BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 29. Trauma 5


__ADS_3

Jika tidak karena pertolongan Ayah Andrew tak mungkin Eliza bisa masuk Ottawa dengan timnya. Tapi yang jelas itu juga karena Jenderal Gillian yang akhirnya memberi kami jalan sehingga bisa normal lagi. Mereka berdua adalah penolong keluarga kami.


Alexsey mengantarkan kami pergi kemudian. Dia menawarkan sopirnya membawa mobilku sementara Andrew membawa mobil sendiri, dia mengerti juga dengan kondisiku yang sama sekali tak nyaman dengannya.


"Alexsey itu nampaknya terpesona padamu." Andrew tersenyum menggodaku, mencoba mencari pembicaraan saat kami sudah di dalam mobil berjalan dan aku diam memikirkan kenapa aku tiba-tiba mendapat serangan panik yang memalukan ini.


"Mafia Rusia itu terlalu rumit untuk dipahami. Dia bilang dia pernah bertemu denganku. Aku tak pernah sedikitpun mengingat soal aku bertemu dengannya. Dia pembohong besar, playboy, penculik."


"Kalian pernah bertemu? Benarkah? Dimana?"


"Tidak kurasa itu kebanyakan hanya karangannya. Aku tak percaya apa yang dikatakannya." Aku melihat pada Andrew. Pria yang nampaknya terpesona pada kakak ini, andai aku punya kesempatan. "Sudahlah jangan bicarakan dia, dia menyebalkan. Terima kasih sudah menolongku. Aku tak tahu serangan panikku bisa muncul saat melihat anggur merah, ini memalukan."

__ADS_1


"Kita sudah seperti keluarga, tak usah berterima kasih." Benar dia menganggapku seperti saudara. Aku memang bukan tipenya. Aku menghela napas dengan sedih. Setelah aku dianggap pembawa virus, setelah ini aku akan dianggap punya kelainan mental, mungkin aku harus pindah ke Eropa dan mencari pria Italia atau Spanyol saja. Aku menyukai mereka yang ramai dan bersemangat.


** Part ini adalah kejadian sebelum Andrew tertembak ya.


"Alexsey pernah bertanya detail soal kau. Itu sebabnya aku tahu pasti dia entah bagaimana menyukaimu. Jika pria menanyakan apa seseorang sudah punya kekasih atau belum jelas itu ada rasa suka."



"Aku tak perduli. Yang penting dia tidak mengganguku. Playboy itu punya blonde cantik yang selalu bersamanya." Andrew langsung meringis saat aku menyebutkan blonde itu.


"Nampaknya kau sudah berkenalan banyak dengan blonde itu." Aku menyindir Andrew yang nampaknya terpesona dengan Anna.

__ADS_1


"Kadang Alexsey mengirim Anna ke kantor partai atau ke acara partai jika dia punya kesibukan. Iya aku sudah bicara beberapa kali dengannya makanya aku bilang dia tidak seperti yang kau katakan. Dia tangan kanan Alexsey bukan sekertaris pribadi lebih tepatnya."


Aku tak perduli walaupun itu benar. Lagipula setelah melihatku punya 'kelainan mental' seperti tadi mungkin sekarang dia akan mundur seperti yang lain.


Tak lama kemudian kami sampai.


"Terima kasih kau mengantarku. Aku tak tahu apa yang terjadi jika tidak ada kau."


"Jangan berterima kasih lagi. Kita keluarga oke. Istirahatlah, aku pulang dulu sekarang.." Andrew menyelesaikan memarkir mobilku dan hendak langsung pergi.


"Baiklah, hati-hati." Aku melambai dan melihatnya pergi dengan menghela napas panjang.

__ADS_1


Andaikan dia melihatku sedikit saja sebagai wanita, bukan keluarga. Tapi nampaknya itu tak akan terjadi, seperti katanya dia menganggapku keluarga.


\=\=\=\=


__ADS_2