
"Kau mendapatkan ciumanmu..." Pipiku panas saat dia memperhatikan ekspresiku dengan lenganku yang masih melingkar di tengkuknya melihat senyumnya yang menggodaku sementara tangannya merapikan rambutku.
"Kau benar punya teman di daerah sini, atau kau kesini karena kau merindukanku?" Dia bertanya alasan aku bisa tersesat di depan rumahnya. Aku langsung menunduk mengulum senyumku. Dia tertawa melihat reaksiku. "Aku lupa mengirim bunga untukmu hari ini. Maafkan aku. Kau merindukanku Svetluny, kau membuatku terlalu bahagia sekarang?"
"Berhentilah merayuku. Sudah berapa banyak gadis yang termakan rayuanmu?"
"Mereka yang merayuku, aku tak pernah merayu mereka."
"Dasar sombong."
"Aku berani bersumpah itu benar. Aku tak tahu cara merayu yang baik. Yang kulakukan hanya memakai mobil bagus dan jam mahal. Dan mereka datang padaku. Kata Anna itu adalah perangkap paling ampuh bagi gadis-gadis dangkal."
"Aku juga tak pintar seperti Anna." Aku ingat blonde cantik assistennya itu.
"Aku tak membandingkanmu dengan Anna. Kau masih cemburu dengan Anna, dia sudah seperti perangko dengan Andrew." Alexsey tersenyum lebar. Andrew yang tadinya adalah saingannya itu sekarang sudah terjerat ke Anna.
__ADS_1
"Anna itu seperti Eliza dan Albert, otaknya bisa memproses banyak angka seperti komputer berjalan."
"Iya, dia memang cepat menganalisa angka. Itu sebabnya aku menaruhnya di sampingku. Karena otaknya bisa berpikir lebih cepat dariku begitu angka ditaruh di depannya, dia cantik kebetulan, dan itu juga berguna sangat berguna untuk mengeliminasi para gold digger yang menghabiskan waktu. Shasha juga pernah ditangani oleh Anna."
"Benarkah? Shasha?!" Aku tertawa membayangkan bagaimana teman sesama modelku itu harus menghadapi Anna yang gayanya memang sexy.
"Shasha di kenalkan padaku sebelum Ayah membuat pengumuman tentang perebutan posisi pimpinan perusahaan utama. Setelah itu kurasa tugasnya lebih seperti mata-mata."
"Dia tidak pernah meneleponmu lagi."
"Tidak. Setidaknya sampai sekarang."
"Svetluny, dengarkan aku." Dia mengenggam tanganku Ekspresinya menjadi serius, "...yang bisa kau bantu adalah tetap aman sampai aku menyelesaikan semua ini. Kita bisa bertemu tapi mungkin tidak disini lagi. Daerah ini aman untuk sekarang, tadi aku sudah mencoba bertanya pada mereka apa ada tanda keberadaan pengawas atau siapapun yang mencurigakan, tapi mereka bilang aman. Sekali mereka curiga kau adalah kekasihku, aku takut kau tak aman lagi."
"Jadi setelah ini kita tak bisa bertemu?"
"Kita bertemu tapi sembunyi-sembunyi di satu tempat. Yang menjadi kekasih pura-puraku tetap Anna sekarang."
__ADS_1
"Hmm baiklah, aku menurut pada pengaturanmu saja, tapi jika ada yang bisa aku bantu untukmu aku akan senang."
"Sebenarnya aku ingin minta bantuanmu bertemu Gilbert Gillian, terakhir kami berdua saling mengancam aku tidak punya hubungan baik dengannya."
"Gilbert, kurasa bisa, tapi dia ke sini sangat jarang, kebanyakan di Washington DC, nanti kutanya pada Eliza apa dia bisa mengusahakannya. Kau ada urusan dengannya?"
"Aku ingin menebus pabrikku, CSL Technology America sudah tidak bisa beroperasi lagi, aku harus masuk dengan nama baru. Jika bisa aku ingin propertiku walau harus membayar harga tebusannya. Yang pasti jauh lwbuh murah daripada membangun pabrik baru, hanya kami.akan menambah mesin produksi. Ini sangat penting untuk mengembalikan nilai perusahaanku yang sudah terpangkas banyak."
"Ohh begitu, baiklah. Akan kutanyakan kapan dia ada waktu."
"Terima kasih, Svetluny. Aku tak akan lupa mengirim bunga lain kali." Sekarang dia membuatku meringis lebar.
"Kau dan bungamu itu. Kenapa aku jadi menyukainya."
"Pria mana lagi yang meminta maaf padamu dengan mengirim bunga selama tiga bulan sayang."
Kami kekasih, sayangnya banyak masalah yang harus kami hadapi, belum lagi aku belum memberitahunya kennyataan aku tak ingin pindah ke Moskow.
__ADS_1
Perjalanan kami masih panjang dan aku tak tahu apa hasilnya.