Angkasa

Angkasa
Pergi sama mama


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...×××...


#ANGKASA EPS. 149


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


Revi tengah berbaring di atas ranjang sembari memainkan ponsel dengan posisi tengkurap, ia tampak senyum-senyum sendiri ketika membaca komik online karena lucu dan romantis.


Namun, tiba-tiba saja sebuah suara ketukan pintu muncul dan membuat Revi terkejut. Ya Revi yang sedang membaca komik pun merasa terganggu, ia bingung siapa yang datang ke kamarnya di pagi hari seperti sekarang ini.


TOK TOK TOK...


"Iya, siapa...??" teriak Revi tanpa merubah posisinya, namun ia mengarahkan pandangan ke pintu.


"Ini mama, sayang!"


Mendengar suara mamanya, Revi pun beranjak dari kasur dan meletakkan ponselnya di atas meja. Ia tak mau membuat mamanya menunggu lama dan segera saja melangkah ke dekat pintu.


Ceklek...


"Eh mama, ada apa?" tanya Revi sambil tersenyum.


"Iya sayang, maaf ya mama ganggu!" ucap Juliana.


"Ah enggak kok, mah!" ujar Revi.


"Jadi gini, mama itu diajak ketemu di luar sama teman mama. Soalnya mama belum lebaran sama dia, kamu mau ikut gak sayang temani mama kesan?" ucap Juliana.


"Hah? Ngapain aku ikut sama mama? Aku ini kan masih anak gadis, masa aku gabung sama kumpulan ibu-ibu sih?" ujar Revi.


"Hahaha, ya enggak gitu lah sayang! Teman mama itu juga bawa anaknya, makanya mama pengen ajak kamu. Siapa tahu kan kamu juga bisa temenan sama anaknya dia, jadi anak dan emak sama-sama temenan gitu?!" ucap Juliana.


"Umm, yaudah boleh deh mah. Kebetulan aku juga gabut sih, tapi sebentar aku mau dandan dulu! Gak mungkin dong aku ketemu teman mama pake baju kayak gini?" ucap Revi.

__ADS_1


"Oke sayang! Yaudah, mama tunggu di bawah ya? Jangan lama-lama loh!" ucap Juliana.


"Iya mah, siap!"


Juliana pun pergi dari sana untuk menunggu Revi di bawah, sedangkan Revi sendiri masuk ke dalam kamar dan mulai berdandan.


Setelah selesai, Revi pun berdiri sebentar di depan cermin untuk memastikan apakah dirinya sudah cantik atau belum. Ya Revi tampak tersenyum puas melihat tubuhnya saat ini yang telah cantik.


"Oke, kalo gini kan aku gak bakal bikin malu mama di depan temannya!" ucap Revi.


Revi pun mengambil ponselnya, lalu ia masukkan benda pipih itu ke dalam tas tenteng nya. Barulah Revi melangkah ke luar kamar dan menuju ke bawah menemui mamanya yang sudah menunggu disana.


Saat di bawah, terlihat sang mama masih setia menunggu Revi sembari bermain ponsel. Revi tersenyum kemudian menghampiri mamanya, ia tak mau membuat Juliana menunggu terlalu lama dan malah terlambat datang ke pertemuan dengan temannya itu.


"Mama, aku udah selesai nih!" ucap Revi menyapa mamanya sambil tersenyum.


"Eh iya sayang, waw kamu cantik sekali Revi! Mama sampe pangling tau ngeliat kamu, luar biasa kamu sayang!" puji Juliana tak menyangka.


"Ah mama terlalu berlebihan deh!" ujar Revi tersipu.


"Hahaha, enggak kok sayang! Kamu itu emang cantik, mama bangga bisa mewariskan kecantikan mama ini ke kamu sayang!" ucap Juliana terkekeh sembari mengusap wajah putrinya.


"Ahaha, benar mah aku cantik begini kan karena turunan dari mama juga!" ucap Revi tertawa.


"Yaudah sayang, yuk kita berangkat sekarang! Kita naik mobil pribadi aja ya, diantar sama pak Darwin!" ucap Juliana.


"Eee oke mah!"


