
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 148
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
TOK TOK TOK...
"Ras, Laras...!!"
Maryam berteriak memanggil nama Laras sembari mengetuk pintu kamar putrinya itu, ia hendak memberitahu pada Laras kalau sekarang sudah ada Zian di bawah yang menunggunya.
Namun, tak ada jawaban dari Laras. Hal itu membuat Maryam merasa heran dan mengira Laras sedang ketiduran atau yang lain, ia pun memperkeras ketukan pintu disertai suara teriakan yang memanggil nama putrinya itu.
TOK TOK TOK...
"Laras, ayo keluar sayang! Ini mama nak, cepat buka dong pintunya!" teriak Maryam mulai kesal.
"Iya mah..."
Akhirnya muncul suara balasan dari Laras, ya tentu Maryam langsung gembira karena ternyata putrinya itu tidak sedang tidur.
Ceklek...
"Duh, ada apa sih mah? Aku tuh lagi main game tau, mama ganggu aja deh!" ujar Laras kesal.
"Haish, mama ketuk-ketuk pintu ternyata kamu lagi main game? Ya ampun sayang, mama kira kamu tidur atau lagi istirahat gitu! Eh ini malah main game, emang gak bener kamu! Udah ayo keluar!" ujar Maryam.
"Ih ngapain sih mah? Kan udah gak ada tamu yang datang, lebaran udah seminggu lebih, mah! Saudara kita juga udah pada pulang, mau ngapain lagi aku keluar coba?" ucap Laras.
"Sayang, itu di depan ada teman kamu! Ayo cepat temuin dia!" ucap Maryam.
"Hah? Siapa mah?" tanya Laras penasaran.
__ADS_1
"Nak Zian, udah ayo buruan turun!" paksa Maryam.
"Zian? Duh, aku gak mau deh mah kalo ketemu sama dia! Mending aku disini aja istirahat, males tau mah ketemu kak Zian mah!" ujar Laras cemberut.
"Kenapa sih sayang? Bukannya dari kemarin kamu nungguin nak Zian datang kesini? Tadi katanya, nak Zian itu baru balik dari kampung. Buruan kamu temuin dia gih!" ucap Maryam tersenyum.
"Mama, aku gak mau! Udah mama aja yang temuin kak Zian, aku males!" ujar Laras.
"Jangan mama doang dong, sama kamu juga ayo! Lagian Zian itu pengennya ketemu sama kamu, bukan mama!" ucap Maryam.
"Tapi mah, aku gak mau!" ujar Laras.
Maryam yang kesal akhirnya menarik paksa lengan gadis itu untuk turun ke bawah menemui Zian.
"Ish, mama apaan sih? Lepasin!" ujar Laras.
"Udah gapapa sayang, temuin aja dulu! Sebentar aja kok, nanti kamu boleh deh balik ke kamar lagi abis temuin nak Zian!" rayu Maryam.
"Ah enggak mau, mah! Mama jangan paksa aku dong!" rengek Laras.
Maryam tak mau mendengarkan permintaan Laras putrinya, ia malah terus menarik tangan gadis itu menuju ke arah tangga. Laras pun tak ingin kalah dari mamanya, ia berusaha untuk lepas karena ia tak mau bertemu dengan Zian.
Akan tetapi, usaha Laras sia-sia. Akhirnya gadis itu memilih pasrah, karena tak mungkin ia terus seperti itu khawatir jika Zian mendengar atau bahkan melihat sendiri nanti.
"Nah, udah diem kayak gini aja!" ucap Maryam.
"Iya mah..."
"Huft, mama nyebelin banget sih!" batin Laras.
Mereka pun sampai di ruang tamu, tampak Zian masih menunggu disana sambil duduk menikmati minuman yang sudah disediakan Maryam tadi.
"Nak Zian..." ucap Maryam memanggil pria itu.
Sontak Zian menoleh dan tersenyum begitu melihat sosok Laras ada disana, matanya terbelalak karena kecantikan wajah Laras yang sudah lama tak ia lihat sejak pulang kampung kemarin.
