Angkasa

Angkasa
Salam toleransi


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 108


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Zian membawa Laras ke tempat rindang di dekat kampus yang lumayan sepi, ia dan gadis itu duduk berdampingan di bawah sebuah pohon besar yang sudah tua namun tetap kokoh. Zian menoleh dan menatap wajah gadis yang ada di sampingnya itu sambil tersenyum, ia tak bisa berhenti berharap untuk dapat menjadi kekasih dari gadis itu saat ini.


Sementara Laras sendiri masih terdiam dan tak bisa melakukan apa-apa kali ini, walau sebenarnya ia sudah malas sekali berduaan dengan Zian dan ingin segera pergi dari sana. Laras juga tak mengerti mengapa Zian terus saja mendekatinya dan berkata pada orang-orang kalau ia adalah pacarnya, padahal nyatanya mereka saja baru kenal beberapa hari.


"Kak, kenapa aku dibawa kesini sih? Aku tuh harus ketemu sama anak-anak pecinta alam, mereka pasti sekarang lagi rapat dan butuh aku buat hadir disana kak!" ucap Laras terheran-heran.


"Hey cantik, kamu disini aja sama aku! Kamu gausah mikirin pecinta alam itu lagi, biar kamu masuk ke tim alligator aja sama aku dan teman-teman aku! Jadi, kita bisa lebih berduaan sayang dan aku gak perlu cemburu lagi!" ucap Zian tersenyum.


"Haish, kak Zian ini sebenarnya kenapa sih? Kok dari kemarin ngaku-ngaku kalo aku pacarnya kak Zian terus? Padahal kita kan gak ada hubungan apa-apa kak, kenal aja baru!" ucap Laras.


"Ya gapapa sayang, kita pacaran aja dulu sambil perlahan-lahan saling mengenal satu sama lain! Aku ini orangnya baik kok, ganteng lagi! Sesuai lah sama kamu yang cantik dan manis itu, kita bisa jadi pasangan serasi sayang! Mau ya jadi pacar aku yang tampan ini?!" ucap Zian memaksa Laras.

__ADS_1


Zian yang nakal menggeser posisi duduknya lebih dekat ke arah Laras, ia kembali merangkul pundak gadis itu dan mendekapnya erat seperti tadi.


"Aku suka banget kalo meluk kamu begini, soalnya aku emang lagi butuh pelukan!" ucap Zian.


"Kak Zian, aku minta maaf nih sebelumnya! Tapi, kak Zian itu udah kelewatan! Aku rasa kita gak bisa main pacaran gitu aja kak, menurut kak Zian cocok belum berarti menurut aku juga cocok!" ucap Laras protes.


"Ya tinggal dicocokin!" ucap Zian santai.


Laras geleng-geleng kepala, namun Zian langsung mencengkeram rahangnya dan menatapnya dari jarak sangat dekat.


"Nanti malam ikut aku yuk! Kita jalan berdua ke jembatan cinta yang baru buka itu, aku pengen tembak kamu secara resmi disana di depan orang yang hadir!" ucap Zian tulus.


"Kak, maaf! Jangan dekat-dekat dong!" ucap Laras berusaha mendorong Zian, tapi gagal.


Ya Zian menguatkan tenaganya dan mendekap erat gadis itu di dalam tubuhnya, ia juga terus saja mencengkeram rahang Laras dan kembali memajukan wajahnya ke dekat Laras sehingga gadis itu makin cemas dan panik.


"Biarin aja sayang, aku emang pengen deketan sama kamu cintaku!" ucap Zian tersenyum.


"Kenapa sih kak?" tanya Laras tak suka.


Laras hanya manggut-manggut saja disana tanpa bisa berbuat apa-apa, jujur ia sangat cemas memikirkan Muzaki serta anggota tim pecinta alam yang tengah melaksanakan rapat hari ini, ia merasa tidak enak karena tak bisa datang kesana.


"Oh ya, kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Zian sembari mencolek pipi gadis itu dengan lembut.


Laras melongok lebar mendengar itu.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Revi dan Latifah tak sengaja bertemu dengan Oni saat baru keluar dari toilet. Mereka pun berbincang sejenak dengan Oni disana karena Revi juga penasaran apa yang membuat Oni sampai tampak lesu seperti itu, begitupun dengan Latifah yang rasa kepo nya sudah meningkat drastis akibat melihat Oni keluar dari toilet dengan muka sedih.


Melihat kemunculan Revi serta Latifah disana, Oni mencoba sedikit lebih tenang dan tersenyum agar tak membuat Revi curiga padanya kalau ia sedang bersedih akibat kejadian semalam. Oni pun menatap kedua gadis yang sedang penasaran itu, ia coba terus menunjukkan sikap biasa-biasa saja di depan Revi dan juga Latifah agar tak ada kecurigaan.

__ADS_1


"Kak Oni, kak Oni tuh kenapa? Lagi ada masalah ya?" tanya Revi penasaran.


"Eh Revi, Ifah. Aku gapapa tau, mana ada masalah sih? Ya aku cuma lagi agak gak enak badan aja sedikit, tapi ini bukan masalah berarti kok! Kamu sama Latifah lanjut aja jalannya, gausah cemas gitu kalau soal aku mah!" jawab Oni santai.


"Beneran kak? Tapi, aku kok lihatnya kak Oni kayak lagi ada masalah ya? Udah deh kak, mending kak Oni cerita aja sama kita! Siapa tahu kan aku sama Ifah bisa bantu kak Oni?" ucap Revi.


Oni menunduk sejenak lalu kembali menatap Revi.


"Gak ada kok Rev, aku kan udah bilang tadi. Aku ini cuma lagi gak enak badan aja, masa iya aku punya masalah?" ucap Oni tersenyum.


"Ya kalau emang gak ada sih gak masalah ya kak, aku sama Ifah ikut senang dengarnya! Tapi, kak Oni jangan sungkan kalau butuh kita berdua buat teman curhat!" ucap Revi.


"Iya kak, kita berdua siap kok buat dengerin curhat dari kak Oni!" sahut Latifah tersenyum.


"Hahaha, kalian baik banget sih! Makasih ya, kalian berdua udah pada mau perduli sama aku!" ucap Oni tersenyum tak menyangka.


"Sama-sama, kak!" ucap Revi dan Latifah.


"Eee yaudah ya, kalo gitu aku mau kesana dulu? Sekali lagi makasih loh udah pada perhatian gitu sama aku, jadi agak gak enak nih akunya! Karena aku udah diperhatiin begitu sama kalian," ucap Oni.


"Tenang aja kak! Sebagai sahabat itu wajar tau, yaudah aku sama Latifah juga mau lanjut pergi kok! Jangan sedih-sedih terus ya kak, kan ada kita berdua yang selalu siap dan sedia kalau emang dibutuhin sama kak Oni!" ucap Revi.


"Iya, emang dah kalian berdua itu baik banget! Oh ya, kalian ini lagi pada puasa ya?" ucap Oni.


"Ah iya kak, insyaallah. Emangnya kenapa ya, kak?" tanya Revi penasaran.


"Jangan-jangan kak Oni mau ajak kita makan bareng ya sekarang?" celetuk Latifah nyengir.


"Eh eee enggak kok, aku gak mungkin lah kayak gitu! Aku cuma mau kasih semangat aja buat kalian, ya pokoknya salam toleransi lah!" ucap Oni tersenyum.


"Oh gitu, iya kak makasih!" ucap Revi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2