
“Akan kuselidiki. Tapi sementara akan tangkapi semua calo yang terlibat di sini. Akan kita lihat siapa yang muncul dan kepanasan. Aku akan memberi surat perintahnya ke kepolisian masing-masing wilayah kalian.” Pencuri licik yang mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti ini tak perlu diberi hatì.
“Mengerti Sir.”
Dan aku mengirim berkas itu ke penyelidik pemerintah setelah menerima persetujuan bossku, sementara dalam dua hari kemudian calo-calo dibersihkan. Tapi sayangnya para pedagang masih ketakutan dengan ancaman kelompok preman itu.
“Kalian buat keamanan sendiri di tiap toko, aku ingin lihat apa mereka berani menyerang keamanan resmi. Dan beritahu setiap penyewa, siapapun yang mengancam mereka langsung laporkan ke keamanan, kejar pengancamnya dan masukkan ke penjara. Jika mereka berani perang terbuka aku akan ladeni mereka.”
Perintah jelas itu langsung di jalankan di setiap toko, di sertai pengumuman untuk bulan berikutnya kami tak menerima lagi pembayaran yang bukan dari penyewa asli.
Aku menghubungi Kylie yang kupikir sedikit banyak tahu siapa Russel, sementara penyelidikan masih berjalan dan kami mengumpulkan bukti.
__ADS_1
“Kylie, apa kabarmu…”
“Jenderal Gillian, kejutan kau meneleponku, kabarku baik, apa yang bisa kubantu untukmu. Kau tidak meneleponku hanya untuk makan malam bukan. Jika iya maka jawabannya akan langsung iya.” Belum selesai bicara dia sudah tertawa duluan dengan kata-katanya sendiri.
“Kau tidak kekurangan pangeran tampan yang ingin mengajakmu makan malam kukira.”
“Kau memang mengecewakan…” Dia pura-pura merajuk di ujung telepon sana. “Baiklah, ini soal serius jika begitu, apa yang bisa kubantu untukmu.”
“Jika adapun mereka tidak akan mengakuinya. Kau tahu itu.”
“Aku tahu tentu saja. Yang kutanya adalah tanda-tanda bahwa itu mungkin terjadi.”
__ADS_1
“Hmm… Baiklah, jika kau bertanya pendapat pribadiku yang tak bisa kubuktikan, akan kujawab. Beberapa saat yang lalu orang kepercayaanku di klub, Snake, kau mengenalnya, pernah bicara dengan orang yang berkaitan dengan anak pertama Russel, Jacob Russel, orang ini bernama Mark Humphrey, dia juga sesumbar punya kekuatan puluhan ribu orang yang dia bisa gerakkan kapanpun dia mau. Nampaknya apa yang dia katakan itu sama dengan apa yang orangmu dengar.”
“Jacob Russell, Mark Humphrey.” Aku mengulang dan menulis dua nama itu sekarang. “Akan kuselidiki lebih lanjut info darimu. Terima kasih.”
“Tadinya kupikir orang itu hanya Sesumbar soal ribuan orang, ya mungkin sepertiku jika bilangan ratusan Snake masih bisa menanganinya. Tapi sekarang setelah kau bertanya kupikir ada kaitannya dengan apa yang dikatakannya.”
“Jacob Russel ini, nampaknya dia berbeda 180° dengan Adrian.”
“Ohh jelas, Jacob Russel adalah anak kebangaan, Ayahnya mempercayainya 100%, dia pengendali perusahaan, putra mahkota dan punya orang-orang hebat yang dia percayai di sisinya. Jika benar dia terlibat kurasa kau harus hati-hati menanganinya. Dia penyokong dan donatur partai juga, dia bisa mengelak dengan berbagai macam alasan dan jika kau memaksa, dia akan menggunakan teman-teman dibelakangnya untuk berperang denganmu."
Jika benar dia yang berada di belakang ini, bangsat Adrian itu akan paling bersemangat melakukan provokasi. Tapi yang harus diurus dan dikhawatirkan bukan Adrian tapi sang "otak" Jacob Russel.
__ADS_1