"Nah, ini dia Laras nya! Yaudah, kalian ngobrol-ngobrol dulu ya disini! Tante mau ke dapur, silahkan nak Zian!" ucap Maryam tersenyum.
"Iya tante, makasih!" ucap Zian.
Maryam pun pergi meninggalkan putrinya berdua dengan Zian disana, ia sengaja melakukan itu agar Laras bisa akrab dengan Zian.
"Hai Ras!" sapa Zian.
"Eee hai kak!" ucap Laras gugup.
...β’β’β’...
__ADS_1
Disisi lain, Muzaki masih merasa bingung apakah ia harus menemui Revi sekarang atau tidak. Ya Muzaki khawatir jika gadis itu belum pulang dari kampung, dan nantinya akan sia-sia saja ia datang kesana jika tak ada Revi disana.
Namun, Muzaki sudah tidak tahan lagi dan ingin segera mengetahui jawaban Revi. Karena hingga kini Muzaki belum juga mendapat kabar dari Revi, padahal sudah hampir satu bulan Muzaki menunggu kepastian dari gadis itu mengenai kelanjutan hubungan mereka saat ini.
"Duh, saya harus gimana ya? Kalau saya ke rumah Revi dan ternyata dia belum pulang dari kampung, sia-sia dong waktu saya!" gumam Muzaki.
Tak lama kemudian, sang ibu dari pria itu yang bernama Stevi muncul. Melihat putranya sedang gelisah, Stevi pun penasaran dan coba menghampiri Muzaki untuk bertanya langsung.
"Zaki, what happen to you? Kenapa kamu kelihatan cemas begitu?" tanya Stevi keheranan.
"Eh mama, aku gapapa kok. Ini aku cuma lagi mikir soal rencana aku dan teman-temanku yang pengen pergi ke pelosok itu," jawab Muzaki.
"Ohh, emang kapan kalian berangkat?" tanya Stevi.
"Umm, rencananya sih bulan ini. Tapi, untuk pasti kapannya masih dirundingin lagi mah. Karena Zaki gak mau ada teman Zaki yang gak bisa ikut, jadi harus pasti dulu!" jawab Muzaki.
"Ya benar itu! Masa udah ada rencana tapi gak berangkat bareng?" ujar Stevi.
"Iya mah, eee Zaki mau izin pergi ke luar sebentar ya mah? Ada urusan, gapapa kan?" ucap Muzaki meminta izin pada mamanya.
"Loh, urusan apa sih?" tanya Stevi heran.
"Eee ada deh, mah. Pokoknya sebentar doang kok, Zaki harus pergi sekarang!" jawab Muzaki.
"Huft, mama nya ditinggal lagi deh!" ujar Stevi.
"Hehe, kan seminggu ini Zaki udah di rumah terus, mah. Lagian cuma sebentar kok, nanti gak lama Zaki juga pulang lagi!" ucap Muzaki.
"Iya deh, kamu boleh pergi. Tapi, pulangnya jangan lupa bawain mama bakso ya!" ucap Stevi.
"Oh, mama mau bakso? Oke deh, siap! Buat mama apa sih yang enggak? Nanti Zaki cariin bakso yang paling enak buat mama!" ujar Muzaki tersenyum.
"Nah gitu dong, mama tunggu ya!" ucap Stevi.
"Iya mah, yaudah Zaki pamit ya? Assalamualaikum," ucap Muzaki mencium tangan mamanya.
"Waalaikumsallam, hati-hati!" ujar Stevi.
Setelah pamitan pada mamanya, Muzaki pun mantap untuk pergi ke luar menemui Revi. Walaupun ia belum tahu apakah gadis itu sudah ada di rumah atau tidak, namun ia tetap ingin mencoba karena belum coba belum tahu kata Upin & Ipin.
Muzaki mengambil motornya dari garasi, lalu segera memanaskan motor itu dengan cara dimarahi.
"Rev, semoga kamu udah pulang!" batin Muzaki.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1