Angkasa

Angkasa
Buka di rumah Revi


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 112


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Allahuakbar.. Allahuakbar...


Adzan Maghrib telah berkumandang, Zian pun tersenyum sembari mengucap syukur dan mulai meminum air putih yang sudah ia pesan di atas meja bersama sang gadis yakni Laras. Ya saat ini mereka tengah berada di sebuah tempat makan untuk buka bersama sesuai keinginan Zian, walau Laras sudah mengatakan kalau ia tidak bisa melakukan itu.


Laras pun juga mulai meminum air miliknya dan membatalkan puasanya, ia tampak murung karena harus terjebak disana bersama Zian pria yang tergila-gila padanya. Laras tetap mencoba tenang agar Zian tidak mengamuk kembali dan ia juga bisa aman dari amarah Zian, namun pikiran Laras tetap tak bisa tenang karena ia memikirkan keluarganya.


"Sayang, yuk dimakan itu kurma nya! Abis itu baru kita makan berat, rileks aja sayang!" ucap Zian.


"Eee i-i-iya, makasih kak Zian!" ucap Laras mengangguk pelan, lalu mengambil sebiji kurma yang sudah tersedia di piring dan memakannya secara perlahan sembari terus menunduk.

__ADS_1


"Hey, kamu itu cantik loh! Jangan nunduk terus!" ucap Zian tak suka melihat gadis itu menunduk, ia pun menarik dagu Laras hingga ia bisa menatapnya.


"Maaf kak! Tapi, aku cuma malu tatap muka kak Zian secara langsung. Kita kan juga baru kenal, aku emang suka begini!" ucap Laras pelan dengan ekspresi agak cemas serta ketakutan.


"Tenang aja sayang! Aku orang baik kok, asal kamu nurut ya kamu bakal baik-baik aja!" ucap Zian.


Laras tertegun mendengar itu, ia seperti sedang bersama seorang psikopat yang berkedok mahasiswa, karena sikap Zian benar-benar membuat ia ketakutan sedari tadi. Namun, Laras lagi-lagi tak dapat berbuat apapun dan hanya bisa diam menurut saja pada perkataan Zian agar ia juga tidak terkena masalah atau hal-hal buruk lainnya.


"Oh ya, abis ini kita shalat Maghrib dulu! Takut waktunya gak keburu nanti kalau kita langsung makan berat, terus juga takut malah malas kalau udah nanti-nanti mah!" ucap Zian tersenyum.


"Iya kak, aku ngikut kak Zian aja!" ucap Laras.


"Nah bagus!" ucap Zian tampak senang dan mencolek pipi gadis itu.


Mereka berdua kembali memakan makanan serta minuman yang sudah dipesan, ada es buah serta kolak makanan khas orang-orang ketika buka puasa. Zian juga masih terus memandangi wajah Laras sembari ia memakan kolak itu.


"Eee kalau aku jawab enggak, apa kak Zian bisa terima? Karena kan yang namanya perasaan itu gak bisa dipaksa, kak!" ucap Laras pelan.


"Ya emang sih, kamu benar! Tapi, aku maunya kamu terima aku jadi pacar kamu! Ya kalau kamu gak mau alias nolak, aku bakal terus paksa kamu buat mau terima aku jadi pacar kamu!" paksa Zian.


"Hah? Kok gitu sih kak?" tanya Laras heran.


"Iya dong, apapun bakal aku lakuin biar supaya kita berdua bisa jadi sepasang kekasih! Aku yakin kok lambat laun pasti kamu bisa jadi milik aku, aku juga bakal bikin kamu kesemsem sama aku sayang!" ucap Zian tersenyum.


Laras terdiam tak lagi berbicara pada Zian, ia sudah sangat pusing meladeni perkataan pria tersebut dan ingin segera pergi dari sana. Tapi apa daya, Laras tak bisa melakukan itu karena ia terus-terusan dikekang oleh Zian yang sangat terobsesi padanya itu bahkan sampai tak berhenti menatapnya.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Revi juga tengah menikmati momen buka puasa bersama Latifah sahabatnya. Ya Latifah memang terlalu nyaman berada di rumah Revi sehingga ia kebablasan sampai Maghrib, untunglah kedua orang tua Revi belum pulang dan Latifah pun tak perlu merasa canggung, walau tetap saja Latifah masih tidak enak pada Revi saat ini.

__ADS_1


Mereka berdua makan bersama di meja makan dan tampak saling tersenyum, kebetulan juga bik Munaroh sudah menyiapkan semua makanan buka puasa untuk majikannya itu. Awalnya Latifah merasa canggung makan bersama Revi disana, namun lama-kelamaan akhirnya Latifah bisa lebih tenang dan mulai memakan semua jenis makanan disana.


"Wah Rev, ini enak banget sih! Gak sia-sia gue numpang buka puasa disini, makasih ya Rev lu udah bolehin gue buat ikut makan disini!" ucap Latifah tersenyum memperlihatkan gigi-giginya.


"Santai aja Ifah! Kamu kayak sama siapa aja, kita ini kan teman. Lagian kalau kamu gak buka puasa disini dulu, nanti malah gak keburu loh!" ucap Revi.


"Iya bener juga, sorry banget ya Rev! Gue bukan sengaja loh mau makan disini, tapi kan lu tadi tahu sendiri kalau gue terlalu asyik main sama kelinci peliharaan lu itu! Makanya gue jadi lupa buat pulang ke rumah, padahal nih ya Rev gue tuh udah ada janji sama keluarga buat buka di rumah!" ucap Latifah.


"Gapapa Fah, udah lah gausah gak enak begitu! Makan lagi aja yang banyak!" ucap Revi.


"Iya Rev, pasti kok!" ucap Latifah nyengir.


Setelahnya, mereka berdua kembali memakan makanan disana. Latifah dengan lahapnya mulai menghabiskan sepotong pizza serta segelas es cincau yang ada di meja, sedangkan Revi makan dengan perlahan dimulai dari kurma lalu beberapa kue kering yang dibuat sendiri oleh bik Munaroh.


Revi tampak celingak-celinguk mencari keberadaan bik Munaroh disana, ia penasaran mengapa bibiknya itu tidak ikut buka puasa bersamanya dan juga Latifah seperti yang ia harapkan. Latifah pun bingung melihat sahabatnya celingak-celinguk begitu, ia penasaran dan kemudian bertanya langsung pada gadis itu.


"Rev, lu kenapa sih? Nyariin siapa lu?" tanya Latifah terheran-heran.


"Eh eee aku cuma heran aja, ini kenapa ya bik Munaroh gak ikut buka puasa disini? Padahal tadi dia udah kesini bawa makanan, eh malah pergi lagi! Sebentar ya Fah, aku mau coba ke belakang dulu samperin bik Munaroh!" jelas Revi.


"Udah gausah Rev! Ngapain sih emang lu pake mikirin pembantu lu itu? Mungkin dia canggung kali buka puasa bareng sama lu, kan lu itu anak majikan dia!" ucap Latifah.


"Ish Ifah, gak boleh gitu! Aku sama bik Munaroh itu bukan cuma sekedar majikan dan pembantu, kita udah lumayan dekat tau! Dari kecil bik Munaroh selalu temenin aku, bahkan dia juga yang urus aku! Makanya aku udah anggap bik Munaroh kayak mama kandung aku sendiri!" ucap Revi.


"Oh gitu, baik banget ya lu Rev!" ucap Latifah salut.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2