BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 171. Go Home 3


__ADS_3

Masuk ke pintu ada suara yang terdengar, tapi seseorang yang asing, kurasa itu suara wanita tua yang seumur Ibu setidaknya. Ibu bilang wanita ini yang menjadi temannya sehari-hari, kata James dia bekerja di dapur umum si dekat rumah kami sesuai kemampuannya. Surat dokter memberinya keleluasaan untuk bekerja saat dia bisa. Dan wanita ini adalah orang yang menjadi perawatnya di saat-saat sulitnya.


Aku masuk dengan perlahan, tak sabar untuk memberi Ibu kejutan soal kepulanganku. Karena aku tak bisa meneleponnya, dia tidak tahu ini.


"Kau ingin pergi bekerja? Kau merasa sehat hari ini?"


"Iya, kita bisa bertemu teman-teman hari ini. Menyenangkan mengobrol dengan mereka sambil menyiapkan makan malam." Untunglah dia punya teman, aku senang setidaknya dia tak kesepian.


Aku melonggok ke pintu dapur sekarang. Melihat sosoknya yang membelakangiku.


"Mom, aku pulang." Dia dengan cepat berbalik mendengar suaraku. Mungkin tak percaya bagaimana dia bisa mendengar suaraku.


"Jen?! Itu benar-benar kau. Bagaimana kau bisa pulang? Ya Tuhan, ini benar-benar kau?!" Aku menghambur ke pelukannya. Badannya menjadi kurus dan ringkih. Aku ingin menangis memeluknya.


"Ini memang aku Mom, kau tak senang melihatku?"

__ADS_1


"Apa maksudmu tak senang melihatmu? Bagaimana kau bisa sampai di sini, mereka menjatuhkanmu dari pesawat? Astaga? Tak ada yang bisa pulang jika mereka bertugas di sini, tapi kau keajaiban bisa pulang." Aku tertawa, Mama masih punya selera humor setidaknya.


"James berhasil memindah tugaskanku kembali ke El Paso, karena aku adalah tenaga ahli yang menerima pelatihan CDC untuk protokol penanganan infeksi. Aku tahu kau sakit, dan ya aku memang dijatuhkan dari pesawat."


"Maksudmu kau mendarat di kota ini dengan parasut?! Kau serius?!" Mom percaya dengan kata-kataku sehingga aku tertawa ngakak.


"Tidak Mom, aku berhasil merayu seorang anak Jenderal untuk memulangkanku dengan menumpang transport militer. Anakmu ini perawat militer, tapi kurikulum terjun dengan parasut belum termasuk ke pelatihanku."


"Astaga, kau membuat Mom takut Jen. Bagaimana jika kau mendarat di padang kaktus luar kota sana." Aku senang Mom masih bisa tersenyum dan tertawa.


"Mom tak apa, sudah Mom katakan pada James, rupanya dia memberitahumu juga. Dia baik sekali mau mengatur kepulanganmu kesini."


"Iya James menyembunyikan ini dariku awalnya tapi ternyata dia memcari kesempatan memulangkanku untuk merawatmu."


"Ahh ini anakku Gemma, dia tadinya di tempatkan di Florida. Entah bagaimana dia bisa pulang." Dia mengenalkanku pada wanita yang menjadi teman bicaranya.

__ADS_1


"Bibi Gemma senang bertemu denganmu. Terima kasih sudah merawat Mom. Aku tak tahu bagaimana keadaannya tanpa bantuanmu." Aku menyalami wanita yang nampaknya lebih muda dari Mom ini.


"Nona Jen, kau tak usah sungkan, kami menumpang di rumahmu. Sudah kewajiban kami membantu Ibumu. Dia menuruti saran dokter, tidak berani menyentuh alkohol lagi, istirahat dengan baik, makannya baik, kau tak usah khawatir, dia punya semangat menunggumu pulang." Bibi yang baik hati ini mengatakan ha yang sama yang dikatakan James padaku.


"Syukurlah Bibi, aku kesini untuk membantu Mom menyelesaikan semuanya."


"Mom sudah bilang ke James Mom baik, hanya sedikit sakit." Ya Mom memang bilang begitu, tapi James bicara sendiri dengan dokternya untuk tahu keadaan pastinya.


"Sudahlah, aku sudah di sini, aku akan membantu dan menyelesaikan semuanya. Aku senang bisa menemani Mom lagi.


"Mom juga senang kau pulang. Senang sekali... sudah dua tahun tidak melihatmu. Kau nampak baik-baik saja. Dan pekerjaanmu nampaknya juga baik."


Mom mau ke dapur umum? Membantu di sana? Pergilah kita bisa bercerita panjang lebar nanti, aku harus mandi dulu dan melapor ke rumah sakit, tapi sebentar saja karena ini hanya laporan saja. Aku tak akan pulang larut, tak usah menunggu atau mengambilkanku makanan. Aku makan di rumah sakit."


"Ya baiklah."

__ADS_1


"Mom pergi dulu bersama Bibi Gemma kalau kau bilang begitu. Mom dan Bibi Gemma jam 6 sudah selesai biasanya bersama para pensiunan yang bekerja di dapur umum."


__ADS_2