
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 193
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Hari Minggu telah tiba, Revi dijemput oleh Muzaki sang kekasih karena mereka sudah memiliki janji untuk pergi jalan-jalan menikmati hari libur yang cerah dan penuh keasyikan ini.
Namun, Revi meminta pada kekasihnya itu untuk berbicara langsung dengan kedua orangtuanya dan meminta izin jika ingin membawanya pergi keluar menikmati Minggu pagi.
Muzaki pun setuju, ia masuk ke dalam rumah gadis itu sambil terus mengusap-usap kedua telapak tangannya. Ia merasa sangat gugup biarpun ini bukan kali pertama baginya untuk bicara dengan kedua orang tua Revi.
"Huh semoga aja semuanya lancar dan tante Juliana mau kasih izin buat aku!" batin Muzaki.
Sesampainya di dalam, pria itu langsung disambut oleh sang kekasih yang sudah tampak rapih bersama papa mamanya disana. Ya pandangan Muzaki tertuju pada sosok Juliana, terlihat kalau Juliana memang masih belum menyukai Muzaki dan wanita itu benci padanya.
"Pagi tante, om, assalamualaikum!" ucap Muzaki.
"Waalaikumsallam..." jawab ketiganya.
Revi tersenyum dan hendak menghampiri Muzaki, namun dicegah oleh Juliana yang langsung mencengkeram erat lengan gadis itu.
"Jangan!" tegas Juliana.
"Ih mama kenapa sih? Aku cuma mau ajak kak Zaki buat duduk!" ujar Revi heran.
"Yaudah, kan bisa ajak dari sini gak harus kamu yang samperin dia kesana!" ucap Juliana.
"Ya tapi kan—"
"Udah Rev, gapapa!" potong Muzaki sambil tersenyum.
"Nak Zaki, maafkan tante Ana ya! Dia emang masih malu-malu gitu mau terima kamu jadi menantunya, yuk sini duduk sama kita!" ucap Marcel.
"Pah, papa apaan sih?!" ujar Juliana kesal.
"Udah lah mah, mau sampai kapan mama kayak gitu terus ha? Biarkan Revi putri kita ini memilih jodohnya sendiri, papa yakin pilihan Revi gak akan salah!" ucap Marcel.
Juliana melipat kedua tangannya di depan dan memasang wajah cemberut. Marcel geleng-geleng kepala dan terkekeh, ia heran mengapa istrinya selalu saja seperti itu ketika bertemu dengan Muzaki.
Sementara Muzaki sekarang sudah duduk di sofa ruang tamu bersama mereka, bik Munaroh juga langsung menyediakan minuman bagi mereka tanpa menunggu disuruh.
"Nak Zaki, mau ajak Revi kemana hari ini? Si Revi sampai senang banget begitu!" tanya Marcel.
"Eee iya om, rencananya saya mau bawa Revi jalan-jalan ke kebun binatang! Kebetulan ini kan hari libur, pasti asyik!" jawab Muzaki.
"Yaelah cuma ke kebun binatang, kirain mau ke tempat wisata yang mahal!" cibir Juliana.
"Mah, jangan gitu!" ujar Marcel menegur istrinya.
Muzaki menunduk sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal, ia sungguh bingung mengapa Juliana masih saja tak suka padanya, padahal ia sudah melakukan segala macam cara untuk membuat Juliana mau menerimanya.
"Mama, ke kebun binatang aja udah bikin aku bahagia loh! Karena aku perginya sama orang yang aku sayang, percuma pergi ke tempat mahal tapi gak ada rasa bahagianya!" ujar Revi tersenyum.
"Nah Revi benar itu! Mama sekarang harus belajar supaya gak menilai segalanya dari luar!" sahut Marcel mengingatkan istrinya.
"Udah deh, papa gausah sok paling tau! Mama ini mamanya Revi, mama yang lahirin Revi ke dunia ini! Jadi, mama paling tahu apa yang terbaik buat Revi dibanding papa!" ucap Juliana.
