BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 50. Springdale Refugee Camp Crisis


__ADS_3

Selepas mereka dari dalam kota Springdale, Andrew dan timnya menerima perintah untuk membantu keamanan Camp Springdale 2, yang terletak di West Siloam Spring  sekitar 45 menit perjalanan dari Plant Tyson Springdale. Tenda tenda pengungsi berdiri di sepanjang 2 mil jalur 59 yang  kebanyakan masih berupa lapangan terbuka.


Ada banyak yang jatuh sakit disana pagi  ini, semuanya dengan gejala yang sama. Demam, mata merah diiringi sakit kepala. Dokter-dokter yang ada di shelter besar yang  hampir punya 10.000  orang itu sudah ketakutan dengan ledakan  orang yang datang dengan keluhan yang sama. Salah atau terlambat mengambil tindakan  10.000 orang lainnya terancam.


“Bagaimana ini Komandan Arnold ...” Seorang dokter kepala tim medis meminta saran kepada komandan shelter. Setiap shelter berada dalam otorisasi militer untuk menjaga ketertiban sekarang.


“Ada berapa yang melapor sakit sampai sekarang?”


“Sudah menyentuh 100 orang, ada kontaminasi, kami tak bisa tahu dari mana, kita menggunakan gedung TDS sepenuhnya untuk mengisolasi  pasien, hampir penuh dan   ini sangat riskan.” Di jalur itu ada sebuah  gedung yang difungsikan sebagai rumah sakit sementara. Dan dokter-dokter sipil dan tenaga kesehatan di rumah sakit sekitar Springdale diperbantukan disana.


“God, bagaimana mungkin ada kontaminasi seperti ini.”


“Kami juga tak tahu, tapi yang pasti ini kontaminasi oral. Tak mungkin salah lagi. Plus kita tak tahu apa ada yang menyembunyikan sakit mereka diluar sana. Gejalanya sudah umum diketahui. Jika ada yang menyembunyikannya bisa berbahaya.” Semua orang terdiam.


“Kurasa kita bisa membangun isolasi terbatas disekitar gedung, bisa kau bius mereka, kita akan ikat mereka sampai positive suhu tubuh mereka 34. Hukum tidak akan menyalahkan kita  jika kita melakukan tindakan drastis.”


“Kami tak punya persediaan obat bius begitu banyak Komandan....”


Belum selesai mereka berbincang, pintu terbuka.


“Komandan, ada infected menyerang kamp zona D.”


“Sudah ditembak!?” Komandan Arnold bergegas berlari keluar melihat keadaan. Kamp itu setiap sectionnya dibatasi oleh kawat berduri, ini akan lebih mempermudah pengorganisasian kelompok.


“Ada 1 orang yang terinfeksi, mengigit 3 orang lainnya. Terpaksa kami menembak mereka. Yang berjaga disana adalah tim pasukan khusus yang datang tadi pagi. Petugas polisi sudah menenangkan yang lain di section itu.”


“Dokter yang terkena  dari section apa saja?”


“A sampai D.”

__ADS_1


Komandan kamp sampai ke section yang kacau itu. Tampak polisi lokal sudah  mengendalikan  keadaan. Orang-orang berkumpul dan berbicara sesama mereka,tapi semuanya tak menimbulkan kekacauan.


“Komandan.”  Andrew menyalami Komandan kamp  yang baru sampai disana.


“Terima kasih sudah membantu kapten.”


“Ini berbahaya komandan, kita perlu scanning segera. Diantara mereka mungkin ada yang terinfeksi tapi tak melapor.” Andrew mengusulkan tindakan yang perlu mereka lakukan.


“Kami punya 100 orang terinfeksi di gedung DPS, para dokter khawatir mereka akan mengancam tenaga kesehatan...”


“Komandan, apapun harus dilakukan untuk melindungi  puluhan ribu yang lain. Kita bicara termasuk eksekusi. Anda tak mau populasi  10.000 orang ini jatuh kedalam infected.”


“Maksudmu kami harus menembak mereka yang belum berubah.”


“Taruhan Anda adalah 100 orang banding 10.000 Komandan. Kurasa jika  kita bicara kemanusiaan, mereka yang terinfeksi juga bukan manusia lagi, sampai saat ini kita belum  menemukan  penyembuhan untuk infeksinya, hukumnya jelas kita diperbolehkan mengambil tindakan eksekusi terhadap infected dan kita memang melindungi 10.000 orang lainnya.”


