Angkasa

Angkasa
Siapa dia?


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 142


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Muzaki turun dari motornya, kemudian menghampiri wanita cantik itu dengan langkah perlahan sambil terus menatap wajahnya. Sedangkan si wanita terus tersenyum seperti sangat bahagia.


"Ka-kamu...??" ucap Muzaki sedikit gemetar.


Wanita itu manggut-manggut, ia amat senang saat melihat Muzaki melepas helmnya.


"Iya, ini aku Muz..." ucap wanita itu.


Muzaki masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, ia mengucek-ngucek mata untuk memastikan bahwa ia tidak salah lihat dan memang benar ia sedang melihat sosok wanita disana. Ia pun semakin mendekat ke arah si wanita dengan tatapan mata yang masih penasaran.


Sementara wanita itu masih diam di tempat sembari terus memandangi Muzaki, ia menaruh dua tangan di depan dan tersenyum sambil sesekali menyingkirkan rambut bagian depannya. Hal itu membuat Muzaki semakin merasa yakin kalau yang ia lihat saat ini memang benar seorang wanita yang ia kenali.


"Suci? Gimana kamu bisa ada disini? Bu-bukannya kamu waktu itu pamit ke aku, kalau kamu mau pergi ke Amerika dan lanjut study disana?" tanya Muzaki.


Ya wanita itu ialah Suci alias sang mantan terindah dari Muzaki, yang selalu membuat Muzaki gagal moveon dan bahkan berubah menjadi sosok lelaki dingin yang cuek dengan setiap wanita.


"Iya Muz, aku udah kembali. Aku kangen sama kamu Muzaki, boleh aku peluk kamu?!" ucap Suci.

__ADS_1


Muzaki mengangguk sembari menyeka air mata yang mulai keluar.


Tanpa basa-basi lagi, Suci melangkah maju dan memeluk Muzaki disana. Pria itu mendekap Suci dengan erat sembari mengusap punggungnya dan menaruh dagu pada pundaknya.


"Aku kangen banget sama kamu!" ucap Suci.


"Sama, aku juga selalu merindukan kamu! Wangi tubuh kamu yang khas ini, sangat aku rindukan Suci! Aku senang bisa kembali peluk kamu dan hirup aroma tubuh kamu!" ucap Muzaki.


"Iya Muz, kamu bebas kok peluk dan cium aku! Karena aku juga rindu kamu perlakukan seperti itu, aku selalu sedih tiap kali mengingat momen indah kita dulu Muz! Itu juga yang bikin aku mutusin buat balik ke Indonesia!" ucap Suci.


"Hah? Terus, kamu udah gak balik ke Amerika lagi?" tanya Muzaki penasaran.


"Iya Muz, aku pengen kuliah disini aja. Supaya aku bisa ketemu terus sama kamu, aku juga udah minta izin sama papa dan papa izinin!" jawab Suci.


"Se-serius?" tanya Muzaki.


Muzaki melepas pelukan lalu menatap wajah Suci dengan kedua tangan di pundak.


"Iya, aku serius!" ucap Suci sambil tersenyum.


Muzaki bingung harus senang atau sedih, karena ia saat ini juga sudah mulai melupakan sosok Suci dari kehidupannya dan ingin memulai hidup baru dengan Revi wanita yang ia cintai.


"Maaf Suci! Bukan aku gak senang, tapi sekarang aku udah moveon dari kamu. Hubungan kita kan juga udah berakhir cukup lama, kalau kamu mau balik kesini ya silahkan aja! Yaudah ya, aku harus pergi sekarang, masih ada urusan lain yang lebih penting daripada mengungkit masa lalu!" ujar Muzaki dengan perasaan sedihnya.


Suci pun amat syok mendengar perkataan Muzaki, senyum di wajahnya seketika berubah menjadi kesedihan. Ya Suci tak menyangka jika pria yang ia sayangi itu kini telah berubah.


"Muz, tapi aku sampe rela bela-belain buat balik kesini demi kamu loh!" ucap Suci.


