Angkasa

Angkasa
Menemui Radian


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 68


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Oni akhirnya terpaksa keluar dari kamarnya dan menuruni tangga untuk menemui Radian disana, ia berjalan dengan rasa malas dan mengantuk bahkan terus menguap sepanjang jalan. Sebenarnya Oni memang tidak ingin menemui Radian saat ini karena waktu sudah malam, namun entah mengapa ia tak tega membiarkan Radian berdiri di depan rumahnya.


Disaat Oni hendak melangkah menuju pintu keluar utama rumahnya, ia berpapasan dengan mbok Irma yang juga baru selesai mengunci pintu dan bersiap pergi ke kamar tidurnya. Mbok Irma pun tampak heran karena ia bertemu dengan Oni disana, padahal sebelumnya Oni mengatakan kalau ia ingin tidur dan tidak mau menemui Radian walau hanya sebentar.


"Loh non, kok non Oni keluar kamar? Bukannya tadi katanya mau tidur ya non?" tanya mbok Irma heran.


"Eee iya mbok, aku mau temuin Radian di depan. Aku gak tega juga biarin dia diem disana sampe pagi, nanti aku bisa diomongin orang!" jawab Oni.


"Oalah, bener itu non! Yaudah, non Oni temuin aja den Radian di depan sekarang!" ujar mbok Irma.

__ADS_1


"Iya mbok, itu kunci pintunya sini kasih ke aku! Supaya aku bisa keluar temuin Radian, ya semoga aja Radian mau pergi dan gak terus-terusan diem di depan pagar rumah aku!" ucap Oni.


"Oh iya, ini non kuncinya!" ucap mbok Irma.


"Makasih mbok, yaudah kalo gitu mbok Irma tidur aja sana gak perlu nungguin aku! Nanti aku bisa kunci pintu sendiri kok mbok, tenang aja!" ucap Oni.


"Eee iya non, ini saya juga mau ke kamar kok! Permisi ya non, selamat malam!" ucap mbok Irma sambil sedikit membungkukkan badannya.


"Iya mbok, malam juga!" ucap Oni tersenyum.


Setelahnya, mbok Irma pun pergi ke kamar tidurnya sesuai dengan yang diperintahkan oleh Oni dan akan tidur malam disana, sedangkan Oni sendiri masih tetap berdiri di tempatnya sembari memegang kunci pintu di tangannya. Oni tampak masih bingung apakah ia harus menemui Radian atau tidak, ya ia sangat ragu dan khawatir kalau ia menemui Radian maka pria tersebut bisa saja salah sangka atau apa.


"Huft, ini gue temuin Radian apa kagak ya? Nanti kalau dia salah ngira gimana?" gumam Oni bingung.


Akhirnya Oni memutuskan untuk pergi ke luar menemui Radian, ia menghela nafas sejenak sebelum mulai melangkah menuju pintu sambil membawa kunci di tangannya. Oni pun segera membuka pintu itu dan melihat ke arah luar, tampak memang benar Radian masih berada disana dan tengah duduk di atas jok motornya sendirian.


Sontak Oni merasa tidak tega begitu melihat Radian memang masih ada disana, entah mengapa ia bisa merasa seperti itu padahal sekarang ini ia sedang benci sekali dengan Radian. Bahkan Oni sempat terlihat cekcok dengan pria tersebut ketika mereka berbincang di dalam, namun sepertinya rasa itu seketika hilang begitu ia melihat Radian disana.


Oni pun menutup pintu kembali, lalu melangkah ke dekat Radian dengan langkah perlahan masih sambil menunduk dan berpikir karena ia belum yakin apakah ingin menemui Radian atau tidak. Namun, saat ia sudah berada tepat di depan pagar, Oni kini yakin dan benar-benar yakin untuk bisa membujuk Radian agar mau pulang dan tidak terus-terusan ada disana.


"Radian!" ucap Oni pelan memanggil nama lelaki yang ada di hadapannya itu.


Sontak Radian menoleh begitu ada suara yang memanggil namanya, ia terkejut bukan main karena melihat sosok Oni alias gadis yang sedari tadi ia tunggu itu berdiri di dekatnya. Ya Radian tak mengira jika Oni akhirnya mau keluar lagi dan menemui dirinya, ia pun sangat senang dengan itu dan ia langsung saja turun dari motor mendekati Oni.


"Oni, akhirnya kamu keluar juga! Aku seneng deh, kamu mau maafin aku kan cantik?" ucap Radian sumringah sambil mendekati Oni.


Namun, gadis itu justru memundurkan langkahnya.


"Loh kenapa? Aku kira kamu keluar tuh mau temuin aku, kok kamu malah mundur?" tanya Radian.

__ADS_1


"Aku gak mau kejadian itu terulang," jawab Oni.


"Kamu tenang aja! Waktu itu kan aku mabuk dan gak bisa kontrol diri, sekarang ini aku dalam keadaan sadar! Jadi, aku gak mungkin apa-apain kamu cantik!" ucap Radian.


"Oke, tapi jangan deket-deket! Aku masih trauma deketan sama kamu, kita bicara di kursi sana!" ucap Oni menunjuk ke arah kursi.


Radian mengangguk perlahan kemudian mencabut kunci motornya dan mulai melangkah mengikuti kemana Oni pergi, ya ia berjalan tepat di belakang Oni sambil menaruh dua tangan di saku celana. Radian berharap kali ini ia bisa mendapat maaf dari gadis yang sudah ia renggut kesuciannya itu, apalagi ia juga sulit untuk bisa hidup tenang akibat itu.


Keduanya kini duduk berdampingan di kursi yang tersedia di depan rumah Oni itu, Radian juga terus saja memandangi wajah gadis di sampingnya itu sambil tersenyum renyah. Perlahan Radian menggerakkan tangannya lalu meraih tangan mulus Oni dan menggenggamnya erat, ia mengangkat tangan gadis itu lalu mengecupnya lembut.


"Kamu apa-apaan sih? Jangan modus ya!" bentak Oni kesal dengan tindakan dari Radian.


"Aku gak modus kok, aku cuma mau tenangin kamu supaya hati kamu enggak panas terus dan kamu juga bisa maafin aku cantik!" ucap Radian.


"An, lepasin tangan gue!" ujar Oni berontak.


"Iya iya, aku lepasin nih! Tapi, kamu harus janji gak akan marah-marah lagi sama aku dan kamu juga mau ngobrol santai tanpa emosi sama aku!" ucap Radian memberi syarat pada Oni.


"Huft, yaudah iya!" ucap Oni terpaksa.


Radian tersenyum tipis kemudian melepaskan tangan Oni dari genggamannya, ia kini beralih menatap langit memandangi bintang-bintang yang menghiasi langit malam. Sedangkan Oni hanya diam tak mengerti apa yang sedang dilakukan Radian saat ini dengan memandangi langit, Oni yang bingung kemudian mulai bertanya pada Radian disana.


"An, kamu kenapa sih? Ngapain kamu bengong aja sambil ngeliatin langit kayak gitu, emang ada yang salah sama langitnya?" tanya Oni terheran-heran.


"Hah? Enggak kok, apa kalau seseorang memandangi sesuatu itu berarti sesuatu tersebut memiliki kesalahan? Enggak kan? Aku cuma kagum aja sama keindahan langit, karena indahnya sama seperti gadis di samping aku!" ucap Radian.


Oni terhenyak kaget mendengar ucapan dari Radian yang memang bermaksud membuat Oni terkesima.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2