
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏
...×××...
#ANGKASA EPS. 51
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
"Oh ya, aku sekarang udah bisa bicara kan?" tanya Oni sembari meletakkan gelas itu di meja.
"Bisa dong, emang kak Oni mau bicara apa?" ucap Revi masih sambil meminum air itu.
"Eee...."
Oni masih tampak bingung untuk bicara dengan Revi saat ini setelah melihat ekspresi gadis itu, Oni khawatir jika ia akan merusak suasana yang sedang menggembirakan itu bila ia membahas tentang Radian di hadapan Revi. Apalagi Oni juga tahu kalau Revi benci dengan Radian dan tidak mau ada orang lain yang ikut campur ke dalam masalahnya itu.
Melihat Oni terdiam dan kebingungan, Revi justru semakin penasaran apa sebenarnya yang hendak dibicarakan gadis itu padanya. Namun, keyakinan Revi tetap kuat kalau Oni pasti akan membahas tentang Radian sehingga Oni memang terlihat bingung khawatir kalau ia akan marah, Revi menunggu saja sampai Oni mau bicara padanya.
"Kak Oni? Kenapa diem?" tanya Revi yang akhirnya semakin penasaran.
"Eee aku cuma bingung aja mau dimulai darimana bicara sama kamunya, aku takut kamu tersinggung atau apa gitu nantinya." jawab Oni gugup.
"Ohh, emang kak Oni mau bicara apa sih?" tanya Revi semakin penasaran.
"Eee sebelum aku bicara sama kamu, tolong dong kamu janji dulu sama aku kalau kamu gak akan marah atau tersinggung gitu!" ucap Oni.
"Umm, iya deh aku janji!" ucap Revi.
__ADS_1
"Bagus! Kalo gitu aku sekarang agak lebih lega buat bicara sama kamu, tapi sebelumnya aku mau siapin diri dulu ya tarik nafas dulu gitu supaya bisa lebih santai ngomong sama kamunya!" ucap Oni.
Revi pun mengangguk dan tersenyum ke arah Oni memberikan izin pada gadis itu untuk melakukan apa yang hendak dilakukannya, walau ia sudah penasaran sekali apa sebenarnya yang akan dibicarakan oleh Oni padanya kali ini. Ya Revi terpaksa menunggu sampai Oni siap untuk bicara padanya, ia juga minum sejenak sebelum Oni berbicara kali ini.
"Nah Rev, aku udah bisa bicara nih!" ucap Oni.
"Oh ya? Yaudah, bicara aja kak!" ucap Revi.
"Sebenarnya tuh aku datang kesini cuma mau sampein apa yang Radian bilang ke aku, dia titip pesan ke aku buat kamu." ucap Oni.
"Hah? Pesan apa kak?" tanya Revi penasaran.
"Iya, Radian minta supaya kamu jangan jutek lagi sama dia dan dia juga maunya kamu itu balik seperti Revi yang dulu lagi. Asal kamu tahu Rev, Radian itu beneran tulus sayang sama kamu! Kasihan loh kalo dia dicuekin terus begitu sama kamu!" ucap Oni.
"Eee maaf kak! Tapi, aku gak bisa lakuin itu! Lagian aku juga gak ada rasa kok sama dia, mending kak Oni nanti sampein lagi ke dia buat jangan terus berharap aku bakal mau terima dia!" ucap Revi.
"Kamu yakin Rev?" tanya Oni.
"Yakin kak, yakin banget malah! Aku udah gak mau lagi dekat sama kak Radian!" jawab Revi tegas.
"Umm, oke nanti aku sampein." ucap Oni.
...•••...
Disisi lain, Radian pulang dengan kondisi mabuk dan mengendarai motor seorang diri menuju ke rumahnya tanpa ditemani oleh teman-temannya yang memang masih berada di bar. Radian memilih pulang lebih dulu lantaran ia sudah bosan terus berada disana, apalagi dompetnya juga sudah mulai menipis akibat terlalu banyak minum-minum disana.
