Angkasa

Angkasa
Indahnya malam


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 131


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Malam hari setelah menemui kedua orang tua Oni alias calon istrinya itu, Radian kini mengajak gadis itu ke luar untuk sekedar cari angin dan berbincang mengenai pernikahan mereka. Oni juga kebetulan ingin mengatakan pada Radian tentang rencananya untuk melibatkan Revi dan Latifah di dalam acara pernikahan mereka nanti seperti yang ia rencanakan.


Keduanya berada di pinggir danau dan tampak saling berdekatan dengan Radian merangkul pundak gadis yang akan menjadi istrinya itu, Radian juga tak henti mengusap puncak kepala Oni dengan lembut. Gadis cantik itu tampak menikmati belaian yang diberikan oleh tangan sang kekasih, ia juga merasa nyaman berada dalam dekapan Radian di malam dingin ini.


"Oni, sebentar lagi kita bakal resmi jadi suami-istri. Momen seperti ini pasti kemungkinan bisa sering terjadi diantara kita, apalagi aku ini kan sayang banget sama kamu cantik!" ucap Radian pelan.


"Hadeh, gombal terus!" ujar Oni terkekeh.


"Hahaha, kok gombal sih? Itu tuh mimpi aku sayang, aku pengen begini terus sama istri aku nantinya dan aku gak mau bikin kamu kesepian atau merasa sendiri tanpa ada yang menemani! Sebagai seorang suami yang baik dan perhatian, aku bakal selalu ada di samping kamu cantik!" ucap Radian.


"Iya Radian, kamu emang terbaik deh! Tapi, kalau kamu ada di samping aku terus, siapa dong yang kerja nantinya?" tanya Oni menatap wajah Radian.


"Eee iya juga ya, aku kan harus kerja buat kasih makan kamu sama anak kita!" ujar Radian nyengir.


"Nah, berarti kamu gak bisa ada di samping aku terus dong Radian! Kan kamu juga harus kerja, tapi gapapa kok justru aku senang sama pria yang pekerja keras dan bisa ngidupin istri dan anaknya! Kamu tenang aja, pasti aku selalu nunggu kamu pulang!" ujar Oni.

__ADS_1


Radian tersenyum kemudian memperdalam pelukannya sehingga membuat Oni semakin merasa nyaman dan hangat, gadis itu seakan tak ingin lepas dari dekapan sang kekasih tersebut.


"Oh ya, tadi katanya kamu mau ngomong sesuatu sama aku disini. Kok kamu malah diem aja sih sambil merem begitu? Jangan bikin aku penasaran dong sayang, cepet ngomong apa yang mau kamu sampaikan ke aku?!" tanya Radian penasaran.


"Umm, iya ya kok aku bisa lupa ya? Tadi tuh aku mau minta izin sama kamu, jadi aku kepengen ajak Revi sama Latifah buat jadi bridesmaid di pernikahan kita nanti!" jawab Oni.


"Hah? Bridesmaid?" Radian terkejut bukan main.


"Iya Radian, menurut aku mereka cocok kok buat jadi bridesmaid di nikahan kita. Kamu setuju apa enggak sayang?" ucap Oni meminta pendapat Radian.


"Eee terserah kamu aja deh cantik, aku ngikut apa kata kamu!" ucap Radian tersenyum.


"Ah kamu mah malah gitu! Aku kan nanya dan minta pendapat dari kamu sayang, harusnya kamu jawab dong jangan bilang terserah! Kalau kayak gini, aku jadi bingung deh!" ucap Oni cemberut.


"Yaudah deh iya, aku setuju sayang!" ucap Radian.


"Nah, kalo gitu kan aku jadi gak bingung! Berarti kamu setuju kan kalau aku ajak Revi sama Latifah buat jadi bridesmaid nanti?" tanya Oni lagi.


