Angkasa

Angkasa
Nurut aja


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...×××...


#ANGKASA EPS. 110


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


"Oni, tunggu!" teriak Radian saat melihat gadisnya sedang berjalan di lorong kampus.


Sontak Oni berhenti melangkah saat mendengar ada seseorang yang memanggil namanya, ia pun menoleh ke belakang dan tersenyum begitu melihat Radian yang ada disana. Ya saat ini Oni memang sedang ingin coba menerima Radian untuk menjadi calon suaminya, karena bagaimanapun juga Radian adalah ayah dari anak yang ia kandung saat ini.


Sementara Radian juga ikut tersenyum saat Ini berhenti dan menatap ke arahnya, ia pun berjalan mendekat ke arah Oni dan berbincang sejenak dengan gadis tersebut. Radian mengusap rambut gadisnya yang tampak sedikit berantakan disana, ia tak ingin tentunya melihat penampilan Oni calon istrinya itu tidak sempurna seperti biasanya.


"Hai sayang! Akhirnya yang aku cari-cari daritadi ketemu juga, aku kangen banget loh sama kamu calon istriku yang cantik!" ucap Radian tersenyum sambil mengusap wajah Oni.


"Ah bisa aja! Aku juga kangen sih sama kamu, tapi gak seberapa. Soalnya kan kita semalam juga baru ketemuan, apalagi kita sempat main di ranjang karena kamu udah jebak aku dan taruh obat aneh di dalam minuman aku!" ucap Oni kesal.


"Hahaha, iya iya maaf sayang! Soal itu gausah dibahas lagi lah!" ucap Radian nyengir.


"Haish, kamu kocak! Giliran aku nyalahin kamu, eh kamu malah gak mau bahas lagi! Yaudah, aku mau pulang dulu nih!" ucap Oni singkat.

__ADS_1


"Oh mau pulang? Biar aku antar aja ya sayang? Kebetulan aku juga udah selesai kelas kok, jadi aku bisa anterin kamu pulang ke rumah! Sekalian aku juga mau bahas soal pernikahan kita, kan tinggal sebentar lagi loh sayang! Aku mau momen itu jadi momen yang paling berharga di hidup aku, dan tentunya juga aku mau bikin kamu seneng Oni!" ucap Radian tegas dan penuh kasih sayang.


"Eee kayaknya gak perlu deh, aku bisa pulang sendiri kok naik taksi. Aku gak enak kalau ngerepotin kamu terus An, gapapa ya aku sendiri? Kamu gak perlu cemas atau khawatir, aku pasti baik-baik aja kok!" ucap Oni menolak tawaran Radian.


"Haish, kamu tuh ngeyel banget ya dibilanginnya! Aku pengen antar pulang kamu, udah titik gak pake koma dan gak ada penolakan!" tegas Radian kesal.


"Tapi An, aku—"


"Udah lah sayang! Kamu itu jadi orang jangan terlalu keras kepala dong, aku pengen anterin kamu doang loh gak ada yang lain! Yuk, sekarang aku antar kamu dan kamu harus mau!" potong Radian.


Akhirnya Radian mencengkeram erat lengan Oni dan membawanya pergi dari sana, ia sudah terlanjur kesal karena Oni terus-menerus menolak ajakannya untuk pulang bareng, ya Radian pun menarik paksa Oni alias calon istrinya itu menuju tempat parkir.


"An, lepasin dong! Tanganku sakit tau, kamu mah tega banget nyakitin calon istri sendiri!" ujar Oni.


"Makanya sayang, jangan bandel jadi orang! Kamu harus nurut sama aku, kan aku ini calon suami kamu loh!" ucap Radian tegas.


"Iya iya, maaf ya Radian!" ucap Oni memelas.


Radian pun luluh begitu melihat wajah Oni yang menggemaskan, ia tersenyum lalu melepas tangan Oni sembari mengusap wajah gadis itu dengan lembut.