“Dokter apa kau yakin semua mereka di gedung DPS itu terinfeksi.”


“Komandan,bisakah kau melakukannya dengan cepat disana. Kami akan melakukan screening. Lebih baik kita membersihkan dengan diam-diam tanpa perlu menimbulkan keributan. Dan mayatnya perlu langsung diamankan agar tak menimbulkan  infeksi lanjutan.”


“Kau diperbolehkan mengaturnya dengan para  dokter. Ini Dokter Oliver, dia akan memberikan apapun yang kau butuhkan. Dokter Oliver...”


Siang itu mereka mengatur eksekusi diam-diam dibelakang gedung DPS yang terlindung, agar  tidak menimbulkan kepanikan. Beberapa orang terjaring dalam screening dan masuk ke  gedung DPS. Mereka yang masuk tak akan pernah keluar lagi. Keluarga yang menanti diberitahu mereka dalam tahap koma karena terinfeksi. Dan beberapa hari kemudian  diberitahu mereka teleh meninggal dalam perawatan. Akhirnya setelah screening dalam tiga hari kemudian tidak ada gejala baru masuk mereka bisa melanjutkan perjalanan.


Dan dalam tiga hari kemudian Andrew menyadari bahwa dia benar-benar merindukan mengobrol dengan Jen lagi. Gadis itu sudah punya pacar, tapi entahlah sampai dua bulan ini pacarnya itu tak pernah kembali ke El Paso lagi. Kemungkinan besar adalah pacarnya terjebak di zona hitam Dallas dan menjadi korban infected. Dalas belum dibersihkan sampai sekarang. Seperti Springdale kota itu adalah zona berbahaya.


Mereka membantu membersihkan camp dalam tiga hari kedepannya dan telah menerima izin dari Komandan Shelter Henrryetta. Karena inilah perjalanan mereka terhenti, beberapa personil tambahan dikirimkan dari juga dikirim dari camp militer utama Henryetta untuk membantu mereka. Dan kali ini sekitar camp Henryetta yang sudah masuk ke zona hijau sebagian besarnya mengambil beban pengungsi baru untuk bekerja di daerah pertanian.


Jika pacarnya itu selamat dan masuk salah satu shelter harusnya dia bisa menghubungi rumahnya di El Paso, tapi sudah hampir 3 bulan tak ada kabar apapun.

__ADS_1



“Kenapa melamun heh?” De Angelo menyenggolnya.


“Merindukan rumah...” Andrew menjawabnya singkat.


“Maksudmu rumah yang mana?”


“Apa maksudmu rumah yang mana?!”


“Henryetta atau El Paso?” Pertanyaan De Angelo membuat Andrew menoleh.


“Henryetta itu camp, bagian mana itu disebut rumah?”


“Rumah kita di Henryetta belakangan .” Andrew tertawa.


“Kau memikirkan Susan.Tak bisa  disangkal lagi soal itu.”


“Bukankah kau menaruh perhatian pada Jen  juga.”


“Kata siapa?!”


“Ohh ayolah, kau tahu aku benar... Aku sering memergokimu memandang perawat cantik itu. Jangan menyangkalnya...” Andrew tak bicara kali ini.


“Dia punya pacar.”


“Sudah jadi infected kukira. Pacarnya menghilang sejak awal pandemi di Dallas. Kemungkinan besar sudah mati tinggal nama.   Jangan bodoh... Kesempatanmu Bro, ini sudah diatur. Perkara dia masih memikirkannya, itu biasa, dia akan melihat kenyataannya berbulan-bulan ke depan.” De Angelo menepuk bahu Andrew.


“Mungkin...”

__ADS_1


“Ayolah bersemangat sedikit. Dekati dia, bersikap manis padanya, dia tak akan pergi kemanapun.” Andrew tersenyum. Dia tahu Jennifer adalah gadis dengan kemandirian  tinggi, mendapatkannya bukan hal yang mudah. Dia bukan Susan yang senang bersikap manja, dan manis. Dia akan melakukan semuanya sendiri, tak perlu siapapun membackupnya. Dia tetap bersikap ramah, tapi ramah bukan berarti dia mempercayaimu sepenuhnya.


Fred yang dia sebutkan itu, pasti dia sangat dicintai Jen.


__ADS_2