"Aku kan gak minta itu, maaf Suci! Tapi, hubungan kita sudah berakhir dan aku gak bisa lagi menyatu dengan kamu!" ucap Muzaki.


"Kenapa?" tanya Suci penasaran.


"Aku udah gak cinta sama kamu, emang iya aku rindu dan pengen peluk kamu. Tapi, rasa cinta di hati aku udah bukan buat kamu lagi Suci. Maafin aku, tolong jangan dekati aku lagi!" jawab Muzaki.


Muzaki menurunkan tangannya dari pundak Suci, dengan berat hati ia berbalik dan hendak pergi.


"Tunggu!" teriak Suci.

__ADS_1


Suci mengejar Muzaki, pria itu menghentikan langkahnya karena dipanggil oleh Suci. Suci langsung memeluk tubuh Muzaki dari belakang dan menangis cukup deras.


"Jangan pergi Muz, aku sayang dan cinta banget sama kamu! Aku rela lakuin apa aja buat kamu, tolong jangan pergi!" rengek Suci.


Muzaki terdiam memejamkan mata, ia menghela nafas sebelum akhirnya menyingkirkan tangan Suci yang melingkar di pinggangnya secara paksa. Ia berbalik kemudian berbicara pada Suci.


"Sekali lagi maaf Suci, aku gak bisa!" tegas Muzaki.


Gadis itu menggeleng, matanya sudah sembab dipenuhi oleh air yang ingin mengalir. Muzaki merasa tidak tega melihat itu, karena biar bagaimanapun Suci adalah mantan terindahnya.


β€’


β€’


Sementara itu, Rudi yang masih mengintip dari balik pohon merasa kaget saat melihat Muzaki dan Suci bertengkar di depan sana. Ya Rudi memang tak bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka, namun ia yakin sekali kalau diantara Muzaki dan gadis itu ada hubungan sejenis pacar atau kekasih.


Disaat ia tengah asyik mengintip, tiba-tiba saja Wisnu muncul dari belakang menepuk pundaknya. Tentu saja Rudi kaget karena ditepuk secara tiba-tiba oleh Wisnu disana, ya Rudi pun memarahi Wisnu dan Wisnu hanya terkekeh mendengar ocehan dari Rudi.


"Ah elah, lu ngagetin gue aja Nu! Bisa gak kalo nyapa tuh pelan-pelan aja?" geram Rudi.


"Hahaha, jangan marah lah! Abisnya ngapain lu malah berdiri disana, main petak umpet sama siapa lu? Genderuwo?" ujar Wisnu tergelak.


"Yeh jangan ngomongin gituan ah!" ujar Rudi.


"Dih, cemen lu! Masa cuma sama genderuwo aja takut? Katanya laki, harus berani dong bor!" ujar Wisnu meledek sohibnya.


"Ah berisik lu! Mending sini deh lu gabung sama gue, tuh lihat ke depan sana!" ucap Rudi menunjuk ke arah Muzaki serta Suci yang sedang berbincang.


"Hah? Itu Muzaki sama siapa? Kok gue baru lihat ya?" tanya Wisnu terheran-heran.


"Nah itu dia, gue juga gak kenal sama tuh cewek. Makanya daritadi gue ngintip disini, abisnya gue penasaran bor! Kan gak biasanya Muzaki dekat sama cewek, apalagi pakaiannya seksi kayak gitu!" ucap Rudi juga penasaran.


"Eee iya juga ya, dari cara bicaranya sih kayaknya mereka udah kenal lama. Bisa jadi tuh cewek mantan pacar Muzaki, atau malah pacarnya! Bisa aja kan diem-diem Muzaki punya pacar?" duga Wisnu.


"Bisa jadi sih!" ujar Rudi.


Akhirnya Wisnu pun ikut mengintip disana bersama Rudi karena penasaran, mereka dengan lihainya bersembunyi demi dapat melihat Muzaki dan Suci.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2