
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Warning ada plus-plus, tapi gak banyak...
...πππ...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 105
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Keesokan paginya, Oni terbangun dari tidur dan syok saat mengetahui dirinya tanpa busana serta hanya tertutupi sebuah selimut tebal. Apalagi saat ia menoleh ke samping dan terlihat ada Radian disana tengah asyik bermain handphone, Oni pun coba mengingat apa yang terjadi semalam dan ia baru ingat kalau memang semalam mereka berdua habis melakukan hubungan badan di hotel tersebut.
Melihat gadisnya sudah sadar, Radian justru tersenyum dan menaruh ponselnya. Ia merangkul Oni dari samping posisi tidurnya lalu memegang wajah gadis itu, ia juga memberi gigitan kecil pada daun telinga Oni sembari berdesis disana untuk membuat Oni tergoda, namun gadis itu masih tetap sama ekspresinya yakni tak menyangka kalau ia bisa melakukan itu dengan Radian tanpa paksaan.
"Good morning sayang! Aku seneng banget kamu udah bangun, semalam kita seru banget ya?! Kamu suaranya bikin aku susah lupa, apalagi goyangan kamu juga mantap! Kayaknya emang kamu ini udah handal deh, iya kan?" ujar Radian tersenyum.
"Radian, aku minta maaf ya! Semalam itu aku juga gak tahu apa yang terjadi sama aku, aku juga heran kenapa aku bisa ngelakuin itu? Harusnya kan kita gak begitu lagi, aku benar-benar nyesel banget udah terpengaruh semalam!" ucap Oni tampak sedih.
__ADS_1
"Hey, gapapa sayang! Aku suka kok, malahan aku pengen main lagi sama kamu sekarang!" ujar Radian.
"Hah? Oh aku tau, jangan-jangan ini semua ulah kamu ya Radian? Pasti semalam kamu ada kasih sesuatu ke makanan atau minuman aku, makanya aku jadi kayak gitu!" ujar Oni kesal.
"Gak ada sayang, aku aja gak tahu kenapa kamu bisa begitu! Tapi, aku mah seneng banget karena kamu yang ajakin aku duluan semalam!" ujar Radian.
"Bohong!" bentak Oni.
Radian pun menggeser posisi tubuhnya sembari mendekap Oni lebih erat, ia mengecup pipi gadis itu lalu menyibakkan selimut yang menutupi bagian tubuh Oni itu. Dengan santainya Radian bermain di dua buah bola kenyal kesukaan setiap kaum lelaki itu sembari tersenyum renyah, sedangkan gadis itu tampak geram melihat tindakan Radian saat ini.
"Radian, benar kan yang tadi aku bilang? Kamu emang udah taruh sesuatu di makanan atau minuman aku semalam? Soalnya gak mungkin banget aku bisa tiba-tiba begitu, kalau kamu gak ngerjain aku!" ujar Oni emosi.
"Iya aku ngaku deh, semalam aku emang taruh obat perangsangg di minuman kamu. Itu aku lakuin supaya aku bisa main lagi sama kamu, karena punya kamu itu nagih banget tau sayang! Abisnya kamu aku ajakin baik-baik malah gak mau, jadi aja aku pake obat begituan buat memenuhi gairah aku!" ucap Radian akhirnya mengaku.
Oni pun hanya bisa menelan saliva sembari memutar bola mata mendengar pengakuan Radian.
"Maaf ya sayang!" ucap Radian sambil kedua tangannya terus bermain di gunung kembar milik Oni dan sesekali menarik serta memutar titik sensitif yang ada disana membuat gadis itu mengerang pelan.
Radian tersenyum lalu menangkap tubuh Oni dan menindihnya, tanpa basa-basi ia langsung saja melahap dua buah benda kenyal itu. Oni tak bisa berbuat banyak selain hanya pasrah menerima apa yang ia dapatkan saat ini, lagipun ia tak memungkiri kalau permainan Radian itu berhasil membuatnya merasakan kenikmatan yang tiada tara.