"Ya ampun, itu aja yang ada di pikiran kamu! Emang kamu gak mikirin biaya hidup kita kalau udah nikah nanti? Aku gak mau ya kita ngerepotin orang tua kita, malu lah Radian!" ucap Oni tegas.


Radian tersentak mendengar perkataan Oni, ia baru ingat kalau selama ini ia mendapat uang hanya dari papanya.


...•••...


Zian tersenyum kemudian mengecup pipi gadis itu dengan lembut, hal itu membuat Laras sangat kaget dan menganga menatap wajah Zian.


"Anggap aja itu kecupan kasih sayang, karena aku tulus sayang sama kamu!" ucap Zian.


Laras hanya terdiam sembari mengusap pipinya, ia tak mau ada keributan dan memilih pasrah saja walau sebenarnya ia sangat marah pada Zian yang sudah berani mengecup pipinya.


Tiba-tiba saja, Muzaki justru muncul dari arah berlawanan dan menemui gadis yang saat ini tengah bersama Zian itu.

__ADS_1


"Laras!" sapa Muzaki memanggil Laras.


Sontak baik Laras maupun Zian langsung menoleh ke arah Muzaki disana, mereka tampak syok terutama Laras karena ia merasa tidak enak pada Muzaki selaku ketua tim pecinta alam. Sedangkan Zian amat kesal melihat Muzaki disana, ia ingin sekali menghajar wajah pria itu dengan tangannya.


"Kak Zaki? Maaf banget ya kak, tadi aku gak bisa datang ke rapatnya! Sebenarnya aku pengen banget dateng dan bantu-bantu disana, tapi aku harus nemenin kak Zian!" ucap Laras merasa bersalah.


"Santai aja Ras! Aku gak masalah kok, Alhamdulillah tadi aku sama yang lain juga bisa nemuin kata sepakat buat berangkat ke pelosok negeri setelah hari raya nanti! Untuk saat ini, kita mau fokuskan dulu perhatian ke sekitar aja!" ucap Muzaki.


"Oh, syukurlah kak! Aku ikut senang dengarnya, nanti aku insyallah bakal bantu juga kok!" ucap Laras.


"Hey, apaan sih kamu? Ngapain kamu mau bantu dia lagi coba? Udah deh ya, aku gak setuju kalau kamu terus dekat sama Muzaki dan gengnya dia! Lebih baik kamu fokus aja di tim dance, aku lebih suka kamu ngedance loh dibanding kayak gini!" ucap Zian langsung melarang Laras dengan cepat.


"Hah? Kak Zian gak bisa ya larang-larang aku begitu, karena diantara kita itu gak ada apa-apa! Jadi, aku berhak dong nentuin keinginan aku!" ucap Laras.


"Cukup sayang! Kamu udah bikin aku kesel loh, bisa-bisanya kamu bilang begitu di depan Muzaki! Apa kamu udah mulai kesemsem sama cowok wibu itu, ha?" ujar Zian emosi.


"Bukan gitu, kan emang bener kita gak ada hubungan apa-apa, kak Zian!" ucap Laras kesal.


"Hahaha, bisa aja kamu sayang! Udah lah ya, aku gak mau lagi dengar itu! Intinya sekarang kamu diam dan nurut aja sama aku, paham?!" ujar Zian.


"Gak mau!" bentak Laras.


Zian tersenyum, ia langsung melingkarkan tangan di leher Laras dan membawa paksa gadis itu untuk pergi dari sana. Namun, Laras berusaha berontak dari cengkeraman Zian.


"Ish, lepasin kak!" ujar Laras emosi.


"Maaf sayang! Aku cuma gak mau kamu dekat-dekat sama dia, karena Muzaki itu gak baik sayang!" ucap Zian tegas.


"Kak, kak Zian apaan sih? Aku ini—"


"Ssshhh! Udah diem! Ayo ikut!" potong Zian.


Akhirnya Zian bergerak membawa gadis itu pergi dari sana meninggalkan Muzaki, tampak Muzaki merasa kasihan melihat Laras yang ditarik secara paksa begitu oleh Zian, namun ia tak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2