
"Aku mau es-krim." Malam musim panas yang manis ini, akan kuhabiskan dengan makan eskrim bersama temanku.
"Es-krim?" Dia diam berpikir dimana mendapatkan es-krim "Ini sudah malam, toko eskrim kemungkinan sudah tutup, kau mau eskrim di convenience store, yang masih buka dekat sini, ... kurasa Metro di Neiges mungkin? Tidak jauh dari sini, kau mau kesana?" Dia memenuhi permintaan remehku tanpa membantah, aku mengulum senyumku bagai anak kecil mendapatkan mainannya.
"Iya, aku mau." Langsung mengangguk, di ajak tengah malam ke convenience store, ini kencan dengan teman yang manis. Aku merasa aman dengannya, mengajak makan eskrim di convenience store mungkin bukan ide kencan romantis, tapi sekarang itu seperti saar yang meyenangkan.
"Ayo. Kenapa kau seperti anak kecil yang minta es-krim." Entah kenapa dia tersenyum kecil, senyum mahalnya itu hanya diperlihatkannya untukku. Dia mengatakan aku seperti anak kecil tapi dia mau menuruti permintaan anak kecil yang manja ini.
"Aku tak perduli, aku mau es-krim." Dan aku menggerutu manja padanya dan menunggu reaksinya. Dia malah tertawa. Nampaknya aku bisa masuk ke urutan prioritasnya saat ini.
"Ayo, gadis kecil, kita cari es-krimmu" Mungkin dia masih ingat gadis kecil bodoh yang berani mengangkat tanganny untuk memukul empat orang teman pembullynya itu.
"Aku sudah 29, aku bukan gadis kecil." Cibiran bibirku membuatnya tersenyum. Aku bergelayut manja dan tersenyum lebar di lengannya mengikuti langkahnya, dengan hati berwarna merah muda dan kupu-kupu berterbangan di latar belakangnya. Mungkin malam ini aku terlalu banyak minum anggur.
"Iya nampaknya kau masih sama seperti 20 tahun yang lalu."
"Apa kau jatuh cinta padaku 20 tahun yang lalu?" Aku mengajukan pertanyaan bodoh. Jelas tidak, aku hanya ingin melihat reaksinya.
__ADS_1
"Apa aku boleh merayumu sekarang." Aku langsung tertawa.
"Tidak."
"Kalau begitu jawabannya tidak sesuai dengan permintaanmu." Aku tertawa dan dia melihatku, menbiarkan aku mengatakan apa yang aku mau
Pengawalnya membawa mobil ke lobby gedung, sementara mereka mengikuti kami dengan mobil lain.
"Kau pernah belanja grocery Tuan Mafia?" Aku heran kenapa dia hafal toko groceries.
"Tentu saja pernah, apa kau menganggapku tak butuh makanan?" Aku tertawa.
"Ini Canada, mafia rusia ini hidup sehat, banyak makan salmon dan minum maple syrup, kau puas sekarang Svetluny." Aku tertawa lepas dan memukul lengannya, sementara dia menatapku masih dengan senyum setengah bibirnya.
"Baiklah-baiklah, bagaimanapun ini Kanada. Itu bagus setidaknya syrup maple tidak membahayakanmu." Aku masih menyisakan tawaku dan melihat wajahnya membuatku tertawa lagi, aku membayangkan mafia Rusia dan ikan salmonnya. Tidak elit sama sekali.
__ADS_1
"Kau kelihatan sangat menikmati menertawakanku." Dia masih melihatku yang tak berhenti tertawa. Aku meringis geli.
"Membayangkan mafia Rusia dan ikan salmon itu lucu." Sekarang dia membiarkanku tertawa lagi. Sampai aku berhenti tertawa dan menikmati perjalanan kami dalam diam
"Apa makanan Russia yang kau rindukan."
"Hmm...jika tidak sedang Maslenitsa aku selalu ingat Blini dan Palmeni, itu semacam pancake dengan sour cream dan caviar atau salmon asap. Palmeni itu hampir sama dengan dumpling, aku ingat palmeni Nenek adalah yang terbaik."
"Apa itu Maslenitsa?"
"Festival musim semi. Pekan libur panjang di Rusia, Minggu terakhir di bulan February. Delapan minggu sebelum Paskah."
"Apa kau sering kembali ke Moskow saat Maslenitsa?"
"Tidak, aku hanya pulang setahun sekali kurasa di Maslenitsa, semua keluarga berkumpul saat Maslenitsa, itu seperti Thanksgivings di sini."
__ADS_1
"Kelihatannya seru."
"Iya. Musim liburan selalu seru. Setiap hari selama pekan Maslenitsa digunakan untuk makan blini dengan kekasih, memberikan blini kepada orang miskin, membuat blini untuk menantu laki-laki dan menantu perempuan. Saling mengunjungi rumah satu dengan yang lain. Penutupan festival kami membakar orang-orangan yang mewakili musim dingin. Kami meyakini blini dan Maslenitsa adalah budaya asli Rusia yang tersebar ke seluruh dunia dan menjadi inspirasi bagi perayaan sejenis. Hari terakhir Maslenitsa yang bertepatan dengan Hari Minggu Palma, semua orang akan meminta maaf satu sama lain untuk menebus diri dari dosa-dosa mereka sebelum masa Prapaskah Agung. Mereka akan saling membungkukkan badan sambil mengucapkan, “Tuhan akan mengampuni Anda.”