BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 168. I'm With You 2


__ADS_3

"Ini agak ..." Dia melihatku dengan muka masih kag*et.


"James, kau me*nol*akku?"


"Bukan, hanya ini..." Waja*hnya malah mem*er*ah, sama seperti saat aku mengganti paka*iannya. Kenapa sebenarnya dia.


"Kalau begitu perlakukan aku sebagai kek*asi*hmu."


"Ini sepertinya tak benar."


"Aku bukan adi*kmu. Aku kekas*ihmu. Kau membiarkanku seka*mar dengan Gilbert, jika aku disen*tuhnya apa kau tak marah? Kau tahu jika dia mau dia bisa melakukannya di sana. Tapi menci*umku saja kau tak mau? Apa menurutmu aku tak menarik?" Sekarang aku marah. Sebenarnya apa kemauannya.


"Jen, bukan begitu. Aku hanya kau tahu... terbiasa menganggapmu seperti itu,...sepertinya aku harus bicara dengan Ibumu dulu tentang kita, sepertinya aku merasa menyalahgunakan kepercayaan Bibi."


"Aku 30 tahun, dari 18 tahun aku bisa membiayai hidupku sendiri, kenapa kau harus meminta izin Ibuku. Kau pikir aku anak umur 14 tahun? Rupanya kau lebih rela aku seka*mar dengan Gilbert, mungkin aku harus menganggapnya teman dekat saja lain kali."


Aku beranjak turun dari pa*ngkuannya dengan marah. Tapi sekarang dia menah*anku. Aku memandangnya kembali.


"Jen, jangan seperti ini. Maksudku bukan begitu."

__ADS_1


"Lalu? Apa..." Aku memainkan dagunya, baru pertama kali aku menyen*tuhnya seperti ini, rasa ter*geli*tik di jariku ini membuatku berde*bar dan harus men*ahan nap*asku.


Sekarang dia mem*eluk pingga*ngku mendek*atkan kami, tanganku meny*ent*uh rambu*tnya. Sebelum dia yang mengu*nciku dalam ciu*m*annya. Aku memejamkan mataku, terle*na dalam pel*ukan*nya yang lama pernah kuimpikan dari masa remajaku. Cinta pertama yang kupikir tak pernah akan tergapai tapi ternyata kudapatkan.


Rasa berde*bar yang menyen*angkan ini. Membuatmu ma*bu*k, tersenyum, tersi*pu, merasa p*ipiku mema*nas.


"Turunlah, kau tak bisa duduk di disini terus." Dia masih menawar saat aku sudah terlalu mengi*nginkan dirinya.


"Kenapa?" Dengan wajah lug*u aku bertanya.


"Jen..." Aku tertawa ketika dia setengah meme*las memoh*onku untuk turun dari pangku*annya. Dia mena*han diri, padahal dia juga mengingi*nkanku..


"Kau meng*gem*askan, apa kau selalu sesop*an ini James, atau kau masih merasa aku adi*k ke*cilmu. Adi*k kecilmu ini bisa mer*ayu dua pimpinan tertinggi di kota manapun yang dia datangi tanpa usaha berarti. Kau pikir aku masih anak ing*usan?"


"Jen turunlah." Dia tak akan bisa lepas dan aku ingin bukti karena dia bicara aku ke*kas*ihnya.


"Jangan jadi penge*cut, aku wani*tamu bukan adi*kmu malam ini." Entah apa yang ada di pikirannya sekarang. Tapi aku menatap matanya tanpa takut.


"Kenneth akan membu*nuhku karena ini..."

__ADS_1


"Aku akan membelamu dalam perke*lahi*an tentu saja."


"Kau benar-benar akan membuatku dalam masalah bukan."


"Kau membuat masalah denganku selama sebulan. Kau memang tega padaku, mengatakan sepatah katapun kau tidak lakukan. Jadi jangan sala*hkan aku mem*bala*smu begini."


"Kau tahu kau itu selalu bisa memaksa untuk memang. Tak ada yang bertah*an melawa*nmu."


"Bagus kau tahu aku bossnya sekarang." Karena malam ini aku akan membuatnya memb*ayar.


"Tukang anca*m, pemer*as, kau memang tahu bagaimana mengan*cam orang. Tak ada yang menang darimu."


Aku tersenyum mendengar perkataannya. Tapi kemudian aku menc*iu*mnya, aku meleka*tkan dir*iku padanya. Dan lenga*nnya yang meng*unci tub*uhku sekarang, membalas ci*u*man pa*n*as yang terlalu bersemangat itu.


Sesuatu terasa, dia membiarkan tub*uhnya mengingi*nkanku akhirnya. Napa*snya berubah...dan dia mengambil alih ci*um*an kami sepenuhnya.


"Kau bisa pergi sekarang Jen." Dia menghentikan dirinya sendiri. Memandangku yang masih me*lekat di pangk*uannya dan merasakan dirinya di bawah sana yang sudah menanggapiku. Bukti yang kuinginkan, aku men*des*ah pu*a*s ketika dia men*gen*aiku.


"James,..." Aku membuat ge*rakan dan len*guh*an yang mengatakan aku suka saat kami sali*ng ters*ent*uh di bawah sana.

__ADS_1


"Sh*it Jen." Dan dia tidak bisa berta*han untuk tidak mencen*g*kram ping*gan*gku. Dia juga memerlukannya.


__ADS_2