Angkasa

Angkasa
10. Peka Gitu


__ADS_3

--💗--


Angkasa : Lo pernah suka sama lawan jenis?


Mesya terdiam, mencerna setiap kata yang Angkasa kirim padanya. Tunggu, ini bukan prank kan? Atau ini bukan Angkasa? Tapi Angkasa tak pernah meminjamkan ponselnya pada siapapun termasuk sahabatnya, Ryan.


Tapi, kenapa Angkasa jadi aneh gini sih? Beda gitu. Nggak kaya Angkasa yang biasanya.


Mesya : Ha?


Sial, Mesya malah pura-pura bodoh lagi. Udah tau Angkasa lagi curhat.


Angkasa : Gue beneran ini. Nggak bohong. Lo pernah nggak?


Angkasa : Pernah lah, udah pacaran juga kan sama yang nembak lo kemarin? Ayo dong kakak bagi ilmunya :)


Mesya : Apaan sih


Mesya : Pasti Angga lagi nih nyebar hoax


Mesya : Gue nggak pacaran kali sama tuh cowok. Nggak suka.


Angkasa : Yah penonton kecewa :(


Mesya : Beneran lo lagi suka seseorang?


Mesya : Wih akhirnya temen gue move on juga :)


Angkasa : Tadi katanya bukan temen. Gimana sih aneh nih muka dua.


Mesya : Ngeselin lo lama-lama. Kerasukan apa sih lo?


Angkasa : Ih gue mau tanya soal tadi. Elo sih kemana-mana nanyanya


Mesya : Iya iya, gue pernah


Mesya : Sama tokoh di novel tapi :)


Angkasa : Untung gue sabar. Nggak suka ngomong kasar :)


Mesya : Hehe


Angkasa : Kayanya gue lagi masa-masa suka sama cewek deh, Sya


Mesya : Siapa? Jangan bilang lo belum move on


Angkasa : Nggak ini anak Mandalika


Mesya : Bagi namanya dong :) atau minimal ciri-ciri gitu :)


Angkasa : Hmm dia cewek


Mesya : Ya iyalah, ogeb banget ih temen gue :)


Angkasa : Hehe


Angkasa : Dia kira-kira sepundak gue, rambutnya lumayan panjang lah. Trus anak kelas MIPA 1

__ADS_1


Mesya menahan napasnya. Berusaha tak meledak saat ini juga. Ini Angkasa emang lagi mabok atau dia yang kegeeran?


Kok ciri-cirinya bisa sama gitu sama dia.


Tapi masa Angkasa ngomong langsung ke orang yang dia suka sih? Kan aneh.


Mesya kemudian berdeham. Ayolah, masa cuma ciri-ciri yang sama dia kebaperan sih.


Angkasa : Sya?


Angkasa : Kok diem?


Mesya : Eh nggak kok


Mesya : Gue lagi bayangin siapa sih yang punya ciri-ciri kaya gitu


Angkasa : :)


Angkasa : Kita lumayan deket juga sih. Jadi yang gue ada kesempatan lebih besar buat sama dia


Angkasa : Tapi sayangnya dia lagi di gebet orang :(


What?!


Beneran deh, Mesya baper sebaper-bapernya!


Ciri-ciri sama kaya yang Angkasa sebutin. Trus Mesya kudu gimana? Masa harus ngomong 'cewek yang lo maksud itu gue?'.


Kan nggak elite banget. Imagenya gimana nanti didepan Angkasa? Memalukan.


Mesya : Ya perjuangin lah, lo kan cowok


Angkasa : Mulai dari mana nih? Gue bingung


Mesya : Elah kaya orang nggak pernah pacaran lo


Angkasa : Kan beda :)


Angkasa : Dia yang nembak gue dulu baru gue terima


Mesya : Udahlah, gue mau belajar. Mau disita hape gue


Mesya : Kalo masih bingung cari aja di wikihow atau brainly sekalian biar pinter ya :)


Angkasa : Lo kira ini pelajaran apaan, Sya


Angkasa : Temen gue ini luar biasa :)


Mesya langsung menutup roomchatnya dengan Angkasa setelah membaca pesan terakhir Angkasa. Ia menghela napasnya yang memburu.


