BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 52. I'm sorry


__ADS_3

"Kau tak usah malakukan apapun. Sudah kubilang kejadian itu sudah lama. Aku tak mengingatnya lagi." Aku melepaskan tangannya dan berniat pergi dari sampingnya dengan segera.


"Kalau kau menolak ajakan makan malamku berarti kau tidak memaafkanku Gilbert." Dia menempel padaku seperti lintah. Sementara Ibuku dan Ibunya memperhatikan kami.


"Baiklah, kapan-kapan jika aku punya waktu jika begitu."


"Tak bisa, ayo jalan-jalan denganku malam ini juga. Aku ke sini memang untuk minta maaf padamu." Dia tersenyum dan mengamit tanganku. Ratu drama ini apa yang diinginkannya.


"Jalan-jalan denganmu?"


"Iya artinya kau memaafkanku seperti yang kau bilang." Apa maunya? Memperoleh persetujuan seperti orang tuanya bilang. Untuk kali ini dan untuk mengenyahkannya.


"Baiklah, ayo." Kuiyakan saja keinginannya sekarang. "Mom, Dad aku pergi dulu." Ibuku melihat kepergianku, dia pasti tahu aku melakukan ini hanya untuk mengenyahkan Laura.


"Naik mobilku saja." Aku berjalan di depan dan dia mengikutiku, tak perlu bermanis-manis dengan gadis ini.

__ADS_1


"Apa maumu?"


"Ayahku punya harapan kau jadi penyelamatnya. Jadi apa yang bisa kulakukan selain menurutinya." Dia tersenyum padaku lalu membuang pandangannya ke depan.


"Ohh kemarin kau mengatakan padaku kau punya banyak cadangan pangeran penyelamat."


"Bagaimana lagi, Ayahku bilang kau pangeran penyelamat yang paling cocok. Yah aku menurut saja daripada dimarahi habis-habisan. Jika kau tak mau katakan saja padanya, dia tak akan punya alasan memaksamu lagi. Ya paling di marahi lagi, tapi dia marahpun tak ada yang bisa dia lakukan untuk mengubah kenyataan bahwa aku juga tak bisa melakukan apapun lagi."


Dia melipat tangannya ke depan dada. Wajahnya seperti tidak perduli. Baguslah, karena aku juga tak mau perduli soal urusan mereka.


"Adrianmu itu tak menolongmu, ketua gengmu itu. Bukankah kau memakaiku untuk mencari perhatian dengan ketua gengmu."


"Kenapa, dia sudah punya wanita lain?"


"Dia cuma bangsat yang mengerti cara memanfaatkan orang dengan baik. Kau tak usah bertanya lagi... Lagipula seperti yang kekasihmu bilang aku menang tak masuk 2000 global lagi. Kau puas."

__ADS_1


"Ayah dan Ibuku menggangap kalian adalah tetap sahabatnya. Aku menghargai Ayahmu sehingga aku tak pernah memberitahu Ayah dan Ibuku insiden itu. Seharusnya kau tak memulai mencari masalah denganku lagi."


"Jadi sekarang aku penjahat besarnya." Dia malah tertawa. "Ya kau benar aku penjahatnya. Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang."


"Apa yang ingin ku lalukan?"


"Aku cuma ingin kau minta maaf dengan tulus saja, jika tidak pun aku tak meminta. Itu saja, aku tak pernah meminta apapun darimu. Kurasa selama bertahun-tahun kita kenal kita setidaknya berteman. Tapi hanya untuk tidak menjadikanku asahan kukumu saja kau tidak keberatan."


Dia terdiam lama mendengar kata-kataku.


"Aku memang salah, aku pantas mendapatkan ini, maaf..." Sekarang dia bicara hal yang setidakmya bisa kuterima. Tapi itu tidak akan merubah apapun.


"Sekarang kau mau kemana?"


"Antar saja ke apartmentku, aku bisa berbohong aku membayarimu makan malam." Kupikir dia akan menyusahkank, ternyata tidak juga.

__ADS_1


"Baiklah, akan kuantar kau kesana." Aku mengarahkan mobilku. "Katakan saja aku sudah punya pacar. Ayah dan Ibuku juga sudah tahu aku punya pacar, seperti yang kau katakan tidak ada yang bisa mereka lakukan soal itu." Ali kasihan juga padanya.


--- bersambung besok


__ADS_2