
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 230
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Revi bersama mamanya turun ke bawah menemui Muzaki serta orangtuanya yang sudah berada di meja makan sedari tadi.
Muzaki langsung terpana begitu melihat Revi yang tengah berjalan ke arahnya, matanya sampai tidak bisa berkedip menatap Revi yang amat mempesona dengan gaun yang dikenakannya itu.
"Hey Zaki! Kamu kenapa bengong terus kayak gitu? Terpesona ya?" ledek Stevi.
"Ah mama nih!" Muzaki tersipu malu.
"Hahaha... memang Revi itu anak yang cantik, jadi dia dandan lama banget hasilnya tuh memuaskan dan gak mengecewakan. Kamu suka kan sama Revi?" ujar Marcel.
"Pasti suka dong om! Kalau enggak, buat apa saya pacaran sama Revi? Tapi, saya suka bukan hanya karena tampangnya aja om, melainkan hatinya juga. Revi itu anak yang baik dan penurut, itu yang bikin saya suka sama dia." jawab Muzaki.
"Bagus itu! Om makin salut sama kamu! Kamu emang cocok sekali dengan Revi, karena kalian itu sama-sama baik!" ucap Marcel tersenyum.
"Aamiin om!" Muzaki mengaminkan ucapan Marcel dengan malu-malu.
Stevi ikut tersenyum sembari menyenggol Muzaki dengan lengannya, bermaksud menggoda putranya yang sedang tersipu itu.
"Mama apa sih!" bisik Muzaki.
Tak lama kemudian, Revi dan Juliana tiba di meja makan. Mereka duduk berdampingan sambil tersenyum menyapa seluruh orang yang ada disana, termasuk Muzaki.
"Nak Zaki, bu Stevi. Maaf banget ya Revi agak lama!" ucap Juliana.
"Gapapa tante, wajar kok Revi lama dandannya, dia kan perempuan. Lagian kalau lihat hasilnya sekarang, itu sempurna banget kok!" ucap Muzaki.
"Aduh aduh... dengar tuh sayang, kamu dipuji sama nak Zaki!" goda Juliana.
"Mama ih!" Revi tersipu dan tak berani melihat ke arah Muzaki.
__ADS_1
Muzaki pun tersenyum sembari terus menatap Revi tanpa beralih sedikitpun, entah mengapa ia merasa senang sekali melihat Revi malam ini, gadis itu tampak lebih cantik dari biasanya dan juga semakin anggun.
"Revi, jangan malu-malu begitu dong! Tuh disapa Muzaki nya, kasihan daritadi dia udah nungguin kamu!" ujar Marcel.
"Iya sayang, kamu gak boleh gitu sama pacar kamu!" sahut Juliana.
"Iya pah, mah." kata Revi sambil berupaya menatap ke depan memandang Muzaki yang terus tersenyum ke arahnya.
"Malam kak Zaki! Malam mama Stevi!" ucap Revi menyapa Muzaki dan juga mamanya.
"Malam juga sayang! Kamu itu cantik sekali malam ini! Walau sebelum-sebelumnya juga udah cantik, tapi malam ini kamu lebih kelihatan waw gitu!" ucap Stevi memuji kecantikan Revi.
"Makasih mama!" ucap Revi singkat.
"Rev, kamu gak bisa apa tatap muka aku agak lamaan dikit? Masa baru sekilas udah langsung buang muka aja?" tegur Muzaki.
"Maaf kak! Kan kita harus jaga pandangan!" ucap Revi beralasan.
"Hahaha... halah biasanya kamu juga kan sering pandang-pandangan sama nak Zaki. Kenapa baru sekarang kamu bilang begitu?" ujar Marcel.
"Papa!" Revi semakin dibuat malu oleh papanya.
Marcel justru semakin keras tertawa, diikuti oleh Juliana juga Stevi.
"Yaudah, ketawanya dilanjut nanti aja! Sekarang kita mulai makan yuk mumpung masih hangat!" ucap Juliana.
"Papa setuju! Pasti bu Stevi sama nak Zaki juga udah pada lapar kan?" ucap Marcel.
