Angkasa

Angkasa
Kapan mau dihalalin?


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 124


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Revi akhirnya sampai di kampus bersama supirnya, ia turun dari mobil dan langsung saja melangkah ke dalam kampusnya. Revi sengaja berjalan cepat karena tak ingin Arsyan yang mengejarnya itu bisa sampai di dekatnya, ya memang pria itu masih terus mengejar ia dari belakang dengan Vespa nya dan membuat Revi merasa risih serta kesal sekali.


Disaat Revi sedang berjalan cepat menuju ke dalam kampus, tiba-tiba seseorang menarik lengannya dari belakang sehingga membuat Revi reflek berbalik dan hendak memukul orang tersebut. Revi mengira kalau yang menarik tangannya itu adalah Arsyan sang mantan yang mengejarnya, namun setelah ia menoleh rupanya orang itu bukanlah Arsyan.


"Eh Rev, tunggu Rev tahan! Ini gue Latifah teman lu, masa lu mau mukul gue sih?" ucap orang yang ternyata Latifah itu.


"Hehe, maaf Fah! Aku pikir tadi orang lain gitu yang pengen iseng ke aku, eh ternyata kamu. Lagian kamu ngapain sih ngagetin aku begitu, biasanya juga gak kayak gitu?!" ujar Revi kesal.


"Sorry Rev! Gue maksudnya iseng doang loh, emang lu kenapa sih pengen mukul gue begitu? Tadinya lu kira gue siapa emang?" ucap Latifah.


"Umm, iya Fah. Soalnya aku kira tadi yang narik tangan aku tuh Arsyan, mantanku yang ngikutin aku daritadi! Padahal aku udah bilang loh sama dia kalau aku gak mau balikan, eh dia malah tetap kekeuh dan malah ngikutin aku sampe kesini!" ujar Revi.

__ADS_1


"Hah? Jadi mantan lu itu ngikutin lu kesini? Ya ampun, serem banget sih!" ujar Latifah.


"Ya itu dia Rev, makanya aku takut. Eh kamu malah bikin kaget aku kayak gitu, kan akunya jadi ngira kalau kamu Arsyan!" ucap Revi cemberut.


"Iya iya, gue kan udah minta maaf tadi! Udah lah gausah dibahas lagi, mending sekarang kita buruan deh masuk ke dalam! Takutnya nanti si Arsyan itu nyusul lu kesini dan maksa lu buat balikan lagi sama dia, kan tadi katanya dia tuh ngikutin lu sampe ke depan kampus!" ujar Latifah.


"Bener juga kamu, yaudah yuk kita langsung masuk aja ke dalam!" ucap Revi ketakutan.


"Iya," ucap Latifah singkat.


Mereka berdua pun melangkah masuk ke dalam kampus itu dengan cepat, namun mereka tidak sadar kalau Arsyan masih tetap mengikuti kemana mereka pergi sambil senyum-senyum.


Benar saja disaat Revi dan Latifah berhenti melangkah karena capek, Arsyan pun maju lalu berdiri tepat di hadapan kedua gadis itu sambil menatap ke arah mereka dan tersenyum sinis.


"Hai Rev! Kamu capek ya? Lagian ngapain sih kamu pake lari segala, ha? Kan aku cuma pengen deket lagi sama kamu sayang," ucap Arsyan.


Sontak Revi dan Latifah pun sangat syok ketika melihat Arsyan ada disana, mereka tak menyangka pria itu bisa mengikuti mereka sampai ke dalam kampus dan bahkan saat ini sudah berhasil mencegat mereka.


"Hahaha, ya biarin aja dong sayang! Toh aku juga gak ganggu sama sekali, aku cuma pengen dekat terus sama kamu cantik! Jadi, jangan marah-marah gitu dong sama aku!" ucap Arsyan santai.