"Aku tahu kamu suka sayang, jadi biarin aku yang tuntaskan permainan ini dan kamu cukup diam aja menikmati semuanya! Keluarkan suara kamu yang indah itu, jangan ditahan!" ucap Radian pelan.
...β’β’β’...
Disisi lain, Latifah tampak penasaran mengenai rencana Revi dan Muzaki semalam yang berakting menjadi pasangan di depan orang tua Revi. Tentu kepo adalah sifat Latifah yang tak bisa dihilangkan, sehingga ia selalu ingin tahu apapun itu urusan tentang sahabatnya, bahkan bukan hanya Revi tapi juga seluruh orang yang ada di dekatnya.
Revi pun tersenyum dan mengajak Latifah duduk sejenak di kursi, Revi tidak masalah memang jika ia harus menceritakan semua itu pada Latifah, karena memang itu bukan sesuatu yang perlu disembunyikan. Apalagi Latifah adalah sahabatnya yang selalu menemani ia dimanapun dan juga kapanpun ia membutuhkan gadis itu.
"Nah Rev, sekarang lu cerita dong sama gue! Kan gue udah duduk nih disini, lu bisa ceritain ke gue gimana hasilnya semalam?! Apa lu udah berhasil bikin mama sama papa lu itu percaya, kalau lu udah punya pacar dan pacar lu itu kak Zaki?" tanya Latifah penuh dengan penasaran.
"Umm, Alhamdulillah Fah! Semalam papa sama mama aku percaya kok, mereka juga katanya gak akan mau jodohin aku lagi!" jawab Revi.
__ADS_1
"Alhamdulillah! Bagus deh kalo emang begitu, jadi usaha lu gak sia-sia deh!" ucap Latifah.
"Iya aku seneng banget, untung aja mama sama papa aku itu bisa percaya kalau aku udah punya pacar dan gak perlu dijodohin begitu! Aku kan belum tentu bakal suka sama cowok yang disaranin mama aku nanti," ucap Revi.
"Bener tuh! Kalau sama kak Zaki kan lu udah terlanjur suka dan dapet chemistry-nya, jadi mau lu pacaran atau nikah beneran juga gak masalah, iya kan?!" ucap Latifah nyengir.
"Ish, ngada-ngada aja kamu! Yakali aku nikah sama kak Zaki, itu gak akan mungkin terjadi Latifah! Kamu lain kali kalo ngomong itu difilter dulu, jangan meleber kemana-mana gak jelas! Kan aku sama kak Zaki mah cuman pura-pura pacarannya, dasar aneh ih kamu!" ujar Revi langsung merong-merong.
"Hahaha, santai aja kali mbak! Gausah pake kesel kayak gitu! Gue kan tadi cuma berandai-andai, belum tentu bakal kejadian juga!" ujar Latifah.
"Ya iya sih, ah udah lah gausah dibahas! Kalo kita bahas gituan terus, yang ada nanti puasa kita batal! Ini kan hari pertama bulan Ramadhan, kita gak boleh gosip atau ghibah!" ujar Revi.
"Siap mbak Revi! Tapi, kan kita gak ghibah daritadi juga. Kita itu cuma bahas tentang akting lu semalam sama kak Zaki, bukan ghibah dong?" ucap Latifah.
"Sama aja lah Ifah, emang kak Zaki bukan orang?" ucap Revi geleng-geleng kepala.
"Ya iya sih, dia orang. Yaudah deh ya, kita jangan bahas tentang itu lagi! Nanti bisa kurang pahala puasa gue di hari pertama, mending kita ke kantin sambil minum es gitu!" ucap Latifah.
Plaaakk...
Revi menampar wajah Latifah tanpa tenaga alias lemah tak bertenaga.
"Ish, kok lu nampar gue?" ujar Latifah memegangi pipinya yang ditampar.
"Abisnya kamu ngada-ngada aja! Kalau kita minum di kantin, yang berkurang bukan cuma pahala kita. Tapi, puasa kita juga batal Ifah cantik!" ucap Revi sedikit kesal dengan tingkah sahabatnya itu.
Latifah hanya nyengir memperlihatkan gigi-giginya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1