Akhirnya mereka memulai acara makan malam hari ini, dengan Revi dan Muzaki yang masih tampak malu-malu tidak seperti biasanya. Maklumlah mungkin karena ini adalah kali pertama mereka mengadakan makan malam bersama kedua orangtuanya.
"Semoga dengan ini, hubungan aku dan Revi bisa mengarah ke jenjang yang lebih serius!" batin Muzaki penuh harap.
β’
β’
Keesokan paginya, Muzaki kembali datang ke rumah Revi untuk menjemput gadisnya itu seperti biasa. Muzaki akan mengantar Revi menuju kampus sembari juga menemui kedua orang tua Revi di dalam sana.
"Assalamualaikum, pak Fadlul." Muzaki mengucap salam menyapa satpam yang berjaga disana.
"Waalaikumsallam, eh den Zaki. Mau jemput non Revi ya den?" tanya pak Fadlul tersenyum.
"Iya nih pak, saya boleh masuk kan?" ucap Muzaki.
"Ya jelas boleh lah den!" ucap pak Fadlul sembari membuka pintu gerbang rumah itu.
"Silahkan masuk den!" sambungnya.
"Makasih pak!" ucap Muzaki tersenyum.
__ADS_1
Muzaki pun masuk ke dalam melewati pak Fadlul, ia mencari-cari dimana Revi sambil berharap juga bisa bertemu dengan orang tua gadis itu.
Namun, Muzaki justru bertemu dengan bik Munaroh yang baru keluar membuang sampah.
"Eh ada den Zaki, mau ketemu non Revi kan pasti?" ucap bik Munaroh menebak maksud Muzaki datang ke rumah itu.
"Ahaha, bibik tahu aja nih. Iya bik, saya kesini emang mau ketemu dan jemput Revi. Kebetulan kita udah janji buat ke kampus bareng-bareng. Jadi, Revi nya ada kan bik?" ucap Muzaki.
"Oh, ada kok den. Sebentar, biar bibik panggilkan ke dalam ya!" ucap bik Munaroh.
"Ah iya bik, terimakasih!" ucap Muzaki tersenyum.
"Den Zaki duduk saja disini!" pinta bik Munaroh.
"Iya bik," Muzaki menurut dan duduk di kursi yang tersedia disana.
Sementara bik Munaroh kembali ke dalam sesudah membuang sampah, untuk memanggil Revi dan mengatakan jika ada Muzaki disana.
Baru saja bik Munaroh hendak menuju tangga, namun Revi sudah lebih dulu turun dan berpapasan dengannya di dekat tangga.
"Eh non Revi, ternyata non udah siap ya?" ujar bik Munaroh tersenyum.
"Iya bik, aku udah rapih kok. Emangnya kenapa?" tanya Revi keheranan.
"Eee anu non, di depan ada den Zaki udah nunggu, katanya mau jemput non Revi dan ke kampus bareng." jelas bik Munaroh.
"Oh begitu, yaudah makasih ya bik! Aku langsung ke depan temuin kak Zaki," ucap Revi.
"Iya non, sama-sama." kata bik Munaroh.
Revi pun melangkah ke depan menemui Muzaki, sedangkan Munaroh pergi ke dapur melanjutkan kerjaan yang harus ia lakukan.
Akan tetapi, Revi lebih dulu ditahan oleh mamanya yang tiba-tiba muncul dan mencekal lengannya dari belakang.
"Tunggu sayang!" ucap Juliana.
"Eh mama, ada apa?" tanya Revi bingung.
"Mama cuma mau tanya sama kamu. Kamu itu mau kemana sayang?" ucap Juliana.
"Ohh, ini aku pengen berangkat ke kampus, mah. Itu soalnya di depan udah ada kak Zaki, jadi aku mau samperin dia dulu terus minta dia buat masuk ke dalam." jelas Revi.
"Oalah kirain mau kemana.." kata Juliana.
"Iya mah, yaudah aku ke depan dulu ya?" ucap Revi.
"Iya Rev," ucap Juliana mengangguk singkat.
Revi pun melanjutkan langkahnya ke depan untuk menemui Muzaki, sedangkan Juliana tetap disana menunggu Revi dan Muzaki tiba disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...