"Heh! Lu itu ngerti bahasa gak sih? Udah dibilang Revi gak mau dan gak suka sama lu, kenapa lu masih ngeyel aja pengen deketin dia? Kalau lu gak mau pergi dari sini sekarang juga, jangan salahin gue kalo gue bakal teriakin lu!" ujar Latifah ikut kesal.


"Sabar Fah!" ucap Revi menenangkan sohibnya.


Bukannya takut, Arsyan justru tersenyum dan seperti tak menghiraukan perkataan Latifah itu.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Laras yang tengah berjalan seorang diri di lorong kampus tanpa sengaja malah berpapasan dengan Zian yang kebetulan juga sedang sendirian disana. Mereka pun menghentikan langkah dan saling bertatapan sejenak sambil tersenyum, namun Laras agak gugup saat ditatap langsung oleh pria itu dan ia pun hanya bisa menunduk diam tak berkutik.


Zian pun terus mendekat ke arah Laras lalu hendak menggenggam tangan gadis itu, namun dengan cepat Laras menghindar sehingga Zian tidak dapat memegang tangan Laras. Tentu saja pria itu pun kesal dan menatap tajam ke wajah Laras seperti orang yang sedang emosi, hal itu membuat Laras sedikit ketakutan dan lagi-lagi menunduk.

__ADS_1


"Laras, kamu kenapa malah ngehindar sih? Aku kan cuma pengen pegang tangan kamu, apa salahnya sih kalau aku pengen megang tangan pacarku sendiri?" tanya Zian dengan sedikit kesal.


"Hah? Pacar??" Laras terkejut bukan main.


"Iya, kita kan udah resmi pacaran. Jadi, mulai sekarang kamu harus panggil aku sayang dong! Terus kamu juga gak boleh lancang gitu sama aku, masa mau dipegang malah ngehindar!" ucap Zian.


"Maaf nih, kak Zian bicara apa sih? Aku aja belum jawab pertanyaan kak Zian, kok kak Zian udah bilang aku ini pacar kak Zian?" ujar Laras terheran-heran.


"Aduh, kamu ini gimana sih? Biarpun kamu belum jawab pertanyaan dari aku, tapi tetap aku udah yakin banget kalau kamu bakalan mau jadi pacar aku dan terima aku! Aku gak butuh jawaban dari kamu sayang, sebaiknya kamu nurut aja sama aku supaya kamu bisa aman!" ucap Zian tersenyum.


Laras hanya bisa geleng-geleng kepala tak menyangka dengan ucapan Zian itu.


"Eee maaf kak Zian, aku harus pergi sekarang! Ada tugas yang belum aku kerjain, mending kak Zian juga ngerjain tugas kek gitu atau ngapain! Jangan ganggu aku terus setiap hari!" ucap Laras.


"Kok kamu gitu sih? Masa aku dianggap pengganggu? Dengar ya cantik, aku ini pacar kamu dan harusnya kamu gak boleh bicara begitu dong sama aku sayang! Nanti aku marah loh sama kamu, emang kamu mau aku cuekin?" ucap Zian.


"Loh justru bagus kak! Eh maksud aku, lebih bagus kalau kak Zaki emang gak terlalu deketin aku kayak gini! Kan kita bukan mahram," ucap Laras.


"Hey, kamu salah! Yang benar itu kita belum mahram, karena kan kita bisa jadi mahram nanti! Kamu tinggal bilang aja sama aku, mau kapan aku halalin kamu?" ucap Zian tersenyum.


"Hah? Ma-maaf kak, tapi aku belum kepikiran soal begitu mah!" ucap Laras agak gugup.


"Oh gitu, ya gapapa sih. Yaudah, tapi kamu gak perlu khawatir karena aku bakal nunggu sampai kamu siap buat aku nikahin!" ucap Zian.


"Eee yaudah, permisi kak!" ucap Laras pamit.


Laras pun melangkah pergi meninggalkan Zian disana dengan langkah cepat, namun tentunya Zian tak membiarkan begitu saja Laras pergi dan tetap mengejar gadis itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2