"Masa sih Angkasa suka gue?"


"Nggak masuk akal banget deh."


"Ih! Gue kok jadi baper!"


--💗--

__ADS_1


Angkasa tertawa menjatuhkan tubuhnya di kasur dan menutup matanya. Dan tersenyum.


Ia kemudian menghela napasnya, menegakkan tubuhnya saat suara Raya terdengar dari balik pintu kamarnya.


"ANGKASA! GUE LAPER, MAU MAKAN."


Angkasa membukakakan pintu, dengan wajah datar yang kembali tertempel dimukanya. Ia kemudian memandang Raya yang menggunakan baby doll berwarna pink dengan rambut sedikit acak-acakan dan pipi menggembung.


"Lo udah nggak pusing kan?" tanya Angkasa dingin.


Raya mendesis, perasaan dia barusan denger kalo Angkasa habis ketawa. Kok sekarang jadi dingin gini sih?


"Dikit, makanya gue minta tolong elo," jawab Raya menoel-noel lengan Angkasa. "Ambilin dong, atau beliin gitu."


Angkasa kemudian menghela napasnya, mengambil ponsel dan membuka aplikasi ojek onlinenya untuk memesan makanan.


"Makan apa, Ray?" tanya Angkasa sedikit berteriak.


Raya kemudian masuk dengan pipi masih menggembung. Menatap Angkasa kesal.


"Apaan sih?" tanya Angkasa tak mengerti.


"Ih, nggak peka banget lo! Peka dong makanya jadi cowok," protes Raya.


Angkasa mengernyit. Ini cewek kenapa coba?


"Lah salah gue apa? Lo mau makan, mau gue beliin. Kok lo marah sih?"


"Ih, kalo orang sakit itu pengennya makan kesukaan dia. Gue pengen itu, dasar nggak peka," cibir Raya membuat Angkasa mendengkus.


"Cuma mau ngasih tau, gue nggak pernah tau makanan ataupun minuman kesukaan lo."


--💗--


"Hari ini gue mau nembak Raya dong," ucap Ryan bangga.


Angkasa hanya bergumam sambil sibuk membaca buku kimia kesukaannya. Walaupun berbagai pikiran hinggap di kepalanya sampai dia tidak fokus dan membaca baris yang sama berulang kali.


Angkasa kemudian menutup bukunya, menatap Ryan yang kini tengah gila karena mencium-cium bunga mawar yang ia beli khusus untuk nembak Raya nanti.


"Jangan diciumin doang dong, kalo perlu dimakan tuh bunga," celetuk Angkasa membuat Ryan menatap cowok itu dengan dahi mengernyit.


"Yee sewot aja lo," balas Ryan ketus sambil memandang ke arah pintu siapa tau Raya udah dateng.


"Masih lima menit lagi," celetuk Angkasa lagi membuat Ryan mendengkus.


"Lo bisa nggak sih jangan rusak mood gue pagi ini? Gue kan mau nembak Ayang Raya yang imut ituh!" ucap Ryan dengan gaya yang dilebih-lebihkan membuat Angkasa mencibir.


"Atau jangan-jangan... lo cemburu ya sama gue soalnya gue udah mau dapet cewek sedangkan lo jomblo? Haha makanya cari cewek, Sa," ucap Ryan malah mengejek membuat Angkasa mendengkus.


" Untung hobi gue bukan ngomong kasar," kata Angkasa membuat Ryan tergelak.


"Udah ntar ngiler lagi lo. Tuh ceweknya udah dateng," ucap Angkasa menunjuk cewek berambut panjang itu memasuki kelas.


Ryan segera menegakkan tubuhnya, menghampiri Raya sambil beberapa kali ketawa-tiwi tak jelas ke arah Angkasa yang menatap cowok itu datar.


Angkasa menghela napasnya saat Ryan membawa Raya ke luar kelas.

__ADS_1


Setidaknya tidak ada hati yang patah saat melihat mereka berdua meresmikan untuk berpacaran.


--💗--


__ADS_2