"Iya suka-suka mama aja! Yang penting mama bolehin Revi buat pergi sama Muzaki!" ujar Marcel.
"Mama sih terserah Revi aja, walau mama larang juga pasti Revi bakalan tetap pergi kok! Jadi, buat apa nanya ke mama?" ucap Juliana ngambek.
__ADS_1
"Mah, mama jangan ngambek gitu dong! Nanti cantiknya jadi luntur loh!" ucap Marcel.
"Iya mah, mama kan tetap mama aku! Jadi aku masih butuh lah restu dari mama, boleh ya mah aku pergi sama kak Zaki? Cuma sebentar aja kok, nanti aku juga bakal beliin oleh-oleh buat mama sepulang dari kebun binatang! Mama mau aku bawain apa? Pempek, mie ayam, atau yang lain?" ucap Revi berusaha membujuk mamanya.
"Gausah, udah kamu pergi aja sama nak Zaki! Nikmati waktu libur kalian berdua, tapi ingat jangan lama-lama! Abis itu kamu harus ikut mama ketemu sama Charlie, ya!" ucap Juliana.
"Eee..." Revi terlihat bingung dan melirik ke arah Muzaki untuk meminta saran.
Pria itu hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Iya deh mah, aku mau ikut sama mama! Makasih ya, mama udah izinin kita buat pergi!" ucap Revi.
"Iya..."
Juliana mau tidak mau memberi izin pada mereka untuk pergi berdua, karena pastinya ia akan disidang oleh Marcel jika tak menuruti kemauan suaminya tersebut.
Setelah mendapat izin dari sang mama dan papa Revi, akhirnya Muzaki merasa lega dan ia bisa pergi dengan gadisnya itu tanpa perlu cemas memikirkan sikap Juliana padanya.
•
•
Sementara itu, Laras merasa agak bimbang setelah dirinya tidak lagi bersama Zian, ya gadis itu seperti rindu dengan sosok Zian yang selalu berada di dekatnya selama ini, biarpun ia tak pernah menganggap Zian.
Kini Laras duduk seorang diri di sofa ruang tamu, ia merenung dengan satu tangan menopang dagunya. Entah mengapa tiba-tiba ia teringat pada momen dirinya saat bersama dengan Zian, walau sangat menyebalkan tapi itu cukup membuatnya rindu.
"Gue kenapa ya? Kok setelah kak Zian udah gak deketin gue lagi, sekarang gue malah jadi kangen gini sama dia?" gumam Laras kebingungan.
Laras yang kebingungan kini bangkit dari duduknya, ia jalan mondar-mandir sambil menggigit jari karena bingung harus melakukan apa di hari libur seperti ini.
"Huft, biasanya ada kak Zian yang datang dan ajak gue jalan-jalan! Tapi sekarang..."
"Laras!"
Tiba-tiba saja Maryam, alias mamanya itu muncul dan memanggil namanya. Laras pun terkejut lalu menoleh ke arah sang mama, ia tersenyum dan bertanya.
"Ada apa, mah?" tanya Laras penasaran.
"Kamu itu kenapa sih? Daritadi mama liatin kamu kayak orang linglung, mikirin apa hayo?" ujar Maryam menggoda putrinya.
"Bosan? Kenapa kamu gak coba hubungin nak Zian aja? Eh ya, by the way kenapa ya dia jadi jarang main kesini lagi? Kamu tahu gak alasannya apa sayang?" ucap Maryam merasa heran.
"Eee aku gak tahu juga sih, mah! Emangnya kenapa sih kalau kak Zian gak kesini? Mama kangen sama kak Zian, apa gimana?" ujar Laras.
"Yeh kenapa jadi mama? Justru kamu itu loh yang kangen kan sama nak Zian? Buktinya kamu jadi linglung gitu kayak orang bingung, kamu gak bisa bohongin mama sayang!" ucap Maryam sambil tersenyum menggoda.
"Enggak mah, ngapain juga aku kangen sama dia? Dia itu bukan siapa-siapa aku!" elak Laras.