"Udah lama ya sayang, kita gak jalan berdua kayak gini? Mama jadi kangen!" ujar Juliana.


"Iya mah, aku juga!" ucap Revi.


Revi membenamkan wajahnya pada bahu sang mama, ia memejamkan mata menikmati kehangatan yang jarang yang ia dapatkan sebelumnya. Ia sangat senang kali ini karena bisa dekat dengan sang mama tidak seperti dulu.


Dari arah lain, bik Munaroh tampak tersenyum saat menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ketika Revi tengah bersama mamanya, ia merasa senang melihat Revi tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah ya Allah! Akhirnya non Revi bisa menemukan kebahagiaannya!" gumam bik Munaroh.




Sesampainya di halaman rumah, Revi dan Juliana pun langsung meminta pak Darwin untuk mengantar mereka ke lokasi tujuan. Ya kebetulan sang supir telah pulang dari cutinya dan kembali bekerja karena lebaran sudah lewat seminggu.


Disaat mereka hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja pak Fadlul menghampiri keduanya dengan wajah cemas serta nafas tersengal-sengal seperti orang yang keletihan.


"Permisi non, nyonya!" ucap pak Fadlul.

__ADS_1


"Eh pak Fadlul. Ada apa sih, pak? Bapak kok sampe ngos-ngosan gitu?" tanya Juliana heran.


"Eee iya nyonya, itu anu..."


"Itu anu apa, pak? Ngomong yang jelas dong!" ujar Juliana kesal.


"Maaf nyonya! Itu loh, di depan gerbang ada cowok yang pengen ketemu sama non Revi. Padahal saya udah berusaha usir dia sesuai kemauan non Revi, eh tapi dia malah ngeyel pengen masuk!" jelas Fadlul.


"Hah? Maksud bapak, Arsyan datang kesini?" tanya Revi terkejut.


"Nah, iya itu non. Arsyan yang datang di depan, dia maksa-maksa pengen ketemu non Revi! Katanya cuma mau bicara sebentar," ucap pak Fadlul.


"Ya ampun itu anak ya, udah Rev biar mama aja yang temuin dia!" ujar Juliana emosi.


"Eh mah, tahan mah!" ujar Revi melarang mamanya.


"Loh, kenapa sayang?" tanya Juliana heran.


"Jangan mah! Biar aku aja yang temuin Arsyan, aku gak mau dia malah bikin Mama sakit hati nanti!" ucap Revi.


"Tapi sayang—"


"Udah mah, biar aku aja yang selesain urusan ini! Mama tunggu di mobil, ya?" potong Revi.


"Huft, iya deh. Kamu hati-hati ya!" ucap Juliana.


"Iya mah,"


Revi mengangguk pelan, lalu berjalan menuju ke depan gerbang bersama pak Fadlul menemui Arsyan alias mantan kekasihnya itu.


Dan benar saja, terlihat Arsyan memang berada disana dan tengah menunggunya. Begitu melihat Revi muncul, pria itu langsung turun dari motor dan tersenyum menghadap ke arah Revi.


"Hai Rev! Akhirnya kamu mau keluar juga, kamu makin cantik aja sih!" ucap Arsyan tersenyum.


"Gausah basa-basi deh! Cepat jelasin ke aku, mau apa kamu kesini?!" bentak Revi.


"Hahaha, kamu jangan galak-galak gitu ah sayang! Nanti cantiknya ilang loh, aku kesini kan mau lebaran sama kamu! Soalnya kemarin-kemarin, aku kesini tapi kamu lagi pulang kampung!" ucap Arsyan.


"Haish, yaudah minal aidin walfaidzin! Maaf lahir batin!" ucap Revi ketus.


"Kok jutek gitu sih?" tanya Arsyan.


"Iya iya, minal aidin walfaidzin, maaf lahir batin Arsyan!" ucap Revi mengulang kalimatnya sambil tersenyum.


"Nah gitu dong, baru aku suka! Maaf lahir batin juga Revi sayang!" ucap Arsyan.


Revi membuang muka sembari memutar bola matanya, sungguh malas baginya meladeni pria tersebut saat ini.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2