"Iya sayang, aku setuju! Udah kamu sekarang kalau mau apa-apa nih gak perlu minta izin dari aku dulu, apapun yang kamu mau tentang nikahan nanti kamu langsung gas aja!" ucap Radian.


"Oh iya ya, kenapa aku bisa lupa ya?" sarkas Radian.


"Haish, kamu nyebelin ih! Udah deh mending kita sekarang balik, aku mulai kedinginan tau Radian!" ucap Oni.


"Kamu kedinginan?" tanya Radian.


Oni mengangguk.


"Sini aku angetin," ucap Radian kemudian mendekap erat tubuh Oni memberi kehangatan pada gadis itu.


"Ish, ini mah daritadi juga udah begini!" ujar Oni.


"Hahaha, yang penting anget kan?" ucap Radian sambil tertawa kecil.


"Iyain," ucap Oni singkat lalu memejamkan mata.

__ADS_1


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Revi juga tengah menikmati indahnya langit malam dari balkon kamarnya. Ia berdiri menatap langit sambil tersenyum membayangkan masa depannya yang hingga kini belum tahu akan menjadi apa, Revi hanya berharap ia bisa membuat kedua orangtuanya bangga dan membawa nama baik mama papanya ketika ia sudah sukses nanti.


Disaat Revi sedang asyik memandangi langit sambil melamun, tiba-tiba sebuah mobil muncul dan berhenti di halaman rumahnya. Ya itu adalah mobil mama serta papanya yang baru pulang dari bekerja, kebetulan mereka memang satu mobil karena ingin menghemat pengeluaran bensin, Revi pun tersenyum saat mama papanya itu turun dari mobil.


"Mama papa makin mesra aja deh, aku jadi pengen nantinya kalau udah nikah bisa kayak mama sama papa. Biarpun disibukkan sama urusan kerja, tapi masih sempat berduaan begitu!" ucap Revi.


Sementara Marcel dan Juliana rupanya juga melihat keberadaan Revi yang sedang berdiri di balkon kamar sembari melirik ke arah mereka, ya keduanya pun tersembunyi lalu melambaikan tangan untuk putri mereka tersebut.


"Pah, itu Revi lagi ngapain ya berdiri di balkon sendirian?" tanya Juliana heran.


"Papa gak tahu, mah. Mungkin aja Revi cuma pengen menikmati langit malam, kalau mama pengen tahu lebih lanjut ya mama tinggal samperin aja Revi ke atas sana! Siapa tahu Revi butuh mama buat teman ngobrol atau apalah itu?" usul Marcel.


"Iya juga ya pah, kebetulan mama udah lama gak ngobrol sama Revi. Yaudah, yuk pah ikut sama mama temuin Revi disana!" ucap Juliana.


"Eee mama aja dulu deh, soalnya papa udah gatel nih pengen mandi. Nanti papa nyusul deh ke kamar Revi buat ngobrol bareng, sekalian papa mau minta buatin kopi sama bik Munaroh!" ucap Marcel.


"Terserah papa deh," ucap Julian singkat.


Juliana pergi lebih dulu masuk ke dalam rumah meninggalkan suaminya disana, namun tentu saja Marcel segera menyusul istrinya juga ke dalam.


Sementara Revi hanya tersenyum melihat mama serta papanya dari atas sana.


"Mama papa lucu banget deh, walau aku gak begitu dengar jelas yang mereka omongin sih. Tapi, intinya mama papa tuh emang couple goals deh!" ucap Revi sambil tersenyum menutupi mulutnya.


Revi pun berbalik, lalu duduk di kursi dekat balkon dan membuka ponselnya.


"Kak Zaki kirim pesan?" batinnya.


Ya Revi tak menyangka kalau Muzaki ternyata mengirimi pesan ke ponselnya itu, karena sedari tadi ia terlalu fokus menatap langit dan juga memperhatikan kedua orangtuanya dari sana.


Ia pun membuka serta membaca isi pesan tersebut karena penasaran.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2