Ya jelas Laras berbohong, karena sebenarnya gadis itu sangat merindukan sosok Zian, namun ia terus berusaha menutupi rasa rindunya itu.
"Masa sih? Mama gak percaya ah! Sorotan mata kamu itu gak bisa bohong sayang, kamu rindu kan sama nak Zian? Biarpun selama ini memang mama lihat kamu risih sekali tiap kali ada di dekat nak Zian, tapi sekarang mama yakin banget kamu pasti kangen banget sama dia kan!" ucap Maryam.
"Mah, udah ah jangan bahas itu lagi! Aku gak mau bahas kak Zian atau apapun tentang dia! Lagian sekarang aku udah gak bakal ketemu dia lagi, mah!" ucap Laras.
"Loh kenapa sayang?" tanya Maryam kaget.
Laras terdiam memalingkan wajahnya, ia menyatukan jari-jari tangannya dan bingung haruskah ia menjelaskan itu semua pada mamanya atau tidak? Namun, rasa penasaran mencuat di tubuh Maryam dan membuat wanita itu menekan putrinya untuk berbicara.
Maryam mencengkeram dua pundak Laras dan menatapnya tajam. "Sayang, ayo jelaskan ke mama ada apa sebenarnya antara kamu dan nak Zian! Kenapa kamu bilang seperti itu tadi?" ucap Maryam sangat penasaran.
"Mah, gak ada apa-apa kok! Dari awal emang aku sama kak Zian juga gak ada hubungan apa-apa, kita ini cuma sebatas junior dan senior di kampus! Mama aja yang salah kira!" ucap Laras.
"Enggak, mama gak yakin sama jawaban kamu barusan! Nak Zian itu mama lihat suka sekali sama kamu, dia tertarik loh sama kamu Laras! Gak mungkin tiba-tiba nak Zian berhenti kejar kamu, orang dia sayang kok sama kamu!" ucap Maryam.
"Aku yang minta kak Zian buat berhenti kejar aku, aku bilang ke dia kalau cinta itu gak bisa dipaksa dan sampai kapanpun aku gak akan bisa balas cintanya! Karena cinta aku cuma buat kak Zaki, gak ada yang lain mah!" ucap Laras tegas.
Maryam terkejut membelalakkan matanya, ia bingung dengan sosok Muzaki yang disebut Laras.
"Kak Zaki? Siapa maksud kamu sayang?" tanya Maryam penasaran.
"Iya mah, cuma dia yang aku cintai!" jawab Laras.
❤️
Sama halnya dengan Laras, kini Zian juga sangat murung setelah ia gagal untuk mengejar cintanya dan mendekatkan hati Laras wanita yang dicintainya.
__ADS_1
Saat ini Zian berada di sebuah jembatan, ia menatap ke bawah sebuah sungai yang arusnya sangat deras, bahkan airnya sangat coklat seperti susu Milo minuman bocil bocil.
"Aaarrgghh!! Gue gak bisa diem terus begini, masa gue mau nyerah gitu aja sih setelah perjuangan yang gue lakuin selama ini?!" batin Zian.
"Ya, gue gak boleh berhenti kejar Laras! Walaupun dia tetap kekeuh gak mau buka hati buat gue, tapi siapa yang tahu kalau dia bisa berubah nantinya? Gue ini tulus sayang sama lu Laras, tapi kenapa lu malah cinta sama si Muzaki itu?" sambungnya.
Tak lama kemudian, Digo muncul dan menepuk pundak Zian dari belakang membuat pria itu terkejut lalu menoleh ke arahnya.
Pukkk...
"Digo? Ya ampun, lu bikin gue kaget aja anjir! Lu mau gue jantungan apa?" ujar Zian terkejut.
"Hahaha sorry bro! Lu lagi ngapain sih ngelamun kayak gitu di atas jembatan gini? Jangan bilang lu mau bunuh diri? Tobat bro, itu dosa!" tanya Digo penasaran.
