BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 93. Hiking to Sanderson Lake 2


__ADS_3

"Boss, sekali lagi kau bicarakan ulat bulu, akan kupastikan itu merayap di bajumu. Aku sudah sarapan kita ketemu setengah jam lagi, aku ambil dulu kitnya." Aku melengos pergi dari depannya mengambil bekalku. Setidaknya kejadian tadi bisa membuatku kabur dari depan Andrew dengan cepat. Aku tak suka perasaan dikasihani ini.


Aku pergi mengambil emergency surgery kit, dan obat-obatan darurat. Ini bisa dibawa seorang prajurit yang biasa membawa puluhan kilo beban di perjalanan, jadi ini harusnya tidak jadi masalah buat mereka.


Aku memanggul emergency kit kami, seorang prajurit yang ternyata adalah Tommy, salah seorang elit anggota group Andrew.


"Tommy? Kau yang ikut tracking?"


"Iya, boss bilang dia minta aku menemani kalian."


"Baiklah, ayo bantu aku bawa kit ini, kita cuma hiking ke atas saja, sore sudah pulang. Tapi aku mau mencari blueberry liar diatas, kau tahu tempatnya."


"Biasanya terlihat dari jalanan. Boss bilang jangan terlalu malam, jam 3 kita sudah harus turun dari danau." Dia masih memberikan aku orang yang dia percaya, aku masih bisa mengandalkannya dan meminta bantuan yang kuperlukan kukira.


"Oke."

__ADS_1


Tak sampai 10 menit kami sudah berjalan ke atas. Cuaca cerah dan hangat, walau masih cukup sejuk pagi ini saat kami berjalan ke atas. Aku berjalan di samping James.


Kami naik melalui Balance Rock Trailhead, yang lebih banyak jalan kaki dibandingkan jalur mobil. Dan Donna bilang kebanyakan penduduk juga lewat sini. Ini jalur tercepat untuk berjalan kaki daripada kami harus memutar mengikuti jalan aspal.


"Ini menang menyenangkan, tapi melelahkan." Aku dan James yang tak terbiasa berjalan mendaki baru 20 menit sudah kelelahan. Tommy terlihat masih biasa saja.


"Tommy tunggu dulu." Aku menyender ke pohon, ini tak semudah bayanganku.


"GPS menunjukkan kita baru 1/4 jalan. Ayolah kalian sudah kelelahan? Mana semangatmu Jen?" Tommy mengolok kami sekarang.


"Di depan akan lebih datar, juga ada variasi turunan juga ini trail memang awalnya menaiki bukit, blueberrymu di depan sana Nona Jen, ayo sedikit lagi." Untung navigasi masih bisa berfungsi sekarang ini. Jadi kami tahu tepatnya dimana kami.


"Blueberrynya akan menunggu. Aku mau duduk dulu sepuluh menit."


Kami bertemu beberapa orang turun dari atas saat kami beristirahat. Benar kata Donna banyak yang naik dan turun sepanjang lintasan.

__ADS_1


Aku menemukan padang blueberry liarku kemudian, aku memaksa James menjadi pemetik blueberry dan memenuhi tas yang kubawa sementara Tommy mengawasi walau dia juga kupaksa jadi pemetik.


"Sudah penuh. Kau mau menjualnya? Sudah aku tak sanggup lagi." James sudah mengoceh dari tadi padahal masih setengah jalan.


"Sedikit lagi, pergilah sana bersama Tommy." Aku melanjutkan memetik, kapan lagi aku bisa mendapatkan blueberry seperti ini kalau tidak sekarang. Ini hanya muncul sekali setahun.


Mereka berdua mengobrol dan aku meneruskan mengumpulkan buah-buah biru itu. Tapi kemudian aku menyadari mereka tidak mengobrol lagi.


Aku menoleh ke belakang. Tommy nampaknya menjauh sementara James jadi waspada. Apa yang mereka lihat.


"Merunduk dan diam..." Itu di ucapkan tanpa suara sambil mengerakkan tangannya ke bawah. Aku dengan otomatis diam dan merunduk, mengikuti instruksi.


Aku mengikuti arah pandangan james. Di semak-semak agak tinggi bayangan bergerak dan terlihat ada sesuatu yang datang. Aku tak apa, tapi hewan liar hanya ada rubah dan rusa di sini. Tapi bayangannya cukup tinggi, mungkinkah itu infected.


Jantungku mompa adrenalin dengan kemcang sekarang, aku meraba pistol yang kubawa. Bersiap untuk kemungkinan apapun.

__ADS_1


\=\=\=\= Bersambung besok


__ADS_2