayang, kamu coba aja deketin Zaki terus!" jawab Stevi sambil tersenyum.


Suci hanya manggut-manggut pelan, lalu Stevi kembali memeluk tubuh gadis itu dan mengusap punggungnya perlahan sambil sesekali mengecup kening Suci seperti anak kandungnya sendiri.


...•••...


Disisi lain, Laras baru pulang dari rumah temannya di malam hari yang gelap ini. Gadis itu turun dari taksi yang ia naiki lalu bergerak menuju rumahnya sambil membawa barang-barang miliknya.


Disaat ia sedang melangkah, tiba-tiba saja sebuah motor berhenti di dekat gadis itu. Ya seorang pria membuka helmnya menunjukkan wajah sambil tersenyum ke arahnya, pria itu ialah Zian yang sengaja datang untuk menemui Laras.


"Hai Ras!" sapa Zian sambil turun dari motornya dan menghampiri Laras.


"Eh kak Zian, kenapa?" tanya Laras bingung.

__ADS_1


"Kamu abis darimana sih cantik? Kok malam-malam begini baru pulang? Apa kamu gak kecapekan?" ujar Zian sambil mengusap wajah Laras perlahan.


"Umm, aku dari rumah temen kak!" ucap Laras.


"Ohh, sini aku bantu bawain ke dalam supaya kamu gak kecapekan!" ucap Zian.


"Eee gausah kak, aku—"


"Udah gapapa, aku pengen bantu kamu cantik! Jangan nolak ya, atau aku nanti bakal marah sama kamu!" potong Zian mengancam Laras serta menatap tajam ke arah gadis itu.


"Yaudah deh kak, makasih ya!" ucap Laras.


"Sama-sama. Oh ya, boleh gak aku minta kamu buat senyum ke aku?" tanya Zian.


"Eee boleh kok, ini aku senyum!" ucap Laras.


Gadis itu langsung tersenyum ke arah Zian sesuai permintaan pria tersebut, tentu saja Zian langsung bergembira melihatnya karena senyum di wajah Laras benar-benar membuatnya terkesima.


"Kamu makin cantik kalo senyum begini, jangan bosan-bosan ya!" ucap Zian sambil mengusap rambut gadis itu.


"Iya kak," ucap Laras singkat.


Akhirnya mereka masuk ke dalam secara bersamaan, Zian membawakan beberapa barang milik Laras itu dengan tangannya dan tak mengizinkan Laras ikut membawanya dengan alasan ia tidak ingin Laras merasa letih.


Tindakan Zian itu membuat Laras merasa tersipu, entah mengapa ia tak bisa memungkiri jika ia saat ini merasa senang diperlakukan seperti itu oleh Zian yang padahal ia selalu tidak menyukai ketika pria itu mendekatinya selama ini.


"Ini aku kenapa ya? Kok rasanya deg-degan banget ada di samping kak Zian?" batin Laras.


Zian tak menyadari itu, namun ia merasa bangga karena saat ini Laras mau menuruti kemauannya dan tidak merasa canggung lagi saat di dekatnya.


"Laras!" ucap Zian menatap Laras.


"Eh iya kak, ada apa?" tanya Laras yang langsung menoleh ke arah pria itu.


"Kak Zian keberatan? Mau gantian?" sambungnya.


"Enggak lah, bukan itu!" ucap Zian tersenyum.


"Terus apa kak?" tanya Laras penasaran.


"Aku suka kamu yang sekarang, karena kamu udah gak canggung lagi sama aku. Semoga seterusnya kamu bisa begini ya cantik! Karena aku pengen kita menjalin hubungan yang lebih serius," jelas Zian.


"Eee...."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2