"Gila lu! Siapa juga yang mau bunuh diri? Gue tuh cuma mau tenangin diri disini, karena hidup gue lagi gak beres bro!" jawab Zian.
"Hah? Emang kenapa lu bro?" tanya Digo.
"Gue kemarin disuruh menjauh dari Laras, dia juga ngaku kalau dia cuma cinta sama Muzaki dan gak akan pernah bisa punya rasa ke gue! Sejak saat itu, gue udah gak datang lagi ke rumah Laras atau deketin gadis itu sampai sekarang! Tapi, gue rasa keputusan gue buat menjauh itu salah bro karena malah bikin hati gue makin sakit!" jelas Zian.
"Nah, iya tuh bener bro! Harusnya lu tetap kejar si Laras dan pepet dia sampai dapat, jangan dilepas! Gue yakin lambat laun pasti Laras juga bakalan luluh sama lu bro!" ucap Digo memberi semangat.
"Iya bro, thanks ya udah bikin gue jadi semangat lagi!" ucap Zian sambil tersenyum.
"Sama-sama bro, udah ya jangan sedih lagi! Sekarang mending lu ikut gue ke basecamp, kita nongkrong sama yang lain juga!" ucap Digo.
"Boleh tuh, ajak si Radian juga!" usul Zian.
"Ah gak bisa bro! Lu kan tahu sendiri dia udah nikah dan bentar lagi jadi ayah, pasti dia sibuk sama istrinya lah! Apalagi hari libur begini, paling dia lagi jalan-jalan!" ucap Digo.
"Oh iya ya, yaudah kita aja yuk!" ucap Zian.
"Gas!"
Mereka pergi bersamaan menuju tempat mereka biasa kumpul dengan teman-temannya.
•
•
Sementara itu, sepasang kekasih yakni Revi dan juga Muzaki sudah sampai di kebun binatang tempat tujuan mereka kali ini. Keduanya masuk ke dalam dengan bergandengan tangan setelah membeli tiket dan bersiap untuk melihat-lihat berbagai macam binatang yang ada disana.
"Kak, udah lama banget aku gak kesini! Terakhir dulu kayaknya waktu aku masih TK deh, dan ini kali kedua aku datang kesini! Udah gitu sama pacar yang aku sayangin lagi!" ucap Revi.
"Ahaha bisa aja kamu Rev!" ucap Muzaki.
Cekrek...📸📸📸
Tiba-tiba saja ada yang memotret mereka dari samping, itu adalah sosok kameramen yang memang sengaja berada disana.
"Foto dulu kak, buat kenang-kenangan!" ucap kameramen itu.
Muzaki melirik sekilas ke arah Revi, gadis itu mengangguk tanda kalau ia mau berfoto dengan kekasihnya.
"Yuk kita foto!" ucap Revi.
Mereka pun berpose dengan saling merangkul satu sama lain dan tersenyum, sang kameramen itu mulai memfoto keduanya beberapa kali sampai mereka merasa sudah cukup.
"Sudah kak, nanti bisa ditebus fotonya di pintu keluar!" ucap kameramen itu.
"Siap bang! Makasih ya!" ucap Muzaki tersenyum.
Setelahnya, Muzaki dan Revi lanjut berjalan menuju kandang pertama yang ada di dekat sana, ya terdapat zebra dan juga jerapah yang membuat Revi tersenyum melihatnya.
"Kak, zebra nya lucu ya ada banyak lagi!" ucap Revi sambil tersenyum.
"Eee iya sih emang lucu banget, tapi tetep gak bisa ngalahin lucunya kamu sayangku! Karena kamu itu nomor satu di hatiku!" ucap Muzaki.
"Ish malah ngegombal!" cibir Revi tersipu.
"Hahaha itu fakta Revi cantik!" ujar Muzaki tertawa.
Tak lupa mereka berfoto lebih dulu di depan kandang itu bersama zebra, ya Revi sangat senang karena ini pertama kalinya ia pergi jalan-jalan bersama kekasih tercinta.
...~Bersambung~...
__ADS_1
^^^JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!^^^