Radian terus melaju di kawasan jalan yang sepi dan gelap akibat kurangnya penerangan itu, hari yang sudah semakin larut membuat suasana disana juga tampak sepi dari kendaraan yang melintas. Bahkan Radian sendiri mulai merasakan kantuk dan pusing di kepalanya, ia kesulitan juga untuk fokus ke depan karena rasa pusing itu makin menyiksa.
"Awwhhh! Pusing banget pala gue!" gumamnya.
Tiiinnnn...
Tiba-tiba saja sebuah mobil muncul dari arah yang berlawanan dengannya, Radian pun oleng karena terkejut dengan suara klakson mobil tersebut dan ia hampir saja terjatuh jika tak mampu menyeimbangkan kembali motornya. Memang sebenarnya adalah kesalahan dari Radian sendiri yang tadi tidak fokus dan keluar jalur, sehingga mobil itu membunyikan klakson cukup kencang.
"Ah sial tuh mobil! Bikin orang jantungan aja!" umpat Radian kesal sembari menoleh ke belakang.
Lalu, Radian pun kembali melaju dengan perlahan jaga-jaga karena kondisinya saat ini sedang mabuk dan pusing berat pada bagian kepalanya serta pandangan yang sudah mulai kabur. Bahkan untuk membuka matanya saja cukup sulit, karena kondisinya sudah semakin lemah dan mungkin sebentar lagi ia akan tertidur disana.
Lagi-lagi Radian tidak fokus akibat kantuk yang dideritanya itu, ia pun kembali salah mengambil jalur dan beberapa kali diteriaki oleh pengendara motor yang lewat tapi tak digubris olehnya. Akibatnya, Radian kembali nyaris tertabrak oleh sebuah mobil yang melaju sedang dari arah berlawanan yang mengakibatkan Radian terjatuh ke aspal itu.
__ADS_1
Gubrakkk...
"Ya ampun, gue nabrak orang lagi!" ucap si cewek pengendara mobil.
Wanita itu pun keluar dari mobilnya untuk memeriksa kondisi korban yang ia tabrak barusan, memang sebenarnya ia tak sampai menabrak Radian karena mobilnya dengan motor Radian tak bersentuhan, namun Radian tetap terjatuh karena tidak bisa lagi menjaga keseimbangan tubuhnya itu.
"Yah dia jatuh lagi..." ujar si cewek.
"Awhh, tolongin gue dong!" rintih Radian meminta bantuan pada wanita itu.
"Radian? Kamu Radian kan?" tanya si cewek.
"Hah? Darimana lu tahu nama gue?" ucap Radian heran masih sambil meringis kesakitan dan tak menoleh ke arah si cewek.
"Yeh ini aku Oni, maaf banget ya tadi aku gak sengaja tabrak kamu! Abis kamunya juga sih lawan arah, kan aku jadi gak bisa menghindar!" ucap wanita yang ternyata adalah Oni.
"Oni? Oh iya, kalo gitu tolongin aku dong cepet! Sakit tau ini kaki!" ujar Radian.
"Eee iya iya..."
Oni pun bergerak membantu Radian berdiri dengan tenaga miliknya, ia akhirnya berhasil membuat Radian selamat dari tindihan motor itu walau kakinya masih agak terpincang-pincang.
"Kamu gapapa kan?" tanya Oni cemas sembari memapah tubuh Radian.
"Gak kok, aku cuma masih agak pusing aja." jawab Radian memegangi kepalanya.
"Kamu lagi mabok ya?" tanya Oni setelah mencium bau alkohol dari mulut Radian.
"Anterin aku pulang dong! Aku kayaknya gak kuat lagi deh naik motor, bisa kan?" ucap Radian.
"Eee ya bisa sih. Tapi—"
"Udah tenang aja! Nanti gue bayar kok!" potong Radian dengan cepat.
"Ish, bukan itu! Ah yaudah deh, ayo!" ucap Oni.
Akhirnya Oni membawa Radian ke dalam mobilnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...