
"Tuan Gillian, tapi kau berjanji akan datang bukan ?"
"Tentu akan kuusahakan."
"Baiklah, aku akan mengatakan padamu kapan oke. Kita bisa banyak bicara nanti. Aku boleh minta nomor teleponmu."
"Tentu saja boleh."
"Kuhubungi kau nanti." Aku tersenyum pada Kylie sementara Rachelle hanya meringis.
"Tentu." Pandangan tajam padaku dari Adrian mengiringi kepergian gadis itu.
"Jangan coba-coba mendekati gadisku." Dia datang dan menunjuk padaku.
"Jika kau berani mencoba mendekatinya, kau akam merasakan akibatnya."
"Apa yang akan kau lakukan? Punya kemampuan juga tidak. Mengertak saja."
Kutinggalkan Adrian Russel dan menemui kolegaku yang lain.
Tentu saja boleh."
"Kuhubungi kau nanti." Aku tersenyum pada Kylie sementara Rachelle hanya meringis.
"Tentu." Pandangan tajam padaku dari Adrian mengiringi kepergian gadis itu.
__ADS_1
"Jangan coba-coba mendekati gadisku." Dia datang dan menunjuk padaku.
"Jika kau berani mencoba mendekatinya, kau akam merasakan akibatnya."
"Apa yang akan kau lakukan? Punya kemampuan juga tidak. Mengertak saja."
Kutinggalkan Adrian Russel dan menemui kolegaku yang lain.
Tentu saja boleh."
"Kuhubungi kau nanti." Aku tersenyum pada Kylie sementara Rachelle hanya meringis.
"Tentu." Pandangan tajam padaku dari Adrian mengiringi kepergian gadis itu.
"Jangan coba-coba mendekati gadisku." Dia datang dan menunjuk padaku.
"Jika kau berani mencoba mendekatinya, kau akam merasakan akibatnya."
"Apa yang akan kau lakukan? Punya kemampuan juga tidak. Mengertak saja."
Kutinggalkan Adrian Russel dan menemui kolegaku yang lain.
\=\=\=\=\=\=\=
Jadi apa akibatnya bermain-main dengan Andrian Russel? Salah seorang kolegaku di kementrian menemuiku dua hari berikutnya di kantor.
__ADS_1
"Kudengar kau membuat masalah dengan seseorang." Garrett langsung ke pokok masalah siang itu.
"Ohh ya siapa orang itu?"
"Kau tak tahu atau pura-pura tak tahu?"
"Ya mungkin aku membuat masalah dengan seseorang tapi aku tak perduli. Aku memang tak berniat berbaik-baik dengannya. Yang kau maksud Adrian Russel bukan? Apa yang mau dia lakukan."
"Ya memang dia, anak bungsu yang manja dari keluarga Adrian. Kau sebenarnya tak usah khawatir, dia hanya jago mengertak."
"Ohh benarkah, jago mengertak?" Aku tertawa sekarang.
"Saudara-saudaranya yang lain punya kegunaan di perusahaan mereka masing-masing, hanya dia yang memegang peran sebagai pengertak di sana. Kerjanya memang cuma omong besar dan membuat masalah bagi semua orang." Aku mau tak mau tertawa.
"Kenapa kau membuat masalah dengan dia. Dia bertanya padaku tentangmu dan sesumbar dia bisa melakukan banyak hal untuk membuatmu celaka."
"Aku hanya punya masalah pribadi lama yang membuatku tak menaruh hormat padanya. Ya dia boleh mencoba, ku tak perduli."
"Kau harus hati-hati, mungkin dia memang hanya sesumbar, tapi banyak orang yang perlu uangnya , dia bisa membayar orang untuk melakukan pekerjaan kotor."
"Aku mengerti maksudmu Garrett, aku akan hati-hati."
Membayar orang lain untuk melakukan pekerjaan kotor?
Akan kutunjukkan bagaimana melakukan pekerjaan kotor pada anak manja itu.
__ADS_1