BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
SEASON 3 Part 1. Call Me Oomnitsa 1


__ADS_3

20 tahun sebelumnya.....


Di sebuah lorong, tanah setengahnya ditutupi salju. Sesosok tubuh meringkuk si tanah dengan empat orang mengelilinginya. Mereka melempar, menendang dan memukul tubuh yang meringkuk itu tanpa perasaan.


"Kau orang Rusia tukang perang, berdarah dingin, psychopath perang, jangan dekati kami! Pulang sana ke negaramu! Kau tidak diterima di sini." Sebuah tendangan diterima oleh seorang laki-laki muda berumur 14 tahun. Dia terjatuh ke tanah yang di tutupi salju. Empat laki-laki seumurnya yang punya badan lebih besar itu tidak memberinya kesempatan.


Dan gang diantara gedung di dekat sekolah yang sudah sepi ini karena para murid sudah pulang, ini adalah tempat yang jarang di lewati, tak akan seorangpun bisa tahu dan menghentikan mereka jika mereka menganiayanya. Dia lewat ke sini untuk pulang ke asrama siswa, tak dianya teman-teman dan sekaligus musuhnya itu menunggu di sini.

__ADS_1


Dia meringkuk begitu rupa di tanah, berusaha menyembunyikan kepalanya seperti kura-kura yang meringkuk di tanah.


"Katanya orang tuamu kaya, kekayaanmu tak ada artinya di sini. Dasar anak orang kaya manja." Satu bola salju dilemparkan di kepalanya sekali lagi. Dia kedinginan, seluruh tubuhnya sakit dan memar karena di pukul begitu rupa dan pemuda itu harus meringkuk di salju melindungi dirinya yang dikeroyok begitu hebat. Rambutnya penuh tanah dan salju. Jaketnya robek karena di tarik begitu rupa.


"Bang*sat Russian sok pintar, sok kaya!" Bola salju lĂ innya mendarat di susul dengan sebuah tendangan di punggungnya. Menjadi orang asing dan dibully oleh teman-temannya. Pun di tanah kelahirannya di benci dan di kirim ke sekolah asrama oleh Ibu tiri yang membencinya.


"Kaya tapi tinggal di asrama sekolah, jika kau kaya beli rumahmu sendiri." Dan tendangan yang lain menyusul, laki-laki muda itu hanya bisa meringkuk melindungi dirinya tanpa bisa membalas.

__ADS_1


"Hei, apa yang kalian lakukan!? Hentikan itu!" Seorang gadis kecil berteriak melengking ke arah mereka. "Kalian penjahat mengeroyok orang seenaknya, kulaporkan kalian ke kepala sekolah!" Keempat orang itu melihat gadis kecil itu tapi kemudian mengabaikan keberadaannya. Gadis itu dengan berani mendatangi mereka dan menarik salah satu pria yang mengelilingi pemuda yang meringkuk di tanah itu.


"Anak kecil! Pergilah!" Salah seorang dari empat orang laki-laki itu mendorongnya dan menghardiknya. "Ini bukan urusanmu!" Mereka bahkan tak melihat ke gadis itu. Tapi melanjutkan menganiaya pemuda malang itu.


"Kalian penjahat! Kalian mengeroyok orang..." Melihat itu gadis kecil itu berteriak dengan emosi di ubun-ubun. Dengan berani gadis kecil yang mungkin berumur 10 tahun itu menyerbu ke arah mereka, memukul, menendang mereka, sampai mereka kaget akan tindakan nekat yang diambilnya.


Walaupun kecil nampaknya dia sudah diajari memukul dan tahu cara membela dirinya sendiri, empat orang itu mundur selangkah ketika melihat gadis kecil itu mengambil sebilah kayu yang cukup panjang dan kokoh dan mulai dengan cepat memukuli mereka untuk membuat mereka pergi.

__ADS_1


Sementara anak laki-laki itu melihat semua itu. Dia tercengang dengan keberanian gadis kecil itu, menyesali diri sendiri bahwa dia yang lebih besar dari gadis kecil itu saja tak bisa melawan. Tapi dengan berani, yang bahkan rambutnya masih diikat dengan pita itu melawan empat orang tanpa takut.


Tapi empat lawan satu jelas adalah satu kekalahan absolut, walaupun gadis itu punya senjata di tangannya jelas melawan empat orang yang jauh lebuh besar dari tubuhnya sendiri adalah kesalahan.


__ADS_2